
"Bagaimana caranya Bang dia kan dosen aku" ucap Aira
"Abang nggak mau tahu ya aira pokoknya kamu nggak boleh deket-deket sama laki-laki lain" Ketus Fahri
"kalau nggak diturutin ini pasti berkepanjangan urusannya iyain aja deh" batin aira
Aira yang sedari tadi sudah malas berdebat memilih untuk mengiyakan saja atau diperintahkan oleh Fahri
"Iya deh bang Aira nggak bakal deket-deket sama laki-laki lain" ucap aira pasrah
"good "ucap fahri tersenyum menyeringai
aira yang Sudah Lelah memilih ingin kembali ke kamar namun langkah nya terhenti Karena ucapan fahri
"tunggu kamu mau kemana" ucap fahri
bertanya
"mau ke kamar bang aira mau istirahat "ucap aira
"tapi kamu udah paham kan apa yang abang bilang tadi "Tanya fahri dingin
"iya "jawab aira singkat
"rambut kamu cantik deh" puji fahri
blush wajah aira menjadi Merona Karena pujian fahri sementara fahri hanya tersenyum melihat istrinya itu tersipu malu karena dipuji
__ADS_1
aira bergegas hendak ke kamarnya Karena takut jantungan Karena terus Di dekat fahri
namun Kata Kata Fahri membuat nya kembali terhenti untuk melangkah
"nanti kalau Di rumah lepas aja hijab nya" ujar fabri tersenyum manis
"tapi" ucap aira terpotong Karena lagi fahri menyela ucapan nya
"gak Ada tapi tapian ini permintaan suami kamu loh "ujar fahri menekan kan Kata suami
aira hanya mengangguk lalu hendak pergi namun Tangan kekar fahri menariknya Hingga jatuh kepelukan fahri
"kamu gemesen deh "ucap fahri mengacak ngacak rambut aira
"bang" rengek aira
lalu bagaimana reaksi aira tentu saja wanita mana yang tidak meleleh Di perlakukan seperti itu terlebih lagi yang memperlakukan nya seperti itu suami nya sendiri
sementara lain wanita paruh baya tengah duduk Di sofa bersama putra semata wayang Nya Dan juga suaminya
"kapan kamu bawa calon mantu bunda" ucap bunda Mirna terhadap putra nya itu
"ini lagi usaha Bunda "ucap Gilang tersenyum kikuk
"Kapan "bentak Bunda Mirna kepada putranya itu
"tunggu bentar lagi Bunda gilang masih berusaha untuk dapatin dia "ucap gilang
__ADS_1
"mending kamu sama pilihan Bunda aja ya" ucap Bunda Mirna
"Udah Bunda gilang maunya sama pilihan gilang sendiri orang yang Gilang cintai "Kata gilang meyakinkan bunda nya
"mending yang pasti pasti aja deh "saran bunda Mirna
"tapi bun biarin gilang usaha dong untuk dapetin cinta gilang"
"bunda gak mau tau yah kalo kamu gak berhasil dapetin Dia kamu harus mau sama pilihan bunda" ujar bunda mirna
"iya bun "Jawab gilang pasrah
"udahlah bunda biarain aja gilang milih sendiri pendamping hidupnya "ujar Gavin suami bunda mirna
"tuh bunda dengerin kata ayah "ujar gilang
"pokoknya bunda gak mau tau dalam waktu Dua minggu kalo kamu gak bawa calon mantu bunda kamu harus mau bunda jodohin"
ucap bunda Mirna tak mau Di bantah
"Dan kamu mas Gavin tidur di kamar Tamu Karena udah belain bocah tengik ini" ucap bunda tersenyum menyeringai
kedua laki laki itu hanya pasrah jika sudah begitu tidak ada yang bisa menolak perintah Ibu ratu
"ini gara gara kamu Ayah jadi tidur di kamar Tamu" ucap Gavin kesal
"salah Ayah sendiri "ucap gilang tersenyum meledek
__ADS_1
bukan nya Gavin takut istri atau apa namun Dia terlalu mencintai istrinya itu