
Untuk meningkatkan kekuatannya dan membangkitkan tubuh bintang, Jonathan berlatih dengan memasuki simulasi dungeon.
Dia memilih simulasi dungeon yang penuh dengan tantangan dan bahaya. Setiap hari, ia melatih fisik, ketangkasan, dan kekuatan sihirnya di dalam dungeon tersebut.
Setiap kali masuk ke dalam dungeon, Jonathan berusaha untuk mencapai level baru dan mendapatkan skill-skill yang lebih kuat. Ia juga berusaha untuk memahami strategi-tempur yang lebih baik dan menguasai sihir-sihir baru.
Setelah berkali-kali berlatih memasuki dungeon, Jonathan merasa tubuhnya menjadi lebih kuat dan kekuatan sihirnya semakin mematikan. Ia bisa mengalahkan banyak monster dan musuh yang dulu sulit untuk dibunuh.
“Sensasinya masih saja seperti bermain game,” ungkap Jonathan.
“Itu wajar saja. Ketika kamu menggunakan tubuh bintang pun, mungkin rasanya akan sama,” kata Lucky.
Ketika Jonathan keluar dari ruang pribadinya, istrinya tiba-tiba muncul. "Jonathan, aku sudah mencari kamu ke mana-mana! Kamu ini selalu saja sibuk dengan pekerjaanmu," kata Rina, istrinya, dengan nada sedikit kesal.
Jonathan memandang istrinya dengan lembut, "Maafkan aku, sayang. Ada urusan penting yang harus selesai hari ini."
Istrinya menggelengkan kepala, "Kamu harus belajar membagi waktu dengan baik antara pekerjaan dan keluarga. Aku merindukanmu, Jonathan."
Jonathan meraih tangan istrinya, "Aku juga merindukanmu, sayang. Mari, kita pergi ke restoran favorit kita malam ini dan menikmati malam bersama-sama."
Istrinya tersenyum, "Baiklah, aku setuju. Tapi kamu harus berjanji untuk lebih memperhatikan keluarga kita di masa depan."
Jonathan tersenyum, "Aku berjanji, sayang. Keluarga kita adalah prioritas utamaku."
Istrinya sedang hamil, jadi Jonathan pun berencana untuk mempersiapkan diri sebagai ayah yang baik dan bertanggung jawab. Dia berusaha mempelajari segala hal yang berhubungan dengan kehamilan, persalinan, dan merawat bayi.
__ADS_1
Jonathan juga berencana untuk membantu istri selama kehamilan, seperti membeli kebutuhan bayi, membaca buku tentang parenting, dan merencanakan keuangan untuk masa depan keluarga.
Selain itu, Jonathan juga berusaha untuk memperkuat hubungan dengan istri dan memastikan bahwa dia selalu mendapatkan dukungan yang dibutuhkan selama masa kehamilan dan setelah kelahiran bayi. Jadi, setelah pulang dari restoran, Jonathan mengungkap rencananya pada Rina.
Esok harinya, Jonathan mengajak istrinya untuk memeriksa kandungannya. Mereka pergi ke klinik kesehatan terdekat dan meminta untuk melakukan pemeriksaan USG. Setelah memeriksa kandungan istrinya, dokter mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja.
Jonathan sangat senang mendengar kabar baik itu dan merasa lega serta bersyukur. Dia berterima kasih kepada dokter karena telah memberikan kabar yang menggembirakan tentang kesehatan istrinya. Jonathan kini merasa lebih tenang dan siap mendukung istrinya untuk menjalani kehamilan dengan baik dan sehat. Jonathan mungkin akan menjadi seorang ayah tepat pada usianya yang ke-23 tahun.
“Sayang, mungkin kamu juga harus mengajak Melissa nanti," kata Rina.
“Baiklah. Saat ini ia pasti sedang sibuk di toko kosmetiknya. Jadi, aku akan mengajaknya saat ia libur,” ucap Jonathan.
Kemudian hari, Jonathan pun mengunjungi istri keduanya, Melissa, di toko kosmetik. Ia menegur Melissa agar tidak terlalu banyak bekerja karena ia sedang hamil.
Melissa tersenyum dan mengangguk. "Aku tahu, Jon. Tapi ini kan harus dikerjakan. Tenang saja, aku akan mengistirahatkan diri sepenuhnya saat di rumah nanti."
Jonathan memandang istri dan merasa senang. Dia tahu bahwa Melissa memang pengertian dan bertanggung jawab. Dia berjanji juga untuk selalu mendukung kehamilan Melissa dan akan membantunya sebanyak mungkin.
Hari demi hari berlalu tanpa ada suatu perubahan apa pun. Perusahaannya masih mengerjakan beberapa proyek yang sama dan tetap stabil.
