
... Happy Reading...
...Masa lalu tak bisa di ubah, Masa besok tak bisa di lihat. Jadi jalani saja selagi bisa ...
Kyra memandangi dirinya memakai pakaian putih abu-abunya. Ia benar-benar senang karena hari ini ia akan bersekolah dimana orang-orang normal berada. Ya, begitulah pemikirannya saat ini.
"Kyra !!!! Sudah siap belum, Nanti kamu terlambat lho."
Mendengar teriakan ibunya, Kyra pun segera mengambil tasnya lalu keluar kamar dengan secercah senyuman dan harapan di wajahnya.
Melihat penampilan anaknya yang memakai pakaian SMA seperti itu membuat Orang tuanya begitu senang dan juga khawatir secara bersamaan.
"Kyra, Sini duduk dulu. Kamu harus sarapan sebelum berangkat sekolah."
Kyra mengangguk, lalu ia duduk tepat di sebelah ibunya, lalu memakan nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya. Itu terlihat begitu lezat.
"Kyra," Ayahnya Kyra memanggil dengan nada yang lembut.
Kyra pun mengalihkan pandangannya dari makanan di depannya lalu, melirik ke arah Ayahnya yang tengah duduk di depannya.
"Kamu cantik sekali. Ayah, jadi teringat waktu ibumu masih muda dulu."
Kyra tersenyum, ia tersipu atas ucapan ayahnya. Begitupun dengan Ibunya.
"Ayah !!!!" Ibunya Kyra, Sara merasa malu karena di gombali di pagi-pagi buta seperti ini.
"Bener kan, lihatlah wajah Kyra mirip banget sama kamu."
"Gombal."
Kyra begitu senang bisa melihat keharmonisan keluarganya kembali setelah sekian lama. Kyra begitu rindu dengan hal-hal yang berbau kekeluargaan seperti saat ini.
•
•
•
Setelah selesai makan, Ayah Kyra pun mengantarkan putri semata wayangnya ke sekolah. Tidak hanya sampai depan sekolah, Ayahnya Kyra mengantarkan putrinya sampai ke kantor. Itu adalah hal biasa bagi orang tua yang sangat khawatir terhadap anak-anaknya.
"Buk, Kyra ini memiliki kekurangan, Jadi saya mohon pengertiannya."
Seorang wanita yang di duga akan menjadi wali kelasnya Kyra itu hanya tersenyum dan mengangguk paham. Tentu saja ia tau tentang latar belakang Kyra yang berasal dari SLB karena ia membaca semua data yang di berikan orang tua Kyra kepada Pihak sekolah.
"Saya tau Bapak begitu khawatir kepada putri bapak karena ia memiliki kekurangan. Tapi, tenang saja ia akan baik-baik saja."
__ADS_1
Ayahnya Kyra_ Dharma hanya bisa memandangi putrinya sendu. Ia merasa tak rela kalau harus meninggalkan anaknya di tempat asing lagi, walau tak seharian penuh.
Kyra yang melihat wajah sendu Ayahnya itu segera membuat kata-kata dari tangannya.
'Ayah Jangan khawatir, aku pasti bisa jaga diri kok.'
Dharma hanya mengangguk menanggapi putri semata wayangnya lalu memeluknya dengan erat.
Sebenarnya Guru yang berada di hadapan mereka sama sekali tak mengerti apa yang di katakan Kyra kepada Ayahnya. Tapi ia mengerti maksudnya secara psikologis kalau hal itu artinya untuk mengungkapkan selamat tinggal atau sejenisnya. Perlahan, air mata Guru yang bernama Nadia itu pun menetes sedikit demi sedikit melihat kejadian tersebut.
***
Setelah itu, Ibu Nadia membawa Kyra ke kelasnya untuk du perkenalkan.
"Selamat pagi semuanya." Ucapnya mengawali hari.
"Pagi buk....." jawab semuanya.
Melihat kedatangan Kyra, banyak sekali murid laki-laki yang terpesona. Tapi, murid perempuan terlihat tak peduli dan acuh tak acuh.
"Baiklah semuanya, kita kedatangan murid baru. Silahkan perkenalkan diri kamu nak."
Kyra nampak ragu-ragu, lalu ia mengeluarkan sebuah kertas bertuliskan namanya. Ia tau kalau tak semua orang bisa mengerti dengan bahasa yang ia gunakan.
~Hai, Teman-Teman perkenalkan nama aku Kyra Aadvika. Aku tidak bisa berbicara, jadi mohon pengertiannya. Aku harap kalian bisa memahami aku.~
Sontak saja hal itu membuat banyak orang bingung. Mengapa ada anak yang tidak bisa berbicara masuk ke kelas mereka. Bukankah kelas mereka adalah kelas untuk anak normal.
