
Tidak seperti orang biasa yang paginya akan kesulitan berjalan setelah menjalani malam pertama pernikahannya, Song Qian yang seorang kuktivator, dia terlihat biasa-biasa saja pagi ini, bahkan dia gabung bersama yang lainnya, menikmati makan pagi bersama-sama.
Tidak ada pembicaraan apapun saat berlangsungnya acara makan pagi bersama. Barulah pembicaraan berlangsung saat acara makan pagi selesai, tapi pembicaraan hanya melibatkan para pria, sedangkan para wanita pergi minum teh di taman bunga yang seluruhnya pagi ini sedang bermekaran.
“Ada lebih dari sepuluh juta prajurit suci ras manusia yang saat ini berada di perbatasan wilayah ras manusia dan wilayah ras Dewa. Seluruh prajurit Dewa sudah bersiap jika mereka menyerang, dan ada bala bantuan dari prajurit Peri serta prajurit suci ras siluman!” ucap Song Hui, memberitahukan keadaan di perbatasan.
“Apa mereka masih ingin melakukan serangan ke wilayah kekuasaan ras Dewa, meski mereka sudah tahu jika apa yang mereka culik hanyalah tubuh bayangan?” ujar Zhou Tian, dan dia menatap bergantian orang-orang yang berada dalam ruang kerja Dewa Agung Song Bei.
Saat tubuh bayangannya yang dia rubah menyerupai sosok Dewa Agung Song Bei musnah, Zhou Tian yakin jika kedua Dewa ras manusia telah mengetahui jika mereka salah culik. Seharusnya serangan itu tidak akan terjadi, tapi dengan prajurit suci ras manusia yang masih bertahan di perbatasan, sepertinya serangan tetap akan dilakukan, dan mereka semua sedang menunggu perintah dari kedua Dewa.
Beruntung ada bala bantuan dari prajurit peri dan prajurit suci ras siluman, sehingga tidak perlu khawatir pada keberadaan prajurit suci ras manusia. Namun, sekarang Zhou Tian justru mengkhawatirkan keadaan Istana Dewa Iblis.
‘Sepertinya mereka merencanakan sesuatu pada Istana Dewa Iblis, sehingga mereka tidak menarik prajurit suci yang berada di perbatasan!’ batin Zhou Tian, menebak apa yang menjadi rencana kedua Dewa ras manusia.
Menebak secara pasti rencana yang ingin dilakukan mereka, Zhou Tian berencana menembus keberadaan prajurit suci ras manusia di perbatasan, dan dia akan memastikan Istana Dewa Iblis dalam keadaan baik-baik saja.
“Aku tidak akan membiarkan kedua Dewa itu mengusik hidup mereka yang tinggal di Istana Dewa Iblis!” gumamnya sangat pelan.
......................
Zhou Tian dan Dewa Agung Song Bei audah berada di perbatasan kedua wilayah untuk memastikan jika prajurit suci ras manusia tidak memasuki wilayah kekuasaan ras Dewa. Sampai saat ini tidak ada pergerakan yang dilakukan prajurit suci ras manusia, dan itu semakin membuat yakin jika tujuan mereka adalah mencegahnya kembali ke Istana Dewa Iblis.
‘Sekalipun aku tidak ada di tempat itu, apa mereka pikir dapat menghancurkan formasi pelindung yang sudah aku perkuat? Apapun usaha yang mereka lakukan, mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan formasi pelindung yang sudah aku perkuat,’ batin Zhou Tian, dan dia tersenyum tipis, sehingga tidak ada yang tahu jika barusan dia tersenyum.
“Sepertinya tujuan mereka bukanlah menguasai wilayah kekuasaan ras Dewa, tapi tujuan mereka adalah menghalangiku supaya aku tidak bisa kembali ke Istana Dewa Iblis!” ucap Zhou Tian, sambil melihat Dewa Agung Song Bei yang ada di sebelahnya.
“Jika itu benar, bukannya saat ini Istana Itu dalam bahaya?” ujar Dewa Agung Song Bei yang belum tahu jika formasi pelindung Istana Dewa Iblis telah ditingkatkan, dan lagi ada Zhou Nan yang bisa memperkuat formasi pertahanan, seandainya terjadi kerusakan pada formasi itu.