Namun, hal ini membuat tidak adanya gejolak atau tantangan baru yang muncul, sehingga suasana di kantor terasa cukup monoton dan membosankan. Meski demikian, para karyawan tetap bertahan dan bekerja dengan tekun, mengharapkan adanya peluang baru di masa depan.
Jonathan pun meminta manajemen perusahaannya untuk terus berupaya meningkatkan kinerja dan efisiensi dalam setiap proyek yang dikerjakan. Mereka melakukan evaluasi dan analisis terhadap setiap aspek bisnis, baik dari sisi keuangan, operasional maupun manajerial.
Dalam suasana yang tenang dan stabil ini, karyawan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keahlian dan meningkatkan kualitas kerja mereka. Mereka juga dapat menjalin hubungan yang baik dengan rekan sekerja dan membangun tim yang solid.
__ADS_1
Dalam jangka panjang, kestabilan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi perusahaan. Dengan proyek yang berkualitas dan tim yang kompak, perusahaan dapat membangun reputasi yang baik di mata klien dan masyarakat luas. Hal ini dapat memperluas pangsa pasar perusahaan dan membuka peluang baru untuk berkembang di masa depan.
Akhirnya, Rina pun melahirkan bayinya dan selang satu bulan, bayi Melissa juga lahir. Hal ini memberikan tantangan baru untuk Jonathan yang baru saja menjadi seorang ayah. Dia merasa senang dan bahagia, tetapi juga merasa cemas dan tidak percaya diri. Jonathan tidak pernah terlibat dalam pengasuhan anak sebelumnya dan tidak tahu apa yang harus dilakukan.
Jonathan mulai belajar tentang perawatan bayi dan bagaimana menjadi orang tua yang baik melalui membaca buku referensi dan mencari saran dari teman-temannya yang sudah menjadi ayah. Ia juga berbicara dengan istri dan bersama-sama mencari cara terbaik untuk merawat bayi mereka.
Selama beberapa minggu pertama, Jonathan merasa kesulitan dan lelah dengan tugas-tugas baru sebagai ayah. Namun, dia mulai merasa lebih nyaman ketika dia menemukan rutinitas dan memperoleh pengalaman.
Jonathan berkomitmen pada perannya sebagai ayah dan berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dia belajar untuk menjadi sabar, sedia mendengar, dan penuh kasih sayang.
Bayi dari Rina berjenis kelamin laki-laki dan bayinya Melissa berjenis kelamin perempuan. Kedua bayi yang terlahir ternyata kembar meski pun berbeda jenis kelamin. Jonathan sempat bingung untuk memberi mereka nama.
Meskipun mereka kembar, tapi Jonathan memutuskan untuk memberi nama yang berbeda agar tidak bingung jika dipanggil. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Jonathan memutuskan memberi nama "David" untuk bayi laki-laki dan "Diana" untuk bayi perempuan. Jonathan sangat senang dengan pilihan nama yang ia lakukan, karena David dan Diana terdengar cocok untuk kedua bayinya yang lucu dan menggemaskan. Selain itu, kedua nama tersebut juga mudah diingat dan diucapkan oleh orang yang bertemu dengan bayi kembar tersebut.
Saat istrinya berhasil melahirkan, Jonathan mendapat ucapan selamat dari teman, karyawan, dan yang lainnya. Jonathan merasa sangat bahagia dan terharu dengan dukungan dari orang-orang terdekatnya. Ia bersyukur memiliki lingkungan yang begitu hangat dan peduli. Saat ia membuka hadiah yang diberikan, ia merasa tersentuh dengan kebaikan hati orang-orang tersebut.
Jonathan dan istrinya memutuskan untuk mengadakan acara kecil-kecilan di rumah untuk merayakan kelahiran bayi mereka. Mereka menyajikan makanan dan minuman untuk tamu yang datang dan berbincang-bincang santai. Acara tersebut sangat menyenangkan dan membuat Jonathan semakin merasa terpaut dengan orang-orang terdekatnya.
“Padahal cukup sibuk, tapi kau makin semangat berlatih ya tuan," singgung Lucky.
“Tentu saja harus. Kamu pernah bilang kalau aku tidak mengembangkan kekuatanku, mungkin semua ini akan hilang dariku," ucap Jonathan.
Hilang di sini dalam artian, seperti keberuntungan Jonathan yang berkurang, kemampuan atau kinerja semua orangnya menurun karena performa baik mereka selama ini ada pengaruh dari kekuatan Jonathan, seperti para calon idol, karyawan, dan lainnya. Jadi, wajar saja Jonathan perlu terus berlatih untuk meningkatkan kekuatannya atau sekadar menjaganya tetap stabil.
Bersambung.
__ADS_1