
Kembali ke dunia simulasi, Jonathan pamit kepada kekasihnya, putri Iris, karena ingin pergi ke hutan suci untuk bertemu ras elf.
Meskipun Jonathan tahu bahwa mencabut diri dari dunia manusia untuk sementara waktu mungkin akan menyakitkan bagi Iris, dia merasa tak dapat mengabaikan panggilan hatinya.
Sementara itu, Iris memandang Jonathan dengan kebingungan dan sedikit ketakutan.
"Jonathan apa yang kau katakan? Apakah kau benar-benar akan meninggalkan aku?" Iris bertanya dengan suara gemetar.
Jonathan merasa berat hati melihat ekspresi takut di wajah Iris tetapi dia tahu dia harus jujur. "Iris aku merasa ada panggilan dari hutan suci. Aku merasa jiwaku tertarik untuk mengeksplorasi dunia ras elf yang begitu berbeda. Aku tidak bisa menahan dorongan ini lagi jelasnya dengan penuh rasa penyesalan.
Iris terdiam sejenak meratapi kehilangan yang akan datang. Namun, dia tahu betapa Jonathan adalah orang yang berani dan suka berpetualang.
Dia mengetahui bahwa panggilan ini bukanlah hanya sebuah kemauan biasa, tetapi sesuatu yang jauh lebih dalam yang tidak bisa dia hentikan.
"Adakah kau mencintaiku Jonathan?" Iris bertanya dengan nada rendah.
Jonathan langsung menggenggam tangan Iris dan menatapnya dengan penuh cinta. "Tentu saja aku mencintaimu Iris. Cintaku padamu adalah salah satu alasan mengapa aku perlu melakukan perjalanan ini. Aku harus mencari jawaban-jawaban dalam diriku sendiri agar aku bisa menjadi pria yang sesuai denganmu."
Walaupun Iris masih merasa sedih, dia mulai memahami bahwa kepergian Jonathan tidak akan mengubah perasaan cintanya. "Aku mungkin tidak sepenuhnya mengerti, tetapi aku akan mempercayaimu. Janji padaku bahwa kau akan kembali dengan selamat."
Jonathan menarik Iris dalam pelukan erat. "Aku berjanji cinta. Aku akan kembali dengan penyembuhan hati dan pengetahuan yang dapat aku bawa kembali kepada kita berdua."
Mereka berdua berdiri dalam keheningan menyerap momen terakhir sebelum perpisahan. Iris memberikan ciuman lembut di bibir Jonathan dan membiarkannya pergi dengan berat hati.
Dia tahu bahwa mereka berdua harus berjalan sendiri untuk sementara waktu, tetapi cinta mereka akan terus melekat dan kuat.
Jonathan merasa perjalanannya ini akan membawanya ke dunia yang belum pernah dia kenal, tetapi dia merasa kuat dengan keberanian dan cinta yang berdenyut dalam dirinya.
Dia tahu bahwa dia tidak akan pernah melupakan Iris dan perjalanannya akan membantunya menjadi pria yang lebih baik untuknya.
Dan saat dia tiba, dan melangkah ke dalam hutan suci, dia menyadari bahwa seorang elf cantik sedang memperhatikannya dari balik pepohonan.
Matanya memancarkan kegembiraan dan rasa ingin tahu yang sama dengan Jonathan, dan dia punya firasat bahwa perjalanan ini akan membawa persatuan baru antara dunia manusia dan dunia elf.
Di hutan suci tersebut, Jonathan mencoba menyapa dan berusaha berkenalan dengan elf cantik yang diam-diam mengawasinya di balik semak.
__ADS_1
Setelah Jonathan melangkah ke depan dengan hati-hati, dia tersenyum ramah pada elf cantik tersebut. "Halo saya Jonathan. Terima kasih telah menjaga hutan ini dengan baik,” ucapnya seraya membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan.
Elf cantik itu terkejut mendengar suara Jonathan. Dia menatapnya dengan sorot mata yang penuh ketelitian, mencoba memahami laki-laki asing ini.
Setelah beberapa saat dia menjawab dengan suara lembut "Halo Jonathan. Saya Aria pelindung hutan ini. Apa yang membawamu ke sini?"
Jonathan tersenyum dan menjawab "Saya penjelajah alam dan sangat tertarik dengan keindahan dan keunikan hutan ini. Saya terdorong oleh keingintahuan saya untuk menemukan lebih banyak tentang dunia elf dan menghargai pekerjaan yang Anda lakukan di sini."
Aria melihat kebaikan dalam mata Jonathan dan memutuskan untuk memberikan sedikit kepercayaan padanya. Dia beralih dari tempat persembunyiannya dan muncul dari balik semak.
Jonathan terkagum-kagum melihat kecantikan Aria yang tak tergantikan dengan kulitnya yang bersinar dan rambut panjangnya yang sejuk.
