
Jonathan berusaha tetap teguh berdiri di atas benteng kerajaan ketika pasukan monster mulai menyerbu. Dia meraih pedangnya dan siap untuk pertempuran.
Ia harus mengatasi gelombang serangan monster lainnya dan pasukan monster datang dari berbagai arah, menembus tembok pertahanan, dan menyebar ke dalam benteng.
Jonathan berlari menuju mereka, memotong dengan pedangnya yang perkuat kekuatan sihir dan menghindari serangan mereka.
Meski terkena tinjuan dan pukulan, Jo tetap bertahan, terus bergerak maju melindungi kerajaannya.
Gerakannya cepat dan lincah, menghindari setiap serangan monster dan melakukan serangan balik yang mematikan.
Serangan sihirnya yang dipadukan dengan ayunan pedang membuatnya seperti karakter game Dewa Perang.
Setelah beberapa saat pertempuran, Jonathan berhasil membantu pasukan kerajaan mendorong balik serangan monster.
Mereka berhasil membunuh sebagian besar monster dan menyelamatkan kerajaan dari kehancuran.
Jonathan tersenyum puas, namun dia tahu bahwa masih banyak pertempuran yang harus dia hadapi karena baru semua baru saja dimulai dan akan ada gelombang serangan monster berikutnya.
“Gelombang serangan monster kian sering terjadi setelah Raja Iblis bangkit karena segelnya yang melemah," ungkap Edward, salah satu kesatria Kerajaan Iris yang ikut berpartisipasi dalam pertempuran.
Mesin dimensi juga terus diperbaiki dan mendapat peningkatan agar lebih baik lagi oleh Lucky.
Salah satu peningkatannya adalah di mana Jonathan bisa melihat status bar dari monster dan orang-orang dari dunia tersebut. Hal ini membuat Jo semakin merasa sedang bermain di dunia game.
Jonathan berpikir jika ia dapat membuat sebuah game dengan pengalaman seperti ini, mungkin perusahaannya tidak akan ada saingannya lagi dan menjadi nomor satu di dunia.
Namun saat ini, Jonathan harus kembali karena ia juga punya urusan lain di dunianya sendiri.
Jonathan tidak perlu khawatir meninggalkan dunia tersebut karena waktu di dunia itu seakan berhenti sesaat Jo berada di dunianya. Jo bisa kembali kapan pun saat waktu senggangnya untuk kembali melanjutkan petualangan di dunia itu.
“Sayang, dapatkah kamu membantuku memindahkan lemari itu?" ucap Rina yang ingin mendekorasi ulang tata letak perabotan rumah.
“Baiklah, tapi sepertinya itu cukup berat," ucap Jo yang baru saja keluar dari ruang pribadinya.
“Haruskah aku meminta bantuan seseorang? Sepertinya ini akan sulit jika hanya dilakukan berdua," kata Rina.
“Melissa ke mana?" tanya Jo.
“Dia pamit untuk bertemu ibu kamu," jawab Rina.
“Mari coba dulu," ucap Jo merasa tubuh lebih kuat dan yakin dapat memindahkannya.
“H-hei!" Rina terkejut ketika Jo malah bisa mengangkat dengan mudah.
__ADS_1
“Eh? Apa aku memang sekuat ini?" Jo sendiri tak kalah terkejutnya.
“Itu karena kekuatan kristal sihir semakin menyatu denganmu," ucap Lucky lewat telepati.
“Sayang, ini berkat sistem," jelas Jo pada istrinya, Rina.
“Aku sudah tidak terkejut lagi," jawab Rina sudah menebaknya.
Jo pun membantu istrinya sampai semuanya selesai. Namun, Melissa tiba-tiba menghubunginya dan minta dijemput. Ia mengatakan tidak bisa pulang karena mobilnya mogok dan ingin Jo membantunya.
“Baiklah, kamu tunggu, ya!" ucap Jo seraya menutup teleponnya seraya bersiap-siap berangkat.
Jonathan pun segera mengambil jaketnya dan helm karena memilih untuk mengendarai motor barunya untuk menjemput Melissa.
Namun setibanya di lokasi yang dikatakan oleh Melissa, Jonathan malah melihat Melissa sedang dipaksa masuk ke dalam mobil oleh beberapa orang pria tak dikenal.
Tanpa pikir panjang, Jo langsung mengambil tindakan untuk menolong Melissa.
“Lepaskan dia!" ujar Jo seraya menghentikan motornya dan membuka helmnya.
Tampak Melissa sudah sangat ketakutan dan ada bulir-bulir air mata di matanya.
“Bos, bukannya dia target utama kita?" ucap salah satu dari mereka.
“Haha. Kita sangat beruntung hari ini karena dia datang sendiri kepada kita. Tadinya, kami ingin menyandera wanita ini untuk memaksamu datang menemui kami," ucap pria yang menjadi pimpinan mereka.
