
dini sudah berkeliling mencari boneka yang iya ingin kan sementara laura hanya asal ambil boneka saja karena memang laura tidak begitu menyukai boneka
sedang kan aira bingung ingin mengambil bonek yang mana namun tatapan aira tertuju pada boneka beruang yang berukuran sedang
aira pun ingin mengambil boneka tersebut namun sebuah tangan juga hendak mengambil boneka tersebut
aira mendongakkan kepala nya ingin melihat siapa yang ingin mengambil boneka yang sama dengan nya
"dini" ucap aira kaget
"aira"ucap dini yang tak kalah kaget
"buat kamu aja deh boneka nya din"ujar aira
"beneran ai "ucap dini senang
aira hanya mengangguk tanda setuju dini tersenyum ke girangan karna aira mau mengalah
ke senangan dini tak berselang lama karna ke senangan nya dirusak oleh gilang
gilang tak terima boneka yang aira sukai malah di berikan pada dini
"kembali kan boneka itu ke pada aira"perintah gilang
__ADS_1
"gak mau "bantah dini
"cepat kembali kan saya bilang jangan ngebantah"ucap gilang menatap tajam ke arah dini
"ta tapi pak"ucap dini
"gak ada tapi tapian"ucap gilang tak ingin di bantah
"sungguh menyebalkan dia menyuruh ku memilih sesuka hati tapi ketika aira juga ingin boneka yang sama malah aku di suruh mengembalikan "batin dini
"gak usah pak biar buat dini aja "ucap aira
"tuh kan pak aira nya aja gak masalah "timpal dini
"saya gak mau tau kamu kembalikan pada aira dan kamu aira kamu gak boleh nolak "titah gilang
"*kok pak gilang maksa banget sih kasian dini padahal dia pengen banget boneka nya "batin aira merasa bersalah
"sumpah yah nih dosen pengen gue kulitin hidup hidup pemaska banget sih sok sok an gak pengen di bantah lagi padahal aira aja gak papa eh malah dia nya yang ribet
di tampakkin banget lagi kalau dia suka sama aira "maki dini dalam hati*
laura yang dari tadi menyimak pun langsung mendatangi dua wanita yang tengah terdiam dengan pikiran masing masing laura tidak ingin hanya gara gara masalah kecil saja menjadi besar jika tidak ada yang mau mengalah
__ADS_1
"udah turutin aja deh dari pada ribet "bisik laura di telinga aira dan dini
"cepat berikan boneka nya pada aira "ujar gilang dengan nada perintah nya
"iya pak"ucap dini terpaksa
dini pun menyerahkan boneka nya pada aira aira pun menerima nya dengan tidak enak hati
"bagaimana aira apa kamu senang "tanya gilang lembut
"iya pak"jawab aira sambil senyum yang di paksakan
"kamu boleh pilih boneka yang kamu ingin kan"ujar gilang sambil melirik kearah dini
"tidak perlu pak"jawab dini malas
"kalau gitu kami permisi dulu pak dan terima kasih untuk boneka nya "ucap laura
mereka bergegas pergi dari tempat yang ada gilang mereka seakan malas menghadapi gilang yang menurut mereka agak menyebalkan ralat sangat menyebal kan bagi dinda
"aku udah gak tahan deh sama pak gilang "ucap laura
"sumpah yah pak gilang tu nyebelin banget"ucap dini berapi api
__ADS_1
"kok kaya nya pak gilang terkesan memaksa yah"ujar aira
"bukan terkesan memaksa lagi tapi emang pemaksa aira"ucap dini