“Hanya dengan kekuatan yang dimiliki oleh kedua Dewa ras manusia, mereka tidak akan pernah bisa menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis yang sudah aku perkuat!” ucap Zhou Tian, dan dia sangat yakin dengan ucapannya.
Dewa Agung Song Bei yang mendengar itu, dia juga yakin jika apa yang sudah dilakukan Zhou Tian, pasti bisa melindungi Istana Dewa Iblis. Apalagi dia tahu jika sebelumnya formasi pelindung itu sudah kuat, dan setelah diperkuat, pastinya formasi itu bakalan jauh lebih kuat dari sebelumnya.
“Apa kamu tidak ingin menerobos mereka dan melihat apa yang sebenarnya sedang terjadi di Istana Dewa Iblis? Jika kamu ingin menerobos mereka, dengan senang hati aku akan membantumu!” ucap Dewa Agung Song Bei.
Mendengarnya Zhou Tian pelan menggelengkan kepalanya, “Untuk pergi ke Istana Dewa Iblis aku tidak perlu menerobos keberadaan prajurit suci ras manusia di perbatasan! Aku menguasai teknik teleportasi, dan aku bisa menggunakan teknik itu untuk langsung pergi ke kawasan Istana Dewa Iblis,” ucapnya, yang sama sekali tidak menutupi dari Fewa Agung Song Bei, perihal dia yang memiliki teknik teleportasi.
Teknik teleportasi sudah lama menghilang, dan di masa lalu hanya ada satu sosok yang menguasai teknik itu. Sosok itu dikatakan sebagai leluhur seluruh makhluk hidup, dan sebelum kematiannya dia sempat berkata, jika ciri-ciri orang yang mewarisi seluruh kekuatannya adalah orang itu menguasai teknik teleportasi, dan hanya akan ada satu orang yang menguasai teknik teleportasi.
‘Kalau benar dia adalah pewaris seluruh kekuatan sosok itu, beruntungnya aku karena telah menyerahkan putriku pada pria yang sangat luar biasa!’ batin Dewa Agung Song Bei, lalu dia kembali fokus memperhatikan pergerakan prajurit suci ras manusia.
Sedangkan Zhou Tian, dia telah pamit pada Dewa Agung Song Bei, dan sekarang dia dalam perjalanan menuju kediaman Song Qian untuk menemui ke-empat istrinya. Dia akan membicarakan dengan mereka tentang dirinya, yang akan pergi ke Istana Dewa Agung, untuk memastikan keadaan tempat itu.
Kekuatan kedua Dewa ras manusia memang kuat, tapi Zhou Tian yakin jika kekuatan mereka tidak akan cukup untuk menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis. Namun untuk lebih memastikannya dia ingin pergi melihatnya secara langsung.
Sampai di kediaman Sing Qian, Zhou Tian segera menemui ke-empat istrinya, dan mengatakan pada mereka apa yang akan dirinya lakukan. Kebetulan ada Zhou Lin, Zhou Gang, Zhu Ning dan Zhu Rong yang sedang kumpul bersama ke-empat istrinya, jadi sekalian dia memberitahu mereka, tentang apa yang akan dilakukannya.
__ADS_1
Setelah mendengar jika Zhou Tian ingin pergi melihat keadaan Istana Dewa Agung, tentunya mereka semua ingin ikut pergi bersamaku dengan Zhou Tian. Tidak bisa menolak keinginan mereka, Zhou Tian akhirnya membawa mereka semua pergi ke Istana Dewa Iblis, yang dimasa depan akan menjadi tempat tinggal mereka semuanya. Sebelum pergi meninggalkan wilayah kekuasaan ras Dewa, Zhou Tian lebih dulu pamit dengan ayah mertuanya dengan pesan telepati.
Setelah selesai berpamitan, Zhou Tian panggung saja menggunakan teknik teleportasi untuk memindahkan dirinya dan yang lainnya ke kawasan Istana Dewa Iblis. Saat itu juga sebuah cahaya terang menyelimuti seluruh bagian tubuh mereka, dan begitu cahaya itu menghilang, mereka sudah muncul di halaman kediaman paling megah yang ada di Istana Dewa Iblis, yang mana kediaman itu adalah milik Zhou Tian dan ke-empat istrinya.
