Sistem Cheat Game

Sistem Cheat Game
Episode 26


__ADS_3

Jonathan sangat terkejut ketika tiba-tiba Rina meminta agar segera menikahinya.


“Apa kamu bercanda?" ucap Jo heran.


“Saya tidak ingin dijodohkan dengan laki-laki yang dipilih oleh ayahku," jelas Rina.


Jonathan masih terkejut dengan permintaan tiba-tiba Rina. Ia tidak tahu apa yang harus dia pikirkan atau bagaimana ia harus merespon. Namun, alasan yang diberikan Rina membuatnya memahami mengapa dia mengeluarkan permintaan seperti itu.


"Mengapa ayahmu ingin menjodohkanmu?" tanya Jo, mencoba memahami situasi timbulnya permintaan tersebut.


"Ayahku adalah orang yang sangat tradisional. Dia percaya bahwa memilih pasangan hidup itu adalah tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Dia ingin memastikan bahwa aku menikah dengan seseorang yang sesuai dengan standar dan ekspektasinya," jelas Rina dengan nada sedih.


Jonathan mulai merasa iba pada Rina. Dia bisa memahami betapa sulitnya situasinya dan mengapa pernikahan dengannya mungkin adalah jalan terbaik yang Rina lihat saat ini.


Namun, Jonathan juga terkejut dan tidak yakin apa itu adalah keputusan yang tepat untuk mereka berdua.


"Rina, aku juga takut dengan tanggung jawab besar yang akan kuberikan jika aku menikahi seseorang. Ini bukan keputusan yang bisa diambil sembarangan," jelas Jonathan dengan hati-hati.


“Aku tahu itu. Aku juga sadar bahwa kamu sebenarnya masih mencintai Melissa dan tidak mau membuatnya patah hati. Jika bukan karena masalah ini, sebenarnya aku akan membantu agar kalian bisa bersama," ujar Rina.


Belakangan ini, Rina memang selalu mengungkit soal Melissa. Dia selalu mencoba agar Jonathan menjalin hubungan lagi dengan Melissa.


Rina menyinggung karya novel Jonathan yang sudah ia baca juga. Jelas sekali bahwa semua itu menunjukan betapa Jonathan mencintai Melissa.


Namun, Jonathan malah merasa bingung dengan sikap Rina.


Dia tidak mengerti mengapa Rina begitu keras kepala ingin menyatukan mereka berdua kembali.


Rina mendesak Jonathan untuk berpikir secara serius tentang Melissa dan memberinya kesempatan kedua.


Meski demikian, apa yang dikatakan Rina benar-benar tidak bisa dibantah oleh Jonathan. Karena itu, Jonathan akhirnya mengatakan bahwa dirinya tidak ingin melepaskan keduanya.


“Baiklah, Rina, sepertinya kita harus benar-benar mengatasi masalah ini," ucap Jonathan.


Akhirnya, Jonathan mengatur pertemuan dengan Rina dan Melissa. Jonathan akan mengatakan keinginannya untuk menikahi keduanya.


Saat tiba pada waktu yang ditentukan untuk ketemuan, tampak Jonathan duduk di antara Rina dan Melissa, dan merasa sedikit gugup.


Kedua wanita cantik ini adalah orang-orang yang sangat istimewa dalam hidupnya dan mengungkapkan perasaannya kepada mereka sangatlah penting baginya.

__ADS_1


"Dengan segala hormat saya ingin berbicara dengan baik dan terbuka pada kalian berdua,” kata Jonathan dengan tulus. "Sejak pertama kali aku bertemu dengan Rina aku terpesona oleh kepribadiannya yang kuat dan pandai berbicara. Kita selalu terhubung dengan baik dan memiliki banyak kesamaan minat. Rina kamu membuatku merasa nyaman dan bahagia setiap kali bersamamu."


Rina tersenyum menerima pujian itu dengan tulus.


Jonathan melanjutkan "Dan ketika aku bertemu dengan Melissa, kamu memiliki keindahan yang tak tergantikan serta kehangatan jiwamu yang menyentuh hatiku. Setiap saat bersamamu selalu terasa luar biasa indah."


Melissa tersenyum malu-malu dan terpancar kebahagiaan dari matanya.


Jonathan menarik napas dalam-dalam sebelum melanjutkan. "Aku merasa sangat beruntung bisa mendapatkan kehadiran dan kasih sayang kalian dalam hidupku. Kalian berdua adalah bagian penting dari kebahagiaanku. Dan itulah sebabnya dengan rasa hormat yang sangat dalam, aku ingin mengutarakan keinginanku untuk menikahi kalian berdua."


Rina dan Melissa saling pandang terkejut dan tak percaya dengan apa yang mereka dengar. Mereka tidak menyangka bahwa Jonathan akhirnya benar-benar mengajukan tawaran seperti ini.


"Jonathan apakah kamu serius?" tanya Rina dengan perasaan campur aduk.


Jonathan mengangguk mantap. "Ya aku sungguh-sungguh dalam keinginanku ini. Aku punya hati yang besar dan ingin memberikan seluruh cintaku dan kasih sayangku kepada kalian berdua. Kalian adalah wanita-wanita yang luar biasa dan aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpa kalian."


Melihat ketulusan di mata Jonathan, Rina dan Melissa merasa menghangat di hati mereka. Sementara, Jonathan menghela napas lega. Dia mengerti bahwa ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk diputuskan.


