
episode 10
Bagas sedang menandatangani berkas berkas penting.
Zelfi sengaja tidak kesekolah hari ini untuk bertemu Bagas. Ia bergegas dengan memakai pakaian yang sangat imut dan pas untuknya. Pakaian itu membuatnya semakin terlihat indah.
Sesampainya didepan perusahaan Bagas
wahhhh besar sekaliiii.. pantasan dia dengan mudah menghancurkan perusahaan papaku, gumam Zelfi dalam hati.
Ia bergegas masuk dan menuju resepsionis
permisi ka saya mau bertemu dengan Bagas
apa? hey kamu anak kecil berani sekali kamu memanggil nama tuan Bagas. Jika tuan Bagas mendengarkan nya maka habislah kamu ucap resepsionis itu.
Maaf ya ka saya ga punya banyak waktu ucap Zelfi.
Apa kamu uda buat janji? tanya resepsionis itu. Belagu sekali anak ini dia pikir dia siapa bisa bertemu dengan tuan Bagas. Tidak semua orang bisa bertemu tuan Bagas, gumam resepsionis dalam hatinya.
hufff apa harus punya janji telpon aja dia, bilang gadis yang menampar, memaki, dannnn immmmm seperti nya tidak usah kuberitahukan semua gumam Zelfi dalam hati, pokoknya katakan padanya gadis yang menamparnya semalam datang menemuinya.
apa? menampar siapa gadis ini sembarangan bicara tidak mungkin ada yang berani manampar tuan Bagas gumam resepsionis dalam hati.
Adek, mending adek pulang ya, sebelum sappam menyeret adek secara paksa ucap resepsionis.
Ga aku ga mau pulang sebelum bertemu sibajingan itu ucap Zelfi.
__ADS_1
Beraninya gadis ini memanggil tuan tampanku dengan sebutan itu ucap resepsionis. Sappam cepat bawa gadis ini keluar dari sini...
aku ga mau lepas.. lepas.. Zelfi memberontak ketika sappam memegang tangannya...
Seketika tangan kanan Bagas yaitu Zidan melihat keributan yang terjadi.
Ada apa ini tanya Zidan
ini tuan ada seorang gadis yang ingin bertemu dengan tuan Bagas ucap resepsionis.
sepertinya ini gadis yang semalam... berani sekali dia kemari, baiklah akan kubawa dia bertemu dengan tuan Bagas dan aku yakin kali ini dia tidak akan lepas gumam Zidan.
Hey kau, bocah tengil.. mari ikut saya....
awas jangan menyentuh ku...
Ketika mereka sampai tunggu sini saya akan berbicara pada tuan Bagas.
tok..tok .tok...
masuk jawab Bagas sembari membaca berita kehancuran perusahaan Pak Hasian.
Ada apa? tanya Bagas dengan dingin
tuan gadis yang semalam ingin bertemu dengan tuan.
Seketika Bagas menghentikan aktivitasnya
__ADS_1
hmmm sudah kuduga wanita jal*** itu akan menemui ku dan akan memohon kepadaku, ( tersenyum licik) mau bagaimanapun kau memohon aku tidak akan mengampuni mu, ucap Bagas.
Bawa dia kemari ucap Bagas
baik tuan jawab Zidan.
Masuklah kata Zidan kepada Zelfi.
Zelfipun memasuki ruangan itu dan berdiri dihadapan Bagas yang sedang duduk di kursi kebesarannya itu menatap tajam Zelfi. Hanya meja sebagai pembatas mereka. Seketika hening...
kenapa wanita ini diam saja, bukankah dia hendak memohon padaku. lihat lah bajunya dia seperti anak anak gumam Bagas dalam hati.
apa yang harus kukatakan padanya Tuhan...
Bantu aku...aku bingung gumam Zelfi dalam hati.
Kenapa sikapmu kekanakan Bagas Dermawan teriak Zelfi. sontak membuat Bagas terkejut baru kali ini ada yang menyebut nama lengkapnya.
wauhhh benar benar gadis ini pemberani, gumam Zidan dalam hati.
Apa kau pikir aku tidak bisa membunuhmu teriak Zelfi
bhahahaha.......tawa Bagas....
Bagaimana mungkin gadis kecil seperti mu membunuhku hahahaha........
Baru kali ini tuan Bagas tertawa..ehh tidak semalam juga tuan Bagas tertawa karena gadis ini, gumam Zidan dalam hati.
__ADS_1