
Beberapa hari kemudian, game open world buatan perusahaan Jo akhirnya selesai.
Setelah mengalami beberapa tahap uji coba dan perbaikan kini game tersebut siap untuk diluncurkan.
Jo sangat bersemangat dan optimis bahwa game barunya akan menjadi hit di dunia game.
Dia segera mengumumkan kepada para penggemarnya di media sosial dan mengajak mereka untuk mencoba game tersebut. Dan ternyata responnya sangat luar biasa.
Dalam waktu singkat, game buatan perusahaan game online Jo menjadi topik yang paling banyak dibicarakan di dunia game.
Banyak orang yang memuji game tersebut karena memiliki grafis yang bagus, fitur yang lengkap, dan gameplay yang seru.
Bahkan, sejumlah kritikus game memberikan skor yang tinggi untuk game tersebut.
Jonathan tentu sangat senang dengan hasil yang didapat. Dia mendapat banyak penghargaan dan dukungan dari masyarakat.
Jonathan merasa senang karena lagi-lagi dapat mengulangi kesuksesan seperti yang sudah ia dapatkan dari perilisan game lainnya.
Setelah proyek pembuatan gamenya sukses, Jonathan memutuskan untuk mengajak Rina, Dani, dan Melissa, untuk pergi berlibur.
Melissa yang sempat mengalami kekecewaan dalam hubungan cintanya, ia sudah memilih untuk bangkit dari kegagalan tersebut dan mencoba untuk menjadi bahagia lagi.
Sesudah bicara dengan Jonathan hari itu, Melissa memulai proses pemulihan dengan menyadari bahwa kehidupan harus terus berjalan.
Dia mencoba untuk tidak terjebak dalam kesedihan dan kesalahan masa lalu, melainkan fokus pada masa depannya. Dia berusaha untuk lebih mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan yang membuatnya bahagia, seperti berkumpul dengan teman-teman, mengikuti hobi, dan menjaga kesehatannya dengan olahraga.
Selain itu, Melissa juga berusaha untuk menjaga pikirannya agar tetap positif. Dia mengambil waktu untuk bermeditasi, berterima kasih atas hal-hal yang dimilikinya, dan melatih dirinya untuk melihat sisi baik dalam setiap situasi.
Tidak lama setelah itu, Jonathan dan yang lainnya mulai melihat perubahan dalam dirinya Melissa.
Dia menjadi lebih ceria, lebih bersemangat dalam menjalani hidupnya, dan lebih terbuka terhadap kemungkinan untuk jatuh cinta lagi.
Dia belajar dari pengalaman masa lalunya dan menggunakannya sebagai pelajaran untuk membangun hubungan yang lebih baik di masa depan.
Karena itu, hubungan antara Jonathan dan Melissa mulai kembali seperti biasanya.
Namun, siapa yang bisa tahu tentang kedalaman hati seseorang. Mungkin dalam hatinya masih sesuatu rahasia yang hanya Melissa dan Tuhan saja yang tahu.
Kembali pada Jonathan dan teman-temannya yang memutuskan untuk pergi ke Bali selama seminggu. Mereka menginap di sebuah villa yang indah dan dekat dengan pantai.
__ADS_1
Selama di Bali, mereka menghabiskan waktu dengan berselancar snorkeling dan menjelajahi objek wisata di sekitar Bali.
Mereka juga mencoba makanan lokal Bali yang enak-enak dan mengunjungi pasar tradisional untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga dan teman-temannya.
Malam harinya, mereka menghabiskan waktu dengan menikmati sunset di pantai sambil menikmati koktail yang lezat dan berdansa di klub malam.
Mereka benar-benar menikmati liburan mereka di Bali dan membuat kenangan yang tak terlupakan bersama teman-teman mereka.
“Sayang sekali karena ibu menolak ikut,” ungkap Melissa.
“Ya, kita memang tidak bisa berbuat apa-apa untuk itu,” sahut Jo.
Melissa bertanya pada kakaknya tentang hadiah atau oleh-oleh apa yang akan ia berikan pada ibu mereka setelah pulang libur dari Bali.
Kakaknya menyarankan untuk memberikan oleh-oleh tradisional Bali yang unik dan menarik. "Mungkin kamu bisa memberikan kain batik Bali atau kain songket yang cantik,” kata Jo.
Melissa sangat menyukai ide tersebut dan berencana untuk mencari toko sovenir atau pasar tradisional di Bali untuk membeli kain tersebut. Selain itu, ia juga berpikir untuk membelikan ibunya kerajinan tangan atau ukiran Bali yang indah sebagai hadiah tambahan.
"Itu ide yang bagus. Terima kasih, Kak Jo,” ujar Melissa dengan senyum.
“Ah, aku juga ingin membelikan sesuatu untuk ibu," ucap Jo dan mengajak Melissa untuk pergi bersama.
