Setulus Cinta Aira

Setulus Cinta Aira
kebenaran


__ADS_3

3 bulan kemudian.......


suasana nya masih sama tidak ada yang berubah semenjak kejadian hari itu yang berubah hanya satu sikap fahri......


fahri yang dikenal sebagai dokter yang ramah kini dikenal sebagai dokter dingin ya semenjak dinda meninggal kan nya fahri menutup hati nya dia jarang sekali senyum ataupun bicara.. ...aira yang melihat perubahan fahri begitu tersakiti tidak ada lagi abang yang cerewet dan pemarah tidak ada lagi senyuman di wajah nya yang membuat jantung aira deg deg an yang ada hanya wajah dingin fahri yang setiap hari nya di tatap aira.....


ingin sekali rasanya aira menghibur abang nya itu tapi mau bagaimana lagi jangankan untung menghibur untuk berbicara saja susah


Dirumah sakit


pria paruh baya tengah terbaring lemah di kasur rumah sakit tanpa ada keluarga yang menemani di sisinya......


"*dokter bayu keadaan pasien semakin memburuk bagaimana ini keluarga nya harus tahu"ucap seorang perawat"baiklah saya akan menelpon keluarga nya"ucap dokter bayu..


drtt drttt handphone aira berbunyi di tatap nya layar ponsel nya tertera nama abang al


"tuumben bang al nelpon"batin aira


"assalamualaikum bang"ucap nya pelan"waalaikum salam dek cepet kerumah sakit xx"ucap fahri khawatir


tut tut* tut


panggilan berakhir ada kecemasan di mata aira dia langsung menuju rumah sakit xx


Di rumah sakit


aira perlahan berjalan dilihat nya fahri tampak kacau sedang duduk di kursi tunggu rumah sakit


deg


deg


deg


perasaan aira kacau ketika melihat fahri sedang sangat frustrasi lalu didekati nya perlahan lahan


"bang "ucap aira sendu"aira "ucap fahri langsung memeluknya "ada apa bang "

__ADS_1


fahri pun mulai menceritakan semua nya dari awal hingga akhir


flashback on


dokter bayu langsung keluar dari ruangan hendak menelpon seseorang tiba tiba pria tinggi dan tampan menabrak nya hingga hp dokter bayu terjatuh kelantai


"maafkan saya saya buru buru"ujar laki laki itu sambil mengambil hp "ah tidak apa apa " ucap doktor bayu sambil menatap orang yang menabraknya


"fahri"ucap dr. bayu kaget"om bayu"ucap fahri yang tak kalah kaget"apakabar om udah lama gak ketemu"ucap fahri lagi"om baik baru aja om mau nelpon kamu"ucap dr. bayu serius "ada apa om kok kayanya serius banget"ucap fahri bingung "begini fahri mohon maaf sebelumnya karna om udah gak jujur sama kamu ini tentang kesehatan aryo nak"ucap dr. bayu khawatir "ayah kenapa om"tanya fahri"selama ini aryo udah jadi pasien om dan kondisi nya makin parah untuk bertahan"ucap dr. bayu sedih"ayah sakit apa om"tanya fahri khawatir "kanker otak stadium akhir "ucap dr. fahri lirih"om....."fahri tak sanggup lagi berkata kata.


dr. bayu menyuruh fahri menelpon anak anak aryo yang lain karena ada hal penting yang ingin aryo sampai kan.


flashback of


bulir bening mulai keluar dari pelupuk mata bulat aira..... kini dia tau mengapa akhir akhir ini ayah nya sering pergi..


aira terus menangis tiada henti sampai vina datang bersama ivan...


"mbak vina"ucap aira sambil berlari memeluknya "dek ada apa ini"tanya vina "mbak mendingan kita masuk aja ayah udah nunggu kita didalam"ucap fahri sedih


ceklek


"ayah"ucap aira sambil berderai air mata "aira "ucap aryo terbata bata"ayah jahat banget kenapa gak kasih tau kita kalo ayah sakit,, hiks,,,, hiks"ucap aira sambil terus menangis "maafin ayah ya ayah gak mau kalian khawatir lagi pula ayah di rawat sama om bayu juga "ucap aryo pelan"om bayu juga jahat kenapa sembunyiin hal ini dari kita "ucap aira masih menangis "maaf om cuma penuhi permintaan ayah kalian"ucap dr. bayu lirih"


