
Setelah penjahat super mulai semakin merajalela, Jonathan pun berangkat ke Andromeda untuk menanyakan soal serum misterius yang sepertinya bukan berasal dari bumi.
“Ini sepertinya dari ras Reptilia," jelas Raja Andromeda.
“Reptilia?" Jonathan tidak pernah mendengar nama tersebut.
“Ya, mereka adalah ras manusia setengah kadal. Mereka sangat cerdas, licik, dan mencoba menginvasi planet lain," jawab Raja Andromeda.
Jonathan bingung mendengar penjelasan Raja Andromeda tentang ras Reptilia. Dia tidak pernah menduga bahwa ada ras manusia setengah kadal yang ada di luar bumi.
"Apakah mereka benar-benar berbahaya?" tanya Jonathan penasaran.
Raja Andromeda mengangguk serius. "Ya, mereka adalah ancaman serius bagi keamanan tidak hanya Andromeda, tetapi juga galaksi lainnya. Reptilia memiliki kecerdasan yang luar biasa dan strategi yang licik dalam menjatuhkan planet lain."
Jonathan semakin tertarik dengan informasi ini. Jika serum misterius yang dia temui berasal dari ras Reptilia, maka dia harus mengambil tindakan untuk membendung ancaman ini.
"Apakah ada cara untuk menyingkirkan mereka?" tanya Jonathan.
Raja Andromeda berpikir sejenak sebelum menjawab, "Kami telah berjuang bertahun-tahun melawan mereka, tetapi mereka terus berkembang biak dan menyebar ke planet-planet lain. Tetapi, ada legenda tentang senjata khusus yang dapat memusnahkan mereka."
Jonathan mulai merasa tertantang. "Di mana senjata itu?"
"Senjata legendaris ini disebut 'Kilatan Delapan Bintang', dan katanya tersembunyi di kompleks gua yang terletak di galaksi terdekat, Nebula Omega," jawab Raja Andromeda dengan suara rendah.
Jonathan memutuskan untuk pergi ke Nebula Omega dan mencari Kilatan Delapan Bintang ini. Dia menyadari bahwa tugasnya tidak hanya mencari tahu tentang asal-usul serum misterius, tetapi juga membantu melawan Reptilia yang berbahaya.
Dengan tubuh astral bintangnya, Jonathan berangkat dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya. Namun, pesawat angkasa dari Reptilia mengetahui rencananya sehingga Jonathan terpaksa harus bertarung melawan mereka.
__ADS_1
Jonathan segera mengeluarkan Pedang cahaya biru yang telah ia bawa. Pedang tersebut terbuat dari material yang langka dan kuat, serta memiliki kemampuan untuk menyerap energi musuh. Dengan pedang itu, ia mampu melawan beberapa pesawat angkasa Reptilia sekaligus.
Meskipun Jonathan menghadapi serangan hebat dari pesawat angkasa Reptilia, ia berhasil mempertahankan dirinya dengan menggunakan kecepatan dan keahliannya dalam bertarung. Pedangnya berkelip-kelip, memancarkan kilatan biru yang membuat musuhnya terpukul mundur.
Setelah berhasil menyingkirkan pesawat angkasa Reptilia, Jonathan melanjutkan perjalanannya ke Nebula Omega. Ketika tiba di kompleks gua yang tersembunyi, ia merasa terpesona oleh keindahan dan keajaiban nebula tersebut. Langitnya dipenuhi dengan ribuan bintang yang berkilauan.
Dengan hati-hati, Jonathan mulai menjelajahi gua tersebut. Setiap langkahnya diiringi oleh getaran kekuatan yang membuatnya semakin yakin bahwa Kilatan Delapan Bintang memang berada di tempat ini. Dia melewati berbagai rintangan dan teka-teki yang tersebar di sepanjang gua, yang tampaknya dirancang untuk menjaga senjata legendaris ini tetap terlindungi.
Setelah beberapa waktu, Jonathan akhirnya menemukan ruangan besar di tengah kompleks gua. Di tengah ruangan itu terdapat sosok yang tampaknya terbuat dari energi yang memancarkan cahaya biru. Itulah Kilatan Delapan Bintang.
Tanpa ragu, Jonathan menghampiri sosok tersebut. Ketika ia menggenggam Kilatan Delapan Bintang, ia merasakan kekuatan yang luar biasa mengalir ke dalam dirinya.
"Sekarang, aku siap melawan Reptilia!" gumam Jonathan dengan penuh keyakinan. Ia bergegas keluar dari gua dan melanjutkan perjalanannya untuk melawan musuh yang jahat dan melindungi alam semesta.
Setelah kembali ke bumi, Jonathan berubah ke wujud manusianya. Namun, dia melihat para penjahat super benar-benar berubah menjadi manusia setengah kadal. Mereka bersisik dan memiliki ekor yang panjang. Mereka berjalan dengan sikap angkuh dan penuh kejahatan di tengah-tengah kota.
