
Kedua mata Zhou Tian dan Zhu Ying dapat melihat keberadaan daratan di kejauhan setelah sepuluh hari berada di atas lautan.
Meski jarak masih cukup jauh, keduanya dapat merasakan keberadaan energi spiritual yang lebih besar dibandingkan apa yang ada di Benua Selatan.
Di sisi lain, terlihat Ning Feifei dan keempat pengawalnya terus mengarahkan pandangan pada Zhou Tian dan Zhu Ying penuh minat.
Beberapa waktu memandang dua orang yang acuh dengan keadaan sekitarnya, Ning Feifei memutuskan menghampiri mereka, dan tentu saja ke-empat pengawalnya ikut kemanapun dia pergi.
“Apa kalian memiliki tujuan tertentu begitu sampai di Benua Tengah?” tanya Ning Feifei pada Zhou Tian dan Zhu Ying.
Sudah hafal dengan suara wanita itu, Zhou Tian dengan santai menjawab, “Kami ingin berpetualang di Benua Tengah.”
“Berpetualang? Apa ini artinya kali pertama kalian pergi ke Benua Tengah, dan selama ini kalian menghabiskan banyak waktu di Benua Selatan?” Ning Feifei bertanya dengan pandangan tak terkalahkan dari sosok Zhou Tian.
Dia merasa sedikit tertarik pada sosok Zhou Tian yang memang dari segi penampilan, seumur hidup Ning Feifei belum pernah melihat ada yang lebih sempurna dari Zhou Tian.
Kakaknya dan keempat saudara sumpahnya yang dikatakan sebagai pria paling sempurna di Alam Fana, kesempurnaan mereka masih kalah jauh dari Zhou Tian.
“Ini memang kali pertama kami pergi ke Benua Tengah, karena kami lahir dan besar di Benua Selatan.” Kali ini giliran Zhu Ying yang menjawab.
“Bagaimana kalau petualangan kalian diawali dengan ikut denganku berpetualang ke wilayah barat Benua Tengah? Sambil pergi berpetualang, kalian bisa berkunjung ke tempat tinggalku.” Ning Feifei memulai rencananya, rencana membawa Zhou Tian dan Zhu Ying ke wilayah barat Benua Tengah, yang merupakan wilayah kekuasaan kakaknya.
“Tidak masalah, kami akan memulainya dengan pergi ke wilayah barat.” Zhou Tian berbicara sambil menganggukkan pelan kepalanya.
Saat Ning Feifei ingin kembali berbicara, dia tiba-tiba saja terdiam saat pemilik kapal memberitahu para penumpang jika tak lama lagi kapal akan berlabuh.
Mendengarnya, semua orang segera bersiap meninggalkan kapal.
Hanya dalam kurun waktu yang begitu singkat, kapal telah berlabuh di pelabuhan terbesar yang berada di sisi selatan Benua Tengah, dan seluruh penumpang berhamburan pergi meninggalkan kapal.
Zhou Tian dan Zhu Ying pergi meninggalkan kapal setelah keadaan cukup sepi, dan tepat di belakang mereka ada Ning Feifei bersama ke-empat pengawalnya.
Baru juga menginjakkan kaki di daratan Benua Tengah, Zhou Tian dan Zhu Ying sudah melihat ketidak adilan yang didapat ras iblis. Sebagai budak, ratusan iblis dipaksa bekerja mengangkat barang, meski terlihat mereka sudah tidak sanggup lagi bekerja.
Mengamati keadaan para iblis, Zhou Tian dan Zhu Ying marah dalam diam begitu tahu keadaan para iblis. Bekerja dalam keadaan lapar dan lelah, bahkan mereka yang pingsan justru mendapatkan hukuman cambuk.
__ADS_1
Menggertakkan giginya menahan amarah, tanpa sepengetahuan orang lain, Zhou Tian menggunakan teknik Tangan Dewa Kematian untuk membunuh beberapa orang yang kedapatan menyiksa para iblis.
Mereka mati secara tiba-tiba, dan tak lama mayat mereka mengering menyisakan tulang-belulang.
“I-itu, apa yang terjadi pada mereka? Kenapa mereka tiba-tiba mati setelah menghukum para budak? Apa ada yang diam-diam menyerang mereka?” ucap Ning Feifei melihat kematian orang-orang yang sedang menyiksa para budak.
“Mereka mati mengenaskan karena karma!” ucap Zhou Tian dingin, lalu dia membawa pergi Zhu Ying dari tempat yang sekarang ramai dipengaruhi orang.
Ning Feifei yang tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Zhou Tian, dia segera menyusul dua orang yang ingin dia bawa ke tempat kakaknya.
Namun, bukannya melambangkan langkah meski tahu ada yang sedang mengikuti, Zhou Tian dan Zhu Ying mempertahankan langkah kaki mereka, dan tak lama mereka sampai di kedai makan pinggir jalan yang menjual aneka makanan laut.
“Ternyata kalian cepat-cepat pergi karena lapar,” ucap Ning Feifei yang segera duduk di depan Zhou Tian dan Zhu Ying, yang sudah lebih dulu duduk.
“Teman, karena ini kali pertama kalian mengunjungi Benua ini, izinkan aku membayar semua yang kalian makan! Tenang saja, sebanyak apapun kalian makan, uangku tak akan pernah habis.” Sebagai adik salah satu pilar kekuatan Alam Fana, uang bukanlah masalah bagi Ning Feifei.
“Hmm...” Zhou Tian dan Zhu Ying hanya menganggukkan kepalanya karena ada makanan di mulut mereka.
Berbagai makanan laut sudah tersaji di atas meja, dan semua orang menikmati semua makanan tanpa adanya pembicaraan apapun saat makan. Menemukan rasa baru, Zhou Tian dan Zhu Ying cepat menghabiskan makanan mereka. Sedangkan Ning Feifei yang memang menyukai makanan laut, dia juga telah menghabiskan makanannya.
