Sistem Cheat Game

Sistem Cheat Game
Episode 55


__ADS_3

Tampak seorang pria tengah bertarung dengan puluhan prajurit menggunakan teknik bela dirinya yang sangat terampil. Ia menggunakan teknik bela diri yang cepat dan akurat, menghindari setiap serangan yang dilancarkan oleh para prajurit. Gerakannya begitu lincah seakan tidak terikat oleh gravitasi dan kekuatan lawan-lawannya.


Sementara itu, para prajurit lainnya baru saja memasuki arena pertarungan dengan penuh keberanian. Namun, serangan-serangan mereka ternyata tidak berhasil mengenai si pria, membuat mereka semakin frustrasi dan kehilangan kendali. Suasana menjadi semakin tegang ketika pria itu mulai membalas serangan mereka dengan cara yang lebih berbahaya dan mematikan.


Meskipun sudah memasuki arena dengan semangat juang yang tinggi, para prajurit tersebut tidak bertahan lama melawan pria tersebut. Satu per satu dari mereka terjatuh dan kehilangan kekuatannya, dihajar oleh setiap serangan maut yang dialamatkan oleh si pria tangguh.


Akhirnya, si petarung berhasil mengalahkan seluruh pasukan prajurit itu. Ia menjatuhkan badannya ke tanah dengan lelah, tetapi tetap tersenyum puas. Pertarungan sudah selesai dan ia berhasil bertahan hidup dari serangan yang semakin hebat.


“Cut!” teriak Sutradara.


Pertarungan melawan prajurit tersebut rupanya adalah adegan syuting film yang dilakukan Jonathan. Jonathan yang punya basic bela diri dengan mudah memerankan adegan pertarungan tanpa kesalahan. Ia membuat proses syuting menjadi lebih lancar dan efektif karena tidak perlu banyak melakukan editing atau memperbaiki adegan pertarungan.


Jonathan juga mampu beradaptasi dengan cepat dengan teknik dan gaya bertarung yang berbeda-beda, tergantung dari kebutuhan karakter yang dimainkannya. Hal ini akan membuatnya menjadi salah satu aktor favorit para sutradara untuk memerankan karakter petarung dalam film atau series.


Selain itu, Jonathan juga mempunyai kemampuan akting yang mumpuni sehingga mampu membawa emosi dan karakter yang dimainkannya dengan baik. Dengan kombinasi kualitas akting dan kemampuan bertarung yang baik, Jonathan telah mendapat respon positif dari penonton dari setiap film yang pernah dibintanginya.


Tiga cahaya kebenaran, film kolosal yang Jonathan bintangi, adalah kisah tiga orang sahabat atau raja yang berasal dari tiga kerajaan berbeda. Meski pun awalnya mereka bersahabat, akhirnya mereka memiliki pendapatnya masing-masing dan terjadilah peperangan antar tiga kerajaan tersebut. Namun, sebuah peristiwa tak terduga terjadi ketika mereka menemukan sebuah gua di tengah padang pasir.


Di dalam gua tersebut mereka menemukan tiga buah batu permata yang bersinar terang. Batu permata pertama berwarna merah menyala batu permata, kedua berwarna biru bersinar, dan batu permata ketiga berwarna hijau terang. Saat mereka mendekati batu-batu permata tersebut terdengar suara gaib yang mengatakan "Ini adalah Tiga Cahaya Kebenaran. Jika kalian mampu memahami kebenaran yang terkandung di dalamnya peperangan antara kerajaan kalian akan berakhir."

__ADS_1


Mereka merasa tertantang oleh suara gaib tersebut dan dengan penuh semangat, mereka bersedia untuk memahami makna di balik Tiga Cahaya Kebenaran tersebut.


Pertama sahabat dari Kerajaan Merah mendekati batu permata berwarna merah. Dia merasa bahwa kebenaran utama adalah kekuatan dan keberanian. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengakhiri peperangan adalah dengan melawan dan menaklukkan musuh-musuhnya. Dengan keyakinan ini, dia memegang batu permata merah erat-erat dan bersiap untuk kembali ke kerajaannya.


Kedua sahabat dari Kerajaan Biru, mendekati batu permata berwarna biru. Baginya kebenaran utama adalah kebijaksanaan dan kerjasama. Ia percaya bahwa dengan berkomunikasi dan bernegosiasi mereka dapat mencapai kedamaian tanpa harus melakukan peperangan. Dengan pemikiran ini, ia memegang batu permata biru dengan lembut dan bergabung dengan sahabatnya yang pertama.


