
Jonathan tersentak bangun setelah memimpikan kilas balik hidupnya dari sebelum ia mempunyai kekuatan aneh sistem cheat sampai ia dapat membangun perusahaan besar dan meraih banyak pencapaian.
“Ah, jadi semua ini memang bukan mimpi,” ucap Jonathan saat melihat Melissa dan Rina tidur di sebelahnya.
Jo pun teringat soal misinya untuk membayar hutang uang kepada sistem. Ia segera memeriksa perkembangan terbarunya dan melihat hutangnya sudah terbayar sekitar 50% atau setengahnya.
“Tenang saja, sekarang perusahaan milikmu sudah stabil dan tinggal menunggu waktu untuk semua hutangmu terbayarkan semuanya," ucap Lucky lewat komunikasi pikiran. Namun, Lucky terlihat masih tidur atau berbaring di keranjang atau tempat tidurnya.
“Jo, kau harus mulai banyak olahraga!" sindir Lucky ketika melihat Jo masih belum sanggup bangun, sementara kedua istrinya sudah bangun dari tadi.
“2 lawan 1 itu tidak adil. Aku akan meminta pada mereka untuk berhadapan satu lawan satu lain waktu,” ucap Jo membalas ucapan Lucky.
“Seharusnya kau yang diberi nama Lucky," singgung kucing oren itu sedikit menyindir Jo karena iri.
Jo pun melanjutkan tidurnya sampai akhirnya dibangunkan lagi oleh istrinya.
“Sayang, cepat bangun! Ayo kita sarapan!" ajak Rina yang datang membangunkan Jo untuk sarapan.
“Baiklah," jawab Jo seraya bangun. Sementara, Melissa sudah menunggu meja makan.
Hari ini Jonathan Xavier memutuskan untuk kembali bekerja setelah sebulan penuh libur karena pernikahannya.
Jonathan Xavier merasa senang dan gembira karena bisa kembali bekerja setelah liburan yang menyenangkan.
Dia merencanakan untuk memberikan yang terbaik di tempat kerjanya dan mempersiapkan dirinya dengan mempelajari tugas dan tanggung jawab yang baru.
Jonathan Xavier mulai mengecek email dan melakukan panggilan untuk mengetahui perubahan apa yang terjadi selama dia absen.
Dia menyadari bahwa ada beberapa pekerjaan yang ditinggalkannya dan mengetahui bahwa dia harus menyelesaikannya dengan cepat agar proyek-proyek tersebut bisa berjalan lancar.
Jonathan Xavier juga mempersiapkan dirinya dengan meninjau kembali catatan-catatan untuk memperbarui informasi terbaru tentang klien dan proyek yang sedang berlangsung.
Dia memastikan bahwa ia siap memberikan yang terbaik dan membantu klien dalam mencapai tujuannya.
Jonathan Xavier mulai merasa seperti dirinya kembali lagi dan menjadi bagian dari lingkungan kantor. Dia merasa senang bisa berbicara dengan rekan kerjanya dan kesempatan untuk kembali bekerja memotivasi dia untuk memberikan yang terbaik.
“Dasar bocah beruntung!" sindir Dani seraya lengan kanannya merangkul leher Jo dan memoles kepalanya.
Namun, Dani sendiri sebenarnya sedang dekat dengan Sarah dan Jo mendengar bahwa mereka berdua akan segera menikah juga.
“Hei Dani, setelah menikah nanti kamu akan menyesal sepertiku," ujar Jonathan.
“Menyesal karena apa?" tanya Dani menanggapi serius.
__ADS_1
“Menyesal kenapa enggak dari dulu menikahnya!" sambung Jonathan seraya tertawa.
“Astaga! Harusnya aku sudah menebak kamu akan bicara seperti itu," ucap Dani ikut tertawa.
Tiba-tiba Rina muncul dan menjewer telinga Jonathan Xavier. “Kalian sedang membicarakan apa, hah?" tanya Rina.
“Ya ampun, istrimu galak sekali, Jo," sindir Dani bercanda.
“Siapa yang galak?" ucap Rina seraya menarik Jonathan Xavier untuk masuk ke dalam ruang kantor kerjanya Jo.
Meskipun Dani berkata begitu, sebenarnya Rina dan Jonathan ingin menjaga hubungan profesional yang sehat, walaupun mereka memiliki hubungan pribadi sebagai suami - istri di luar kantor.
Untuk memastikan hal ini terjadi, Jonathan dan Rina sepakat untuk memisahkan kehidupan pribadi mereka dari kehidupan profesional di tempat kerja.
Mereka menghindari berbicara tentang kehidupan pribadi mereka di kantor seperti rencana akhir pekan atau masalah rumah tangga.
Jonathan berkomitmen untuk tidak membedakan perlakuan terhadap Rina di tempat kerja hanya karena mereka berhubungan secara pribadi.
Dia akan tetap memperlakukan Rina seperti stafnya yang lain memberikan arahan dan umpan balik dengan obyektif dan adil.
Rina juga berkomitmen untuk tidak memanfaatkan hubungan pribadinya dengan Jonathan, untuk mendapatkan keuntungan di tempat kerja.
Dia akan menjalankan tugasnya dengan profesionalitas yang sama seperti rekan kerjanya yang lain dan bekerja sebaik mungkin.
