
Raffa melihatku dan tersenyum saat aku memberikan ucapan menggunakan bahasa isyarat.
****
Setelah Raffasya membaik Raffasya keluar dari UKS. Namun dia tidak mengikuti pertandingan. Setelah timnya selesai Tanding seluruh tim Raffasya langsung melihat Raffasya yang sedang duduk di kelas bersama Ahza, Intan dan Melati.
"Raf? Lo baik-baik aja kan?" Tanya Ivan.
"Iya gue baik-baik aja, gimana tandingannya tadi?" Tanya Raffasya.
"Syukur semua lancar" ucap Ivan.
"Eh tapi Lo kenapa tiba-tiba ketimban rak buku Segede itu" tanya Rian.
"Gue juga nggak tahu awalnya gue denger suara di balik rak buku itu tiba-tiba aja tanya oleng terus gue ke tiban itu rak buku" jawab Raffasya.
"Kok aneh sih terus itu suara apaan? Suaranya kayak gimana?" Tanya Rian.
"Suaranya sih kayak orang lagi bolak balik buku kayak orang baca buku gitu" ucap Raffasya.
"Kayaknya ada yang nggak beres nih, mungkin akan kelihatan dari CCTV" ucap Ivan.
"Bukannya CCTV di ruang ganti udah mati ya" ucap Rian.
"Iya ya udah mati, terus gimana dong" ucap Ivan.
"Ya udah sih nggak apa apa yang penting Raffasya nggak kenapa-kenapa" ucap Ahza.
__ADS_1
"Iya bener bener" ucap Ivan.
Dalam hati Ahza dia masih curiga dengan putra yang membawa Raffasya ke UKS. Tapi Ahza juga Tidak memiliki bukti untuk menuduh putra sebagai pelaku.
Tetapi Ahza berfikir positif untuk tidak berfikir aneh-aneh tentang siapa pelaku dibalik kecelakaan Raffasya.
Ahza hanya tersenyum melihat kekasihnya dengan wajah yang pucat dan perban dikepalanya masih bisa bercanda dengan teman-temannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Raffasya.
"Enggak nggak papa cuman heran aja kamu udah kayak gini masih bisa bercanda sama temen-temen kamu" ucap Ahza.
"Sakit juga nggak harus lemes banget kan harus semangat biar bisa cepetan sembuh" ucap Raffasya sambil mengusap kelapa Ahza.
"Iya iyaa" ucap Ahza sambil tersenyum.
"Eh Lo jomblo mah emang udah karatan tapi gue belom lama jadi jomblo, ahahaha" ledek Rian.
"Sama aja ntar Lo jadi jomblo karatan kayak gue" ucap Ivan.
"Bukan kak Ivan aja kita juga jomblo karatan nih" ucap Melati.
"Duh, gue ada temennya jomblo karat, Ahahaha" ucap Ivan tertawa lepas.
"Aku sih nggak merasa jomblo tapi, emang malas pacaran" ucap Intan.
"Gimana kalau kamu pacaran sama kakak aja dek" ucap Rian.
__ADS_1
"Ogah!" Ucap Intan singkat.
"Aduh aduh jawaban singkat yang menusuk" ucap Rian dengan berpura-puraengelao air mata kosong.
"Ahahahahaha" Ivan, melati, Intan, Ahza dan Raffasya tertawa lepas.
Raffasya dan Ahza bertatapan dan tersenyum melihat tingkah teman-teman mereka.
#Ting tong! seluruh pelajaran hari ini telah selesai sampai jumpa besok pagi dengan semangat belajar baru#
Bel pulang sekolah telah berbunyi saatnya pulang.
"Eh udah pulang nih gimana kita pulang bareng aja?" Tawar Rian.
"Boleh boleh" ucap Ivan.
Mereka berjalan keluar kelas dan menuju tempat parkir. Selagi Rian mengambil mobil di parkiran Ivan, Raffasya, Ahza, Intan, dan melati menunggu di pintu gerbang.
Bunga menggenggam erat tangannya melihat Ahza dan Raffasya selalu bersama.
****
Singkatnya gini tentang isi hati Bunga.
#jika aku tidak bisa memiliki Raffasya maka siapapun juga tidak akan aku biarkan memilikinya bahkan Ahza sekalipun!! Ahza, kau sangat takut kehilangan Raffasya bukan? Akan aku tunjukkan bagaimana rasanya kehilangan!!#
****
__ADS_1