
Zhou Tian bergerak cepat ke arah prajurit suci ras manusia yang berjaga di kediaman penguasa kota, dan dengan sekali pukul ia berhasil memusnahkan lima prajurit suci yang belum menyadari keberadaannya. Tidak berhenti setelah membunuh lima prajurit suci, Zhou Tian bergerak cepat membunuh prajurit suci lainnya, yang ternyata masih belum menyadari keberadaannya.
Swoshh... Swoshh...
Booomm... Booomm...
Benturan antara tinju Zhou Tian dan tubuh prajurit suci menghasilkan suara ledakan, dan tiap kali terdengar suara ledakan, bisa dipastikan saat itu juga ada beberapa prajurit suci meregang nyawa di tangan Zhou Tian, dan akhirnya suara ledakan yang terdengar menyadarkan banyak prajurit suci di kediaman penguasa kota jika ada penyusup.
Ratusan prajurit suci segera pergi ke sumber suara ledakan, dan mereka langsung saja menyerang Zhou Tian yang senantiasa siap, menghadapi serangan mereka. Terbukti saat mereka menyerang di waktu bersamaan, Zhou Tian bukannya menghindar atau menghalau serangan musuh, ia justru menyerang mereka lebih dulu.
Ratusan prajurit suci yang datang untuk menyerang Luo Feng, mereka justru datang untuk mengantarkan nyawa, dan pada akhirnya satu-persatu prajurit suci mati di tangan Zhou Tian. Ratusan prajurit suci yang menyerang Zhou Tian, mereka semua tidak ada yang selamat, dan semua mati hanya dalam lima kari tarikan napas. Mereka semua mati, dan tubuh mereka hancur berkeping-keping.
Meski sudah banyak prajurit suci yang mati di tangan Zhou Tian, masih banyak prajurit suci yang berdatangan mencari kematian mereka, dan setelah beberapa waktu berlalu setidaknya sudah lebih dari dua ribu prajurit suci penjaga kediaman penguasa kota mati di tangan Zhou Tian, dan seluruhnya mati tanpa meninggal jasad yang utuh.
Zhou Tian mendengus kesal karena lawan yang dihadapinya benar-benar sangat lemah, bahkan pukulan hiasan yang dilakukannya, sudah lebih dari cukup untuk membunuh mereka yang menjadi lawannya. Ia bahkan tidak berkeringat setelah membunuh lebih dari dua ribu prajurit suci ras manusia.
Boom... Boom... Boom... Boom...
Suara ledakan terus saja terdengar selama adan masih ada prajurit suci yang datang mencari kematian. Menggunakan teknik mata emas, Zhou Tian jelas melihat keberadaan prajurit suci yang masih hidup, dan jumlah mereka yang masih hidup ternyata cukup banyak. Setidaknya ia akan menghabiskan sedikit waktu untuk membunuh mereka semua.
...----------------...
Di dalam kediaman penguasa kota.
Lima sosok pria berzirah hitam terlihat begitu sedang melindungi seorang pria yang tidak lain ia adalah penguasa kota, orang yang keberadaannya dicari oleh Zhou Tian yang saat ini sedang bertarung melawan ribuan prajurit suci ras manusia. Terlihat ekspresi ketakutan di wajah penguasa kota, setelah ia mendengar laporan banyaknya prajurit suci yang mati di tangan iblis, yang menyusup masuk ke kediaman miliknya. Ia tidak menyangka jika ada iblis yang begitu kuat, bahkan ribuan prajurit suci masih belum cukup untuk mengakhiri hidupnya.
Penguasa kota yang semakin ketakutan saat mendengar suara pertarungan semakin mendekati tempat persembunyiannya, ia memutuskan pergi ke lorong rahasia, yang akan membawanya keluar dari kota kekuasaannya. Ia terpaksa pergi meninggalkan kota yang telah memberinya banyak keuntungan, dikarenakan ia masih belum ingin mati.
Tanpa diketahui penguasa kota, setiap pergerakannya telah diketahui oleh Zhou Tian, dan tentu saja ia tidak akan pernah bisa pergi meninggalkan kota kekuasaannya. “Jangan harap bisa pergi, sebelum aku memberi hukuman yang kayak karena keberadaannya, yang telah membuat banyak iblis menderita!” ucao Zhou Tian, dan bagaikan kilatan cahaya, ia menghancurkan sebuah bangunan, dan begitu bagunan itu hancur, ia segera menghancurkan lantai bangunan, dan disinilah ia berada.