"Sungguh mempesona!" pikir Jonathan dalam hati.
Aria mengatakan "Sangat jarang manusia berinteraksi dengan kami, namun sikap baikmu membuatku merasa kamu berbeda. Aku bisa merasakan energi positif dari dirimu."
Jonathan tersenyum dan berterima kasih "Terima kasih telah memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu Aria. Aku benar-benar menghargainya. Apakah kamu akan mengajakku berkeliling hutan ini? Aku ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan di balik daun-daunan ini."
Aria mengangguk dan memperlihatkan senyum malaikatnya. "Tentu Jonathan. Ayo kita mulai petualangan di dunia elf yang menyenangkan ini."
Jonathan sangat terpesona oleh cerita dan pengetahuan yang Aria berikan. Dia merasa beruntung bisa berada di samping elf cantik ini sambil belajar dan mengalami keajaiban dunia mereka.
Petualangan itu membawa Jonathan dan Aria semakin dekat dan hubungan mereka tumbuh menjadi persahabatan yang kuat. Mereka berbagi rahasia dan cerita hidup mereka menciptakan ikatan yang tak ternilai harganya.
“Hei, apa kau juga ingin memiliki gadis elf itu?" tanya Lucky melalui video panggilan sistem.
“Lucky, saya merasa sedang masuk ke dunia komik manga yang pernah saya baca,” ungkap Jonathan.
“Yeah, saya tidak bisa melarang untuk Anda melakukan apa pun. Hanya saja, jangan lupa dengan tujuan Anda ke tempat ini ialah untuk melatih kemampuan Tuan," tegas Lucky.
Ketika Jonathan bertanya tempat untuk latihan melawan monster, Aria mengatakan ada dungeon tang bisa Jonathan coba.
Namun, dungeon itu sebenarnya adalah reruntuhan kuno di mana sebuah pedang milik seorang pahlawan tersegel di sana.
Ketika gadis elf bernama Aria itu mengatakan tentang dungeon dan di dalamnya terdapat pedang suci tersegel, Jonathan merasa tertantang untuk menjajal dungeon tersebut.
__ADS_1
Singkat cerita, mereka berdua akhirnya berhasil tiba ke tempat pedang itu berada.
Namun, pedang itu sepertinya mengeluarkan dengungan samar yang mengundangnya untuk mengambilnya.
Kemudian, instingnya memperingatkannya agar tidak terburu-buru ke hal yang tidak diketahui.
Aria merasakan keragu-raguannya memperingatkan, "Hati-hati Jonathan. Legenda mengatakan bahwa pedang ini tidak boleh digunakan oleh sembarang orang. Dikatakan memiliki kekuatan yang sangat besar, tetapi hanya mereka yang benar-benar layak yang dapat melepaskan potensinya."
Jonathan mengangguk memahami gawatnya situasi. Dia tahu bahwa mendapatkan pedang legendaris membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan dan keterampilan kasar dengan pedang.
Itu membutuhkan tekad yang tak tergoyahkan dari hati yang murni dan kemauan untuk melindungi mereka yang membutuhkan.
Dia mengambil waktu sejenak untuk memusatkan dirinya, menutup matanya dan fokus pada tujuannya.
Dia memvisualisasikan dirinya dengan kemenangan memegang pedang menggunakannya bukan untuk keuntungan pribadi, tetapi untuk mengalahkan kekuatan jahat yang melanda dunia.
Dengan napas dalam-dalam, Jonathan mengulurkan tangannya ke arah penghalang magis yang mengelilingi pedang itu.
Ajaibnya penghalang menghilang pada sentuhannya seolah-olah mengakui niatnya. Saat dia menggenggam gagang pedang, gelombang energi mengalir ke seluruh tubuhnya.
Pedang itu terasa sangat seimbang di tangannya seolah itu adalah perpanjangan dari dirinya sendiri.
Dia bisa merasakan kekuatan kunonya bergema di dalam dirinya, memenuhi dirinya dengan kekuatan dan tujuan yang baru ditemukan.
Jonathan dan Aria keluar dari penjara bawah tanah dengan pedang legendaris yang dimiliki Jonathan.
Dia tahu bahwa dengan senjata yang baru ditemukan ini dia akan mampu menghadapi monster apa pun yang menghalangi jalannya.
Namun lebih dari itu, ia menyadari bahwa pedang adalah simbol komitmennya untuk melindungi yang tidak bersalah dan menegakkan keadilan.
Dia tidak akan membiarkan kekuatannya merusaknya; sebaliknya dia akan menggunakannya secara bertanggung jawab menggunakannya untuk kebaikan yang lebih besar.
Maka dengan pedang legendaris di tangannya dan api yang membara di hatinya, Jonathan dapat melanjutkan latihannya mempersiapkan pertempuran yang menantinya.
Bersambung
__ADS_1