
Rina memiliki ibu yang asli orang Indonesia, tapi ayahnya dari Amerika.
Rina memang menjadi asisten pribadi Jo, namun ia sebenarnya adalah putri dari pengusaha terkenal di Indonesia dan Amerika Serikat.
Sebagai putri seorang pengusaha, Rina tumbuh dalam kekayaan dan kenyamanan. Meskipun begitu, Rina tidak pernah sombong atau arogan.
Rina memiliki pendidikan yang baik, dan diajarkan pentingnya kerja keras dan integritas.
Ayahnya selalu menekankan pada Rina bahwa keberhasilan harus didapatkan dengan usaha sendiri, bukan hanya mengandalkan kekayaan keluarga.
Meskipun dia memiliki warisan kekayaan keluarga, Rina ingin membuktikan kepada dirinya sendiri dan orang lain bahwa dia adalah sosok yang berharga dan sukses tidak hanya karena latar belakang keluarganya.
Ketika Rina lulus kuliah, dia memutuskan untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakatnya.
Dia percaya bahwa meraih kesuksesan di dunia kerja akan memberikan kepuasan dan kebahagiaan yang lebih besar daripada mengandalkan kekayaan keluarganya.
Rina lalu memulai karirnya sebagai asisten pribadi di sebuah perusahaan besar. Melalui kerja keras dan dedikasinya, dia berhasil mendapatkan penghargaan sebagai asisten pribadi terbaik dalam waktu singkat.
Meskipun memiliki latar belakang yang berbeda dari kebanyakan asisten pribadi, Rina terus bekerja keras untuk memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya.
Dia tidak mengandalkan nama keluarganya atau aset-asetnya untuk mendapatkan perlakuan istimewa di tempat kerjanya.
Sebaliknya, Rina selalu fokus pada tugasnya dan berusaha untuk menjadi sebaik mungkin dalam pekerjaannya.
Keahlian, ketekunan, dan integritas Rina membuatnya dihormati dan diakui oleh rekan-rekannya di tempat kerja.
Dia bukan hanya asisten pribadi yang efisien, tetapi juga menjadi panutan bagi banyak orang karena semangat dan dedikasinya dalam mencapai kesuksesan yang sesuai dengan tekadnya.
Meski memiliki kehidupan yang nyaman secara finansial, Rina tidak pernah melupakan akar dan identitasnya.
Dia selalu menghargai budaya Indonesia dan Amerika dalam kehidupannya sehari-hari.
Namun, ia akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dari tempat lamanya di Amerika dan pergi ke Indonesia.
Semua itu karena ayahnya berniat untuk menjodohkan Rina dengan putra dari rekan bisnisnya.
Rina sangat marah ketika ia tahu ayahnya berusaha menjodohkannya.
__ADS_1
Menurutnya, menjodohkannya adalah suatu hal yang tidak adil dan tidak menghormati keputusan hidupnya sendiri.
Ia merasa bahwa harus ada ruang untuk memilih pasangan hidupnya sendiri berdasarkan cinta dan kesesuaian hati.
Rina tidak ingin terjebak dalam pernikahan yang diatur oleh ayahnya semata.
Ia merasa bahwa menjodohkan seseorang bisa berakibat pada kehidupan yang tidak bahagia dan tidak memuaskan.
Ia ingin menentukan jalan hidupnya sendiri termasuk dalam memilih pasangan hidup.
Selain itu, Rina tidak ingin merasa dipaksa untuk memenuhi harapan-harapan orang lain dalam pernikahan.
Ia ingin mencari seseorang yang benar-benar cocok dengan dirinya yang bisa saling mendukung dan menghargai satu sama lain.
Ia berpikir bahwa hubungan yang dibangun berdasarkan cinta dan kesepahaman adalah yang terbaik.
Rasa marah Rina juga timbul karena ayahnya tidak mendengar dan memahami keinginannya. Ia merasa bahwa orang tua seharusnya menghormati keputusan hidup anaknya tanpa memaksakan kehendaknya sendiri.
Ini adalah hak Rina untuk memilih pasangan hidupnya sendiri dan ia ingin memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan tersebut.
Rina percaya bahwa jika ia diberi kesempatan untuk menentukan nasibnya sendiri ia akan menemukan kebahagiaan dan kepuasan dalam hubungan yang ia bangun.
Namun, meskipun Rina marah, ia tetap berusaha untuk berkomunikasi dengan ayahnya secara terbuka dan jujur.