Zhou Tian berada di lorong yang sebelumnya berada di bawah tanah, dan tepat dihadapannya ada sosok penguasa kota, yang dikawal ketat oleh lima sosok pria berzirah merah.
Seringaian terlihat jelas diwajah Zhou Tian saat ia melihat keberadaan sosok penguasa kota. “Aku tidak menyangka dapat bertemu dengan sosok penguasa kota ini di tempat yang jauh dari kata layak untuk melakukan pertemuan. Namun, tempat ini sangat cocok untuk melakukan pertemuan dengan orang-orang seperti kalian, yang tidak lama lagi akan bertemu kematian!” Niat membunuh meluap keluar dari tubuh Zhou Tian, membuat siapapun ketakutan saat merasakannya.
Kelima pria berzirah merah menelan kasar ludah mereka, dan kelimanya sadar jika sosok iblis dihadapkan mereka bukan lawan yang bisa mereka lawan. Sekalipun mereka unggul jumlah, kali ini jumlah tidak akan berpengaruh pada hasil akhir pertarungan.
Merasa tidak berguna berbicara dengan penguasa kota dan kelima pria berzirah merah, Zhou Tian segera saja bersiap menyerang mereka.
“Katakan padaku siapa diantara kalian yang ingin lebih dulu bertemu dengan kematian? Atau kalian ingin mati di waktu bersamaan?” tanya Zhou Tian dan di akhirat ia bertanya, terlihat ia terkekeh dengan suara pelan.
__ADS_1
Swush...
“Kami akan melawan iblis itu, dan manfaatkan semua itu untuk pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini!” ucap salah satu dari dua pria berzirah merah yang melesat maju menyerang Zhou Tian.
Zhou Tian yang melihat bagaimana dua orang pria berzirah merah maju menyerangnya, ia menyeringai lalu berkata, “Tidak ada satu orang pun dari kalian yang bisa pergi meninggalkan tempat ini!”
Dua pria berzirah merah yang mendengar ucapan Zhou Tian, keduanya sama sekali tidak peduli dengan apa yang diucapkan Zhou Tian, dan pada akhirnya mereka tetap menyerang iblis, yang tentu saja merupakan musuh mereka. Pertarungan dua lawan sstu, kedua pria berzirah merah yakin keberadaan mereka dapat memberi waktu pada penguasa kota supaya ia bisa pergi melarikan diri.
Namun, keyakinan keduanya terbantahkan saat iblis yang mereka lawan bergerak cepat, dan dengan mudahnya membelah tubuh keduanya menjadi dua sama besar. “Kalian terlalu lemah untuk menghentikanku!” ucap Zhou Tian setelah ia berhasil membunuh dua pria berzirah merah yang mencoba menghalanginya mendekati penguasa kota.
Tiga pria berzirah merah yang melihat bagaimana rekan mereka mati, mereka tentu saja tidak terima dan memutuskan bersama-sama pergi melawan Zhou Tian. Namun, mereka hanya mendapatkan nasib yang sama seperti yang dialami kedua teman mereka. Mati di tangan Zhou Tian dengan tubuh terbelah, dan sekarang hanya tersisa sosok penguasa kota yang ketakutan pada sosok Zhou Tian.
Terlihat jelas tubuh penguasa kota yang bergetar karena rasa takut, tapi Zhou Tian yang melihat semua itu ia sama sekali tidak peduli pada ketakutan penguasa kota. Saat ini bergerak mendekati penguasa kota dengan tujuan mengakhiri hidupnya, prajurit suci yang sebelumnya kehilangan jejaknya, mereka muncul dan kembali menyerang. Namun, dikarenakan perbedaan kekuatan yang terlampau jauh, mereka tidak ada yang bisa menahan lama Zhou Tian, dan memberi waktu yang cukup pada penguasa kota untuk pergi melarikan diri.
Penguasa kota yang mencoba pergi melarikan diri setelah kedatangan ratusan prajurit suci, ia kembali harus berhenti saat sosok iblis yang mengejarnya muncul di hadapannya. Kemunculan iblis di hadapannya menunjukkan jikajika seluruh prajurit suci yang mencoba menghentikan iblis itu telah musnah.
