SI PENCURI HATI MAFIA

SI PENCURI HATI MAFIA
sebuah rasa


__ADS_3

episode 31


ampun... ucap Zelfi


ohhh berarti kalau aku menggelitikimu baru kau mau minta ampun padaku ucap Bagas


ampun calon suamikuuu ucap Zelfi


Seketika Bagas berhenti menggelitiki Zelfi, ia mengelus pipi Zelfi.


melihatmu tertawa seperti itu membuatku nyaman ucap Bagas


Zelfi yang menatap wajah Bagas seketika melihat pisau Bagas dari saku Bagas yang tampak sedikit


Ini apa? ucap Zelfi sambil mengambil pisau itu dari saku Bagas


ini pisau ucap Zelfi yang pura pura tidak tahu.


ohh... itu tadi kugunakan untuk membuka botol wine ini ucap Bagas berbohong


ohhhh....

__ADS_1


dasar kau pikir aku tadi tidak liat kau mau melemparkan pisau ini kepadaku gumam Zelfi dalam hati.


Peluk aku pinta Bagas, sambil memeluk erat tubuh Zelfi, Bagas menyurutkan wajahnya keleher Zelfi.


Akhir akhir ini banyak sekali masalahku ucap Bagas dalam pelukan Zelfi


Zelfi yang sudah mendengar cerita hidup tentang Bagas dan beberapa masalah yang dihadapinya belakangan ini dari Zidanpun merasa iba kepada Bagas.


Selama ini ketika Bagas memiliki masalah ia akan menyelesaikan sendiri dengan sambil minum minum sampai ia bisa menenangkan dirinya tidak ada orang yang ia percaya dan ia tidak pernah bercerita kepada siapapun tentang isi hatinya. Bahkan ketika ia sakit ia akan mengurung dirinya dikamar pribadinya dan mengobati dirinya sendiri. Bahkan Bagas tidak pernah tidur dengan nyaman ketika ia ingin tidur ia harus minum minum dulu supaya bisa tidur, ia selalu mengingat ibunya yang berselingkuh dan meninggal dengan selingkuhannya begitu juga dengan ayahnya yang meninggal karena obat obatan terlarang. Semua tentang Bagas sudah diberitahukan Zidan kepada Zelfi. Zidan hanya dipercaya dalam urusan mafia dan menghendel beberapa perusahaan Bagas.


Zelfi memeluk Bagas sambil mengelus rambut Bagas tanpa sadar Zelfi mencium kepala Bagas.


Sekarang Uda ada aku, jangan memendam semuanya sendiri kalau ada masalah ceritakan padaku meskipun aku tidak bisa membantu tapi aku bisa jadi pendengar yang baik ucap Zelfi sambil mengelus wajah Bagas.


aku akan membuatmu bahagia dan tidak akan pernah melepaskan mu, kemudian Bagas kembali memeluk Zelfi dan menyandarkan kepalanya di bahu Zelfi.


Zelfi yang mendengar ucapan Bagas pun ikut senang ia kembali mengelus rambut Bagas hingga membuat Bagas terlelap.


hmmm Uda ya pelukannya aku lapar ucap Zelfi.


lohh kok ga ada jawaban sih kemudian Zelfi mencoba mengangkat wajah Bagas

__ADS_1


yaelahhh tidurrr ucap Zelfi.. kemudian Zelfi meletakkan Bagas dengan sangat hati hati di sofa.


uh.. beratnya ucap Zelfi ( saat ini Zelfi berada diatas tubuh Bagas)


wahhh.. ganteng juga ni calon suami aku gumam Zelfi dalam hati sambil menyentuh wajah Bagas dengan jari telunjuknya.


apa begitu berat beban mu saat ini sampai sampai kau ketiduran dipelukanku gumam Zelfi dalam hati.


Baiklah karena aku perempuan yang sangat baik hati maka hari ini aku akan menemanimu dan memelukmu ucap Zelfi.


Zelfi memeluk Bagas dan meletakkan kepalanya di dada Bagas.


wah... enak sekali tidur seperti ini hehehe.. dada ini sangat bidang ucap Zelfi sambil meraba raba dada Bagas dan tak terasa Zelfi pun ikut terlelap dan tertidur diatas tubuh Bagas.


Mereka tertidur sangat pulas hingga jam dua pagi Bagas terbangun dan merasa ada yang aneh diatas tubuhnya. Bagas membuka matanya dan tersenyum


gadis kecilku ini, pantasan aku tidur sangat lelap ( Bagas tidak pernah tidur dengan lelap ia selalu saja terbayang dengan masa lalunya)


kemudian Bagas menurunkan Zelfi dari atas nya dengan sangat hati hati dan meletakkan Zelfi disampingnya dan membuat tangannya sebagai bantal untuk Zelfi.


Bagas merapikan rambut Zelfi yang menutupi sebagian wajahnya dengan satu tanganya

__ADS_1


gemasnya aku melihatmu, bersiap siaplah jika kau sudah menjadi istriku maka aku akan memakan mu setiap hari pagi, siang sore dan malam hahahaha gumam Bagas dalam hati. Bagas kembali memeluk Zelfi dengan sangat erat dan mengunci tubuh Zelfi dengan kakinya yang mengapit kaki Zelfi dan tangan nya memeluk Zelfi sangat erat.


Mereka kembali tertidur dengan sangat lelap.


__ADS_2