Baru juga sampai, Zhou Tian dan yang lainnya mendengar suara ledakan bertubi-tubi, dari arah formasi yang melindungi Istana Dewa Iblis. Melihat serangan yang datang secara terus-menerus, bukannya khawatir, Zhou Tian justru terkekeh pelan karena serangan itu mustahil bisa menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Agung.
Sosok Zhou Nan tiba-tiba muncul di dekat Zhou Tian. Dia buru-buru mencari keberadaan Zhou Tian begitu merasakan auranya, dan begitu bertemu dia segera melaporkan apa yang saat ini sedang terjadi di luar sana. “Tuan, kedua Dewa ras manusia memimpin lebih dari sepuluh juta prajurit suci ras manusia, dan sedari tadi mereka terus saja menyerang formasi pertahanan Istana Dewa Iblis! Apa menurut Tuan kita perlu keluar dan menghadapi mereka secara langsung?” ujarnya.
Mendengarnya Zhou Tian cepat menggelengkan kepalanya. “Biarkan saja mereka melakukan serangan, dikarenakan serangan mereka tidak akan pernah cukup untuk menghancurkan formasi pelindung yang telah aku perkuat! Disaat kita bisa duduk santai menikmati pertunjukkan mereka, kenapa juga kita keluar untuk berhadapan dengan mereka? Nikmati saja waktu bersantai sambil menikmati pertunjukan mereka!” ucap Zhou Tian.
Zhou Nan mengerti dengan apa yang diucapkan Zhou Tian, dan melihat kokohnya formasi pertahanan, dia yakin jika setangan musuh memang sangatlah mustahil dapat menghancurkan formasi pertahanan yang begitu kokoh.
Selanjutnya Zhou Tian membawa yang lainnya menuju gerbang utama Istana Dewa Iblis. Dari tempat yang berada di atas gerbang utama Istana Dewa Iblis, sampai di tempat itu, Zhou Tian dan yang lainnya bisa melihat jutaan prajurit suci ras manusia yang terus saja menyerang formasi pelindung Istana Dewa Iblis.
“Dibawah kepemimpinan orang bodoh, mereka telah tumbuh menjadi prajurit yang ikut bodoh sperti pemimpinnya!” ucap Zhou Tian menganggap jutaan prajurit suci ras manusia adalah sekumpulan orang bodoh, dikarenakan mereka terus saja menyerang apa yang mustahil mereka hancurkan.
Prajurit Dewa Iblis yang melihat kedatangan Zhou Tian dan yang lainnya, mereka segera menundukkan kepala memberi penghormatan pada mereka.
Zhou Tian mengangguk dan tersenyum menandakan jika dia menerima penghormatan mereka. Setelahnya Zhou Tian dan yang lainnya duduk di tempat yang tersedia, dan mereka benar-benar kenikmati waktu bersantai sambil melihat apa yang dilakukan jutaan prajurit suci ras manusia.
Dari tempatnya duduk Zhou Tian dapat melihat keberadaan dua sosok Dewa ras manusia. Keduanya belum melakukan serangan, dan terlihat kalau keduanya sedang menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan.
Zhou Tian menggelengkan kepalanya begitu dia mulai bisa membaca rencana kedua Dewa ras manusia, setelah kedua rencana mereka sebelumnya bisa dikatakan gagal total. ‘Mencoba menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis, dan setelahnya mereka akan langsung menyerang istana ini! Namun, rencana itu tidak akan pernah terjadi selama mereka belum bisa menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis!’ batin Zhou Tian.
Mereka benar-benar bersantai seperti apa yang disarankan Zhou Tian, dan mereka sangatlah menikmati pertunjukan prajurit suci, yang terus saja melakukan sesuatu yang sia-sia. Sebanyak dan sesering apapun mereka menyerang, semua usaha mereka hanya akan berakhir sia-sia.
“Bukankah mereka sangat bodoh karena menyerang sesuatu yang sangat mustahil dapat mereka hancurkan?”
“Ya, mereka benar-benar bodoh, karena tidak bisa membedakan mana yang bisa mereka lakukan, dan mana yang tidak bisa mereka lakukan!”
“Setelah tahu kebodohan mereka, di masa depan nanti kita jangan melakukan hal bodoh seperti yang mereka lakukan! Setidaknya kita harus jauh lebih cerdas dari mereka semua!”
