
dini hanya diam diam nya dini seakan menjadi lampu hijau untuk aira menjelaskan
aira menarik napas dalam dalam seakan akan mencari ketenangan sebelum menjelaskan semua nya
dini hanya diam menunggu penjelasan aira
dia tidak ingin egois tanpa mendengar penjelasan aira terlebih dahulu
laura memandangi dini dan aira bergantian
laura ingin memecah kan suasana hening di antara mereka dengan membawa aira dan dini ke tempat yang lebih sepi agar aira bisa leluasa menjelaskan semua nya pada dini
"hm gimana kalau kita pindah ke tempat yang lebih sepi aja biar lebih enak bicara nya"ujar dini
aira dan dini hanya mengangguk dan mengikuti langkah laura yang membawa mereka ke dekat gudang yang ada di kampus disana jarang ada orang
karena itulah laura memilih tempat itu
setelah mereka sampai aira mulai mencari tempat duduk yang nyaman untuk bercerita
"maaf"ucap aira
satu kata itu lah yang pertama kali terucap di bibir indah aira dia tidak tau harus mulai menjelaskan dari mana yang di pikirkan aira hanya untuk minta maaf dulu ke dini
"hm"dehem dini
"din aku minta maaf "ucap aira lirih
__ADS_1
"kalo lo cuman mau minta maaf sorry aja yah gue gak ada waktu"ucap dini ketus
"sabar dong din aira perlu waktu untuk jelasin"ujar laura
"sorry yah gue gak punya banyak waktu"ujar dini hendak pergi meninggal kan aira dan laura
namun sebelum dini pergi tangan nya sudah di tahan terlebih dahulu oleh aira
"din sebelum nya aku minta maaf udah gak jujur sama kamu tapi percayalah semua nya sungguh berat bagi aku din"ucap aira menarik tangan dini agar duduk kembali
"aku minta maaf banget udah buat kamu kecewa aku tau aku salah udah gak jujur sama kamu soal pernikahan aku bukannya aku gak mau jujur sama kamu tapi aku cari waktu yang tepat untuk jujur "jelas aira
"waktu yang tepat!! alah bilang aja ai lo gak percaya kan sama gue lo udah gak anggap gue sahabat kan sementara ka laura yang gak lama lo kenal udah tau semua nya sedangkan gue.. kita itu udah sahabatan lama ai gak satu atau dua tahun aja tapi bertun tahun"ujar dini terisak
"maaf bukan aku gak anggap kamu sahabat lagi din cuma situasi aku yang maksa buat gak jujur jadi tolong kali ini aja jangan sela penjelasan aku"ucap aira
"ini berawal dari kuliah din awalnya semua baik baik aja aku juga ketemu ka laura di kampus ini awalnya ka laura gak anggap aku sahabat tapi karna suatu alasan kami jadi sahabatan.....dan berlanjut dengan lamaran ka ivan untuk mbak vina dan juga bang al yang ngenalin calon istri nya namanya dinda humaira dan ternyata ka laura itu adiknya ka ivan "ucap aira panjang lebar
aira berhenti sejenak sambil mencari ruang untuk bernapas... lalu melanjutkan cerita nya kembali
"sampai saat hari pernikahan ka ivan dan mbak vina semua nya baik baik aja
lalu tiba tiba ka dinda datang ke rumah bilang sama bang al kalo dia mau nikah tapi nikah nya bukan sama bang al dan hari itu hubungan yang mereka jalin selama dua tahun berakhir begitu saja bang al terpuruk karna ka dinda ninggalin dia dan akhir nya bang al bangkit lagi tapi gak seceria dulu"ujar aira yang air mata nya sudah mulai berjatuhan perlahan lahan
dini yang melihat air mata aira juga merasakan kepedihan yang aira tahan dini mengerti ada banyak luka yang aira tahan sendirian
"semua masalah gak berakhir di situ aja din
__ADS_1
ayah sakit tanpa sepengetahuan kami hidup nya udah gak lama lagi disitu aku sedih banget tiba tiba ayah minta aku buat nikah awalnya aku nolak karna aku gak ada calon dan itu juga terburu buru tapi ayah cuman mau ada yang jagain aku setelah beliau pergi dan yang lebih bikin aku kaget lagi ayah minta bang al nikahin aku"ucap aira terisak
"kami semua syok kami gak habis pikir kenapa ayah bisa berkata seperti itu sampai ayah jujur kalo bang al bukan anak kandung nya tapi anak sahabat nya,,aku bingung harus bahagia atau sedih karena orang yang aku kagumi dan sukai semenjak smp ternyata bukan saudara kandung aku tapi di sisi lain aku sedih liat kondisi ayah"lanjut aira masih terisak
"sampai keadaan ayah kritis disitulah bang al bersedia menikahi aku dan dihari itu juga ayah meninggal kan kami untuk selama lamanya sambil tersenyum aku hancur din hari dimana harusnya aku bahagia adalah hari yang paing menyakitkan bagi ku allah mengambil cinta pertama ku yaitu ayahku ...
seminggu ku sudah aku berduka atas kematian ayah bang al selalu ada disisi ku menguatkan aku awalnya aku pikir semua nya akan baik baik saja dan akan gampang bagi ku mencintai bang al begitu pun sebaliknya tapi kenyataan gak se indah ekspetasi
kenyataan nya bang al gak anggap aku lebih dari sebatas tanggung jawab yang lebih menyakitkan lagi diam diam bang al masih liatin foto ka dinda bahkan di setiap doa nya masih menyebut nama ka dinda saat itulah aku hancur sehancurnya "ucap aira yang semakin terisak
"setelah itu kita pisah kamar dan bang al larang aku buat kasih tau tentang pernikahan kita awalnya aku hancur tapi aku coba bangkit kehidupan aku gak akan berakhir karna bang al gak nerima aku awalnya aku coba buat bang al bisa mencintai aku tapi semua nya sia sia dia cuman anggap aku adik
setelah itu aku mulai berpikir mungkin aku gak akan bisa buat bang al cinta sama aku jadi aku nyerah setidak nya aku masih bisa disisi bang al sebagai adiknya setidaknya itu udah cukup bagi aku "ucap aira lirih
dini dan laura yang sejak tadi mendengar kan cerita aira pun tak kuasa menahan air mata nya ada penyesalan di hati dini karena telah mengorek luka yang aira coba sembuhkan
"maaf "satu kata itulah yang lolos dari bibir dini
"kamu gak salah kok din"ucap aira
"sahabat macam apa aku ini sampai gak tau masalah yang lagi kamu hadepin"ujar dini sedih
'aku gak papa"ujar aira
dini pun langsung memeluk aira erat seakan ingin mengurangi beban nya laura pun tak tinggal diam dia pun juga ikut memeluk aira
"terimakasih untuk jujur dan maaf karna telah mengorek luka mu "ujar dini di sela pelukan mereka
__ADS_1
bantu like coment nya all readers