Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Musuh Yang Terlalu Lemah


__ADS_3

Salah satu sudut bibir Zhou Tian terangkat, menunjukkan senyuman sinis pada kelima musuhnya.


‘Kembali aku melawan sekumpulan orang bodoh yang sudah sangat bosan hidup,’ ucapnya dalam hati.


Melawan musuh yang lebih lemah, merupakan suatu hal yang sangat membosankan bagi Zhou Tian, yang kalau boleh memilih musuh, dia lebih memilih melawan musuh yang lebih kuat darinya.


Namun, sayangnya pertarungan tak bisa dihindari karena mereka yang menjadi musuhnya sudah bergerak maju menyerang.


Kedua mata Zhou Tian saat ini tertuju pada pergerakan lima orang yang menyerangnya dari arah depan. Pergerakan mereka sangat cepat, tapi di mata Zhou Tian pergerakan mereka terlihat sangat lambat, bahkan pergerakan seekor kura-kura jauh lebih cepat dibandingkan mereka.


Di sisi lain, melihat musuh mereka hanya diam di tempat tidak melakukan pergerakan, bukannya meningkatkan kewaspadaan, mereka justru meningkatkan kecepatan dan menyerang di waktu bersamaan.


Zhou Tian dengan santainya melompat ke kiri, ke kanan, ke depan dan ke belakang, menghindari setiap serangan yang tertuju padanya. Gerakannya terlihat sederhana, tapi dengan gerakan sederhana itu dia bisa menghindari setiap serangan musuh.


Sebenarnya dia terlalu malas bermain-main dengan mereka, tapi tak akan seru jika langsung melenyapkan mereka.


Namun karena mereka benar-benar lebih lemah darinya, Zhou Tian tak akan terlalu lama bermain dengan mereka, sebelum akhirnya mengirim jiwa mereka ke tangan Dewa Kematian.


“Apa kalian bisa lebih serius? Kekuatan yang kalian tunjukkan saat ini benar-benar lemah dan membuatku bosan!” Zhou Tian menatap bergantian lima orang yang wajahnya semakin menggelap karena amarah.


Ditambah ucapan yang baru keluar dari mulut Zhou Tian, amarah mereka semakin tak terkendali.


Mereka sebelumnya sudah menggunakan hampir seluruh kekuatan untuk menyerang musuh, tapi nyatanya musuh yang mereka hadapi masih saja terlihat seperti sedang bermain-main.


“Apa jangan-jangan sebelumnya kalian sudah menggunakan seluruh kekuatan yang kalian miliki?”


Zhou Tian semakin memancing amarah mereka dengan kata-kata pedas yang terlontar keluar dari dalam mulutnya.


“Aku harap kalian segera mengeluarkan seluruh kekuatan yang kalian miliki, supaya aku bisa sedikit lebih serius!” Zhou Tian bicara dengan santainya.


Mendengar itu, lima orang secara bersamaan mengeluarkan aura puncak kekuatan yang mereka miliki, dan bersiap menyerang dengan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada.


“Membuat kami marah, kau pasti mati di tangan kami!” Satu dari lima orang berteriak marah dan langsung maju menyerang Zhou Tian.


Empat orang lainnya ikut maju menyerang setelah mengeluarkan senjata terkuat yang mereka miliki.


Mereka yang semula ingin bermain-main dengan musuh dan baru akan membunuh setelah puas bermain, nyatanya justru mereka yang saat ini justru dipermainkan oleh musuh.


Kelima nya bukanlah orang bodoh, dan jelas mereka tahu kalau musuh yang dihadapi sedang mempermainkan mereka.


Sementara itu, Zhou Tian yang mendapatkan serangan musuh yang kali ini mempersenjatai diri dengan berbagai jenis senjata, tak lagi bertahan dan menghindar seperti sebelumnya, dia kali ini justru bergerak maju menyambut serangan musuh.

__ADS_1


“Masih ingin melawan kami dengan tangan kosong? Aku akan memotong tanganmu menjadi potongan kecil, sebelum aku memberikan potongan tubuhmu pada binatang buas peliharaanku!” Pria dengan pedang besar di tangannya berbicara dan sekuat tenaga dia mengayunkan pedang mencoba membelah tubuh Zhou Tian.