Banyak prajurit Dewa Iblis membicarakan kebodohan prajurit suci ras manusia, dan mereka menjadikan kebodohan prajurit suci ras manusia sebagai pembelajaran, supaya kelak mereka tidak melakukan hal bodoh seperti yang dilakukan prajurit suci ras manusia.
Zhou Tian dan yang lainnya yang mendengar pembicaraan prajurit suci, mereka sama sekali tidak terganggu, dan mereka justru tersenyum senang mendengarkan pembicaraan para prajurit Dewa Iblis.
Sementara itu, Shang Boqin dan Shang Bolin yang melihat serangan jutaan prajurit suci tidak berhasil membuat merusak pada formasi pelindung Istana Dewa Iblis, semua itu sudah mereka perkirakan, dan nyatanya tidak ada yang salah dengan perkiraan mereka. Padahal sebelumnya mereka sedikit berharap perkiraan mereka salah, dan dapat melihat kerusakan pada formasi pelindung saat diserang secara bersamaan oleh jutaan prajurit suci.
“Percuma saja menyuruh mereka terus menyerang sesuatu, yang sedari awal memang tidak akan pernah bisa mereka hancurkan!” ucap Shang Bolin yang sudah bosan menunggu keputusan kakaknya, Shang Boqin.
“Jangan buru-buru menyerang karena kita benar-benar akan kehilangan satu tingkat kekuatan secara permanen, saat kita melakukan itu! Sebaiknya awasi dulu keadaan formasi pelindung Istana Dewa Iblis, yang entah kenapa aku merasa formasi pelindung istana itu lebih kuat dari sebelumnya!” ungkap Shang Boqin, yang terus mengawasi keadaan formasi pelindung Istana Dewa Iblis.
Shang Bolin yang mendengar semua itu, seketika dia mencoba merasakan aura dari formasi pelindung, yang melindungi Istana Dewa Iblis. Dia memiliki kepekaan sangat tinggi terhadap aura sesuatu, termasuk aura sebuah formasi. Masih jelas dalam gambaran ingatannya tentang seberapa kuat aura formasi pelindung Istana Dewa Iblis di masa lalu, dan dibandingkan aura nya saat ini, dia menyimpulkan jika kekuatan formasi pelindung telah diperkuat.
“Sepertinya kamu benar tentang formasi pelindung yang telah diperkuat! Dari aura yang aku rasakan, formasi pelindung kali ini dua sampai tiga kali lebih kuat dari sebelumnya, dan aku ragu apa kita dapat menghancurkannya!” ucap Shang Bolin.
__ADS_1
Seketika Shang Boqin terdiam membisu setelah dia mendengar ucapan adiknya. Sebelumnya dia hanya menebak dari apa yang dirasakannya, tentang formasi pelindung Istana Dewa Iblis yang terasa lebih kuat dari sebelumnya, tapi tebakan dan apa yang dirasakannya adalah sebuah kebenaran, dan itu terbukti dengan apa yang baru saja diucapkan Shang Bolin.
“Bolin, apa menurutmu jurus itu bisa menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis yang telah diperkuat? Jika sebelum diperkuat, aku sangatlah yakin dapat menghancurkannya!” ujar Shang Boqin.
“Hah, aku belum tahu pasti bisa atau tidaknya jurus itu menghancurkannya formasi pelindung Istana Dewa Iblis!” balas Shang Bolin.
“Sepertinya kita perlu mencobanya, untuk mengetahui apa jurus itu bisa menghancurkan formasi pelindung itu, atau tidak bisa menghancurkannya!” ucap Shang Boqin.
Shang Bolin setuju melakukan semua itu, meski dia harus mengorbankan satu tingkat kekuatannya, yang artinya kekuatannya akan kembali ke ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, dan butuh bertahun-tahun lamanya untuk bisa menerobos ranah Dewa Semesta.
Keduanya segera saja melompat jauh ke depan, atau tepatnya mereka saat ini berada tepat di hadapan seluruh prajurit suci, yang seketika menghentikan serangan begitu melihat kedua Dewa mereka melakukan lompatan ke depan. Mereka sangatlah penasaran dengan apa yang akan dilakukan keduanya, dalam upaya menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis.
Swush...
