Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Kebodohan Kedua Dewa Ras Manusia


__ADS_3

Zhou Tian yang terus mengawasi Shang Boqin, melihat kekacauan yang dilakukan Shang Boqin dan ribuan prajurit suci yang sedang menyamar, untuk memancing perhatian penjaga Istana Dewa Agung supaya mereka lengah menjaga Dewa Agung Song Bei, tidak membiarkan rencana mereka begitu saja berhasil, Zhou Tian dengan santainya mulai menyerang prajurit suci yang pura-pura berkelahi.


Dari tempat persembunyiannya, Zhou Tian membeli banyak jarum beracun dari toko sistem, dan dia akan menggunakan jarum jarum itu untuk menyerang prajurit suci. “Tidak seru rasanya perkelahian tanpa adanya korban jiwa, jadi sebaiknya kalian semua mati!” ucapnya, dan dia mulai melesatkan jarum jarum beracun ke arah prajurit suci yang sedang menyamar.


Dengan santainya Zhou Tian terus melemparkan jarum jarum beracun ke arah prajurit suci. Mereka yang terkena serangan jarum beracun hanya merasa seperti tergigit semut, tapi setelah sepuluh tarikan napas berlalu mereka semua akan mati tanpa rasa sakit.


“Nyawa kalian semua adalah bayaran untuk rencana jahat kalian pada calon ayah mertuaku!” ucap pelan Zhou Tian.


Ribuan jarum beracun sudah Zhou Tian gunakan untuk menyerang ribuan prajurit suci yang sedang membuat kekacauan atas perintah Shang Boqin yang juga ikut membuat kekacauan. Setelah jarum beracun digunakan, sekarang tinggal menunggu kematian musuh.


Sementara itu, Shang Boqin yang belum tahu tentang apa yang sudah dilakukan Zhou Tian, dia terus saja membuat kekacauan bersama prajurit suci yang datang bersamanya.


Namun, tidak lama kemudian keanehan terjadi saat secara tiba-tiba satu demi satu prajurit suci yang sedang menyamar tumbang, dan saat Shang Boqin memastikan keadaan mereka, ternyata mereka semua telah mati.


Shang Boqin dibuat bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Dia tidak melihat adanya tanda-tandanl serangan yang dilakukan prajurit penjaga Istana Dewa Agung, bahkan mereka tidak mencoba melerai kekacauan yang sedang terjadi. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan banyak prajurit suci mati, bahkan lebih dari setengah jumlah mereka telah dinyatakan mati?


Shang Boqin mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi pikirannya buntu dan dia benar-benar tidak bisa mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi. Menuduh prajurit penjaga Istana Dewa Agung sebagai pelaku, dia tidak memiliki bukti, bahkan sedari tadi dia tidak melihat pergerakan yang dilakukan prajurit penjaga istana.


Saat Shang Boqin dilanda kebingungan karena tidak kunjung mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, jumlah prajurit suci yang mati semakin banyak, bahkan saking banyaknya, dari ribuan prajurit suci, dalam waktu yang begitu singkat hanya tersisa belasan prajurit suci, yang mana Zhou Tian memang sengaja membiarkan mereka tetap hidup.


“Silahkan mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi, dan aku jamin kau tidak akan mengetahui kebenaran tentang apa yang sudah terjadi!” gumam Zhou Tian lalu sosoknya menghilang.


Zhou Tian bukannya menghilang dan akan muncul di sisi lain, tapi dia menghilang karena ingin kembali menyatukan diri dengan belahan tubuhnya, yang saat ini sedang melihat seberapa bodoh Shang Bolin sebagai salah satu Dewa ras manusia.


Selama ini semua orang menganggap kedua Dewa ras manusia adalah sosok yang luar biasa, tapi sekarang apa yang terlihat di hadapan Zhou Tian, seorang Dewa ras manusia hanyalah orang bodoh, yang dengan mudahnya bisa ditipu dengan persiapan yang begitu sederhana.


Zhou Tian yang mendapati kekuatannya telah pulih ke puncaknya, dia tahu jika tubuhnya yang lain telah menyelesaikan tugasnya, dan sudah kembali menyatukan diri dengan tubuhnya. Dengan begini dia bisa fokus melihat apa yang dilakukan Shang Bolin.


Shang Bolin baru saja berhasil melumpuhkan Dewa Agung Song Bei yang sedang beristirahat di kamarnya, tapi dia sama sekali tidak sadar jika yang berhasil dilumpuhkan hanyalah tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei, dan tentunya tidak ada yang menganggap penting keberadaan tubuh bayangan.


Membawa tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei, itu justru menguntungkan pihak Zhou Tian, dikarenakan dia bisa mengetahui dimana Shang Bolin menyembunyikan tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei.

