Setulus Cinta Aira

Setulus Cinta Aira
aku akan menikahinya


__ADS_3

"jadi aku bukan anak kandung ayah"ucap fahri sedih


"meski kamu bukan anak kandung ku,aku selalu menyayangi mu seperti anak kandung ku"ucap aryo sendu


"jadi maksud ayah fahri adalah anak sahabat ayah"ucap vina


"iya,karena itu ayah ingin fahri menjaga aira dengan menikahi nya setelah ayah tidak ada siapa lagi yang akan menjaga aira ayah percaya bahwa fahri lah yang terbaik untuk menjaga aira dan membahagiakan nya"ucap aryo dengan mata berkaca kaca "


"fahri janji akan menjaga aira tapi tidak perlu menjaga nya sebagai suami cukup jadi abang nya "ujar fahri tegas


suasana menjadi hening fahri langsung meninggalkan ruangan sementara yang lain hanya bisa terdiam tanpa ada yang ingin bicara


terlebih lagi aira dia diam membisu sambil mencerna tiap kata yang keluar dari mulut sang ayah kebenaran yang benar benar membuat kehidupan aira berubah


"harus kah aku bahagia atau kah sedih orang yang selama ini aku kagumi bukan lah abang ku atau kah aku harus sedih dengan situasi ini terlebih lagi kondisi kesehatan ayah"batin aira


3 hari kemudian


tiga hari sudah senenjak kebenaran terungkap


kesehatan aryo semakin memburuk anak anak dan keluarga terdekat sudah berkumpul termasuk fahri....


"*keadaan pasien saat ini semakin memburuk kami tidak tau apakah pasien akan bertahan sampai besok"ucap dr. bayu


"maksud dokter ayah saya tidak bisa diselamatkan hiks hiks"ucap vina sambil menangis


"mohon maaf tapi kami sudah berusaha pasien saat ini bertahan hanya karena alat alat bantu itu "ucap dr. bayu pasrah


"dokter apa yang harus kami lakukan hiks hiks hiks "ucap aira


"saya harap pihak keluarga pasien bisa ikhlas jika saat nya sudah tiba "ucap dr bayu sedih

__ADS_1


"dan pasien juga berpesan ketika dia sadar nanti dia hanya ingin bertemu dengan fahri"ujar dr. bayu


deg


fikiran fahri sangat kacau perasaannya campur aduk dia sudah menebak apa yang akan dikatan ayah nya itu...


ceklek


pintu salah satu ruangan rumah sakit terbuka dilihat nya ayah nya yang terbaring lemah dengan selang selang dan alat alat medis lain nya fahri merasa begitu sedih melihat kondisi orang yang telah merawat dan membasar kan nya*


"ayah"ucap fahri lirih


"fffahri"ucap aryo terbata bata


"iya ini fahri"ucapnya lembut sambil menggenggam kedua tangan laki laki paruh baya itu


"dengar kan lah ini baik baik fahri di amplop coklat yang ku berikan waktu itu di situlah semua identitas mu yang sebenarnya "ucap aryo pelan"ayah jangan banyak bergerak"ucap fahru pelan"saat ini hanya kau yang aku percaya untuk menjaga aira dan mengenai permintaan ku itu mungkin benar permintaan ku terlalu egois jadi kau tidak perlu menikahi nya cukup jaga aira sebagai abang nya dan carikan lah dia pemuda yang pantas untuk nya mungkin aku tidak akan bisa melihat putri bungsu ku menikah di hadapan mata ku tapi setidaknya aku akan tenang akan ada kau untuk menjaga dan melindungi nya"ucap aryo dengan berderai air mata


"jangan kau ambil keputusan karena kasihan kepada ku"ucap aryo lirih


"tidak aku akan menikahinya bukan karena kasihan "ucap fahri mantap


"lalu karena apa?? "tanya aryo


"karena tanggung jawab "ucap fahri


"baik lah maka nikahi dia tapi ingat lah satu hal bahagia kan lah dia dan selalu lindungi dia belajar lah perlahan lahan untuk mencintai nya"ucap aryo sendu


"insya allah"ucap fahri


20 menit kemudian

__ADS_1


vina masuk keruangan rawat ayah nya bersama aira yang sudah mengenakan kebaya putih sederhana


didalam ruangan terlihat mereka sudah menunggu kedatangan aira disana ada ivan dan kedua orang tua nya termasuk laura ada dr. bayu dan aryo yang terbaring lemah


dan juga fahri beserta penghulu


"*bagaimana ini di wakil kan saja kah"ucap penghulu "iya"jawab aryo


"bismillahirrahmanirrahim wahai ananda al fahri ramadani bin ali triatmadja saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan khalifatun aira binti aryo sutejo dengan mas kawin seperangkat alat sholat "ucap penghulu dengan lantang


"saya terima nikah dan kawin nya dinda humaira binti"ucap fahri terpotong


seketika suasana menjadi tegang karena fahri salah mengucapkan nama


"*mari kita ulang ijab qobulnya "ucap penghulu


fahri menarik napas kasar dan menghembuskan nya


hmmm baik lah mari dimulai


"bismillahirrahmanirrahim wahai ananda al fahri ramadani bin ali triatmadja saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan khalifatun aira binti aryo sutejo dengan mas kawin seperangkat alat sholat "ucap penghulu


"saya terima nikah dan kawin nya khalifatun aira binti aryo sutejo dengan mas kawin tersebut "ucap fahri


sah


semua orang mengucapkan hamdalah


tak terasa air bening mengalir dari pelupuk mata aira


aira pun mencium punggung tangan fahri yang kini telah sah menjadi suami nya sementara fahri hanya mengelus lembut kepala aira*

__ADS_1


__ADS_2