Ketika sedang duduk bersantai selesai makan, Zhou Tian tak sengaja mendengar pembicaraan orang-orang di dalam kedai yang kebetulan sedang membahas sesuatu, yang menarik perhatiannya.
“Kekuatannya memang membahayakan ras manusia, tapi dari informasi terpercaya yang aku dapatkan, ras iblis, ras siluman, serta ras manusia di Benua Selatan, mereka saat ini hidup berdampingan, dan tak lagi ada perbudakan di tempat ini.”
“Bukan hanya itu, tapi aku juga mendapatkan informasi kalau kekuatan Benua Selatan bukan lagi sebagai Benua dengan kekuatan terlemah di Alam Fana. Banyak kultivator dengan kekuatan ranah Mortal, Nirwana, bahkan Saint. Untuk saat ini, kekuatan Benua Selatan mungkin dapat di setara kan dengan kekuatan Benua Utara, yang merupakan Benua terkuat kedua di Alam Fana.”
“Itu semua informasi dari Benua Selatan, tapi aku punya informasi penting dari istana Lima Dewa.”
Semua orang terlihat antusias sekaligus penasaran saat ada seseorang yang menyebut istana Lima Dewa.
“Cepat katakan! Informasi apa yang kamu dapatkan dari istana Lima Dewa? Apa mereka akan bertindak tegas pada ras iblia di Benua Selatan yang telah menyetarakan diri dengan dua ras lain?”
Mendengar itu, pria yang ingin menyampaikan informasi cepat menggelengkan kepalanya.
“Informasi yang aku dapat tak berhubungan dengan itu, tapi ini berhubungan dengan sosok iblis di Benua Selatan yang kekuatannya hampir setara dengan lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana. Kelima Dewa sepakat menjadikan sosok itu sebagai wakil salah satu dari mereka. Bukan wakil yang berhak memberi perintah, tapi wakil terendah yang sama saja dia adalah budak!”
__ADS_1
“Iblis memang cuma pantas menjadi budak sekalipun dia memiliki kekuatan!”
“Terlahir sebagai budak, jangan mimpi menjadi penguasa. Terlahir sebagai budak, selamanya tetap menjadi budak!”
‘Semut-semut kecil itu ingin menjadikanku sebagai budak mereka? Silahkan bermimpi!’ Zhou Tian berbicara dalam hati.
Dia sama sekali tidak takut dengan kekuatan lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana. Jika mereka berbuat buruk pada dirinya atau orang-orang terdekatnya, makan dirinya sendiri yang akan memastikan tak adanya hari esok untuk mereka.
Berbeda dengan Zhou Tian dan Zhu Ying yang menampilkan ekspresi datar di wajah mereka setelah mendengar pembicaraan orang-orang.
Ning Feifei yang duduk di tempatnya, dia terlihat senang dengan rencana lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana.
“Iblis memang terlahir hanya untuk menjadi budakbudak ras lainnya, dan sampai mati mereka hanya akan terus menjadi budak karena itu sudah menjadi takdir siapapun yang terlahir sebagai iblis!”
“Sekalipun ada sosok kuat terlahir diantara mereka, mereka tak akan pernah bisa melawan takdir yang sudah ditetapkan sejak kelahiran mereka di Alam ini.”
Ning Feifei terus saja bicara tanpa melihat ekspresi dua orang di hadapannya yang selain menunjukkan ekspresi datar, aura dingin mencekam mulai merembes keluar dari tubuh keduanya.
“Kalian berdua pasti setuju padaku!” Ning Feifei tersentuh sambil menatap Zhou Tian dan Zhu Ying, tapi tak lama senyumnya memudar dan tubuhnya merasakan sesuatu yang berbahaya dari dua orang di hadapannya.
“Tak ada yang mengetahui takdir diri sendiri ataupun orang lain. Seorang yang dianggap Dewa sekalipun, dia tak akan pernah tahu takdir yang dimilikinya, apalagi itu hanya manusia biasa sepertimu!” Sinis Zhou Tian bicara pada Ning Feifei.
Selesai bicara, Zhou Tian dan Zhu Ying bangkit berdiri dan bermaksud pergi dari kedai yang semakin ramai.
Namun, baru juga mengambil dua langkah menjauhi Ning Feifei, empat pengawal Ning Feifei menghentikan mereka.
“Pria lemah sepertimu yang hanya bisa berlindung di belakang kekuatan seorang wanita, kau bisa pergi tapi tidak dengan wanita di dekatmu!” Seru Ning Feifei yang telah kembali dari keterkejutannya setelah melihat ekspresi Zhou Tian dan Zhu Ying.
“Pergi tinggalkan wanita yang berada di dekatmu karena wanita kuat hanya pantas berdampingan dengan pria kuat, dan jelas itu bukan kamu!” Tak lagi ada Ning Feifei yang bersahabat, dan itu adalah kesalahan terbesarnya.
“Kalau aku tidak pantas, siapa yang pantas berdampingan dengannya?” tanya Zhou Tian dingin dengan wajah datar tanpa ekspresi.
“Hanya kakakku yang pantas untuknya, dan asal kau tahu kakakku adalah salah satu dari lima pilar kekuatan pelindung Alam Fana!” Suara keras menggema ke seluruh ruangan, membuat semua orang di dalam kedai makan terkejut begitu tahu identitas Ning Feifei.
“Kalau kamu mengatakan seperti itu, artinya aku cukup mengalahkan kakakmu, dan membuktikan kalau aku jauh lebih baik dari kakakmu!”
__ADS_1
...----------------...
Bersambung.