__ADS_1


Untuk cincin yang digunakan untuk membuat tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei terlihat selayaknya sosok asli, Zhou Tian tidak mengkhawatirkan cincin itu akan dimanfaatkan musuh, dia sudah memastikan jika cincin itu akan hancur bersamaan dengan hancurnya tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei, yang mana tubuh bayangan itu bukan diciptakan Dewa Agung Song Bei, melainkan tubuh itu diciptakan oleh Zhou Tian.


Shang Bolin yang sudah selesai mengikat tubuh bayangan Dewa Agung Song Bei, dia segera memasukkan tubuh itu ke dalam cincin khusus, lalu segera saja dia bersiap pergi meninggalkan kamar Dewa Agung Song Bei.


Berhasik keluar dari kamar tanpa menarik perhatian prajurit penjaga yang sebenarnya hanya pura-pura tidak mengetahui keberadaannya, Shang Bolin segera saja pergi menuju pagar menjulang tinggi yang mengelilingi, dan setelahnya dia melewati pagar untuk selanjutnya pergi jauh meninggalkan Istana Dewa Agung.


Zhou Tian yang melihat kepergian Shang Bolin dari awal sampai keluar dari kawasan Istana Dewa Agung, dia sudah tidak lagi mampu menahan tawanya karena orang itu benar-benar bodoh, dan entah kenapa dia merasa orang seperti itu tidaklah layak menjadi seorang Dewa.


“Sepertinya ras manusia kehabisan sosok kuat sampai mewariskan kekuatan Dewa pada orang bodoh seperti itu!” gumam Zhou Tian, dan tidak lama muncul sosok Dewa Agung Song Bei, yang juga tidak bisa menahan tawa setelah melihat kebodohan seorang Shang Bolin.


Dewa Agung Song Bei sekuat tenaga menahan tawanya saat dia ingin bicara dengan Zhou Tian, “Apa sekarang kita akan melakukan sesuai rencana? Mengabaikan semua ancaman mereka, dan untuk sementara waktu aku tidak akan muncul di hadapan orang banyak!”


Zhou Tian menganggukkan kepala mendengar semua itu, lalu dia bicara, “Biarkan mereka saat ini senang karena merasa menang, tapi nyatanya bukannya menang, nyatanya mereka hanya mendapatkan kemenangan palsu. Akan tetapi, mereka justru mengalami banyak kerugian akibat kematian ribuan prajurit suci, yang membuat kekacauan di depan gerbang Istana Dewa Agung.”


Dewa Agung Song Bei tersenyum mendengarnya. “Hahahaha... mereka memang pantas mendapatkan kerugian setelah apa yang ingin mereka lakukan padaku!” ucapnya, dan dia masih saja tersenyum.


Sementara itu jauh dari kawasan Istana Dewa Agung, di tempat yang sudah dijanjikan akan menjadi tempat pertemuan Shang Bolin dan Shang Boqin begitu mereka berhasil menyelesaikan tugas masing. Sampai di tempat itu Shang Bolin hanya melihat keberadaan Shang Boqin, tapi tidak dengan prajurit suci yang tadi pergi bersamanya.


“Mereka semua sudah mati, dan aku tidak tahu apa penyebab kematian mereka!” jawab Shang Boqin.


“Bukannya kalian hanya bersandiw, lalu bagaimana mereka semua bisa mati?” kembali Shang Bolin bertanya.


Shang Boqin menatap Shang Bolin, lalu perlahan dia menggelengkan kepala karena benar tidak tahu apa sebenarnya yang sudah terjadi.


“Aku benar-benar tidak tahu apa yang sudah terjadi. Secara tiba-tiba mereka semua terjatuh, dan saat aku memeriksa keadaan mereka, mereka semua sudah mati. Semua mati dengan kulit menghitam. Aku sangat yakin kematian mereka semua akibat racun, tapi aku tidak tahu kapan mereka terkena racun, dan jenis racun apa yang membunuh mereka!” ucap Shang Boqin.


Kehilangan lima ribuan prajurit suci sebenarnya bukan masalah besar untuk mereka, dikarenakan masih ada ratusan juta prajurit suci yang mereka miliki.


Yang menjadi permasalahannya di sini adalah, siapa yang membunuh mereka menggunakan racun? Shang Boqin tidak mencurigai prajurit penjaga Istana Dewa Agung, dikarenakan sedari awal terjadinya kekacauan yang direncanakan nya, prajurit penjaga Istana Dewa Agung hanya diam di tempat, mengawasi apa yang sebenarnya sedang terjadi. Racun dari makanan dan minuman, prajurit suci tidak makan atau minum sejak sampai di Kota Dewa, jadi makanan ataupun minuman bukan penyebab mereka keracunan.


‘Sialan! Aku benar-benar tidak tahu bagaimana mereka bisa terkena racun, dan aku juga tidak tahu jenis racun yang membunuh mereka!’ batin Shang Boqin.

__ADS_1


......................