Jo tidak gentar meski pun kelompok pria penculik berjumlah 4 orang itu memegang katana di tangannya.
Ketangguhan dan ketenangannya berasal dari kepercayaan dirinya setelah baru-baru ini ia menjadi lebih kuat dari pada sebelumnya.
Dari sudut pandangnya, Jo melihat ketiga orang yang maju itu bahkan seperti anak anjing yang baru saja belajar menggonggong.
“Percayakah kalian bahwa saya pernah bertarung dengan musuh yang lebih mengerikan dari kalian," singgung Jo yang teringat pertarungannya melawan pasukan monster.
Dalam sekejap, Jo berhasil mengalahkan ketiga orang yang datang menyerangnya dan bahkan berhasil memukul bos mereka yang menahan Melissa di belakang.
“Sial! Kenapa orang yang menyewa kita tidak bilang bahwa target kita adalah ahli seni bela diri kuno," keluh salah seorang dari mereka.
Empat orang pria itu lantas melarikan diri, tapi Jo membiarkannya karena dia mementingkan kondisi istrinya tampak begitu ketakutan atas insiden ini.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Jo berusaha menenangkan istrinya, Melissa.
“Kakak!" Tanpa sadar Melissa malah kembali memanggilnya kakak.
__ADS_1
Setelah muncul beberapa orang yang berusaha menculik istrinya dan ingin mencelakainya, kini Jonathan sadar bahwa betapa berbahayanya kehidupan yang dijalani saat ini.
Ia sedikit merasa takut dan khawatir akan keselamatan keluarganya dan semua orang dekatnya.
Sekarang Jonathan sudah terkenal sebagai pengusaha muda yang sukses. Ia sedikit telat menyadari bahwa hidup tidak akan selalu indah dan berjalan semulus itu.
Tentu saja akan ada pihak-pihak tertentu yang sangat tidak menyukainya dan mencoba untuk menghancurkan kehidupannya.
Jonathan merasa sangat terkejut dan bingung ketika menyadari adanya orang-orang yang ingin menghancurkan kehidupannya.
Ia tidak mengerti mengapa ada orang yang begitu bermusuhan padanya tanpa alasan yang jelas.
Namun, Jonathan tidak merasa putus asa. Ia menganggap hal tersebut sebagai sebuah tantangan yang harus dihadapinya dengan kepala tegak.
Jonathan memutuskan untuk tetap fokus pada kesuksesannya sebagai pengusaha muda dan tidak membiarkan gangguan dari pihak-pihak yang tidak menyukainya menjatuhkannya.
Ia memulai dengan mengidentifikasi siapa yang berusaha menghancurkan kehidupannya.
Jonathan melacak jejak digital dan mengumpulkan bukti untuk menunjukkan motif dan tujuan mereka. Dalam proses ini, ia menyadari bahwa ada beberapa orang yang iri dan cemburu pada kesuksesannya.
Beberapa di antara mereka adalah kompetitornya di bisnis sedangkan yang lain adalah orang-orang yang tidak menerima perubahan dan keberhasilan Jonathan.
Jonathan menghadapi tantangan ini dengan kepala dingin. Ia berkonsultasi dengan pengacara dan ahli keamanan cyber untuk melindungi dirinya dari kemungkinan-kemungkinan serangan yang ingin diarahkan kepadanya.
Ia juga melakukan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan pribadinya dan mendapatkan perlindungan tambahan.
Selain itu, Jonathan memutuskan untuk memfokuskan energinya pada hal-hal yang positif dan menghindari perdebatan dan konflik dengan orang-orang yang tidak menyukainya.
Ia menyadari bahwa tidak semua orang akan menyukainya dan itu adalah hal yang wajar di dunia bisnis.
Jonathan juga mulai memperketat keamanan di rumahnya dengan memasang kamera CCTV, memperkuat pintu dan jendela, serta menggaji seorang satpam.
Selain itu, Jonathan juga mulai berpikir untuk belajar teknik-teknik pertahanan diri dan seni bela diri untuk dapat melindungi dirinya jika terjadi hal yang tidak diinginkan.
Meskipun Jonathan merasakan kekhawatiran yang besar, namun ia berusaha untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia yakin dengan usahanya, ia dapat menjaga keselamatan dirinya dan keluarganya dengan baik.
Dalam setiap kesempatan, Jo juga selalu memperingatkan istri dan orang-orang terdekatnya untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap lingkungan sekitar.
Ia juga memaksa ibunya untuk ikut tinggal bersamanya. Biarlah rumah lama mereka diurus oleh seseorang yang Jo sewa.
“Mungkin ini sudah waktunya untuk kita membuat tim keamanan atau tim bodyguard," ucap Dani setelah mendengar insiden itu.
“Kamu benar, Dani," jawab Jo setuju karena ia ingin memastikan semua anggota keluarganya merasa aman dan terlindungi di dalam rumah maupun di luar rumah.
__ADS_1
Bersambung.