
Di kampus
aira duduk santai bersama laura sambil menunggu dini yang tak kunjung datang
dini memang tidak mengabari aira dan laura karena takut mereka khawatir
tiba tiba gilang datang dan menyapa mereka lebih tepat nya menyapa aira
"hai"ucap gilang pada aira dan laura namun tatapan mata nya mengarah pada aira
"hai juga pak gilang "ucap aira dan laura canggung
"lagi ngapain kalian disini"tanya gilang
"tumben gak ada si jorok dini"gilang membatin
"oh lagi nungguin dini pak tapi dia gak dateng dateng "ucap laura menjelaskan
sementara aira hanya diam memikirkan ke mana sahabat nya yang tidak ada kabar sama sekali
setelah perkuliahan selesai dini pun juga tidak datang laura berpamitan pulang pada aira setelah selesai berpamitan laura pergi meninggalkan aira sendirian..
aira tengah berdiri di pinggir jalan dengan perasaan khawatir pada dini yang belum juga ada kabar
lalu suara klakson mobil mewah menghentikan lamunan aira tampak lah wajah gilang dengan senyuman di balik kaca mobil
__ADS_1
"aira mau pulang yah"tanya gilang
"iya pak saya mau pulang "jawab aira
"nunggu taxi apa nunggu jemputan "tanya gilang lagi
"nunggu taxi pak "ucap aira canggung karena terus di tanyai oleh gilang
"yaudah biar saya anterin "ujar gilang
"tak perlu pak saya bisa pulang sendiri "ucap aira lembut
"masuk mobil sendiri atau perlu saya paksa"ujar gilang mengancam
"kok pak gilang ini maksa banget sih bikin aku takut dan risih aja "batin aira
selama perjalanan aira hanya diam sementara gilang terus menatap aira dari balik kaca
"aku mampir dulu yah"ucap gilang lembut
"iya pak silahkan "jawab aira
"kamu temani saya tidak ada penolakan "perintah gilang
aira menurut saja sungguh dia sangat malas berdebat ke inginan aira hanya satu hanya ingin segera pulang lalu tidur di kasur empuk nya itu
__ADS_1
namun gara gara dosen pemaksa ini aira harus menunda istirahat nya
setelah memasuki restoran yang gilang singgahi mereka duduk di salah satu meja lalu gilang menarik salah satu kursi mempersilahkan aira duduk
"silah kan duduk tuan putri aira "ucap gilang lembut
aira di buat terheran heran dengan sikap gilang pada nya aira hanya menurut saja
dan duduk di kursi yang sudah gilang tarikterlebih dahulu untuk nya
"mau pesan apa "tanya gilang
"terserah bapak saja "jawab aira malas
"baik lah bagaimana kalau kita pesan steak saja "ujar gilang
aira hanya mengangguk sungguh aira sudah malas dan kesal tapi bisa apa dia dosen pemaksa itu terus saja memaksa aira
tanpa aira dan gilang sadari dari salah satu meja seorang laki laki terbakar api amarah rahang nya mengeras dan tangan nya di kepal
"apa anda baik baik saja dr. fahri"tanya salah satu dr. perempuan bernama anggi melihat perubahan raut wajah fahri
"ah iya silahkan lanjut makan nya "ucap fahri merasa tak enak pada dokter lain
setelah selesai makan gilang menagantarkan aira pulang dengan di buntuti fahri tanpa mereka sadari
__ADS_1
like like like