Silent World

Silent World
05. Iri


__ADS_3

...Happy Reading...


..."Membuat seseorang itu hancur sangat mudah, tapi, menyembuhkannya sangatlah susah."...


Pintu kamar Derel tiba-tiba terbuka menampilkan sosok wanita paruh baya. Dia adalah Nitra ibunya Derel. Sorot matanya berkaca-kaca melihat anaknya yang saat ini tengah belajar.


"Derel....." ucap Wanita itu dengan nada yang begitu lembut.


Derel pun melepas Earphonenya, lalu membalikkan badannya. Ia menemukan ibunya yang baru saja selesai bekerja.


Nitra, Ibunya Derel adalah seorang guru di sebuah Sekolah Luar Biasa. Ia mengajari anak-anak yang tak bisa berbicara dan mendengar menggunakan bahasa isyarat.


"Derel, kamu udah makan nak ?" Ucap ibunya Lirih.


Derel menggelengkan kepalanya. Ia memang sangat terbiasa untuk tidak makan di rumah. Padahal ibunya selalu berpesan kepadanya untuk memanaskan lauk yang berada di kulkas. Tapi, karena selalu kesepian, ia sama sekali tak berselera untuk makan.


"Ya udah, ayo kita makan !"


Derel hanya mengangguk, lalu ia mengikuti langkah ibunya sampai ke ruang makan. Keluarga Derel bukanlah keluarga yang kaya, tapi orang tuanya nampak gila kerja. Apalagi Ayahnya.


Tidak terlalu banyak percakapan yang terjadi di meja makan. Mereka tampak seperti orang asing yang tengah duduk di meja makan yang sama.


Baru beberapa suap Derel makan, tiba-tiba masuklah seseorang pria paruh baya. Dia adalah Handra, Ayah dari Derel.


"Wah, Ayah kok gak diajak makan juga sih ?"


Mendengar suara Ayahnya, Derel langsung pergi begitu saja menuju ke kamarnya.


"Lho, Kenapa Derel ?" Handra bingung dengan sifat anaknya yang sangat aneh itu kepada dirinya.


Derel nampak begitu membencinya, tapi ia sama sekali tak mengerti apa permasalahan sebenarnya.


"Ini pasti Efek karena dia di ajari bahasa isyarat."


"Hah ? Jadi, kamu mau menyalahi aku karena sudah mengajari Derel bahasa isyarat ?" Nitra langsung bangkit dari duduknya. Ia tak percaya suaminya akan mengatakan hal itu kepadanya.


"Iya, lihatlah dia sekarang ! Seolah-olah dia itu memang gak bisa bicara."


"Ini semua salah kamu ! Kamu gak pernah sama sekali memperhatikan Derel. Terus, pas Derel kecelakaan kamu kemana hah ?"


"Emangnya biaya Pengobatan Derel itu gratis ? Nggak kan ? Kenapa sih kamu harus bahas ini ?"


"Kamu yang bahas duluan !"


Pertengkaran itu benar-benar panas. Mungkin bagi orang yang mendengarnya akan merasa terganggu dengan suara yang memecah gendang telinga tersebut. Tapi, tidak bagi Derel. Ia sudah terlalu terbiasa mendengar pertengkaran itu. Pertengkaran itu tidaklah berlangsung lama, kemungkinan besok kedua orang tuanya akan berbaikan kembali.


"Huh, buat orang gak selera makan aja !" Nitra kemudian langsung masuk ke kamar.

__ADS_1


***


Keesokan Paginya.....


Derel berangkat lebih pagi dari biasanya, ia tak ingin melihat kedua orang tuanya. Saat hendak keluar pagar, langkah kakinya tiba-tiba terhenti mendengar suara Dharma memanggil putrinya.


Betapa irinya Derel melihat kebersamaan Kyra bersama Orang tuanya yang begitu Harmonis. Sejak dulu, Derel belum pernah di perlakukan seperti itu oleh Ayahnya. Derel bahkan merasa kalau dirinya tak memiliki seorang Ayah.


Derel tak ingin membuang waktu lagi, dengan cepat ia berlari menuju sekolahnya. Jarak rumah Derel menuju sekolah tak terlalu jauh apabila menggunakan jalan gang sempit yang merupakan jalan pintas menuju ke sekolahnya.


