Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Perjalanan Menuju Benua Tengah


__ADS_3

Pagi hari di Kota Batu Karang yang terletak di ujung utara Benua Selatan, berbatasan langsung dengan Lautan Sunyi.


“Gege, pagi ini akan ada satu-satunya perjalanan menuju Benua Tengah selama seratus hari ke depan.”


Wanita cantik yang tak lain adalah Zhu Ying berbicara pada pria di sebelahnya.


Tentu pria di sebelah Zhu Ying adalah Zhou Tian, dan saat ini mereka berada di sebuah kedai makan pinggir jalan.


“Terlalu lama untuk menunggu keberangkatan seratus hari ke depan. Sebaiknya kita pergi pagi ini juga!”


Seratus hari bukanlah waktu yang sebentar, daripada menunggu seratus hari lagi hanya gara-gara ingin menikmati keindahan Kota Batu Karang, Zhou Tian memilih memilih melakukan perjalanan saat ini juga, sembari berharap ada kota seindah Kota Batu Karang di seberang sana.


Tak keberatan dengan keputusannya, Zhu Ying akan selalu menuruti semua yang menjadi keputusannya.


Wanita itu yakin keputusan Zhou Tian adalah yang terbaik untuk kepentingan bersama, dan lagi dia memang lebih penasaran dengan keadaan Benua Tengah dibandingkan menikmati keindahan kota yang bisa dia cari di sepanjang jalan.


“Ying’er, mari kita pergi! Semakin cepat kita pergi, semakin cepat kita mendapatkan tempat terbaik di dalam benda itu!” Zhou Tian menunjuk benda mirip kapal laut berukuran besar, tapi bukannya berlayar di air, benda itu justru melayang belasan meter di atas permukaan air.


Zhu Ying hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu dia mengikuti apapun yang diinginkan Zhou Tian. ‘Entah kenapa aku tidak bisa jauh darinya?’ ucapnya dalam hati saat melihat senyum lembut yang diberikan Zhou Tian padanya.


Terus berjalan menuju artefak terbang yang akan membawa mereka ke Benua Tengah, setelah mengeluarkan satu juta koin emas untuk mendapatkan saru dari sepuluh ruangan terbaik, keduanya diantarkan seorang pelayan menuju ruangan yang di sepanjang perjalanan akan menjadi rumah mereka.


“Ruangan yang sangat memuaskan.” Harga tidak bohong, begitu berada di dalam ruangan miliknya dan Zhu Ying, Zhou Tian dapat melihat keadaan ruangan yang membuatnya teringat dengan istananya di Kota Iblis. Semua sangat mewah, tapi semua kemewahan di dalam ruangannya masih kalah jauh jika dibandingkan dengan kemewahan istananya di Kerajaan Iblis.


Di dalam ruangan, selain terdapat ruang makan dan ruang bersantai, terdapat juga empat kamar yang mana dua kamar akan tetap dibiarkan dalam keadaan kosong, sementara dua kamar akan ditempati Zhou Tian dan Zhu Ying.


Keduanya telah menentukan kamar masing-masing, dan saat mereka di dalam kamar artefak terbang perlahan bergerak memulai perjalanan. Jika semua lancar, dalam sepuluh hari mereka akan sampai di Kota Pasir Putih, kota besar yang berada di ujung selatan Benua Tengah.


Awal perjalanan, pergerakan artefak terbang masih sangat lambat, tapi tak lama kecepatannya terus meningkat, sampai akhirnya kecepatannya setara dengan kecepatan kultivator ranah Saint.


“Ying’er, apa kamu tidak ingin melihat keadaan di luar?” Zhou Tian bertanya setelah lebih dulu mengetuk pintu kamar Zhu Ying.


Tak lama pintu terbuka memperlihatkan Zhu Ying yang baru selesai mandi dan memakai pakaian serba merah termasuk cadar yang dia pakai.


Meski memakai cadar tebal yang benar-benar menutup sebagian wajahnya, tapi bagi Zhou Tian cadar itu sama sekali tidak mampu menutupi kecantikan wajah Zhu Ying.

__ADS_1


“Gege kenapa? Apa ada yang salah dengan wajahku?” Zhu Ying bertanya saat melihat Zhou Tian tak berkedip menatap wajahnya.


“Ti-tidak, tidak ada yang salah, Ying’er tetap cantik seperti biasanya.” Tergagap Zhou Tian menjawab pertanyaan Zhu Ying, dan tak sengaja dia terang-terangan memuji kecantikan wanita di hadapannya.


Zhu Ying sendiri yang mendapatkan pujian secara tak sengaja dari Zhou, tiba-tiba wajahnya memerah, tapi karena sebagian wajahnya tertutup cadar, dia tak perlu repot menyembunyikan wajahnya.


Buru-buru menyadarkan diri dari pujian yang dia yakin tidak sengaja terlontar dari mulut Zhou Tian, Zhu Ying segera keluar dari ruangan pribadi yang ditempatinya, dan tepat di belakangnya ada Zhou Tian yang berjalan santai.


“Ayo pergi keatas!” Zhu Ying menarik tangan Zhou Tian supaya bergerak cepat mengikutinya.


Saat sampai di geladak artefak yang berwujud kapal, Zhou Tian dan Zhu Ying melihat pemandangan yang selama ini belum pernah mereka lihat. Pemandangan lautan di bawah sana menjadi hal pertama yang mereka lihat.


Jarak permukaan air laut dan artefak terbang kurang dari sepuluh meter, jadi pemandangan lautan jelas terlihat oleh mereka yang berada di geladak.