"ayah harusnya tu cerita ke kita semua apa kita bukan anak anak ayah lagi jadi gak mau cerita"ucap vina sedih"bukan begitu"ucap aryo lirih "iya ayah kenapa juga gak cerita sama fahri fahri kan juga dokter "ucap fahri kesal"maaf "ucap aryo


kata maaf lah yang hanya bisa terucap dari mulut pria paruh baya itu


"yaudah kita semua udah maafin ayah"ucap vina berusaha tersenyum "iya ayah semangat yah pasti bisa sembuh"ucap aira menyemangati"fahri akan lakuin yang terbaik untuk pengobatan ayah"ucap fahri"ayah udah gak mungkin sembuh umur ayah mungkin udah gak lama lagi"ucap aryo sendu"melihat anak anak ayah bahagia itu ada lah keinginan terakhir ayah"ucap aryo sambil tersenyum "ayah pasti baik baik aja "ucap fahri "keinginan ayah adalah untuk melihat kalian bahagia dan menikah"ucap aryo sedih "aira fahri kalian mau kan nuruti permintaan ayah"


ucap aryo lagi"kalo aira sanggup pasti aira lakuin "ucap aira mantap"ayah cuma mau melihat kamu menikah di hadapan ayah"tapi yah mana mungkin aira bisa nikah"ucap aira bingung "fahri nikahi lah aira"ucap aryo memohon"


pov aira


saat itu jantung ku rasanya berhenti berdetak ketika ayah meminta bang al menikahi ku


bagaimana mungkin bang al menikahi aku yang ada lah adiknya aku tidak habis fikir dengan jalan pikir ayah

__ADS_1


rasanya kepala ku serasa ingin pecah sebenarnya aku berada di situasi apa ini aku bingung apa lagi melihat ekspresi bang al yang begitu kaget dengan permintaan ayah bang al hanya bisa diam... ya allah apa yang sebenarnya terjadi fikiran ku kacau..


pov aira end


suara vina memecahkan suasana yang begitu tegang..


" bagaimana mungkin fahri menikahi aira mereka itu saudara yah"ucap vina heran"dengan sangat terpaksa ayah harus mengatakan sebuah kebenaran yang tidak ingin ayah bagi dengan siapapun"ucap aryo cemas


flashback on


19 tahun lalu sepasang suami istri tengah diselimuti kebahagiaan dikarenakan kelahiran anak kedua mereka dan juga kedatangan sahabat lama orang itu tidak lain adalah aryo dan istrinya fatimah


mereka berniat menjodohkan anak mereka.dengan anak sahabat nya...


"*assalamualaikum "ucap sepasang suami istri yang berdiri di depan pintu rumah sederhana


"waalaikum salam"ucap aryo senang


"apa kabar kamu yo"ucap sahabat aryo "alhamdulillah baik kalo kamu sendiri li apa kabar " ucap aryo "alhamdulillah baik juga"ucap ali senang sambil memeluk sahabat nya itu


kedua sahabat itu saling berbincang bincang sangat lama sambil melepas rindu karena telah lama tidak bertemu sementara istri istri mereka sibuk bermain dengan anak mereka


"oh ya mas ali bagaimana kalo kita jodoh kan saja fahri dengan aira "ucap santi senang"hahh ide yang bagus"ucap ali"aku setuju"ucap aryo bahagia*


ditengah kebahagiaan mereka ali mendapatkan telpon penting setelah itu raut wajah nya berubah pucat pasi


"santi kamu dan fahri disini saja "ucap ali tegas"ada urusan apa mas ada masalah yah"ucap santi serius"iya ini masalah perusahaan kaka tirimu itu kembali membuat ulah"jawab ali serius "mas gak boleh pergi sendiri aku ikut"ucap santi"lalu fahri bagaimana"tanya ali "titipkan saja dulu pada kami "ucap fatimah


ali dan santi hanya mengangguk lalu memeluk putra tunggal nya yang berusia 3 tahun itu


"sayang jaga diri baik baik yah jadi anak yang penurut sama om dan tante"ucap santi sambil mengelus elus rambut fahri


"kami titip fahri yah yo kami percaya padamu jadikan fahri anak yang membanggakan"ucap ali dengan suara bergetar"kalian akan kembali secepat nyakan"ucap aryo "ya pasti kami kembali"ucap santi"jika terjadi sesuatu pada kami aku harap kamu akan menyayangi fahri seperti anak mu sendiri dan serahkan lah amplop ini pada saat yang tepat padanya"ucap ali sambil menyerahkan amplop cokelat


flashback of


"*jadi aku bukan anak kandung ayah"ucap fahri sedih

__ADS_1


**bantu like comment nya yah reader 😉***


__ADS_2