
aira dan fahri pun langsung mencium punggung tangan aryo setelah mereka sah menjadi suami istri
"apa kamu bahagia aira "tanya aryo sendu
"jika ayah bahagia maka aira akan lebih bahagia "ucap aira menahan tangis"sekarang aira adalah tanggung jawab mu fahri ku serahkan dia padamu"ucap aryo sambil tersenyum "aira ingat lah satu hal apa pun yang terjadi pertahan kan lah rumah tangga mu tapi jika kalian memang benar benar tidak bahagia dalam pernikahan itu maka lepaskan lah dari pada memaksakan"ucap aryo lirih
"iya "jawab aira sedih
"kamu juga vina jagalah rumah tangga mu"ucap aryo "iya "ucap vina sedih
itulah kata kata terakhir dan senyum terakhir aryo yang dilihat anak anak mereka
sudah seminggu semenjak kepergian aryo fahri selalu menjaga dan menemani aira dalam kesedihan nya
"di hari pernikahan ku hari itu juga hari aku terakhir melihat senyum ayahku"batin aira
sebulan kemudian
kondisi aira semakin membaik dia sudah belajar mengikhlas kan semuanya dan semenjak aira semakin membaik semenjak itu juga fahri semakin menjauh fahri mulai menghindari aira dan jarang pulang kerumah.... semenjak itu juga aira semakin merasa kan sakit.... aira selalu menunggu fahri pulang tanpa dia ketahui semalam apa pun fahri pulang aira selalu menunggu nya aira bahkan tau ketika fahri diam diam menangis di tengah malam sambil menatap foto dinda
__ADS_1
sungguh sakit hati aira istri mana yang tidak sakit hati ketika suami nya menangisi dan menatap foto wanita lain aira kembali teringat ketika ijab qobul fahri menyebut nama dinda
"apa kah begitu menderita nya bang al dengan menikahi ku"batin aira
seperti biasa aira bangun jam empat subuh mandi dan melakukan pekerjaan rumah ketika adzan subuh aira sholat subuh lalu memasak sarapan untuk nya dan fahri
di lihat nya wajah tampan suami nya yang tengah tertidur di sofa kamar... selama sebulan pernikahan mereka fahri dan aira memang satu kamar tapi tidak seranjang selama ini aira tidak pernah berani bertanya dia hanya akan melakukan tugas nya sebagai seorang istri yang baik
tak tak tak
fahri menuruni tangga dilihatnya aira yang sedang menunggu nya di meja makan..
"aira berangkat yah bang al"ucap aira sambil mencium punggung tangan suami nya
"hm aku harap pernikahan kita ini tidak perlu diketahui oleh orang lain "ucap fahri dengan wajah datar
"apa maksudnya dia tidak ingin orang lain tahu kah bahwa aku istrinya"batin aira
"tenang aja aira paham kok"ujar aira sambil tersenyum getir
__ADS_1
aira pun pergi tanpa menatap al hati nya sakit begitu sakit dia tak kuasa lagi membendung air mata nya yang sedari tadi di tahanya dia tidak ingin fahri melihat nya menangis
"*ya allah salah kah hamba jika mulai mencintai suami hamba" aira membatin
aira* berjalan dengan langkah gontai di halaman kampus tanpa tau arah tujuan nya
laura yang melihat nya pun merasa iba lalu menghampiri nya
"aira kok ngelamun lagi mikirin apa "ucap laura mengagetkan aira
"gak apa apa kok ka"ucap nya lirih
"udah deh kalo masalah ayah kamu kamu harus ikhlas masih ada kita yang jagain kamu"ucap laura menyemangati
aira tak kuasa lagi memendam kesedihan nya sendiri........
"emang salah ya ka kalo aku mulai mencintai nya hiks hiks hisk,,,, hiks"ucap aira dan isak tangis nya
" kamu kenapa aira "ucap laura sambil menggosok punggung aira dan memeluknya
__ADS_1
"aku udah gak kuat ka aku nunggu dia tapi ketika dia pulang hanya untuk menangisi dan menatap foto wanita lain"ucap aira sambil menangis "salah kah aku jika aku mencintai nya salah kah aku berharap dia akan menerima ku "ucap aira semakin sedih