Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Rencana Raja Kerajaan Bambu Emas


__ADS_3

Tanpa terasa dua minggu berlalu begitu saja.


Di Benua Tengah yang masih menjadi pusat kekuatan Alam Fana, dalam dua minggu terakhir tak lagi ditemukan manusia atau ras lain yang memperbudak ras iblis.


Semua iblis yang diperbudak ras lain, saat ini mereka telah dibebaskan dan menempati tempat-tempat baru, yang dibangun sebagai tempat tinggal baru untuk mereka.


Setidaknya sudah muncul puluhan Desa Iblis di Benua Tengah, dan semua itu bisa terwujud tak lepas dari bantuan dua Kerajaan Iblis di Benua Selatan dan Benua Timur. Dengan bantuan mereka juga, saat ini juga bermunculan Desa Iblis di Benua Barat dan merambah sampai Benua Utara.


Namun, untuk Kota Iblis belum bisa didirikan di Benua Barat ataupun Benua Utara, dikarenakan kekuatan ras iblis di kedua Benua masih terlalu lemah, terutama kekuatan ras iblis di Benua Utara.


Untuk Benua Tengah, saat ini sudah ada tiga Kota Iblis yang berdiri kokoh, selain satu Kota Iblis terbesar yang berada di kawasan hutan Langit Malam.


Perkembangan kekuatan ras iblis yang jelas terlihat, membuat ras manusia dan ras siluman di Alam Fana semakin was-was akan kekuatan ras iblis.


Akan tetapi semua itu tak berlaku untuk ras manusia dan ras silum yang tinggal di Benua Selatan dan Benua Timur. Mereka kedua ras sudah beradaptasi dengan keberadaan ras iblis, dan mulai menjalani kehidupan saling berdampingan. Meski kadang ada saja kelompok kecil orang ataupun siluman yang menentang keberadaan iblis, mereka pada akhirnya justru dikucilkan dan lenyap dengan sendirinya.


...----------------...


Di kawasan hutan Langit Malam.


Setelah membuat array pelindung untuk memperkuat pertahanan Kota Iblis di kawasan hutan Langit Malam, Zhou Tian dan Zhu Ying yang selama ini menjadi pemimpin Kota Iblis di kawasan hutan Langit Malam, saat ini keduanya sedang melakukan perjalanan menuju sisi barat hutan.


Sudah dua minggu berlalu sejak mereka menerima undangan dari Raja Kerajaan Bambu Emas, dan artinya tinggal lima hari lagi yang tersisa sebelum sesuatu yang besar terjadi di Kerajaan Bambu Emas.


Memikirkan apa yang sebenarnya akan terjadi di Kerajaan Bambu Emas, Zhou Tian dan Zhu Ying menambah kecepatan mereka, bergerak lebih cepat menuju wilayah Benua Barat.


Kali ini keduanya bepergian tidak menggunakan artefak terbang yang bagi mereka benda itu terlalu lambat. Terbang langsung ke Benua Barat dengan kecepatan penuh, itulah yang mereka lakukan untuk mempersingkat waktu perjalanan.


“Ada belasan artefak terbang yang sudah lebih dulu bergerak ke Benua Barat dari Benua Tengah. Sepertinya bukan hanya Kerajaan, tapi sepertinya Sekte besar di Benua Tengah juga mendapatkan undangan dari Raja Kerajaan Bambu Emas,” ucap Zhou Tian dengan pandangan menerawang jauh ke depan.


“Jarak Benua Tengah ke Benua Barat tidak sejauh jarak antara Benua Tengah dan Benua Selatan. Dengan kecepatan artefak terbang, dalam dua hari mereka akan sampai di Benua Barat,” ujar Zhu Ying.


Zhou Tian mengangguk pelan dan setelahnya dia meminta Zhu Ying untuk tetap di dekatnya saat melewati lautan yang memisahkan wilayah Benua Tengah dan Benua Barat.


Dengan sorot mata tajamnya, Zhou Tian melihat sekeliling, dan memperhatikan semua pergerakan di sekitarnya yang patut dicurigai.

