Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#Raffasya dia?.. benar-benar mirip denganmu!


__ADS_3

"Tuan dan nyonya jangan khawatir, ini hanya sakit biasa saya akan memberikan resep dan silahkan di tebus di apotek harus istirahat yang cukup dan makan makanan yang bernutrisi dan jangan lupa minum obat tepat waktu" ucap Ahza.


"Baik dok baik!" Ucap Dona mengelus Raffa.


"Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Dona pada Raffa.


"Raffa baik mih!" Ucap Raffa.


"Tuan silahkan ikut keruangan saya untuk mengambil resep obatnya" ucap Ahza.


"Baik dok" ucap Bram.


"Dokter?" Panggil Raffa.


"Ya?"


"Terimakasih" ucap Raffa.


"Sama-sama" ucap Ahza.


Ahza dan Bram keluar ruangan Raffa dan menuju keruangan Ahza untuk memberikan resep obat Raffa.


Setelah Bram mengambil resep obat dia bergegas ke apotek untuk menebus obatnya.


"Terimakasih dok!" Ucap Bram bersalaman dengan Ahza.


"Iya sama-sama" ucap Ahza tersenyum.


Setelah Bram keluar ruangan Ahza. Ahza membuka album fotonya bersama Raffasya. Dia mengusap dan meneteskan air mata di atas foto Raffasya. Dan menyamakan foto Raffasya dengan Raffa.


"Raffasya.. dia.. benar-benar mirip denganmu!! Seakan-akan aku merasa kau ada pada dirinya" ucap Ahza sambil memandangi foto Raffasya dengan meneteskan air mata.


📱Kringg kringg!!! Ponsel Ahza berdering.

__ADS_1


📱:"Hallo!"


📱:"Ahza Lo pulang kerja sibuk nggak?" Tanya intan teman SMA Ahza.


📱:"Enggak sih kenapa?"


📱:"Gue sama melati tunggu ko di cafe Deket rumah sakit ntar habis pulang kerja Lo ke sana aja langsung!", Ucap intan.


📱:"Oh oke!" Ucap ahza.


📱:" Sampai jumpa nanti!" Ucap intan.


Tut Tut Tut!! Intan mematikan telfon.


Intan bekerja di sebuah cafe yang termasuk cafe miliknya sendiri dan sudah memiliki beberapa cabang di kota I. Sedangkan melati bekerja disebuah perusahaan menjadi asisten Presdir di perusahaan Pratama.


Sore hari pulang kerja,


Cafe,



"Aku datang!" Ucap ahza menuju kearah intan dan melati.


"Oke duduk duduk!" Ucap intan.


"Lo lemes banget sih za?" Tanya melati.


"Guee.."


"Ada masalah dirumah sakit?" Tanya intan.


"Eng..enggak sih cuman gue tadi ketemu pasien yang mirip banget sama Raffasya dan nggak ada bedanya sama sekali!" Ucap ahza membuat intan dan melati kaget.

__ADS_1


"Prufftt" intan menyemburkan kopinya saat mendengar perkataan Ahza.


"Lo nggak bercanda kan za?" Tanya intanengambil tissue.


"Emang ekspresi gue sebercanda itu?" Tanya Ahza sambil melambaikan tangan memanggil pelayan cafe.


"Ya enggak sih cuman masa iya ada orang yang mirip Raffasya" tanya intan.


"Terus terus!" Tanya melati penasaran.


"Dan namanya dia itu Raffa Allo tuan muda dari perusahaan Allo yang terbesar itu" ucap Ahza.


"Apaa??" Teriak melati dan intan kaget.


"Tuan muda Allo yang misterius itu ko udah ketemu sama dia?" Tanya melati menggebrak meja.


"B aja kali mel nggak usah ngegas gitu" ucap intan.


"Jadi yang bernama tuan muda Allo yang misterius jarang ditemui orang itu Raffa Allo?" Tanya Ahza.


"Ya denger denger sih namanya Raffa Allo cuman Krena misterius gitu cmn dipanggil tuan muda Allo" ucap intan.


"Jadi gitu ya" ucap Ahza.


"Nona ini pesanan anda!" Ucap pelayan cafe.


"Terimakasih" ucap Ahza.


"Ya udah za nggak usah mikir dalam-dalam mungkin hanya kebetulan" ucap intan.


"Iya kali ya, gue jadi pusing" ucap Ahza memegang kepalanya.


"Ya udah nyantai aja dulu" ucap melati.

__ADS_1


****


__ADS_2