
episode 12
Tuan Bagas menyebutnya gadis kecilku? gumam Zidan dalam hati
apa jangan-jangan tuan Bagas suda jatuh hati kepada gadis itu.
apa kau dengar aku Zidan? tanya Bagas geram
baik tuan saya akan menyelidikinya.
Apakah ini bakso pedas? tanya Azura. apakah kamu punya masalah Zelfi?
kenapa kamu makan bakso pedas? tanya Mahesa
seketika Huaaaaaa...... tangis Zelfi pecah.. Azura dan Mahesa langsung memeluk Zelfi.
bajingannnnnnn itu benar benar telah menghancurkan keluargaku hiks hiks....
Sijelek itu, brengsek, kurang ajar, manusia iblis itu hiks hiks..
Beraninya gadis kecil ini mengatai aku jelek didepan temannya bukan hanya itu dia juga memakiku... Bagas mengepalkan tangannya dan memecahkan kaca pembatas dengan meninjunya.
Zelfi, Azura, dan Mahesa terkejut melihat itu.
Bagas menghampiri mereka dengan tangan kiri yang sudah mengeluarkan darah.
Bagas langsung mencengkram dagu Zelfi
Beraninya kau memakiku teriak Bagas
Aku benar-benar akan menghabisi mu ucap Bagas.
Kenapa tidak kau tembak aku langsung bukankah kau punya pistol? atau mau kuambilkan pisau biar kau bisa membunuhku ******** teriak Zelfi sembari melepaskan cengkraman tangan Bagas.
Bagas terdiam, dia menatap tajam Zelfi.
Zelfi langsung mengajak Azura dan Mahesa pergi..
ayo kita pergi dari sini, disini ada monster yang sangat jelek merusak selera makan.
Bagas menatap kepergian Zelfi dengan mengepalkan tangannya.
__ADS_1
Didalam mobil nan mewah
Zidan hancurkan teman teman gadis kecil itu. kali ini aku benar benar tidak akan memberi ampun.
Baik tuan jawab Zidan
Sekalipun gadis kecil itu memohon kepada ku, aku tidak akan melepaskannya lagi. Aku akan membunuhnya, bawa keluarganya kehadapanku ucap Bagas.
baik tuan jawab Zidan.
hufff kenapa tidak dari kemaren tuan, tuan menghabisi gadis itu, gumam Zidan dalam hati.
Jam menunjukkan jam 5 petang
trut...trut....
Halo Mahesa.... jawab Zelfi
Zelfi, keluargaku sudah hancur. Sepertinya tuan Bagas benar benar marah hiks, hiks ucap Mahesa.
apa? benar benar keterlaluan ******** itu ucap Zelfi. Baik lah kututup dulu aku ingin melakukan sesuatu tenang saja, aku akan mengembalikan semuanya seperti semula Mahesa.
******** itu sudah menghancurkan keluarga ku, sekarang menghancurkan keluarga temanku...
ya Tuhan apa yang harus kulakukan...
apa aku harus kerumahnya? bagaimana nanti kalau dia berbuat macam-macam, gumam Zelfi dalam hati.
Aku akan pergi kerumahnya, tapi dimana rumahnya? lebih baik aku bertanya pada papa, papa pasti tau.....
Zelfi bergegas pergi ke rumah Bagas setelah papanya memberitahukan alamat rumah Bagas.
Dikediaman Bagas
Bagaimana, apa mereka masih diam? tanya Bagas kepada Zidan.
Ya tuan mereka masih menutup mulut, jawab Zidan.
Baiklah aku akan turun tangan langsung, sudah lama aku tidak bermain-main.
Mereka pergi keruang bawah tanah
__ADS_1
tak..tak..tak.. suara sepatu Bagas.
Bagas duduk di kursi khususnya.
Ia mengambil sebatang rokoknya dan Zidan menyalakan api rokoknya.
Lalu seorang wanita menuangkan wine kegelasnya. Bagas meminum wine itu dalam 1 kali tegukan.
aku sudah memberimu waktu 1 hari, tapi kau menyia nyiakannya, ucap Bagas.
Bagas menjentikkan jari tangan nya
lalu beberapa lelaki yang membawa dua orang putri dan seorang lelaki.
lepaskan anak anak ku teriak pria paruh baya yang telah terikat.
lihat apa yang akan kulakukan pada anak-anak mu ucap Bagas
silahkan kalian memuaskan nafsu kalian kepada dua wanita ini.
Baik tuan ucap para penjaga, mereka menarik Dua wanita itu.
Seketika salah satu dari wanita itu berlutut dihadapan Bagas dan berkata
tuan, tolong ampuni papa saya. Saya akan melayani mu dengan tubu saya. Saya mohon tuan, saya tidak rela disentuh para lelaki rendahan itu. Lebih baik tuan yang menyentuh saya, saya akan memuaskan tuan.
Bagas menjambak rambut wanita itu dan berkata kau tidak tau malu wanita jal*** kau tidak mau disentuh parah pengawalku tetapi kau mau aku menyentuhmu dasar pela*** lalu menghempaskan tubuh wanita itu dengan keras.
Kemudian saudara wanita yang satunya lagi berkata saya sudah yakin tuan tidak akan mau menyentuh saudara saya ( sambil membuka bajunya sehingga payudara besarnya terlihat) lihatlah tuan bukankah tuan senang bermain dengan wanita seperti ku?
Bagas pun membelai pipi wanita itu sambil tersenyum licik.
sudah kuduga tuan Bagas pasti tergoda kepada ku, gumam wanita itu.
Seketika Bagas mengambil pisau nya dari saku celananya
srettttt... Bagas menggores pipi wanita itu
kau wanita pela*** tidak layak kusentuh
srettr...sretttt....
__ADS_1