Ia menggunakan Kilatan Delapan Bintang untuk menyerang. Api biru menyala di sekitar pedangnya saat ia mengayunkannya ke arah salah satu penjahat super. Penjahat tersebut terbakar dan berteriak kesakitan sebelum akhirnya berubah menjadi abu.
Jonathan bergerak dengan kecepatan yang luar biasa, mampu menghindari serangan-serangan penjahat super lainnya. Dalam sekejap, beberapa penjahat terjatuh tak berdaya di tanah, mengalami pukulan dan serangan pedang dari Jonathan.
Namun, Reptilia tidak melihat Jonathan sebagai ancaman kecil. Ia muncul di hadapan Jonathan dengan kekuatan yang lebih besar. Kulit Reptilia berkilauan dan bersisik hijau, dan matanya dipenuhi dengan kebencian dan niat jahat.
Jonathan dan Reptilia bertarung dalam pertarungan sengit. Mereka saling melancarkan serangan dan menghindar, menggunakan kekuatan dan kelincahan mereka. Gempuran Kilatan Delapan Bintang Jonathan menghasilkan ledakan api yang luar biasa, tapi Reptilia tetap tegar dan tak tergoyahkan.
Pertarungan berlangsung selama beberapa menit, energi yang diberikan oleh Kilatan Delapan Bintang mulai menipis. Jonathan merasakan kelelahan menghampirinya, tetapi ia tidak ingin menyerah. Ia memusatkan seluruh kekuatannya untuk melakukan serangan terakhir.
Dengan kecepatan kilat, Jonathan mengayunkan Kilatan Delapan Bintang ke arah Reptilia. Serangan tersebut cukup kuat untuk melukai musuhnya, membuatnya terdorong mundur beberapa langkah. Tapi Reptilia tak menyerah, ia menghentakkan ekor yang panjang ke arah Jonathan.
__ADS_1
Namun, Jonathan cukup tangkas untuk menghindari serangan tersebut. Ia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melancarkan serangan balik. Sekali lagi, Kilatan Delapan Bintang mengeluarkan kekuatannya yang mematikan. Serangan itu menghantam langsung ke tubuh Reptilia, menghancurkan kekuatannya dan menjatuhkannya ke tanah.
Jonathan menghela napas lega. Ia telah berhasil mengalahkan Reptilia dan menyelamatkan kota dari ancamannya. Senyuman bangga terukir di wajahnya saat ia melihat penjahat super yang berubah kembali menjadi manusia.
Namun, beberapa Reptilia lain mulai bermunculan. Para Reptilia ini adalah manusia biasa yang menjadi manusia setengah kadal setelah mendapat serum perubah genetik.
“Kau pikir sudah menang?" kata pimpinan Reptilia yang disebut Invaders oleh Raja Andromeda.
“Jadi kau Invaders itu?" kata Jonathan tidak gentar.
Sosok Invaders tubuhnya memakai armor dan berapi-api. Matanya menyala dan bibirnya menyeringai jahat. Dia memegang senjata yang memancarkan energi hitam yang menyeramkan.
"Iya, aku adalah Invaders," ujar Invaders dengan suara yang serak. "Dan kau adalah ancaman bagi kami. Kami akan menghabisi kalian semua!"
Tidak gentar, Jonathan mempersiapkan diri untuk melawan Invaders dan pasukannya. Dia tahu bahwa pertarungan ini akan menjadi pertarungan yang sulit, namun Jonathan tidak akan mundur begitu saja. Dia telah berjanji untuk melindungi kota dan tidak akan mengkhianati janjinya.
Tanpa ragu, Jonathan meluncurkan serangan balik ke arah Invaders. Kombinasi serangan pedang dan kekuatan Kilatan Delapan Bintang menghantam Invaders dengan keras. Namun, Invaders bergerak dengan cepat menghindari serangan-serangan tersebut dan dengan lincah membalas serangan Jonathan.
Pertarungan sengit terus berlanjut antara Jonathan dan Invaders. Keduanya saling bertukar serangan dan mengeluarkan kekuatan mereka secara maksimal. Kilatan Delapan Bintang mengeluarkan sinarnya yang memukau, sedangkan senjata Invaders memancarkan energi yang mematikan.
Namun, Jonathan tidak menyerah. Dia terus melawan dengan gigih, tidak membiarkan kelelahan merayap ke dalam tubuhnya. Ia mencoba mencari celah dan peluang untuk mengalahkan Invaders. Dan pada akhirnya, ketekunan dan kegigihannya terbayarkan.
Jonathan berhasil mengeluarkan serangan pamungkasnya yang begitu kuat hingga mampu menghancurkan armor Invaders. Dalam sekejap, Invaders terjatuh ke tanah, kekuatannya menghilang.
"Kau berani melawan kami, manusia lemah!" sergah Invaders dengan suara yang terengah-engah.
Jonathan hanya tersenyum, menunjukkan bahwa dia tidak takut. "Jika melindungi orang-orang yang kucintai membuatku lemah, maka aku akan menjadi manusia lemah dengan bangga!"
__ADS_1
Bersambung.