
"terima kasih bunda karena telah membawa saya ke rumah sakit "ucap dini
"bunda yang harus nya berterima kasih sama kamu nak kalau gak ada kamu gak tau deh nasip bunda gimana"ucap bunda mirna merasa bersalah
"itu udah kewajiban dini menolong sesama lagian dini gak apa apa kok jadi bunda gak usah merasa bersalah "ujar dini
"iya,oh ya bunda kan udah tau nama kamu sekarang giliran bunda memperkenalkan diri "ucap bunda mirna
dini hanya membalas nya dengan anggukan kepala tanda dini setuju
"nama bunda mirna triatmadja"ucap bunda mirna memperkenal kan diri
"wah bunda ternyata istri dari tuan gavin triatmadja"ucap dini berbinar binar
"kamu mengenal suami bunda"tanya bunda mirna
"siapa yang gak kenal sih bun dengan pemilik perusahaan terbesar di negara ini triatmadja group"ucap dini kagum
"benar kah "ucap bunda sambil tertawa renyah melihat tingkah polos dini
"tapi sayang nya suami bunda bukan pemilik asli nya "ujar bunda mirna
"maksud nya bunda"tanya dini tak paham
__ADS_1
"keponakan bunda dia lah pewaris asli nya tapi bunda dan keluarga belum bisa menemukan nya "ucap bunda mirna menjelas kan
dini hanya mengangguk ngangguk tanda mengerti....
sementara di tempat lain gilang tengah khawatir karena bunda tercinta nya belum pulang juga lalu di raih nya hp nya dan di telpon gilang lagi bunda nya yang sejak tadi tak menjawab panggilan gilang
tut... tut.. tut... bunyi hp gilang
"assalamualaikum bunda di mana "tanya gilang khawatir di balik telepon
"waalaikum salam bunda lagi di rumah sakit "jawab bunda mirna yang mengerti ke khawatiran anak semata wayang nya itu
"siapa yang sakit bunda tunggu gilang yah gilang ke sana sekarang"ucap gilang panik
"tapi bunda "bantah gilang
"gak ada tapi tapian bunda di rumah sakit cuman jagain calon mantu bunda "jawab bunda mirna tersenyum sumaringah
"maksud bunda "tanya gilang heran
"maksud bunda bunda jagain orang yang udah bantuin bunda "kata bunda mirna terkekeh geli
gilang hanya ber oh dan berakhir lah percakapan telpon gilang dan bunda mirna
__ADS_1
lalu bunda mirna langsung kembali ke ruang rawat dini
"sayang kamu besok aja yah pulang nya"ujar bunda mirna
"iya bunda "kata dini yang sudah tak ingin menolak karena sudah merasa ke lelahan
ke esokan hari nya dini sudah di perboleh kan pulang bunda mirna membantu dini agar bisa pulang saat dini dan bunda mirna hendak keluar dari rumah sakit tiba tiba kaki bunda mirna terpeleset dan kehilangan ke seimbangan saat bunda mirna sudah hampir jatuh sebuah tangan kokoh sigap menahan nya
"kak fahri"ucap dini kaget
"loh dini"kata fahri yang tak kalah kaget lalu membantu bunda mirna agar berdiri tegak kembali
"apa kah nyonya baik baik saja "tanya fahri
"iya nak saya baik baik saja terimakasih karena telah menolong saya"ucap bunda mirna tersenyum
fahri hanya balas tersenyum lalu berlalu pergi
"perasaan apa ini mengapa aku begitu merasa dekat dengan pemuda itu jika fahri ada pasti seumuran dengan pemuda itu"batin bunda mirna
setelah bertemu dengan bunda mirna perasaan fahri juga tak karuan ada perasaan aneh dalam hati nya
"perasaan aneh apa ini mengapa terasa begitu hangat"fahri membatin dalam hati nya
__ADS_1