Ayunan pedang berukuran besar tertuju pada kepala Zhou Tian yang tak memiliki perlindungan. Saat pemilik pedang besar yakin musuhnya bakalan mati, dia dan empat orang lainnya dibuat tercengang saat musuh mereka dengan mudah menangkap bilah pedang menggunakan tangan kosong, dan dengan mudahnya pedang besar itu dipatahkan dengan tangannya.


“Senjata mainan kamu gunakan untuk menyerangku? Cih, kedua tanganku jauh lebih kuat dari senjata yang kamu miliki!” Zhou Tian berbicara dan tanpa ampun kini giliran dirinya melakukan serangan.


Datangnya serangan Zhou Tian yang begitu cepat, membuat pria pemilik pedang besar yang hancur di tangannya tak sempat menghindar. Dia hanya bisa menyilangkan tangan, melindungi tubuhnya dari serangan musuh.


Melihat musuh tak siap menyambut serangannya, Zhou Tian hanya tersenyum sinis dan tanpa ampun dia menyerang musuh dengan kedua tinjunya. Tak hanya sekali, dia berkali-kali menyerang musuh menggunakan kedua tinjunya.


“Terima saja kekalahan dan kematian kalian!” ucap Zhou Tian yang sudah merasa cukup bermain-main dengan mereka.


Dia langsung ingin mengalahkan sekaligus mengakhiri hidup mereka.


Kecepatan serangan Zhou Tian sangatlah cepat. Sekalipun musuh menggunakan senjata untuk menghalau serangan Zhou Tian, pada akhirnya senjata di tangan mereka justru hancur, dan kini mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan fisik untuk menghalau serangan musuh.


Tanpa ambun Zhou Tian memukul musuh yang tak lagi memiliki senjata untuk menghalau serangannya. Beradu kekuatan fisik dengannya, mereka hanya akan mengalami luka fisik yang tidak mungkin bisa dihindarkan.


Bang... Bang... Bang... Bang...


Terlihat kilatan petir di tinjunya saat Zhou Tian memukul orang-orang yang menjadi musuhnya.


Mereka yang sebelumnya yakin dapat mengalahkan siapapun musuh, yang harus mereka hadapi. Kini mereka sadar dan tahu jika kekuatan musuh bukanlah sesuatu yang dapat mereka hadapi, hanya dengan kekuatan yang saat ini mereka miliki.


Penuh dengan keyakinan, mereka yakin musuh yang mereka hadapi bukanlah iblis biasa dengan kekuatan di ranah Immortal Langit.


Memiliki kekuatan di Ranah Dewa, hanya itu alasan satu-satunya yang terpikir oleh mereka, tentang musuh yang dengan mudahnya mampu mengalahkan mereka.


“Kalian memang lebih kuat dari lima orang yang mengaku sebagai lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana, tapi kekuatan itu masih belum cukup jika tujuan kalian adalah mengalahkanku!” ucap Zhou Tian sambil melihat kelima musuhnya yang sudah babak belur dan berbaring tak berdaya di atas tanah.


“Be-Berani berbuat seperti ini pada kami, kau hanya akan menjadi musuh tuan kami yang mengawasi tempat ini dari Alam Langit!”


“Ka-Kau memang kuat di Alam ini, tapi kekuatan yang kau miliki, tak sebanding dengan kekuatan luar biasa milik tuan kami! Kau pasti mati begitu pergi ke Alam Langit!”


Zhou Tian tak terlalu terkejut dengan itu karena sebelumnya dia sudah tahu ada kekuatan besar yang melindungi musuhnya saat ini, ataupun sosok lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana yang sebelumnya sudah lebih dulu berhasil dikalahkan olehnya.


“Apa kalian pikir aku takut dengan sosok, yang kalian panggil tuan? Lagipula kalian belum tahu batas kekuatanku, jadi darimana kalian menyimpulkan aku lebih lemah dari orang itu?”


“Kalau dari usia, aku memiliki keyakinan kalau tuan kalian lebih tua dari usiaku saat ini, tapi usia juga tak bisa dijadikan patokan karena aku yang jauh lebih muda dari kalian, nyatanya aku jauh lebih kuat dari kalian. Bisa saja, kekuatanku yang sebenarnya lebih kuat dari tuan kalian!”