Swush...
Sosok Zhou Tian muncul tepat di hadapan penguasa kota, dan dengan tangan kanannya ia mencengkram erat leher penguasa kota, membuat pria itu mulai kesulitan bernapas dan tidak bisa menyatakan apapun.
Bugh....
Zhou Tian terus saja memukuli tubuh penguasa kota, tanpa melepaskan cengkraman tangannya, sampai akhirnya terdengar suara retakan dari leher penguasa kota, dan setelahnya leher penguasa kota hancur, memberikan kematian cepat pada penguasa kota.
Penguasa kota memang telah mati, tapi tidak dengan jiwanya. Melihat penguasa kota yang ternyata memiliki teknik pemindah jiwa, Zhou Tian menggunakan teknik tangan Dewa Kematian, dan dengan mudah ia berhasil menangkap jiwa penguasa kota yang mencoba melarikan diri.
“Bodoh! Dengan kau menyentuhku, artinya aku bisa mengambil alih tubuhmu dan seluruh kekuatan yang kamu miliki!” ucap jiwa penguasa kota.
Terkejut, tentu saja Zhou Tian tidak terkejut, dan ia juga tidak takut. “Lakukan saja jika kau memiliki kemampuan melakukan itu, tapi aku yakin kau tidak akan mampu melakukannya!” ucap Zhou Tian dan ia terkekeh pepan.
Merasa ada kesempatan mengambil alih tubuh dengan kekuatan luar biasa sekalipun itu adalah tubuh seorang iblis, jiwa penguasa kota tersenyum senang, dan ia mencoba mengambil alih tubuh Zhou Tian.
Zhou Tian yang merasa jiwa penguasa kota mencoba mengambil alih tubuhnya, ia menggelengkan kepalanya pelan, dan ia merasa sosok penguasa kota adalah sosok yang sangat bodoh.
“Percuma saja, jiwa lemahmu tidak akan mampu menghadapi jiwaku yang berkali-kali lebih kuat dari kekuatan jiwa lemahmu!” ucap Zhou Tian, tapi ucapannya tidak dihiraukan oleh jiwa penguasa kota, yang terus saja mencoba mengambil alih tubuh Zhou Tian.
Zhou Tian terkekeh pelan melihat usaha sia-sia jiwa penguasa kota, yang pantang menyerah mengambil alih tubuhnya. “Jiwaku saja ia tidak bisa melawannya, apalagi jika ia harus melawan kekuatan sistem, mungkin ia akan merasakan apa yang namanya ketakutan sampai merasa kati jauh lebih baik daripada hidup!” gumam Zhou Tian.
“Sistem, apa sebaiknya yang kita lakukan pada jiwa lemah ini? Apa aku perlu menyerapnya?” tanya Zhou Tian pada sistem.
__ADS_1
[Jiwa yang begitu lemah tidak akan terlalu berguna untuk peningkatan kekuatan, tetapi setidaknya bisa untuk menambah jumlah poin pengalaman yang Tuan miliki. Namun jika Tuan ingin langsung melenyapkannya, itu semua terserah Tuan mau melakukan apa jiwa lemah ini, tapi sebaiknya Tuan cepat mengambil tindakan karena aku risih dengan keberadaannya]
Zhou Tian menganggukkan kepala setelah mendengar apa yang dikatakan sistem, lalu ia langsung saja menyerap jiwa lemah penguasa kota, dikarenakan ia saat ini sedang sangat membutuhkan sebanyak-banyaknya poin pengalaman, untuk meningkatkan kekuatannya.
“Jiwa lemah, bukan kamu yang pada akhirnya mengambil alih tubuhki, melainkan kamulah yang akan menjadi pundi-pundi poin pengalaman untuk meningkatkan kekuatanku!” ucap Zhou Tian dan ia langsung menyerap jiwa penguasa kota tanpa perlawanan.
Jiwa penguasa kota terlalu lemah untuk memberi perlawanan, dan pada akhirnya jiwa itu lenyap, berubah menjadi poin pengalaman. “Benar-benar jiwa yang sangat lemah!” ucap Zhou Tian saat ia hanya mendapatkan tambahan ratusan miliar poin sistem dari jiwa penguasa kota.