Mereka memahami bahwa memisahkan kehidupan pribadi dan profesional adalah penting untuk menjaga kerja sama yang baik di tempat kerja.
Jika ada sanksi atau pertanyaan terkait pekerjaan, mereka akan memperlakukannya secara profesional dan tidak membiarkan hubungan pribadi mereka mempengaruhi keputusan yang diambil.
Selain itu, mereka sepakat untuk tidak memamerkan atau mencoba menunjukkan status mereka sebagai pasangan suami istri di tempat kerja.
Mereka mengerti bahwa hal ini dapat menciptakan ketidakseimbangan dan ketidakadilan di antara rekan kerja mereka yang lain.
Dengan menjaga batasan yang jelas antara kehidupan pribadi dan profesional di tempat kerja, Jonathan dan Rina berharap dapat menjaga hubungan profesional mereka dan tetap fokus pada tugas-tugas yang harus diselesaikan.
Meskipun sekarang mereka sedang berduaan di ruang kerja Jonatnan, namun keduanya hanya membahas soal ide untuk membuat game baru.
“Bagaimana kalau membuat game Super Hero?" ucap Rina.
Jonathan pun mempertimbangkan saran Rina untuk membuat game super hero.
Ia menyadari bahwa tema super hero memiliki potensi besar untuk menarik perhatian pemain dan mendapatkan popularitas yang tinggi.
Setelah berdiskusi lebih lanjut dengan Rina, mereka mulai merancang konsep game super hero yang unik. Mereka ingin menciptakan sebuah dunia yang penuh dengan karakter super hero yang berbeda-beda masing-masing dengan kekuatan dan kemampuan unik.
__ADS_1
Jonathan mulai menggambar sketsa karakter-karakter super hero sementara Rina fokus pada cerita dan alur gameplay.
Mereka ingin memastikan bahwa game mereka tidak hanya menawarkan aksi dan pertarungan yang seru tetapi juga memiliki cerita yang baik untuk meningkatkan pengalaman pemain.
Untuk menciptakan dunia super hero yang kaya dan detail, mereka harus melakukan riset mendalam tentang karakter-karakter super hero yang sudah ada dan mencari inspirasi dari berbagai cerita komik dan film.
Mereka ingin mengambil elemen-elemen terbaik dari super hero yang sudah ada dan menggabungkannya dengan kreasi mereka sendiri.
Kemudian, pengembangan game dimulai. Jonathan menyarankan pada timnya untuk merancang tingkat-tingkat yang menantang, menciptakan animasi yang halus, dan menambahkan fitur-fitur unik untuk meningkatkan pengalaman pemain.
Setelah berbulan-bulan bekerja keras game super hero mereka akhirnya selesai.
“Akhirnya gamenya selesai," ucap Jonathan.
“Sayang, sebaiknya di rumah tak perlu membahas soal pekerjaan," ujar Rina.
Jonathan memang telah meluncurkan gamenya ke pasar sehingga ia sangat antusias dan menantikan respon dari pemain.
Namun, Rina sebagai orang menyarankan game tersebut, merasa khawatir karena ia tidak tahu Jonathan benar-benar akan menggunakan sarannya.
“Tenang saja, Sayang. Aku yakin gamenya akan disukai oleh para gamer di sana,” ucap Jonathan ketika menyadari kekhawatiran Rina.
Kemudian, game super hero yang mereka ciptakan ternyata memang mendapat tanggapan yang sangat positif. Pemain mengagumi grafis yang indah, cerita yang menarik, dan sistem pertarungan yang seru.
Dalam waktu singkat, game mereka menjadi perbincangan hangat di kalangan para gamer dan mendapatkan banyak penghargaan.
"Kita berhasil, Rina!" ujar Jo senang.
Rina pun merasa senang dan bangga atas kesuksesan game tersebut. Ia tidak menyangka bahwa keputusan Jonathan untuk membuat game super hero tersebut adalah langkah yang tepat.
Rina tersenyum melihat kegembiraan Jonathan setelah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dia tahu betapa Jonathan telah bekerja keras dan pantas mendapatkan hadiah. Rina merencanakan sesuatu yang spesial untuk memanjakan suaminya.
Keesokan harinya, Rina membuat sarapan spesial untuk Jonathan. Dia memasak hidangan kesukaan Jonathan, yaitu nasi goreng dengan saus yang pedas.
Rina juga menyiapkan secangkir kopi hangat dan sepiring buah segar menambahkan hidangan tersebut.
"Selamat pagi sayang,” sapa Rina sambil menarik kursi untuk Jonathan duduk. "Aku merasa kamu sangat membutuhkan waktu untuk santai dan menikmati hidup.”
Jonathan terharu melihat dedikasi Rina untuk membuatnya bahagia. Dia merasa beruntung memiliki seorang istri yang selalu memperhatikan kebutuhannya. Dia memberikan ciuman lembut di pipi Rina sebelum duduk di meja.
Setelah itu, Rina pamit untuk membangunkan Melissa yang masih tidur.
Jonathan memang sangat beruntung karena punya dua istri yang cantik dan bisa rukun. Ia juga beruntung karena di negaranya tidak ada larangan untuk berpoligami.
__ADS_1
Bersambung.