Silent World

Silent World
18. Sahabat selamanya


__ADS_3

...Happy Reading...


Baron duduk sendirian di taman rumahnya sambil meminum sebuah minuman kaleng.


"Huh....."


Baron menghela nafas panjang. Ia saat ini sedang di landa kebingungan yang begitu besar.


Mau bagaimanapun, saat ini Baron sangat menyukai Kyra. Lebih dari ia menyukai gadis-gadis sebelumnya. Ya, baru kali ini Baron merasakan adanya rasa nyaman kepada seorang gadis yang tak sempurna.


Tapi, ia harus menghindati Kyra untuk beberapa saat karena ada orang-orang aneh yang mulai menyerang orang-orang terdekatnya.


"Siapa sih orang ini ? Kenapa dia ngincar orang-orang terdekat gue ? Kenapa gak gue aja ? Dasar pengecut."


Baron tak berhenti-berhentinya memikirkan orang-orang aneh yang tiba-tiba muncul begitu saja dan menyerang Derel, sahabatnya sendiri.


Ting...


Terdengar notifikasi pesan masuk dari ponsel milik Baron. Dengan rasa penasaran bercampur kesal, Baron pun membuka ponselnya untuk mengecek dari siapa notifikasi itu berasal.


Baron begitu kaget melihat nomor yang tak dikenal menyapa dirinya.


P


P


Baron kan ?


^^^Ini siapa ya ? ^^^


Ini, gue murid baru itu lho


Masak lo gak inget sih.


^^^Murid Baru ?^^^


Baron mencoba mengingat-ingat kembali siapa murid baru yang di maksud. Yang sebenarnya tak lain dan tak bukan adalah Qiran.


Ini, Gue Qiran.


Lo gak inget gue ?


Wah sumpah !!!


^^^O... anak baru...๐Ÿ™„^^^


^^^Gue kira Siapa^^^


Karena pertemuan antara keduanya kurang menyenangkan, Baron pun sedikit melupakan tentang keberadaan Qiran di kelasnya.


Berbeda dengan Kyra. Keduanya sama-sama memiliki awal pertemuan yang begitu baik. Hingga Baron pun tidak bisa melupakannya.


Bahkan ia masih mengira bahwa awal pertemuannya dengan Kyra baru saja terjadi kemarin. Padahal sudah berhari-hari bahkan berminggu-minggu yang lalu.


Sombong amet sih lo


Mentang-mentang Ganteng


Plus Play boy.๐Ÿ˜‹


^^^Apa sih mau lo ?๐Ÿคจ^^^


^^^Ngajak berantem ?๐Ÿ‘Š^^^


^^^Ayo aja mah gue.^^^


Siapa sih yang mau ngajak berantem ?


Gue cuma mau temenan aja sama lo


^^^Cih !๐Ÿ™„^^^


Hehehehe๐Ÿ˜‚

__ADS_1


^^^Gak ada yang lucu ๐Ÿ˜‘^^^


Setelah itu, Baron pun menaruh ponselnya kembali. Ia tak ingin melanjutkan obrolannya dengan Qiran lagi.


Kalau di lanjutkan, bisa-bisa Baron nanti darah tinggi lagi.


Tapi, tiba-tiba di pikiran Baron terbesit pikiran aneh tentang Hubungan Qiran dan juga awal mula orang-orang aneh muncul di kehidupannya.


"Kok bisa pas gitu ya ?"


"Kenapa pas anak baru itu datang, masalah mulai berdatangan gini ?"


Baron mengerutkan keningnya. Ia begitu ragu dengan apa yang ia pikirkan saat ini.


Tiba-tiba....


Ting...


Terdengar suara notifikasi kembali. Baron yang begitu penasaran itu pun segera membuka ponselnya kembali.


Tak terduga, orang-orang aneh itu kembali mengechat Baron.


What's up bro ?


Mau liat vidio seru gak ?


๐Ÿ“ฝvidio seru 10,7 mb


Baron yang begitu penasaran pun membuka vidio tersebut. Betapa kaget dirinya ketika melihat sosok yang begitu familiar sedang diikat di sebuah ruangan yang begitu gelap.


^^^Lo maunya apa sih ?^^^


^^^Ganggu hidup orang mulu ?^^^


^^^Dia itu gak ada sangkut pautnya sama masalah ini.^^^


Sok tau lu !


Kalau berani kesini dong !


๐Ÿ“lokasi


^^^Dasar pengecut !^^^


Dengan cepat, Baron pun segera mengambil jaket, helm sekaligus kunci motornya.


Tapi, tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke dalam ponselnya. Betapa terkejutnya Baron ketika melihat nama Derel terpampang jelas di sana.


"Derel ? Tapi, tadi bukannya dia ?"


Baron benar-benar bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Untuk memastikannya, Baron pun segera mengangkat panggilan tersebut.