Segera aura puncak ranah Dewa Semesta tingkat Awal meluap keluar dari tubuh Shang Boqin dan Shang Bolin. Keduanya akan menggunakan jurus, yang hanya bisa dilakukan dengan kekuatan gabungan mereka, dan jurus itu memerlukan pengorbanan masing-masing dari mereka satu tingkat kekuatan.
Siluet kepala Naga muncul tidak lama setelah keduanya mengeluarkan aura puncak kekuatan, yang mereka miliki. “Jurus Tapak Naga Semesta!” teriak keduanya diwaktu bersamaan, dan siluet Naga yang yang semula berada di atas mereka, siluet Naga bergerak, melesat cepat ke arah formasi pelindung Istana Dewa Iblis.
Zhou Tian yang melihat itu, dia dia merasa serangan gabungan kedua Dewa ras manusia sangatlah kuat, dan dia tahu jika serangan kali ini membuat keduanya harus mengorbankan satu tingkat kekuatan, yang mereka miliki. ‘Cukup kuat, tapi tidak akan aku biarkan menghancurkan formasi pelindung istana ini!’ batinnya.
Zhou Tian bangkit berdiri dari tempat duduknya, lalu dia membuat segel tangan dengan gerakan yang begitu cepat, dan cahaya terang berwarna kuning keemasan segera melesat ke formasi pelindung, membuat kekuatan formasi pelindung menjadi 10 kali lebih kuat dari sebelumnya. “Dengan begini, semua akan aman terkendali!?” gumamnya pelan.
Baru juga Zhou Tian selesai meningkatkan kekuatan formasi pelindung Istana Dewa Agung, serangan yang dilakukan Shang Bolin dan Shang Boqin datang, dan benturan kuat terjadi.
Booomm...
Ledakan besar terjadi saat kedua kekuatan saling berbenturan. Serangan Shang Boqin dan Shang Bolin yang mencoba mengoyak formasi pelindung, sementara itu terlihat jelas jika formasi pelindung Istana Dewa Iblis sangatlah mampu menahan serangan kedua Dewa ras manusia.
Tidak lama kemudian, semuanya berakhir. Terlihat dari kejauhan formasi pelindung Istana Dewa Iblis masih utuh tanpa adanya kerusakan, menandakan jika serangan Shang Boqin dan Shang Bolin telah gagal menghancurkan apa yang seharusnya dihancurkan.
Shang Boqin dan Shang Bolin yang melihat serangan mereka gagal menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis, seketika tubuh mereka lemas. Bukan hanya gagal menghancurkan apa yang ingin mereka hancurkan, tapi mereka juga gagal dalam rencana terakhir, dan lagi mereka harus merelakan kehilangan satu tingkat kekuatan.
Selain itu, setelah ini mereka juga harus bersiap karena bisa dipastikan Shang Bo akan mengambil kembali kekuatan Dewa yang ada di dalam tubuh mereka. Jika itu dilakukan, bisa dipastikan mereka akan menjadi sosok yang sangat lemah, jauh lebih lemah dari kekuatan mereka saat ini.
Sedangkan jutaan prajurit suci yang melihat serangan kedua Dewa mereka gagal menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis, mereka masih berpikir positif dengan menganggap serangan yang barusan adalah serangan awal, dan masih ada serangan yang lebih kuat dari apa yang sudah dilakukan. Mereka tidak tahu saja jika serangan barusan adalah serangan terkuat kedua Dewa mereka.
Di tempat Zhou Tian, pria itu tersenyum lebar melihat gagalnya serangan kedua Dewa ras manusia, yang begitu ingin menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis. “Aku tentunya akan membuat kalian tidak bisa menghancurkan, apa yang tidak seharusnya kalian hancurkan!” ucapnya pelan.
Tahu jika kekuatan kedua Dewa ras manusia turun satu tingkat, yang mana kekuatan mereka saat ini berada di ranah Dewa Agung tingkat Sempurna, sama seperti kekuatan puncaknya tanpa menggunakan kekuatan Dewa Iblis, Zhou Tian berencana maju menghadapi keduanya.
“Ini kesempatan baik bagiku menghadapi mereka, dengan kekuatan mereka saat ini, aku sangat yakin dapat mengalahkan mereka!” gumamnya, dan dia tersenyum.
......................
Bersambung.
__ADS_1