
Deodora memang sangat mencintai Bagas. Mereka pernah bertemu di salah satu acara. Dia jatuh cinta pada Bagas setelah pandangan pertama. Dia pun memaksa ayahnya untuk menjodohkannya dengan Bagas.
Begitu acara selesai, Bagas dan Deodora berada dalam satu kamar.
Deodora memeluk Bagas dari belakang, seketika Bagas langsung menepis dan mendorong Deodora
Singkirkan tanganmu ini wanita ja****
Apa? Kau memanggilku apa? Wanita ja****. Aku ini istrimu Bagas teriak Deodora
Heh, kau pikir aku menikahimu karena apa? Kalo bukan karena terpaksa tidak sudi aku melihat wanita kotor sepertimu
Wanita kotor? He.. wanita yang kau sebut kotor ini adalah istrimu jangan lupa akan hal itu Bagas
Sebentar lagi pun aku akan menceraikan mu, karena aku tak sudi bersama wanita sepertimu
Ha, coba saja kalo bisa, kau tidak akan bisa menceraikan aku. Meskipun kau tak mencintai aku, akan kupastikan kau tidak akan bisa lepas dari aku. Aku akan menjadi istrimu selamanya. Ingat itu Bagas.
Kita liat saja nanti. Kau akan menderita lahir dan batin jika terus bersamaku wanita ja****ucap Bagas sambil meninggalkan Deodora
Sepanjang hari Bagas berpikir keras bagaimana ia bisa lepas dari situai sulit ini. Disisi lain dia selalu merindukan gadis kecilnya. Meskipun dia tak memberi kabar pada Zelfi, ia selalu memantau Zelfi dan menyuruh pengawalnya menjaga dan memperhatikan Zelfi dari jarak jauh. Tapi kali ini dia kecongan, dia tidak tahu bahwa Zelfi menyusul dirinya ke Spanyol. Semua terjadi karena kesalapahaman komunikasi antara Zidan dan Zurio. Zidan berpikir bahwa Zurio sudah memberitahu kedatangan mereka ke Bagas.
__ADS_1
Back to story pertemuan Zelfi dan Deodora
Deodora hendak menampar Zelfi karena menyebut Bagas sebagai calon suaminya
Apa kau bilang? Deodora melayangkan tangan kanannya ke pipi Zelfi tapi tiba-tiba
Apa yang kau perbuat wanita ja**** Bagas datang menghentikan tangan Deodora
Sayang... ucap Deodora sambil memeluk Bagas
Singkirkan tubuhmu wanita kotor ucap Bagas sambil mendorong Deodora sampai terjatuh
Bagas menghampiri Zelfi dan menyentuh pipi Zelfi. Sayang
Cukup ucap Zelfi sambil menyingkirkan tangan Bagas. Jawab aku dengan jujur. Wanita itu istrimu atau bukan
Jawab aku.... teriak Zelfi
Akan kujelaskaskan sayang
Plak.... satu tamparan Zelfi layangkan kepipi kanan Bagas.
Aku ngerti kenapa kau tidak mengabariku beberapa hari ini. Tidak perlu kau capek-capek menjelaskan semuanya padaku. Aku pun sudah tidak percaya denganmu lagi bajingan. Jangan mengganguku lagi. Sampai sini saja semuanya. Jangan muncul lagi dihadapanku (ucap Zelfi sambil meninggalkan Bagas)
__ADS_1
Bagas mengejar dan memegangi tangan Zelfi
Bug...bug... Zurio menghajar Bagas sekuat tenaga. Bajingan beraninya kau mempermainkan adekku...
Uda bang, uda.. lerai Azura dan Zidan
Jangan kotori tangan abang. Manusia binat*** ini ga layak disentuh oleh tangan kita. Tangan kita terlalu bersih untuk manusia kotor ini ucap Zelfi
Mendengar ucapan Zelfi hati Bagas bagaikan tersambar petir. Ia sadar sudah benar benar melukai hati Zelfi
Kita pergi aja dari sini ajak Azura
SKIP
Sepanjang perjalanan Zelfi menangis sesenggukan. Sementara Bagas melampiaskan emosinya seperti biasa menghajar para pengawalnya termasuk Zidan dan melukai dirinya sendiri.
Sesampainya di Indonesia, mama dan papa Zelfi berusaha menenangkan Zelfi. Namun tetap saja Zelfi menangis sepanjang hari.
Hari pun berlalu. Bagas sedang berupaya menceraikan Deodora. Sementara rival dari Bagas yang bernama Dion yang tak kalah hebat dari Bagas, mengambil kesempatan untuk menghancurkan Bagas dengan mendekati Zelfi.
Terang-terangan Dion datang kerumah Zelfi,
Halo om tante, selamat siang. Saya Dion
__ADS_1
Ya selamat siang
Mereka pun berbincang dan siapa sangka ternyata Dion bisa merebut hati kedua orangtua Zelfi.