Melissa akan merasa senang bisa memberikan sesuatu yang berkesan untuk ibu angkatnya setelah liburan yang menyenangkan di Bali.
Melissa tampak bingung ketika Jonathan kembali mengungkit masalah antara mereka. Ekspresi wajahnya tampak terkejut dan sedikit frustrasi.
Dia mungkin berpikir bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan atau telah lama berlalu, dan Jonathan mengungkitnya kembali membuatnya merasa tidak nyaman.
Melissa tidak tahu apa yang dipikirkan Jonathan. Dia telah merelakan Jonathan untuk menjalin hubungan dengan Rina, tapi ia masih terus mencoba mendekatinya lagi.
“Melissa, bolehkah aku mengajakmu ke suatu tempat berdua saja?" tanya Jonathan.
Meskipun awalnya ragu, Melissa akhirnya setuju untuk pergi dengan Jonathan.
Setiba di tempat itu, Jonathan berdiri di depan Melissa dengan perasaan gugup yang melanda dirinya.
Dia memandang wajah Melissa yang didominasi oleh bulu mata panjang dan cahaya yang berkilau di matanya.
Pikiran Jonathan berkecamuk dengan keraguan dan ketakutan tentang bagaimana Melissa akan merespons apa yang dikatakannya.
__ADS_1
Setelah beberapa detik yang terasa seperti berabad-abad, Jonathan mengumpulkan keberanian dan dengan lirih ia berkata "Melissa ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu."
Melissa melihat Jonathan dengan tatapan penuh kejutan. "Apa itu, Kak Jonathan?" tanyanya dengan penasaran.
Jonathan menarik napas dalam-dalam dan melanjutkan "Melissa, aku sudah memikirkan ini. Bagaimana kalau kita menjalin hubungan diam-diam tanpa sepengetahuan Rina."
Wajah Melissa yang tadinya penuh tanda tanya, tiba-tiba berubah menjadi marah. "Apa maksudnya ini, Kak Jonathan?” ujarnya sedikit membentak.
Jonathan tampak sudah tahu bahwa mengungkapkan hal seperti cukup berisiko, tetapi dia juga berpikir bahwa jika dia tidak mengambil risiko itu, dia akan selalu bertanya-tanya bagaimana perasaannya yang sejauh ini masih tidak bisa melepaskan Melissa.
Jonathan ingin jujur bahwa dirinya benar-benar mencintai Melissa dan Rina, juga tak ingin melepaskan keduanya. Namun, Melissa tidak memberi jawaban dan pergi begitu saja meninggalkan Jonathan.
“Tuan, Anda memang buaya!" sindir Lucky tiba-tiba bicara lewat telepati.
“Aku ini laki-laki. Tidak masalah bagiku jika ingin mendapatkan semuanya," ujar Jonathan.
“Yeah, mungkin Anda memang benar. Namun, sebaiknya Anda lebih jujur dan membicarakannya dengan mereka berdua secara baik-baik, dari pada mengambil cara seperti ini," ucap Lucky.
“Kurasa kamu benar," jawab Jonathan setuju.
Setelah seminggu berlalu, mereka pun berpisah dan kembali ke rumah masing-masing dengan perasaan bahagia dan puas setelah liburan yang menyenangkan.
Jo merasa senang bahwa dia berhasil mengajak teman-temannya untuk berlibur dan melupakan segala kekhawatirannya untuk sementara waktu. Meskipun hubungannya dengan Melissa kembali canggung.
Setiba di rumah, Jo ditanyai oleh Lucky karena tidak dibelikan oleh-oleh. Sementara, Melissa sekarang berangkat untuk menemui ibunya ditemani oleh Rina.
“Kau sungguh melupakan aku?" singgung Lucky yang sudah menjaga rumah selama mereka berlibur.
“Maaf, Lucky, aku pikir kamu tidak akan membutuhkan hadiah karena kamu adalah hewan peliharaan dari sistem," jawab Jo menyampaikan alasannya.
“Sudahlah. Lagian, aku sebenarnya cuma mau memberitahumu sesuatu," kata Lucky.
“Apa sesuatu yang penting?" tanya Jo penasaran.
Sekarang sistem telah diperbaharui kembali dan menetapkan aturan baru. Sistem telah mencatat berapa banyak jumlah uang telah Jonathan gunakan atau ia ambil dari sistem.
Lalu, sistem memberi misi agar Jonathan menghasilkan uang sebanyak jumlah uang yang telah ia gunakan atau uang yang diberikan sistem.
Masalahnya, semua penghasilan Jonathan sebelum sistem diperbarui tidak dihitung.
__ADS_1
“Astaga! Jadi aku harus mulai dari nol lagi?" keluh Jo.
Bersambung.