Kelima musuh Zhou Tian yang tergeletak tak berdaya, seketika mereka terdiam setelah mendengar ucapan Zhou Tian.

__ADS_1


Mereka lupa jika sedari awal pertempuran, mereka belum tahu sekuat apa Zhou Tian. Mereka hanya tahu kalau musuh lebih kuat dari mereka, di usia yang jauh lebih muda.


Kini kelimanya mulai khawatir pada sosok Tuan yang begitu mereka hormati. Mereka takut Zhou Tian pergi ke Alam Langit, dan membunuh Tuan mereka.


Meski khawatir, mereka sadar jika saat ini tak ada yang bisa dilakukan untuk mencegah semua itu terjadi. Jangankan mencegah semua itu terjadi, mencegah kematian mereka saja, mereka sudah tak memiliki kesempatan melakukannya.


Di sisi lain, Zhou Tian yang tak lagi peduli dengan ucapan kelima musuhnya, dia merasa sudah saatnya mengakhiri semuanya dengan sekali gerakan.


“Sudah saatnya kalian bertemu dengan Dewa Kematian! Namun, sebelum itu terjadi, izinkan aku mendapatkan manfaat dari kekuatan yang kalian miliki!” Mengibaskan tangan kirinya, Zhou Tian mulai menyerap inti kekuatan mereka, dan dalam waktu singkat inti kekuatan mereka telah kosong tak bersisa.


Tak lagi memiliki sisa kekuatan, inti kekuatan mereka hancur, dan kini mereka resmi berubah menjadi sosok sampah yang tak lagi bisa menjadi seorang kultivator.


Penampilan mereka yang sebelumnya terlihat sangat muda, kini penampilan mereka sama persis dengan penampilan orang tua rapuh, yang hidup hanya untuk menanti datangnya kematian.


Tak lagi memiliki kekuatan seorang kultivator, keadaan mereka benar-benar rapuh, dan tak lama kelimanya akhirnya mati karena usia mereka yang sudah melampaui usia hidup manusia biasa.


Ratusan tahun adalah batas usia manusia biasa, sedangkan mereka yang sebelumnya adalah seorang kultivator, mereka mampu hidup selama ribuan tahun.


Namun saat seorang kultivator kehilangan kekuatan di usia yang melampaui usia manusia biasa, bisa dipastikan mereka akan langsung dipertemukan dengan sosok Dewa Kematian.


“Kalian adalah orang-orang yang telalu setia, tak seperti lima orang yang masih aku beri kesempatan hidup, dikarenakan aku masih bisa memanfaatkan kekuatan mereka!”


Lima sosok yang dianggap orang-orang sebagai lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana, Zhou Tian memang sengaja membiarkan mereka tetap hidup dengan hanya menyegel dantian mereka, tapi membuat seolah-olah dantian mereka telah hancur.


Dia merasa mereka masih berguna untuknya di masa depan, dan karena itu mereka tetap dibiarkan hidup meski harus mendekam di balik jeruji besi penjara Dunia Jiwa.


“Kenapa Gege langsung membunuh mereka? Apa Gege tidak ingin memanfaatkan mereka seperti lima orang yang saat ini mendekam di dalam penjara?” tanya Zhu Ying sambil mendekati Zhou Tian.


“Mereka memiliki kesetiaan mutlak pada tuannya saat ini, jadi kita tak bisa memaksa mereka untuk berada di pihak kita!”


“Berbeda dengan lima orang yang saat ini kasih aku pertahankan hidupnya, di masa depan nanti kita masih bisa memanfaatkan keberadaan mereka!” ungkap Zhou Tian.


Mendengar semua itu, Zhu Ying hanya menganggukkan kepala, dan atas seizin Zhou Tian dia mulai mengumpulkan cincin penyimpanan dari lima orang yang telah berubah menjadi mayat.


“Sebaiknya kita kembali dan beristirahat!” ucap Zhou Tian dan begitu saja dia membawa Zhu Ying kembali ke kediamannya.


Tak lama setelah kepergian mereka, lima mayat yang sebelumnya utuh, tiba-tiba mereka berubah menjadi abu yang setelahnya menjadi satu dengan tanah.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2