Sesampainya di sekolah, Derel langsung membersihkan papan tulis yang berisi beberapa rumus MTK. Mengingat kemarin adalah jadwalnya bersama Ibu Nadia. Kelas 11 IPA 2 memiliki jadwal bersama Ibu Nadia 3 kali seminggu. Masing-masing 2 jam pelajaran. Hari pertama adalah hari senin, lalu hari selasa dan hari kamis.


Setelah selesai menghapus papan tulis, datanglah seorang siswa. Dia adalah Baron.


"Tumben cepet datengnya lo Ron !" Ujar Derel.


Tak biasanya Baron datang sepagi ini. Biasanya dia menjadi langganan siswa yang terlambat.


"Lagi Pengen berangkat pagi gue. Capek di hukum melulu." Baron segera duduk di bangkunya lalu mengeluarkan sebuah buku.


Karena penasaran, Derel pun menghampiri Baron.


"Lo tumben banget ngeluarin buku di jam segini."


"Lo udah siap kan catatan biologi yang minggu lalu."


"Pinjem dong."


Ternyata Baron datang sepagi ini memiliki tujuan tertentu. Yaitu untuk menulis catatan minggu lalu. Catatan tersebut akan di kumpul hari ini di jam pertama. Bagi yang tak mengumpulkan catatan, maka mereka harus  push up 100 kali bagi laki-laki dan squat jump 100 kali bagi perempuan. Jadi, banyak siswa  mati-matian untuk menghindari hukuman tersebut.


"Lo gak nyatet lagi ?"


Baron mengangguk dengan begitu santainya.


"Berapa halaman catatannya ?"


"Lihat aja sendiri !" Derel melemparkan bukunya kepada Baron.


"Santai dong Bro !" Baron mengambil bukunya dengan sangat tepat.


Saat Baron membuka buku Biologi milik Derel, betapa kagetnya ia melihat catatan yang sudah tertulis sebanyak 6 lembar itu.


"Ini beneran sebanyak ini Rel ?"


"Hm." Jawab Derel santai sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.


Selang beberapa saat kemudian, datanglah Kyra. Ia tampak begitu gugup saat berada di sebelah Derel. Ia juga masih merasa marah atas kejadian kemarin.

__ADS_1


Tapi, Derel sama sekali tampak acuh tak acuh atas kedatangannya. Ia nampak sibuk membaca sambil mendengarkan musik di earphonenya.


Baron yang berada di meja depan, langsung menghadap ke belakang untuk melihat Kyra.


"Ra, Sini deh !"


Kyra pun langsung saja duduk tepat di sebelah Baron.


"Bisa bantuin gue nyatet gak ?"


Kyra menatap catatan Baron yang begitu berantakan khas seorang siswa laki-laki pada umumnya. Tapi, catatan yang ingin di salin Baron itu tampak begitu rapi.


"Jadi, bisa gak Ra ?"


Kyra pun mengangguk kepalanya mengiyakan permintaan Baron.


Satu persatu siswa masuk ke dalam kelas, hingga sampailah jam 07.30. Hingga bel masuk pun tiba.


Teng....teng... teng....


Untunglah catatan Baron selesai tepat pada waktunya, dan pada akhirnya Baron tidak kena hukuman.


Setelah pelajaran Biologi selesai, datanglah seorang pria bertubuh cukup besar. Dia adalah Pak Yogi, guru Olahraga.


"Selamat Pagi semuanya !"


"Pagi Pak !!!" Seru semuanya yang ada di kelas 11 Ipa 2


"Baiklah, kalian semua silahkan ganti baju dalam waktu 15 menit. Nanti bapak tunggu di lapangan untuk pengambilan absen.


Semua siswa pun bergegas ke ruang ganti, ada juga yang pergi ke toilet. Tapi, semua anak Cowok ganti pakaian di kelas kecuali Derel.


***


Semua Siswa duduk di lapangan di jam 09.00 pagi. Cahaya matahari yang memulai memanas membuat beberapa dari mereka mulai berkeringat.


"Baiklah, setelah ini kalian tanding basket."


"Wooooo !" Sorak para siswa.


"Ronde pertama akan di lakukan cowok dan ronde kedua di lakukan oleh cewek. Jadi, para cowok dan Cewek masing-masing dibagi menjadi 2 kelompok. Apa kalian paham ?"


"Paham Pakkkk !!!" Teriak para siswa.


^^^Bersambung.....^^^


Mau tau kelanjutannya ?

__ADS_1


Dukung Author dengan cara Like, Comment, +Favorite, Vote, dan Gif ya.


__ADS_2