
..."Tidak ada orang yang mendengarkanmu"...
..._Silent World...
_Telah terjadi sebuah kecelakaan bus di jalan raya , sekitar 10 orang penumpang beserta supir meninggal dalam kejadian ini. Dan 18 penumpang lainnya mengalami luka berat dan harus di larikan ke rumah sakit_
Seorang gadis berusia 15 tahun itu tengah serius menonton berita kecelakaan yang baru saja terjadi kemarin.
Kecelakaan bus yang menewaskan 10 orang yang terdiri dari penumpang itu begitu mengerikan. Banyak sekali darah yang terlihat tumpah di jalanan dan bentuk bus yang terlihat penyok di bagian depan karena telah menabrak sebuah rumah warga.
Perhatian gadis itu tiba-tiba langsung tertuju kepada seorang korban laki-laki yang nampaknya memakai kemeja putih yang sudah terhiasi oleh bercak-bercak darah di bajunya. Perhatiannya begitu fokus walau wajah korban sudah di blur untuk kenyamanan bersama.
Tiba-tiba....
"Dor..." seorang wanita hampir berusia 30 tahun mengagetkan gadis yang sudah hanyut dalam fokusnya.
Gadis itu kaget bukan kepalang, tapi ia tak berteriak sama sekali. Hal itu di karenakan gadis tarsebut memiliki masalah dalam berbicara sejak kecil.
Gadis yang di ketahui namanya Kyra itu menggerakkan tangannya membentuk sebuah kata.
'Tante apaan sih ? Kan aku jadi kaget."
Wanita yang di ketahui Tante dari Kyra itu tertawa bahagia melihat ekspresi keponakannya yang begitu kaget.
"Maaf...maaf." Tante Kyra itu tetap tertawa lepas walau saat ini Kyra sedang dalam mode merengut.
Kyra melipat kedua tangannya lalu memfokuskan diri untuk menonton berita yang telah berganti menjadi berita harga bahan pokok yang semakin hari semakin naik membuat jiwa emak-emak meronta-ronta menanggapi hal tersebut.
Tante Kyra duduk tepat di sebelah keponakannya sambil menonton TV.
"Kyra, Tante minta maaf ya." Kali ini Tantenya Kyra benar-benar serius meminta maaf kepada Kyra. Tapi, tentu saja Kyra masih cukup kesal dengan apa yang di perbuat oleh tantenya.
"Jangan marah-marah dong, nanti cantiknya hilang lho."
__ADS_1
Kyra tetap cemberut walau tantenya sudah meminta maaf cukup serius.
"Kyra.... nanti tante beliin eskrim deh."
Mata Kyra langsung membulat tak percaya, ya tentu saja karena Kyra sangat menyukai eskrim. Matanya berbinar mendengar hal itu.
"Mau rasa apa ? Tante beliin deh." Tantenya begitu lihai membujuk keponakannya yang tidak bisa berbicara dengan begitu baik.
"Jadi, Kyra mau kan maafin Tante."
Kyra mengangguk dengan senyuman yang mengambang di bibirnya.
"Ya udah siap-siap yuk."
Kyra tampak bingung kenapa ia di suruh tantenya untuk bersiap-siap. Mau kemana tantenya kini mengajaknya. Kemudian Kyra pun bertanya menggunakan kedua tangannya.
'Emang kita mau kemana ?'
"Tapi beli eskrim."
Karena ia masih terlalu muda, Kyra tak pernah memakai make up untuk pergi kemana-mana.
***
Setelah membeli Eskrim, Kyra dan Tantenya pun duduk di taman tepat di bawah pohon besar yang rindang sambil menikmati eskrim kup rasa stroberry dan vanila.
Kyra nampak menikmatinya dengan kepala dan badan yang bergoyang-goyang ke kanan ke kiri.
"Enak ya kyra ?"
Kyra mengangguk sambil tersenyum dengan mata yang menyipit.
"O...iya, Tante tadi di hubungi sama orang tua kamu."
__ADS_1
Gerakan kyra yang awalnya sangat menikmati Eskrim itu tiba-tiba berhenti seketika. Ia mendengarkan dengan serius sebenarnya apa yang akan di bicarakan oleh tantenya ini.
"Dalam waktu dekat ini, kamu bakal pindah ke rumah orang tua kamu lagi."
Kyra bingung dengan maksud yang di bicarakan tantenya.
"Maksudnya, kamu bakal pindah sekolah gitu. Jadi, kamu siap-siap aja ya."
Kyra mulai menggerakkan tangannya guna bertanya kepada tantenya.
'Kapan aku pindah Tante ?'
"Tante kurang tau, yang penting kamu selesaikan dulu SMP kamu disini. Nanti tante sama orang tua kamu bakal pikirin gimana selanjutnya. Okay."
Kyra hanya mengangguk paham atas apa yang di bicarakan tantenya. Ya, kyra tak tau apa-apa tentang apa yang akan ia hadapi nantinya. Tentu saja, karena Kyra sudah lama bersekolah di SLB bersama dengan tantenya yang merupakan guru di sana.
'Tante, apakah aku bakal sekolah seperti anak yang normal lainnya setelah itu ?'
Tantenya hanya mengangguk dengan senyum yang tipis. Sebenarnya ia begitu takut kalau melepaskan Kyra ke dunia luar yang lebih luas dari pada dunianya.
Tidak semua orang bisa menerima orang lain bukan. Takutnya di sekolah yang normal, Kyra akan di perlakukan berbeda dari yang lainnya.
Tantenya Kyra memang belum pernah menikah dan memiliki seorang anak. Tapi, semenjak kedatangannya Kyra ia tanpa sadar memiliki jiwa seorang ibu yang dengan sendirinya keluar begitu saja.
Ia mengkhawatirkan Kyra, sama seperti seorang ibu yang mengkhawatirkan anaknya.
Kyra terlalu polos, ia terus tersenyum bahagia mendengar berita bahwa dirinya akan segera pindah ke sekolah normal seperti yang lainnya.
Ia tak tau sebenarnya bagaimana akhirnya dirinya nanti di sekolah normal yang sudah lama ia dambakan.
Bagaimanakah kisahnya ?
Bagaimanakah Cara Kyra hidup di dunia barunya ?
__ADS_1
^^^Bersambung.......^^^