Ketiga sahabat dari Kerajaan Hijau mendekati batu permata berwarna hijau. Baginya kebenaran utama adalah kedamaian dan kerukunan. Ia yakin bahwa dengan mencintai dan menghormati satu sama lain, mereka bisa merangkul perbedaan mereka dan hidup dalam harmoni. Dengan keyakinan ini, ia memegang batu permata hijau dengan penuh cinta dan bergabung dengan kedua sahabatnya.


Mereka lalu kembali ke kerajaan masing-masing dan berusaha menerapkan kebenaran yang telah mereka pahami. Hal ini membuat pemerintahan mereka menjadi lebih bijak dan adil sehingga perlahan-lahan ketegangan antar kerajaan berkurang. Ketiga sahabat ini juga membantu orang-orang mereka untuk mengerti bahwa kekuatan kebijaksanaan dan perdamaian, semuanya perlu untuk diterapkan secara seimbang dalam kehidupan.


Akhirnya, ketiga kerajaan menyadari bahwa kebenaran sejati tidak bisa didapatkan melalui kekuasaan, kebijaksanaan, atau perdamaian secara tunggal. Keberhasilan mereka dalam mengakhiri peperangan hanya terjadi karena mereka bersatu dan memperhatikan semua aspek kebenaran.


Dalam menghadapi tantangan dan perbedaan di dunia ini, Tiga Cahaya Kebenaran ini mengajarkan pentingnya saling menghargai, bekerja sama, dan memahami bahwa setiap pendapat memiliki kebenarannya masing-masing.


Jonathan memiliki keinginan yang kuat untuk memberikan penampilan terbaiknya dalam film ini.


Setelah berbulan-bulan bekerja keras, Jonathan merasa siap untuk melakoni adegan-adegan puncak hari ini. Dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhir baginya untuk memperlihatkan kemampuan aktingnya yang sejati kepada sutradara, kru film, dan sesama aktor.


Sejak ia berangkat di pagi hari, Jonathan tiba di lokasi syuting dengan semangat tinggi. Dia bertemu dengan sutradara film yang memberikan arahan terakhir sebelum mereka memulai proses syuting. Dalam hati, Jonathan berjanji untuk memberikan yang terbaik dan tidak mengecewakan siapa pun.

__ADS_1


Ketika panggilan "Action!" dilakukan, Jonathan masuk ke dalam karakternya dengan penuh semangat. Dia menghayati setiap emosi dan menyampaikan dialognya dengan penuh kekuatan dan keaslian. Kolaborasi dengan aktor-aktor lainnya juga berjalan dengan baik. Mereka saling memberikan energi dan menghidupkan suasana dalam setiap adegan.


Waktu berjalan dengan cepat dan akhirnya tiba saatnya adegan terakhir syuting. Jonathan merasa campuran antara kegembiraan dan sedih. Dia bahagia karena berhasil menyelesaikan film ini dengan baik, namun juga sedikit sedih karena proses syuting telah berakhir.


Ketika sutradara bilang "Cut” Jonathan merasakan lega yang luar biasa. Semua kerja keras dan dedikasi yang dia lakukan selama ini telah membuahkan hasil. Dia merasa bangga dengan dirinya sendiri dan bersyukur atas kesempatan ini.


Setelah syuting selesai, Jonathan dan para kru film menggelar pesta kecil sebagai tanda perayaan dan penghargaan atas kerja keras mereka. Mereka merayakan pencapaian yang luar biasa ini dan merasa bersyukur dapat menjadi bagian dari film kolosal ini.


Jonathan melihat semua orang tersenyum dan tertawa, dan dia tahu bahwa kerja kerasnya dan dedikasinya, telah membuat ia menjadi bagian penting dari kesuksesan film ini.


“Papa!" sambut anaknya, Diana dan David, ketika Jonathan pulang ke rumah.


“Malaikat kecilku! Kenapa kalian berdua belum tidur?" ucap Jonathan seraya menggendong keduanya.


“Ana nunggu Papa!" jawab anaknya yang perempuan. Sementara anak yang laki-laki, David, malah memencet hidung ayahnya.


“Sayang, sudah makan?" tanya Rina, istrinya yang sedang melipat pakaian.


“Belum,” jawab Jonathan.

__ADS_1


Selang tak berapa lama, Melissa dan ibunya Jonathan juga pulang dari pekerjaannya di toko kosmetik. Mereka pun makan malam bersama dengan penuh kehangatan keluarga.


Bersambung.


__ADS_2