
episode 30
Hufff Zelfi menghembuskan nafasnya dengan panjang
ya Tuhanku, apakah kali ini aku tidak akan lepas dari kegilaan sibajingan itu? apakah dia akan benar benar membunuhku, bagaimana dengan orangtuaku dan abangku gumam Zelfi dalam hati dengan sangat khawatir.
Ditengah perjalanan Zidan menceritakan kegilaan Bossnya kepada Zelfi termasuk membunuh semua pengawal yang menjaga berlian itu. Zidan juga menceritakan betapa sadis dan kejamnya Bagas selama ini. Sehingga membuat Zelfi semakin ketakutan.
apakah dia akan mencongkel mataku, melepaskan kukuku, atau menguliti ku gumam Zelfi dalam hati.
tidak.. tidak.. aku tidak mau mati...aku harus merayunya dengan segala jurusku gumam Zelfi dalam hati.
Skip
sampai dikediaman Bagas, Bagas duduk di kursi kebesarannya disalah satu ruangan rahasia nya.
Zidan membawa Zelfi keruangan rahasia itu,
Tuan Zidan, anda mau bawa saya kemana tanya Zelfi ketakutan
ikutlah tuan Bagas meminta saya membawa nona ke ruangan rahasianya dan akan menyelesaikan urusannya dengan nona secara langsung diruangan itu ucap Zidan tegas.
pokoknya aku harus merayunya, pokoknya aku harus bisa meluluhkan hatinya, aku ga mau mati mengenaskan ditangan nya gumam Zelfi dalam hati.
__ADS_1
Sesampainya diruangan rahasia Bagas, Zidan langsung meninggalkan ruangan itu.
Mata Bagas sangat tajam menatap Zelfi...
Zelfi yang masih berdiri langsung berkata
maafkan aku calon suamiku yang ganteng, aku ga berniat mencuri berlian itu, aku cuman pengen liat, aku.. aku.. hanya terkejut ketika mendengar suara langkah kaki menuju tempat penyimpanan berlian itu dan tampa sengaja aku menyimpan berlian itu dalam tasku ucap Zelfi sambil memasang pupe ayesnya dan memasang wajahnya yang imut.
ini berlian mu calon suamiku ucap Zelfi sambil menunjukkan berlian itu dengan kedua tangannya.
Bagas yang sudah siap mengambil pisau dari kantongnya dan hendak melemparkan pisaunya kejantung Zelfi mendadak berhenti. Ia melihat dan mendengar kan ucapan Zelfi sambil menatap wajah Zelfi
Ya Tuhan dia mengeluarkan jurus nya lagi untuk meluluhkan hatiku, padahal aku sudah bersiap untuk menghabisi nya. Sebegitu lemahnya pertahanan ku dihadapan nya gumam Bagas dalam hati sambil meletakkan kembali pisau nya disaku celananya.
Bagas sangat terkejut dengan kelakuan Zelfi, ia menatap wajah Zelfi
maafkan aku, jangan marah ya kan aku Uda pulangin berlian itu ucap Zelfi manja sambil memegang wajah Bagas.
kenapa dia sangat imut, wajahnya sangat manis jika dilihat dari dekat gumam Bagas dalam hati.
Zelfi kembali memeluk Bagas sangat erat
biarlah hilang harga diriku saat ini dari pada aku mati dengan sangat mengenaskan gumam Zelfi dalam hati.
__ADS_1
Zelfi kembali menatap wajah Bagas sambil mengalungkan tangannya keleher Bagas
aku cuman pengen liat bentuk berlian itu aja aku ga berniat mencurinya benaran ucap Zelfi manja
runtuh sudah pertahananku, kenapa dia sangat menggoda padahal dia hanya memelukku seperti ini dan sudah membuatku bergairah gumam Bagas dalam hati.
sementara Zidan yang berada diruangan kerjanya bergumam dalam hati
pasti gadis kecil itu sudah mati sekarang, mungkin tuan Bagas sudah menguliti gadis kecil itu. hufff kupikir dia bisa mengubah tuan Bagas tapi ternyata dia habis juga ditangan tuan Bagas.
Bagas Dermawan, ucap Zelfi sambil menatap Bagas
kok diam sih dari tadi?
apa? beraninya kau gadis kecil memanggil namaku ucap Bagas geram sambil memegang pinggang Zelfi
Zelfi yang merasa geli dengan tangan Bagas dipingga nya tidak dapat berhenti tertawa.
hahahaha.... geli.. lepaskan, lepaskan..
entah mengapa saat Bagas melihat dan mendengar suara tawa Zelfi ia sangat senang dan merasa damai..
ampun..ampun... ucap Zelfi sambil menghapus air mata nya karena tertawa terbahak bahak.
__ADS_1