Shang Boqin dan Shang Bolin akhirnya memutuskan pergi meninggalkan Kota Dewa. Meski masih menjadi misteri tentang kematian lima ribuan prajurit suci, keduanya tetap pergi karena rencana mereka telah terselesaikan. Dewa Agung Song Bei berhasil mereka culik, jadi mereka menganggap kematian prajurit suci adalah sedikit pengorbanan, untuk keberhasilan rencana mereka.


Keduanya tidak pergi ke Istana Dewa Manusia, malainkan memilih pergi ke istana tersembunyi milik mereka, yang belum lama ini sepenuhnya selesai di bangun.


Letak istana tersembunyi yang tidak terlalu jauh dari wilayah kekuasaan ras Dewa, membuat mereka cepat sampai di istana tersembunyi. Setelah melewati mekanisme pertahanan di garis pertahanan pertama, akhirnya mereka sampai di kawasan istana tersembunyi.


Menapakkan kaki di halaman istana tersembunyi, Shang Boqin bicara, “Istana yang jauh lebih megah dan lebih indah dari Istana Dewa Manusia, bahkan pertahanan di istana ini jauh lebih baik, dibandingkan pertahanan pertahanan istana, yang selama ini menjadi tempat tinggal kita! Melihat semua ini aku semakin tidak sabar untuk pindah ke istana ini!” Bukan hanya Shang Boqin yang ingin buru-buru pindah ke istana tersembunyi, Shang Bolin juga memiliki keinginan yang sama, dan rencananya mereka akan pindah setelah berhasil memusnahkan seluruh iblis di Alam Semesta.


Keduanya segera memasuki kawasan istana tersembunyi, dan kedatangan mereka disambut oleh ribuan prajurit, yang lebih kuat dari kekuatan elite prajurit suci. Jumlah prajurit yang berjaga di istana tersembunyi tidak lebih dari seratus ribu prajurit, tapi dengan kekuatan masing-masing berada di ranah Dewa Sejati tingkat Menengah sampai tingkat Sempurna, mereka jelas lebih kuat dari kekuatan elite prajurit suci ras manusia.


Pergi ke sebuah penjara khusus yang memiliki fasilitas jauh lebih baik dari penjara pada umumnya, Shang Bolin mengeluarkan Dewa Agung Song Bei di penjara yang memang dipersiapkan khusus untuknya. Ikatan di tubuh Dewa Agung Song Bei dilepaskan setelah dia berada di dalam penjara, tapi masih belum sadar dari apa yang sebelumnya dilakukan Shang Bolin.


“Sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini, dan biarkan dia tetap berada di tempat ini sampai kita berhasil membunuh iblis itu!” ucap Shang Boqin, lalu dia dan Shang Bolin pergi meninggalkan penjara tempat Dewa Agung Song Bei dipenjarakan. Tidak lama setelah kepergian mereka, tubuh bayangan yang menyerupai Dewa Agung Song Bei perlahan membuka kedua matanya.


Tidak melihat keberadaan Shang Boqin dan Shang Bolin, dia terkekeh, “Hehehe... ternyata mereka sangatlah bodoh karena belum juga sadar jika yang ditangkap hanyalah tubuh bayanganku!” gumamnya, lalu kembali kedua matanya terpejam.


......................


Pagi harinya di Istana Dewa Agung, Zhou Tian, ketiga istrinya, Song Qiaon, Dewa Agung Song Bei, serta ke-empat saudara Zhou Tian, mereka sedang menikmati makan pagi bersama. Semua sangat menikmati makanan mereka, dan mengabaikan kejadian yang terjadi malam tadi.


Selesai makan pagi bersama, kegiatan mereka berganti dengan pembicaraan rencana pernikahan Zhou Tian dan Song Qian, tapi di tengah-tengah pembicaraan mereka, seorang prajurit penjaga menghampiri mereka, menyerahkan surat pada Song Hui. Surat itu dikirim oleh Shang Boqin, salah satu Dewa ras manusia.


“Hohohoho... baru semalam mereka menyelesaikan rencananya, tapi pagi-pagi sekali mereka sudah mengirim surat pada kita! Song Hui, berikan surat itu padaku, biar aku yang lebih dulu membacanya!” ucap Dewa Agung Song Bei, dan dia menerima surat yang diberikan Song Hui.


Membuka surat yang dikirim Shang Boqin, Dewa Agung Song Bei segera membaca isi surat. Senyuman terlihat di wajah Dewa Agung Song Bei setelah membaca surat Shang Boqin. “Dia menyuruhmu menyerahkan diri pada mereka, jika tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padaku yang saat ini berada di tangan mereka! Sungguh bodoh!” ujarnya, lalu dia menyerahkan surat di tangannya pada Zhou Tian.


Zhou Tian hanya membaca sekilas, lalu Zhou Tian menyerahkan surat itu pada ketiga istrinya dan Song Qian. “Biarkan saja mereka terus menanti sesuatu yang tidak akan pernah mendatangi mereka!” ucap Zhou Tian, dan dia menunjukkan senyuman di wajahnya.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2