Ia ingin membuatnya memahami bahwa kehidupan cinta dan kebahagiaan adalah hak setiap individu dan tidak boleh dipaksa atau diatur oleh orang lain.
Rina berharap bahwa dengan mengungkapkan perasaannya dengan tulus ayahnya akan mengerti dan menghormati keputusannya.
Sayangnya, ayahnya begitu keras kepala, membuat Rina benar-benar mengambil keputusan tegas. Akhirnya, ia memilih untuk tinggal bersama ibunya.
Kedua orang tuanya memang sudah bercerai. Rina sedikit berpikir mungkin ibunya juga tidak kuat menghadapi sifat ayahnya yang begitu keras kepala.
Saat ini, Rina tampak merasa tidak enak karena membuat hubungan Jonathan dan Melissa menjadi renggang.
Kemudian, Rina memutuskan untuk mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Jonathan dan Melissa secara terpisah.
Dia ingin menjelaskan situasi yang sebenarnya dan meminta maaf kepada keduanya atas campur tangan yang tidak disengaja itu.
__ADS_1
Setelah berpikir sejenak, Rina memutuskan untuk menyampaikan pesan ini kepada Jonathan terlebih dahulu.
"Jonathan aku benar-benar minta maaf atas semua kekacauan ini,” kata Rina dengan suara lirih. "Aku tidak bermaksud untuk ikut campur dalam hubunganmu dengan Melissa. Aku benar-benar merasa bersalah karena hubungan kalian menjadi renggang."
“Tidak, kamu tidak bersalah. Semua ini sebenarnya adalah salahku,” jawab Jonathan.
Jonathan merasa bingung karena mulai sadar bahwa dirinya juga sebenarnya menyukai Melissa.
Saat ini, Rina dan Melissa menyebabkan dilema dalam hidupnya. Satu sisi dia sangat terikat dengan perasaanya yang sudah lama pada Melissa.
Mereka telah bersama sejak kecil dan memiliki hubungan yang stabil dan harmonis. Jonathan merasa nyaman dan bahagia bersama Melissa dan bahkan telah memiliki rencana untuk membangun masa depan dengannya.
Namun, ia merasa bahwa Melissa mungkin hanya menganggapnya sebagai kakak. Jadi, sebenarnya perasaan mereka berdua kurang lebih sama. Meski begitu, Jonathan telah bisa mengalihkan perhatiannya setelah ia bertemu dengan Rina.
Di sisi lain, ada wanita lain yang telah membuat Jonathan merasa terpesona sejak mereka pertama kali bertemu. Tentu saja wanita tersebut adalah Rina.
Rina adalah teman baru Jonathan yang dikenalnya di tempat kerja. Dia memiliki kepribadian yang menarik, pemikiran yang cerdas, dan pesona yang sulit untuk diabaikan. Jonathan merasa tertarik secara emosional dan secara fisik kepada Rina.
Setiap kali Jonathan berada di dekat Rina, dia merasakan getaran emosi yang dia belum pernah rasakan sebelumnya. Dia merasa seperti dia dapat berbicara tentang segalanya dengan Rina, dan mereka memiliki banyak kesamaan minat dan pemikiran.
Namun, Jonathan juga menyadari bahwa dia tidak bisa mengabaikan Melissa yang telah menunjukkan bagaimana perasaannya selama ini dan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.
Jonathan berusaha untuk menahan perasaan yang dia miliki terhadap Melissa, tetapi semakin lama semakin sulit baginya. Rasa bersalah menghantui Jonathan dan dia sering berjuang untuk mengendalikan pikirannya yang terus menerus memikirkan Melissa.
Akhirnya, ia menjadi gelisah dan kurang fokus dalam hubungannya dengan Rina.
Jonathan merasa terjebak di antara cinta dan tanggung jawab. Dia tidak ingin melukai Melissa atau menyakiti hubungan mereka yang sudah terjalin begitu lama, tetapi dia juga tidak bisa mengabaikan perasaannya terhadap Rina. Jonathan merasa terjebak dalam situasi yang sulit ini dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
“Rina, sepertinya aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini,” ungkap Jonathan.
“Sebaiknya kamu temui Melissa dan bicara dengannya. Aku di sini akan menghargai apa pun keputusan kamu nanti," ucap Rina.
“Baiklah,” jawab Jonathan merasa sedikit lega setelah mendengar perkataan Rina.
Jonathan berencana untuk mempertimbangkan dengan serius dan hati-hati tentang hubungannya dengan Rina dan Melissa ke depannya.
Bersambung
__ADS_1