
Tiba-tiba Jo mendapat panggilan dari Dani bahwa kelompok Tengkorak Hitam mencari keributan di depan gedung perusahaan. Jonathan segera bergegas menuju lokasi yang disebutkan Dani.
Saat tiba di sana, dia melihat kelompok Tengkorak Hitam telah mengumpulkan sejumlah orang dan menyebarkan ancaman kepada para karyawan di perusahaan itu.
Jonathan kemudian mendekati salah satu anggota kelompok tersebut dan mencoba untuk mengulurkan tangan damai.
“Apakah kalian benar-benar ingin mencari keributan di sini?” kata Jonathan.
Namun, reaksi anggota Tengkorak Hitam itu justru mengancam Jonathan dengan senjata yang dimilikinya.
“Memangnya kenapa? Kau pikir polisi dapat menghentikan kami jika kau menghubungi mereka?" ancam salah satu anggota mereka.
“Sepertinya polisi memang tidak akan bisa menghentikan kalian," jawab Jonathan.
Jonathan merasa sedikit terkejut, tapi dia tetap berusaha mempertahankan sikap tenang dan tidak menunjukkan ketakutan.
Tujuan mereka datang untuk menegur Jonathan karena sudah mengetahui rencananya yang ingin berpartisipasi dengan turnamen bela diri rahasia.
Mereka mengancam akan menghancurkan tempat bisnis Jonathan jika ia tidak membatalkan niatnya untuk ikut turnamen itu. Namun, Jonathan tidak takut dengan ancaman mereka dan perkelahian pun terjadi.
Lima orang dari Kelompok Tengkorak Hitam itu terlihat sangat tangguh dan berpengalaman dalam bertarung. Sudah pasti lima orang tersebut adalah ahli bela diri. Namun demikian, tim bodyguard Jonathan tetap menghadapi mereka dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi.
Jonathan dan teman-temannya bergerak dengan gesit dan lincah menghindari serangan dari kelompok Tengkorak Hitam.
Mereka memanfaatkan kemampuan mereka masing-masing dengan baik saling melindungi dan saling membantu.
Anggota Tengkorak hitam terlihat kesulitan menghadapi kecepatan dan ketepatan serangan tim Jonathan. Namun mereka tetap tidak menyerah dan terus menyerang dengan gigih.
Setelah berjuang selama beberapa menit, akhirnya kelompok Jonathan berhasil mengalahkan kelompok Tengkorak Hitam.
“Kerja bagus, kalian!" puji Jonathan pada kelompok bawahannya.
Sementara, anggota kelompok musuh sudah pada melarikan diri setelah mereka berhasil dikalahkan.
__ADS_1
Jonathan sangat senang melihat bawahannya sudah baik dalam menggunakan teknik bela diri, termasuk sahabatnya, Dani.
Jonathan juga merasa bangga karena bawahannya sudah berhasil mengusir kelompok Tengkorak Hitam yang basisnya adalah praktisi bela diri.
Padahal, lima orang terkuat dari tim bodyguard seperti Lukman, Arif, dan tiga orang lainnya tidak ikut bertarung karena mereka sedang bertugas menjaga tempat tinggal atau keluarga Jonathan.
Jadi, kemenangan ini adalah tanda dari usahanya untuk mengajari bawahannya ilmu bela diri tidaklah sia-sia.
Tidak hanya itu, Dani, sahabatnya, juga sudah cukup berkembang dalam belajar ilmu bela diri. Buktinya, ia berhasil mengalahkan cukup banyak lawan dari pertarungan barusan.
Namun, Jonathan juga menyadari bahwa bahaya selalu mengintai dan dia harus tetap waspada dalam menghadapi situasi-situasi berbahaya di masa depan.
Dia memutuskan untuk meningkatkan keterampilan bela dirinya dan juga memperkuat hubungan timnya agar bisa lebih kuat dan solid dalam menghadapi tantangan apapun yang datang.
Dengan semangat yang baru Jo yakin bahwa mereka bisa menjadi tim yang lebih tangguh dan sukses dalam menghadapi masalah-masalah berbahaya di masa depan.
Setelah keadaan kembali mereda, Jonathan segera menghubungi Dmitry dan memberitahu tentang kejadian yang baru saja terjadi tersebut.
“Jika seperti itu kejadiannya, mungkin ada seorang mata-mata di tempatmu,” simpul Dmitry.
"Dani aku butuh bantuanmu untuk mencari tahu siapa mata-mata di antara orang-orang kita. Teliti semua orang dengan seksama dan beritahu aku jika kau menemukan sesuatu yang mencurigakan ucap Jonathan kepada Dani.