__ADS_1


Terbang lebih tinggi dari artefak terbang yang bergerak membentuk kelompok belasan artefak terbang, baik Zhou Tian maupun Zhu Ying, mereka dapat merasakan kekuatan semua orang di dalam artefak terbang.


Melihat kekuatan mereka, keduanya sama sekali tidak merasakan adanya ancaman dari semua orang di dalam artefak terbang.


Mereka semua terlalu lemah untuk menjadi lawan Zhu Ying apalagi untik menjadi lawan Zhou Tian. Hanya dengan satu lambaian tangan yang dilakukan Zhou Tian maupun Zhu Ying, semua itu cukup untuk membuat seluruh artefak terbang musnah, bersama seluruh isinya.


Akan tetapi, karena mereka tak saling bersinggungan, Zhou Tian dan Zhu Ying memilih terbang ceoat meninggalkan kelompok artefak terbang, yang bergerak lebih lambat dari mereka.


Ketika matahari mulai berganti malam, dan setelah seharian melakukan perjalanan. Akhirnya Zhou Tian dan Zhu Ying dapat melihat garis batas antara lautan dengan daratan Benua Barat, tapi karena gelapnya malam, garis batas terlihat samar-samar.


Sedikit mengurangi kecepatan terbang karena hampir sampai ke tempat tujuan, Zhou Tian membawa Zhu Ying ke sebuah pelabuhan yang mana dari tempat itu Zhou Tian merasakan aura yang sangat familiar.


“Gege, sepertinya mereka lebih dulu sampai daripada kita,” ucap Zhu Ying setelah dia merasakan apa yang juga dirasakan Zhou Tian.


Keduanya melayang turun perlahan sambil menyembunyikan aura kekuatan, aura keberadaan, serta aura kehidupan mereka. Sampai akhirnya mendarat mulus di atas permukaan tanah, empat orang yang memandang arah lain masih belum menyadari keberadaan mereka.


Terdengar pembicaraan mereka berempat yang ternyata belum lama ini sampai di daratan Benua BaratSelatan setelah melakukan perjalanan panjang dari Benua Selatan, dan saat ini mereka sedang menunggu kedatangan dua orang yang sangat dinanti kedatangannya.


“Apa kita menunggu mereka di tempat ini, atau kita menunggu mereka di Kota Bambu Emas?” tanya Zhou Lin pada ketiga saudaranya.


“Daripada menunggu di tempat ini dan ada kemungkinan mereka lebih dulu sampai di Kota Bambu Emas, sebaiknya kita menunggu mereka di kota itu!” ucap Zhou Gang yang masih belum sadar dengan keberadaan dua orang, yang berdiri tiga langkah di belakangnya.


Mata keempatnya melebar sempurna saat melihat siapa dua sosok yang mereka lihat.


Setelah beberapa waktu terdiam, tawa lirih terdengar dari tempat mereka, saat semua orang kecuali Zhou Tian tertawa. Zhou Lin, Zhou Gang, Zhu Ning, serta Zhu Rong, mereka benar-benar tidak menyangka jika dua orang yang mereka tunggu, ternyata keduanya sudah berdiri di belakang mereka.


“Kalian berdua membuat kami terkejut sekaligus senang,” ucap Zhu Ning.


“Aku benar-benar tidak bisa merasakan apapun dari kalian, seolah kalian berdua adalah mayat hidup!” ungkap Zhou Lin yang benar-benar tak dapat merasakan aura apapun dari Zhou Tian maupun Zhu Ying.


“Kami hanya ingin sedikit mengejutkan kalian, oleh karena itu kami menyegel seluruh aura, untuk mengelabui kalian!” ucap Zhu Ying yang sudah berkumpul bersama kedua saudarinya, begitu juga dengan Zhou Tian yang sudah berkumpul dengan kedua saudaranya.


Setelahnya para wanita berpelukan hangat saling melepas rindu, sedangkan para pria sedang terlibat pembicaraan santai, membahas beberapa informasi yang berhasil mereka kumpulkan tentang Raja Kerajaan Bambu Emas, dan maksud undangannya.


“Sepertinya kita sama-sama tidak tahu apa tujuan dia mengundang banyak kekuatan berkumpul di Kerajaannya,” ucap Zhou Tian masih terlihat tenang.

