
episode 21
apakah kami boleh pulang sekarang tanya Zelfi kepada Bagas
kenapa harus pulang? Tinggal disini ucap Bagas..
ah.. ga mau ucap Zelfi ketus
kita belum menikah
emang kenapa kalau belum menikah? zaman sekarang banyak orang yang tinggal seatap tampa menikah ucap Bagas. Lagian kita akan menikah sebentar lagi.
Dikeluargaku hal seperti itu adalah tabuh, kami sangat menjunjung tinggi adat kami, bahkan aku tidak pernah pacaran dan membatasi pergaulanku, ucap Zelfi sambil menatap Bagas. Aku mohon, meskipun nanti mama papaku menyetujuinya aku yakin itu karena terpaksa, aku ga mau membuat mama papaku kecewa.
Plisss....(sambil memasang pupe ayesnya)
hufff Bagas menghela nafasnya...
Baiklah... Tapi ingat jangan dekat dengan pria lain termasuk temanmu itu, jika aku melihat mu dengan pria lain akan kuhancurkan pria itu dan akan kukirim kau ke Afrika ucap Bagas tegas.
Hah ke Afrika? ngapain tanya Zelfi
Beternak lele ucap Bagas ketus
hehehe... tidak mungkin calon suamiku ini tega kepadaku.. ucap Zelfi..
Baiklah mari kita temui mertua ku ucap Bagas sambil menggandeng tangan Zelfi, Zelfi pun terpaksa mengikuti Bagas.
__ADS_1
ma, pa, ucap Bagas
ha, sejak kapan mama sama papaku jadi orangtuamu tanya Zelfi
akukan sebentar lagi akan menikah dengan mu, jadi aku akan memanggil orangtuamu sama seperti kau memanggil orang tua mu, bukan begitu ma, pa ucap Bagas .
Ehh.. iy.. iya nak Bagas ucap papa Zelfi.
pa, ma ayok kita pulang ucap Zelfi
ha, pulang( mama Zelfi bingung sambil menatap Bagas) apa iya kami boleh pulang ke rumah gumam mama Zelfi dalam hati.
Iya ma , pa mari biar saya antar ucap Bagas
ha, aku salah dengarkan? sopan sekali dia kepada orang tua ku gumam Zelfi dalam hati.
Selama ini Bagas hanya bermain main dengan wanita itupun hanya di Club saja dan para wanitalah yang menyentuh nya itupun dengan seizinnya.
Bagas bahkan tidak pernah berlaku sopan dengan orang lain sehingga membuat para pelayan Bagas terkejut.
Didalam mobil Bagas menyetir sambil sesekali melirik Zelfi, suasana hening...papa mama Zelfi tidak berani berbicara mereka hanya saling menatap.
Hingga tiba dirumah pak Hasian,
trimakasih tuan Bagas ucap mama Zelfi, apakah tuan Bagas ingin mampir?
Jangan memanggil saya tuan mah, sebentar lagi saya akan jadi menantu mama panggil saya menantu begitu juga dengan papa ucap Bagas tegas.
__ADS_1
papa Zelfi menelan salivanya, ia terkejut mendengar ucapan Bagas begitu juga dengan mama Zelfi.
Ba..ba..baik tu..eh menantuku ucap mama Zelfi
mari masuk menantuku ajak papa Zelfi
hufff, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menikah dengan mu, setelah aku lulus SMA aku akan lari, jika kau menemukan ku maka aku akan memohon kepada mu supaya kau menungguku sampai lulus kuliah lagi hehehe.... aku memang bijak gumam Zelfi dalam hati.
saat mereka masuk kedalam rumah,
mah, pa, adekk panggil Abang Zelfi.
papa dan mama Zelfi terkejut melihat putranya sudah ada dirumah begitu juga dengan Zelfi.
sayang, kamu baik baik ajakan, tidak ada yang terluka ucap mama Zelfi sambil memeluk Abang Zelfi.
aku baik baik aja mahhh jawab Abang Zelfi.
Abang.. aku sangat merindukanmu, ucap Zelfi sambil memeluk abangnya,
adekku yang manja ini baru sebentar Abang tidak dirumah... Uda langsung rindu ucap Bagas sambil memeluk Zelfi.
Bagas yang melihat itu langsung menarik Zelfi kepelukannya.
ihhh apaan sihhh, aku rindu sama abangku ucap Zelfi kuat
apa kau lupa gadis kecilku, kau tidak boleh berdekatan dengan pria lain, kalau tidak aku akan memaksamu menikah besok ucap Bagas kesal
__ADS_1
ihhh itu abangku Bagas Dermawan ucap Zelfi dengan nada tinggi