“Sepertinya buka hanya kita yang ingin menikmati pemandangan dari tempat ini.” Melihat sekeliling, Zhou Tian melihat banyak orang sedang menikmati apa yang juga sedang dia nikmati bersama Zhu Ying.


Merasa di geladak depan terlalu ramah, Zhou Tian membawa Zhu Ying pergi ke bagian samping, tapi belum juga mereka melangkah pergi, seseorang begitu ringan melayangkan pukulan ke arah Zhou Tian.


Berhasil menghindar dengan mudah, pukulan lain segera tertuju pada wajah dan tubuh Zhou Tian.


Zhou Tian tersenyum sinis melihat dua orang yang menyerangnya terpental sejauh belasan langkah.


Namun, bukannya menyerah mereka kembali menyerang dan kali ini serangan mereka lebih serius dari sebelumnya.


“Cepat bunuh pemuda tidak berguna itu untukku dan bawa wanita di sebelahnya padaku! Aku ingin malam ini wanita itu menjadi penghangat ranjangku!” Terdengar suara dari pemuda berpakaian mewah di kejauhan.


Hanya dengan mendengar, Zhou Tian tahu kalau apa yang dia alami berhubungan erat dengan pemuda itu, dan tentu dia akan membuat perhitungan dengannya.


Akan tetapi, belum juga Zhou Tian bergerak memberi perhitungan pada pemuda itu karena masih harus menyelesaikan urusan dengan tiga orang yang menyerangnya, Zhu Ying tiba-tiba saja muncul di dekat pemuda itu, dan melayangkan pukulan keras tepat di wajahnya.


Bang...


Suara keras terdengar saat pukulan Zhu Ying menghantam wajah pria yang tubuhnya terpental jauh, dan baru berhenti saat seorang wanita menahan tubuh pria itu dengan cara menginjak tepat di bagian selangkangannya.


Bukannya iba dengan keadaan pria yang dia injak, wanita yang wajahnya juga tertutup cadar, dia justru menginjak kuat bagian ************ pria itu sampai matanya memutih lalu pingsan karena rasa sakit.

__ADS_1


“Pemuda dengan otak kotor sepertimu tak layak hidup di dunia ini.” Tak peduli dengan identitas pria yang diinjaknya, dia menendang pria itu sampai terlempar dari artefak terbang dan tak ada yang tahu nasib pria itu.


Sedangkan untuk tiga pengawalnya, mereka baru saja mati di tangan Zhou Tian, dan mayatnya di lempar ke tengah lautan.


Tak ada yang peduli dengan pria itu maupun pengawalnya, di atas Lautan Sunyi, siapa yang kuat dialah yang bertahan hidup. Sekalipun di daratan mereka memiliki gelat Raja, saat berada di Lautan Sunyi hanya kekuatan yang dapat menjamin hidup mereka.


Lalu, ada sebuah peraturan tertulis di atas Lautan Sunyi. Peraturan itu berbunyi, sebaiknya menikmati perjalanan daripada mengusik orang lain yang dapat merugikan diri sendiri.


“Sepertinya kalian tidak lemah seperti yang terlihat.” Wanita bercadar yang tak dikenal menghampiri Zhou Tian dan Zhu Ying yang kembali saling berdekatan.


Melihat wanita bercadar yang berada di hadapan mereka, Zhou Tian dan Zhu Ying bisa melihat kekuatan wanita itu yang telah berada di tingkat Puncak ranah Saint di usia belum genap 30 tahun.


Sedangkan wanita bercadar, dia hanya melihat kekuatan Zhou Tian dan Zhu Ying berada di ranah Mortal tingkat Awal, tapi dia yakin itu bukanlah kekuatan mereka yang sebenarnya.


“Lebih baik terlihat lemah jadi kita bisa sedikit mendapatkan hiburan, seperti yang baru saja terjadi.” Bukan Zhou Tian yang bicara, melainkan Zhu Ying.


“Aku juga ingin melakukan seperti yang kalian lakukan, tapi sayangnya aku tidak bisa melakukan itu di depan kalian yang jelas telah tahu ranah kultivasiku yang sebenarnya.”


Saat dirinya tidak bisa melihat kekuatan asli orang lain, saat itulah dia yakin orang itu telah melihat kekuatan aslinya.


“Kami memang sudah mengetahuinya, tapi kamu tenang saja kami tak akan membocorkan rahasiamu. Oh iya, perkenalkan aku Lu Ying, dan pria ini Lu Tian.” Zhu Ying memperkenalkan dirinya dan Zhou Tian, tapi dia menggunakan nama samaran.


Dia sengaja menggunakan nama samaran karena semua orang yang pernah tinggal di Benua Selatan, pastinya mereka tahu kalau marga Zhou dan Zhu adalah marga ras iblis.


Penyamaran ini sudah disepakati keduanya, dan itu sengaja mereka lakukan supaya tidak terjadi masalah tidak penting di sepanjang perjalanan mereka karena bagaimanapun juga, saat ini masih banyak manusia yang menganggap ras iblis sebagai musuh mereka.


“Aku Ning Feifei, dan hanya itu yang bisa aku katakan pada kalian tentang diriku.” Wanita bercadar putih memperkenalkan dirinya.


Segera dari pertemuan itu Zhu Ying mulai akrab dengan Ning Feifei. Keduanya terlihat bercanda dan tertawa bersama-sama.


Sedangkan Zhou Tian, dia hanya mengawasi mereka, dan dalam dia dia mencoba mencari tahu apa saja yang ada pada diri Ning Feifei.


‘Memiliki dua garis keturunan. Identitas wanita itu sepertinya tidak biasa!’


...----------------...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2