Jiwa-jiwa prajurit suci dan semua yang mati di tangannya, semua juga telah tersedap dan menjadi poin pengalaman, tapi jumlah poin pengalaman yang didapatkan dari mereka masih belum cukup untuk membuatnya menerobos ranah Jendela Dewa Surgawi tingkat yang lebih tinggi.
“Setidaknya setelah ini aku sudah bisa menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi!” ucap Zhou Tian, dan ia segera pergi ke ke penjara yang berada di kediaman penguasa kota untuk membebaskan iblis di penjara itu.
Dalam sekejap saja ia telah berada di depan penjara, yang mana didalamnya terdapat ratusan iblia yang keadaannya sedikit lebih baik dibandingkan mereka yang berada di penjara kota. Namun, mereka tetap saja membutuhkan sedikit perawatan untuk beberapa luka luar.
Setelah mengobati mereka yang terluka dan memastikan semua dalam keadaan baik-baik saja, Zhou Tian membawa mereka pergi ke penjara kota untuk memastikan apa pertempuran di tempat itu telah berakhir.
Sampai di penjara kota, pertempuran di tempat itu telah berakhir, dan dengan cepat Zhou Tian menemukan keberadaan Zhou Lin dan Zhou Gang. Bertemu mereka, ia memastikan keadaan mereka baik-baik saja, baru setelahnya ia melihat keadaan iblis dan siluman yang ikut dalam pertarungan.
Zhou Tian melihat tidak sedikit korban dari para iblis maupun para siluman, tapi terlihat jelas korban terbanyak berasal dari prajurit suci ras manusia. Tidak ada satupun prajurit suci ras manusia yang selamat, mereka semua mati mengenaskan di tangan para iblis dan para siluman.
Sedangkan mereka yang berasal dari ras iblis dan ras siluman, selain tidak sedikit yang mati di petarungan yang baru saja berakhir, tidak sedikit dari mereka yang mengalami luka cukup serius, dan saat ini memerlukan perawatan. Mereka yang terluka segera mendapatkan penyembuh dari sosok Zhou Tian.
Luka berat maupun luka ringan, semua tidak sulit diobati oleh Zhou Tian, sedangkan Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka membantu menguburkan siluman dan juga iblis yang mati dalam pertarungan. Untuk mayat prajurit suci, mereka tidak dikubur, melainkan ditumpuk menjadi satu di tanah lapang, lalu dibakar.
Membakar mereka tanpa prosesi oemakama masih jauh lebih baik dibandingkan apa yang dilakukan prajurit suci setelah mereka membunuh para iblis. Tidak ada yang dikubur maupun dibakar, yang ada mayat-mayat iblis yang mati di tangan mereka dibiarkan begitu saja.
Semua iblis yang terluka telah diobati dan dengan cepat keadaan mereka mulai membaik. “Kakak Lin, Kakak Gang, sekarang sebaiknya kita segera pergi meninggalkan mereka, dikarenakan keberadaan kita di tempat ini bisa saja membahayakan keberadaan mereka! Saat ini ada kekuatan besar yang sudah menandai kita, dan jika kita masih di tempat ini, aku khawatir mereka yang ada di tempat ini menjadi korban kekejaman mereka yang mencari keberadaan kita!” ucap Zhou Tian.
“Adik, kamu benar, kita memang sudah seharusnya segera pergi dari tempat ini!” ucap Zhou Lin, setuju dengan apa yang diucapkan Zhou Tian, dan kapanpun Zhou Tian ingin pergi, ia akan ikut dengannya.
Zhou Tian langsung saja pergi meninggalkan kota tanpa pamit pada lima iblis yang sempat bertemu dengannya, dan tentu saja Zhou Lin dan Zhou Gang ikut pergi bersamanya.
“Mereka bukan sosok iblis biasa, dan sepertinya mereka sedang menjauhkan sebuah mara bahaya dari tempat ini!” ucap salah satu iblis dari lima iblis yang pernah bertemu dengan Zhou Tian dan yang lainnya. Ia tidak sengaja melihat kepergian Zhou Tian dan yang lainnya, yang menurutnya mereka pergi untuk menjauhkan bahaya dari kota.
“Semoga kalian senantiasa dalam keadaan baik-baik saja!”
...----------------...
Bersambung.
__ADS_1