"Halo ?" Ucap Baron memulai pembicaraan.


"Ron, Lo bawa buku Biologi gue ya ?"


Terdengar suara Derel begitu jelas dari seberang sana. Nampaknya Derel dalam keadaan sehat saat ini.


"Ron ? Baron ? Lo denger gak sih ?"


"A...iya...ya. kemarin gue bawa buku lo. Sekarang gue balikin ya."


"Gak usah. Besok aja."


"Sekarang aja. Gue udah siap-siap nih. 10 menit lagi mungkin sampai."


Karena ingin memastikan lebih jauh, Baron pun pergi ke rumah Derel dengan alasan ingin mengembalikan buku biologi.


"Ya udah. Gue tunggu."


Pesan pun dimatikan segera begitu saja oleh Derel.


Baron saat ini benar-benar bingung. Mengapa orang-orang aneh itu mengirim vidio Derel tengah di ikat di ruangan yang gelap. Padahal jelas-jelas saat ini Derel sedang baik-baik saja di rumahnya.

__ADS_1


"Apa mereka mau nyerang gue dengan cara ini ?"


Tak ingin berpikir panjang lagi, Baron pun segera mengambil buku Biologi milik Derel di kamarnya. Lalu, ia pun segera menyalakan motornya untuk pergi ke rumah Derel.


***


Derel duduk di teras rumahnya sambil membaca sebuah buku ilmiah tentang bumi dan benda-benda penyusun lainnya.


Saat di tengah-tengah kegiatan membacanya, Derel menyadari ada yang memperhatikan dirinya dari jauh dari tadi.


Siapa lagi kalau bukan Kyra. Nampaknya Lyra saat ini tengah curi pandang sembari kegiatan belajarnya.


'Kyra ?'


Tiin !!!


Tiba-tiba Baron sudah ada di depan rumah Derel dengan motornya.


"Cepet juga." Puji Derel, lalu berdiri.


"Iya dong, mantan pembalap nih Boss, Senggol dong."


"Cih !"


"Mana buku gue ?"


Baron pun segera mengambil buku Biologi milik Derel yang sebelumnya ia letakkan di dalam joknya.


"Tumben lo Cepet Ron ? Biasanya lo sampai sini bisa sampai 30 menitan."


Baron merasa tak bisa memberitahukan yang sebenarnya kepada Derel saat ini. Karena, sebelumnya ia sudah bersiap bahkan sebelum ia di telpon oleh Derel.


"Gue cepet kok. Lo aja yang gak sadar." Ucap Baron lalu segera duduk di bangku yang ada di teras rumah Derel seakan-akan di rumahnya sendiri.


Segera, Derel pun menyusul. Lalu, ia pun duduk di sebelah Baron dengan rasa penasaran yang menyelimuti.


"Lo kenapa Ron ? Pasti ada sesuatu yang gak beres nih ?"


"Kita putusin persahabatan ini ya Rel."


"Kenapa ?"


Derel sedikit bingung dengan Baron saat ini. Baron nampak tak begitu ceria sama sekali. Bahkan nampaknya sedang menanggung masalah besar saat ini.


"Gue takut, karena orang-orang aneh ini ngincer orang-orang terdekat gue, nanti lo pasti jadi korbannya lagi."


"Ada apa Ron ? Apa mereka kirim lo pesan ?"


Baron mengangguk menanggapi pertanyaan Derel.


"Mereka kirim vidio lo di sekap. Tepat sebelum lo nelpon gue. Untung Lo nelpon gue pas itu. Kalau nggak, entahlah apa yang akan terjadi nanti."


Mendengar cerita Baron, Derel juga turut ikut sedih.


"Ya, mereka memang sekap gue kamarin. Terus vidioin gue gitu. Entah untuk apa. Jadi, sekarang apa rencana lo ?"


"Gue bakal menjauh dari Kyra untuk beberapa saat sampai orang-orang ini ketangkep."


Derel menerbitkan senyumannya begitu indah. Ia benar-benar senang Baron punya tekad yang kuat seperti itu.


"Gue bakal bantu lo Ron. Gue bakal balas dendam."


"Gak usah, gue aja. Gue gak mau lo kayak kemarin lagi."


Derel menggeleng begitu kuat. Ia benar-benar tak ingin kalau sampai masalah ini membuat persahabatannya dengan Baron rusak begitu aja.


"Gue bakal bantu lo. Kita kan sahabat. Sahabat selamanya."


Entah mengapa, mendengar hal itu Baron merasa senang. Ia begitu senang ada teman yang begitu tulus di sampingnya. Yang selalu mendukung dirinya.


^^^Bersambung....^^^


Mau tau kelanjutannya ?

__ADS_1


Dukung Author dengan cara Like, Comment, +Favorite, Vote, dan Gif ya.


__ADS_2