__ADS_1


“Meski tidak tahu tujuan orang itu, aku merasa sesuatu yang mengejutkan akan kita lihat saat semua undangan berkumpul di istana Kerajaan Bambu Emas,” ungkap Zhou Gang.


“Empat hari lagi kita akan tahu apa yang menjadi tujuan orang itu, tapi sebelum hari itu tiba, bagaimana kalau kita memanfaatkan waktu dengan mendatangi pasar budak di Benua ini, dan membebaskan sebanyak-banyaknya budak dari raa kita?” ujar Zhou Lin bersemangat.


“Jelas aku setuju karena aku juga ingin melakukan itu, selain keinginan membangun beberapa Kota Iblis, selama aku berada di Benua ini,” ucap Zhou Tian.


Setelah menentukan tujuan sambil menunggu hari mereka menghadiri undangan Raja Kerajaan Bambu Emas, Zhou Tian dan dua pria lainnya telah siap pergi, begitu juga dengan ketiga wanita yang telah selesai melepas rindu.


...----------------...


Di istana Kerajaan Bambu Emas.


“Bagaimana, apa sudah ada tamu undangan yang datang?” tanya Tang Gong, Raja Kerajaan Bambu Emas, pada Tang Lu, Jenderal Besar Kerajaan Bambu Emas


“Dua Raja dari Benua Utara dan dua Raja dari Benua Selatan, baru mereka yang datang. Untuk Raja dan para Patriak Sekte dari Benua Tengah, mereka kemungkinan akan sampai besok atau lusa. Sedangkan untuk dua Raja Kerajaan Iblis Benua Selatan dan Benua Timur, sampai saat ini hamba belum mendengar kabar mereka, termasuk kabar dari sosok iblis yang sedang membangun kekuatan di Benua Tengah. Keberadaan mereka sangat misterius, dan ada kemungkinan mereka tak bepergian menggunakan artefak terbang, melainkan terbang langsung ke tempat ini!” jawab Tang Lu.


“Setelah lenyapnya istana Dewa dan hilangnya lima sosok Dewa di Benua Tengah, kekuatan iblis semakin berkembang dan kini semakin sulit untuk memperbudak mereka,” ucap Tang Gong.


“Namun, tak lama lagi kita pasti dapat kembali memperbudak ras iblis dengan mudah, setelah menyingkirkan kedua Raja dan seorang iblis yang mencoba membangun kekuatan iblis di Benua Tengah!”


Seringaian terlihat di wajah Tang Gong, membayangkan semua rencananya berjalan lancar.


Di saat yang sama, dia benar-benar sudah tidak sabar menikmati kembali gadis dari ras iblis yang senantiasa memberi kepuasan padanya.


Sejak banyak hal terjadi di Benua Tengah yang berpengaruh besar pada keadaan Benua Barat maupun Benua Utara, Tang Gong tak lagi dapat menemukan budak gadis ras iblis, yang biasanya dikirim oleh seseorang dari Benua Tengah.


Sebenarnya gadis ras iblis banyak di Benua Barat, tapi mereka tak seindah gadis iblis dari Benua Tengah.


Selain memiliki kulit sedikit gelap, tubuh gadis ras iblis di Benua Barat tak terlalu berisi, berbeda dengan gadis ras iblis dari Benua Tengah. Oleh karena itu, Tang Gong lebih menyukai gadis ras iblis dari Benua Tengah dibandingkan yang berasal dari Benua Barat.


Sedangkan jika ingin mendapatkan gadis iblis dari Benua Selatan yang konon katanya merupakan tempat asal gadis iblis paling sempurna di Alam Fana, sudah lama dia tidak bisa mendapatkannya karena Benua Selatan telah menghapus sistem perbudakan maupun sistem perdagangan iblis.


“Begitu mereka semua mati, semua akan kembali seperti semula, dan mungkin aku bisa kembali mendapatkan banyak gadis ras iblis dari Benua Selatan!”


Tang Gong tersenyun lebar, sambil membayangkan semua kenikmatan yang tak lama lagi akan dia dapatkan, begitu rencananya berhasil.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2