Dani mengangguk dan mengambil tugas tersebut dengan serius. Dia mulai mencari tahu perilaku dan gerak-gerik setiap orang secara rinci. Selain itu, dia juga menggunakan teknologi terkini untuk memantau setiap tindakan dan komunikasi mereka.
Setelah beberapa waktu, Dani menemukan beberapa tindakan mencurigakan dari salah satu karyawan perusahaannya. Dia mulai menyimpulkan bahwa orang tersebut adalah mata-mata yang dicari-cari oleh Jonathan.
Dani segera memberitahu Jonathan bahwa dia menemukan ada orang yang mencurigakan dan dimintanya Jonathan untuk waspada.
Jonathan dan Dani kemudian memutuskan untuk membuat jebakan untuk menangkap mata-mata tersebut. Tindakan mereka berhasil dan mata-mata itu akhirnya terjebak.
Setelah diinterogasi, mata-mata itu akhirnya mengaku bahwa dia dipekerjakan oleh perusahaan pesaing yang ingin menghancurkan perusahaan Jonathan.
Sudah pasti perusahaan tersebut punya hubungan dengan geng Tengkorak Hitam dan meminta mereka untuk mencari masalah dengan Jonathan.
__ADS_1
Tidak hanya itu, setelah tim bodyguard Jonathan bertarung dengan kelompok mafia tengkorak hitam, ia menemukan bahwa kelompok itu menggunakan seni bela diri dan mengolah kultivasi Qi.
Terkejut dengan keahlian seni bela diri yang dimiliki oleh kelompok mafia tengkorak hitam, Jonathan merasa perlu untuk meningkatkan kemampuannya dalam bertarung.
Ia memutuskan untuk mencari guru yang dapat mengajarkan keterampilan seni bela diri yang kuat dan teknik kultivasi Qi yang mendalam.
Meskipun ia bisa saja menggunakan kekuatan cheat, tapi ia penasaran untuk belajar tentang Kultivasi dan di dunia nyata itu banyak aturan tertentu sehingga tidak bisa begitu saja menghadapi kelompok itu secara langsung.
Setelah berkeliling dalam pencarian guru yang tepat, Jonathan akhirnya menemukan sebuah desa terpencil di pegunungan.
Desa itu terkenal karena memiliki perguruan bela diri tertua di wilayah tersebut.
Nama tempat tersebut adalah Perguruan Bela Diri Naga Langit dan tempat itu merupakan tempat di mana para petarung hebat dan ahli dalam kultivasi Qi berkumpul.
Jonathan memasuki desa dengan hati-hati dan mengajukan permohonan untuk menjadi murid di Perguruan Bela Diri Naga Langit.
Setelah melewati serangkaian tes fisik dan mental yang sulit, Jonathan akhirnya diterima sebagai murid di perguruan itu.
Setiap hari, Jonathan dibimbing oleh guru-guru terbaik di perguruan bela diri. Mereka mengajarkan kepada Jonathan berbagai teknik bela diri yang memadukan kekuatan fisik dan kultivasi Qi.
Jonathan belajar berbagai gerakan seni bela diri seperti Taekwondo, Kung Fu Silat, dan Karate, serta prinsip-prinsip kultivasi Qi yang mendalam.
Selama berhari-hari, Jonathan rajin berlatih dan melakukan meditasi untuk menguasai teknik-teknik tersebut.
Ia melihat peningkatan yang signifikan dalam kekuatan dan kecepatan tubuhnya. Kemampuan serangannya juga semakin presisi dan kuat.
Sementara itu, Jonathan juga memiliki kesempatan untuk berlatih bersama dengan murid-murid lain di perguruan itu. Mereka memiliki bakat dan keahlian yang luar biasa dalam seni bela diri.
Jonathan terus meningkatkan kemampuannya dengan adanya lingkungan yang kompetitif dan dorongan dari teman-teman sejawatnya.
Setelah berlatih dengan tekun, Jonathan menjadi seorang petarung yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki keahlian tingkat tinggi dalam seni bela diri dan kultivasi Qi.
Ia menjadi salah satu yang terbaik di Perguruan Bela Diri Naga Langit dan diakui oleh guru-guru serta sesama muridnya.
__ADS_1
Dengan keahliannya yang baru ditemukan, Jonathan yakin bahwa ia siap untuk menghadapi kelompok mafia tengkorak hitam yang sebelumnya mengusiknya.
Bersambung.