Setangkai Mawar Hitam

Setangkai Mawar Hitam
#Episode 16


__ADS_3

Prancis, Paris



sesampainya Raffa di paris dan setelah sampai di villa pribadi milik keluarganya Raffa berbaring di sofa ruang tamu dan Merakan sedikit kelelahan dalam perjalanan nya.


Dalam hati Raffa masih berat untuk meninggalkan kota I namun apalagi yang bisa dia perbuat? Bukankah dia sudah ada di paris? Aihh sudahlah, jalani saja dulu semua akan berlalu tanpa dirasa dengan penghayatan.


"Raffa?" Panggil Dona.


"Ya?" Sahut Raffa.


Dona berjalan dan duduk disamping Raffa dengan menatap wajah Raffa yang penuh dengan kelelahan.


"Mami ada apa mengapa menatapku seperti itu?" Tanya Raffa mengusap wajahnya.


"Kau kelelahan atau memikirkan seseorang? Atau tidak mampu meninggalkan kota I untuk waktu yang agak lama?" Ucap Dona menatap wajah Raffa.


"Mami apa yang kau katakan?" Ucap Raffa mengelak.


"Mami tahu, kau tidak rela meninggalkan kota I ohh atau jangan-jangan kau tidak rela meninggalkan dokter ahza." Ledek Dona.


Pikiran Raffa tertebak oleh Dona. Bukan hanya tidak rela meninggalkan kota I tapi kedua pertanyaan itu semua benar.


"Mami hentikan ledekan mami itu aku tidak memikirkan apapun aku hanya lelah saja" ucap Raffa dengan berbaring.


"Baiklah istirahatlah dulu, mami akan mengemasi barang-barang" ucap Dona menepuk bahu Raffa dan menuju kamar.


Dalam pikiran Raffa dia memang tidak rela, tapi ini hanya setahun hanya sebentar ucap Raffa.


****

__ADS_1


Keesokan harinya,


Taman belakang villa,



Dipagi hari Raffa membuka jendela kamarnya dan melihat suasana Dipagi hari yang begitu indah. Kicauan burung dan semerbak bau dedaunan hijau yang sangat menyengat membuat suasana Dipagi hari semakin indah.


Dengan kaus pendek berwarna putih dan celana pendek berwarna hitam Raffa berjalan menuju ke taman belakang villa dengan memakai handuk kecil di lehernya.


Taman belakang villa cukup indah suasana Dipagi hari ini sangat cocok untuk merenggangkan seluruh otot yang masih tidur.


Raffa memang memiliki kebiasaan berolahraga Dipagi hari dan membentuk tubuhnya semakin kekar dan memiliki otot yang kuat.


Dona selalu menyiapkan susu dan roti untuk Raffa sarapan pagi pagi itu Bram Allo sudah pergi ke kantor untuk bertemu klien dari Paris Yanga kan berkerja sama dengan perusahannya.


Sebenarnya Raffa harus ikut dalam meeting itu namun tubuh Raffa yang masih kurang baik untuk mengikuti kegiatan maka baik bagi Raffa untuk beristirahat dan berolahraga dirumah.


Tap tap tap!!


"Raffa? Ayo beristirahat lah sebentar dan sarapan" ucap Dona meletakkan nampannya dipondok indah disamping taman.


"Baiklah" ucap Raffa menyeka keringatnya dengan handuk dan duduk disamping Dona.


"Mami apa papi sudah ke kantor?" Tanya Raffa dengan mengunyah sandwich nya.


"Iya sudah dari pagi tadi katanya ada meeting dengan klien" ucap Dona.


"Mengapa tidak memanggilku?" Ucap Raffa.


"Kondisimu masih belum fit untuk mengikuti meeting dikantor sebaiknya istirahat dulu beberapa hari dirumah baru pergi ke kekantor" ucap Dona.

__ADS_1


"Hmm yaya" ucap Raffa.


****


Pukul 09:35 pagi,


Raffa telah selesai berolahraga dan menuju keruang TV, bersantai dan menikmati pemandangan diluar jendela dengan TV yang tidak ditonton.


Melihat menara Eiffel yang menjulang tinggi pemandangan yang sangat indah jika dilihat dari atas menara itu. Gedung-gedung yang menjulang tinggi pepohonan hijau disela-sela bangunan itu membuat pemandangan semakin menakjubkan.


Seandainya aku bisa membawa Ahza kemari dia pasti sangat bahagia, ucap Raffa sala hati. Ehh mengapa Ahza? Bukankah dia hanya dokter yang merawatku? Tanya Raffa pada dirinya sendiri. Haihh sudahlah.


Raffa berbalik dan duduk di sofa dengan menonton acara TV dengan membaca majalah yang ada diatas meja.


Saat itu Dona menghadiri acara makan malam bersama temannya dan Bram belum pulang hanya ada Raffa dan 3 pembantu dirumahnya.


Pukul, 10:00 malam


"Tuan muda" panggil salah satu pembantu.


"Hmm?" Respon Raffa dengan mengunyah stik.


"Tuan, sudah saatnya tidur" ucap pembantu itu.


"Aku belum mengantuk" ucap Raffa fokus pada TV.


"Tuan tapi ini sudah sangat malam" ucap pembantu itu.


"Kau tidur saja duluan aku akan tidur beberapa menit lgi" ucap Raffa.


"Kami sedang menunggu tuan dan nyonya" ucap pembantu itu.

__ADS_1


"Ya ya, aku akan tidur" ucap Raffa beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke kamar membawa stiknya.


Tap tap tap!! Raffa melangkah dengan cepat menuju kamarnya.


__ADS_2