Tanpa berkata apa-apa, keduanya menganggukkan kepala memberikan tanda untuk menerima keputusan Jonathan.


Melissa dan Rina mencoba untuk membuka pikirannya dalam menilai pernikahan poligami.


Dengan terbuka, ke depannya mereka memilih untuk mendengarkan cerita dan pengalaman dari beberapa individu yang hidup dalam poligami.


Kemudian, melalui percakapan dengan teman-teman mereka, Melissa dan Rina menyadari bahwa ada beragam alasan mengapa seseorang memilih hidup dalam poligami.


Beberapa alasan termasuk keyakinan agama keinginan untuk membantu dan menyokong lebih dari satu pasangan serta keinginan untuk membangun hubungan yang berbeda dengan orang-orang yang berbeda.


Mendengarkan cerita-cerita ini membantu Melissa dan Rina untuk memahami bahwa poligami tidak selalu menghasilkan hubungan yang buruk atau tidak seimbang.


Mereka menyadari bahwa dalam beberapa kasus, semua pihak yang terlibat merasa puas dan bahagia dengan dinamika pernikahan mereka.


Selain itu, mereka juga belajar untuk tidak menggeneralisasi atau menghakimi perkawinan poligami secara keseluruhan.


Mereka menyadari bahwa setiap pernikahan poligami memiliki dinamika dan keunikan mereka sendiri dan tidak semua cerita dapat digeneralisasi atau dikategorikan.


Melalui penelitian lebih lanjut dan dialog yang terus menerus, Melissa dan Rina semakin menyadari pentingnya menghormati pilihan hidup orang lain meskipun mungkin berbeda dengan pandangan mereka sendiri.


Mereka mulai melepaskan prasangka negatif dan stereotip yang mungkin mereka miliki tentang poligami dan berusaha untuk lebih terbuka terhadap beragam bentuk dan dinamika pernikahan.

__ADS_1


Di akhir perjalanan penggalian ide-ide baru ini Melissa dan Rina menyadari bahwa tidak ada satu bentuk perkawinan yang sempurna atau benar untuk semua orang.


Pernikahan adalah pilihan pribadi yang melibatkan banyak faktor dan perspektif individu.


Setiap orang harus memiliki kebebasan untuk memilih dan hidup sesuai dengan apa yang mereka rasakan benar dalam konteks yang penuh cinta, rasa hormat, dan perhatian terhadap semua pihak yang terlibat.


Dan beberapa hari kemudian, hubungan mereka tiga telah lebih baik. Tambah dengan bagaimana usaha Jonathan untuk membagi waktu yang adil untuk mereka berdua.


Saat ini, Jonathan, Melissa dan Rina merencanakan tentang pernikahan.


Pertama-tama, mereka membuat daftar yang mencakup semua hal yang perlu dilakukan. Mulai dari mencari tempat acara hingga pemilihan baju pengantin, semuanya harus dipikirkan dengan matang. Melissa memiliki daftar pemasok yang dia ketahui.


Mereka memutuskan untuk mengadakan acara di sebuah ballroom mewah di tengah kota. Mereka sangat menyukai desain interior ballroom tersebut dan ballroom ini juga memiliki kapasitas yang cukup untuk semua tamu mereka.


Setelah memilih tempat acara, mereka segera memesan tanggal yang mereka inginkan.


Selanjutnya, Rina harus memilih gaun pengantin yang sempurna. Dia mengunjungi beberapa toko dan mencoba beberapa gaun yang berbeda. Melissa selalu ada di sampingnya, memberikan saran dan pendapat yang membantu.


Setelah mencari dengan teliti, Rina akhirnya menemukan gaun pengantin yang indah. Gaun itu memiliki desain yang elegan dengan sentuhan modern yang membuatnya tampak seperti putri pada hari pernikahannya.


Jonathan juga harus mencari tuxedo yang cocok untuk hari besar mereka. Dia memilih sebuah tuxedo klasik dengan sedikit modifikasi untuk memberikan sentuhan yang pribadi.


Meskipun awalnya dia tidak begitu peduli dengan detail seperti ini, Jonathan menyadari bahwa menghabiskan waktu dan usaha dalam penampilannya pada hari pernikahan akan membuatnya merasa lebih percaya diri dan nyaman.


Setelah itu, mereka harus memikirkan tentang makanan dan minuman yang akan disajikan di pesta pernikahan. Mereka ingin memastikan bahwa semua tamu mereka merasa senang dan puas dengan hidangan yang ditawarkan.


Jonathan, Rina, dan Melissa mencicipi berbagai hidangan yang ditawarkan oleh beberapa katering yang direkomendasikan Melissa. Setelah melakukan beberapa percobaan mereka akhirnya memilih beberapa hidangan yang lezat dan presentasi yang indah.


Selama seluruh proses persiapan pernikahan, Melissa juga membantu dalam menyusun undangan, menyusun daftar tamu, memesan bunga, dan mengatur tata letak ruangan.


Tanpa bantuan Melissa, Jonathan dan Rina yakin persiapan mereka tidak akan selesai dengan baik.


Melissa telah diberitahu tentang masalah Rina sebelumnya sehingga ia sangat senang bisa membantu.


Namun, ia juga berpikir bahwa nanti Rina akan membantunya saat hari pernikahannya dengan Jonathan.


Melissa tidak peduli jika nantinya dicap sebagai istri kedua atau lainnya. Baginya, keputusan untuk poligami itu lebih baik daripada harus ada yang terluka di antara mereka.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2