
episode 18
Maafkan paman Bagas, paman...
sruk... paman Bagas belum selesai bicara, Bagas sudah menembak lengan pamannya.
lagi lagi keluarga pak Hasian terkejut, namun tak berani menghentikan. Mama Zelfi dan Zelfi tercengang sambil menutup mulut, papa Zelfi menelan salivanya.
Aku tidak memintamu berbicara ucap Bagas geram, ia mendekati pamannya dan menendangnya terus menerus hingga pamannya tergeletak.
Bawa dia keruang bawah tanah, aku akan menyiksanya ketika dia sadar ucap Bagas tegas sambil meninggalkan meja makan dan tidak menghiraukan keluarga pak Hasian.
Bagaimana ini pah, tanya mama Zelfi. Mama ga mau punya menantu seperti itu.
Zelfi yang mendengar ucapan mamanya pun terkejut.
Maksud mama apa?
menantu?
Siapa yang akan menikah dengan ******** itu? tanya Zelfi bingung...
Hus.. jangan menyebut tuan Bagas seperti itu nanti tuan Bagas dengar, bisa habis keluarga kita ucap mama Zelfi.
Kau yang akan menikah denganku ucap Bagas tiba-tiba sambil menghampiri Zelfi.
maksud mu?
__ADS_1
tanya Zelfi sambil menatap tajam Bagas.
Bagas memegang tangan Zelfi dan menatap tajam Zelfi, kau akan menjadi istriku ucap Bagas tegas.
tidak..aku tidak mau ucap Zelfi sambil melepaskan tangannya.
Aku tidak butuh persetujuanmu, ucap Bagas tegas.
mah, pah, panggil Zelfi lirih...
mama papa Zelfi hanya diam menatap lirih putrinya dan tidak bisa berbuat apa-apa.
Zelfi yang melihat kedua orangtuanya menangis, mengerti akan situasi yang dihadapi mereka.
aku tidak bisa, aku masih sekolah, dan lagi aku masih sangat mudah sementara kau sudah tua, jelek lagi ucap Zelfi kuat.
Bagas tersenyum mendengar ucapan Zelfi
Bahkan didepan mertuaku kau mengatai ku jelek ucap Bagas sambil menggertakkan giginya.
Biarin jawab Zelfi ketus.
Baiklah,kau gadis kecilku yang akan memutuskan. Kuharap kau tidak egois. Karna kalau kau menolak, akan kupastikan kedua orangtuamu menjadi santapan buayaku bisik Bagas ketelinga Zelfi dan abangmu itu selamanya akan dipenjara dan disiksa.
Zelfi sangat terkejut dan ketakutan.
Aku menunggu keputusan mu gadis kecilku, ucap Bagas sambil menatap Zelfi.
__ADS_1
Ka.. kasih aku waktu ucap Zelfi terbata bata
waktu? baiklah aku akan memberimu waktu 20 menit, aku akan menunggumu diruangan ku ucap Bagas sambil pergi meninggalkan keluarga pak Hasian.
Mama papa Zelfi langsung memeluk Zelfi. Mereka menangis...
Bagaimana ini pah, tanya mama Zelfi...
papa Zelfi terdiam sambil meneteskan air mata.
Mama sama papa tenang aja.. semua pasti baik baik aja. Zelfi bersedia ko menikah dengan ******** itu ucap Zelfi
tidak, tidak boleh. Mama takut nanti kamu disiksa hiks..hiks.. ucap mama Zelfi.
tenang aja ma, sibajingan itu sangat menyukaiku ucap Zelfi tersenyum padahal dihati menangis.
mah, pah aku harus menemui ******** itu, mama sama papa tunggu disini bentar ya ucap Zelfi.
iya nak ucap mama Zelfi, papa Zelfi hanya diam.
Hufff... gapapa lah aku mengorbankan diri untuk menyelamatkan keluarga ku. Lagi pula hanya ini satu satunya jalan, gumam Zelfi dalam hati.
Bagas yang tengah asik meminum winenya terkejut karena Zelfi masuk keruangannya tampa permisi.
wah.. wah.. hebat sekali kamu gadis kecil masuk keruangan ku tampa permisi.
Ngapain aku permisi, akukan calon istrimu ucap Zelfi ketus.
__ADS_1