Orang-orang yang awalnya kagum, mulai menghilangkan perasaan mereka tersebut dan bergosip yang tidak-tidak dengan berbisik kepada teman di samping dan belakang mereka.
"Cukup-cukup." Ibu Nadia tau kalau murid-muridnya merasa bingung dan terkejut dengan kehadiran Kyra di tengah semester ini.
"Ibu mohon sama kalian untuk tidak membeda-bedakan teman termasuk Kyra. Ibu Mohon kalian mengerti sama keadaanya. Dia memang gak bisa berbicara, tapi kemampuannya sama seperti kalian."
Seketika semuanya terdiam tak bersuara. Di dalam hati mereka memang susah untuk menerima Kyra yang benar-benar sangat berbeda dengan mereka.
"Oke, Apa ada yang mau di tanyakan tentang Kyra ?"
Seorang siswi dengan Arogan menunjuk tangannya.
"Kenapa ada anak bisu yang masuk ke sekolah ini." Semua tercengang mendengar pertanyaan konyol yang keluar dari mulut seorang Navya.
Nafya adalah siswi yang memiliki bagian besar di sekolahnya. Orang tuanya adalah pengusaha besar di kota ini dan sering melakukan donasi ke berbagai sekolah termasuk sekolahnya untuk mencari muka.
"Nafya, kamu ngomong apa sih ? Ibu kan sudah bilang tadi, untuk mohon pengertiannya." Ibu Nadia merasa tidak suka dengan prilaku deskriminasi yang dilakukan Nafya.
__ADS_1
Karena hidup di dunia yang mewah, Nafya sampai lupa menunduk kepada orang di sekitarnya. Ia begitu angkuh dan sombong karena ayahnya punya kuasa tidak hanya di kota namun juga Negara.
"Ngapain kita mengerti orang yang gak bisa baca situasi. Ngapain sih dia kesini ? Emang apa gunanya SLB di buat sama pemerintah ?"
Kyra menunduk atas pertanyaan yang diajukan Nafya. Sedangkan Ibu Nadia hanya bisa menggeleng tak percaya dengan apa yang di lakukan muridnya.
"Kyra, kamu duduk di bangku kosong itu ya !" Ibu Nadia menunjuk sebuah bangku yang terletak di sudut kelas belakang di dekat jendela arah luar.
Merasa tak di gubris oleh gurunya, Nafya pun terdiam dan melanjutkan permainan di ponselnya.
Setelah itu, Kyra pun menuju ke bangkunya. Pandangan ke arahnya begitu tajam, sehingga kyra pun harus menunduk karena takut. Hingga sampailah ia di bangkunya.
Seorang laki-laki yang memakai earphone sambil membaca buku itu akan menjadi teman sebangku Kyra. Laki-laki tampak tak peduli dengan dirinya dan hanya membaca buku. Ia sepertinya tak menyadari kalau wali kelasnya sudah datang sedari tadi.
Kyra melihat wajah teman sebangkunya begitu dalam, ia begitu familiar bagi Kyra. Kyra merasa kalau teman sebangkunya itu pernah ia temui di suatu tempat. Tapi, ia sedikit lupa.
Kyra pun memberanikan diri menepuk lembut bahu teman sebangkunya. Hingga ia pun sadar dari fantasinya sedari tadi.
"Ada apa ya ?" Laki-laki itu mencopot earphonenya lalu menatap Kyra denga mata yang membulat sempurna. Ia nampak begitu kaget melihat sosok kyra di sebelahnya.
"Kamu ?" Nampaknya laki-laki itu juga mengenal Kyra.
Kyra menggerakkan tangannya untuk berbicara kepada Derel. Karena Derel bisa berbahasa isyarat.
'Kamu ternyata sekolah di sini. Aku gak menyangka.'
Derel juga tak menyangka kalau ia akan bertemu dengan Kyra untuk yang kedua kalinya.
'Kok bisa sih kita bertemu lagi.' Derel menggerakkan tangannya juga.
Kyra hanya menggelengkan kepalanya. Ia juga tak mengerti dengan pertemuan ini.
'Kenalin aku Derel, salam kenal. Kamu siapa namanya ?'
'Aku, Kyra Aadvika. Panggil aku Kyra'
Derel hanya tersenyum melihat jawaban yang di berikan Kyra kepadanya. Sedangkan yang lainnya tampak tak peduli dengan mereka.
Mau tau kelanjutannya ?
Dukung Author ya dengan cara, Like, Comment, +Favorite, Vote dan Gif ya.
Terima kasih
^^^ Bersambung....^^^
__ADS_1