
Di atas arena kompetisi.
Ke-empat wanita masih berpelukan di atas arena kompetisi. Mereka melepas rasa rindu yang dimilki. Ke-empat wanita itu adalah Shen Yiren, Zhu Ying, Zhu Meili, dan terakhir ada putri Dewa Agung ras Dewa, Song Qian.
Meski bagi Song Qian ini adalah kali pertama dia bertemu dengan tiga wanita yang memiliki rupa yang sama, tapi ikatan batin diantara mereka membuatnya merasakan rindu yang teramat besar saat melihat keberadaan mereka.
Setelah beberapa waktu berlalu akhirnya mereka mengakhiri pelukan, dan sekarang mereka saling menatap satu sama lain, lalu tertawa bersama-sama. Semua orang yang melihat dan mendengar tawa mereka, semua orang ikut merasa senang, seolah bisa merasakan apa sedang mereka rasakan.
“Apa tidak ada yang merindukanku?” tanya Zhou Tian yang keberadaannya sudah berada di dekat empat wanita, yang mana di masa lalu mereka berempat adalah istrinya, tapi di kehidupan sekarang baru tiga dari mereka yang telah resmi menjadi istrinya.
Tersisa Song Qian yang belum resmi menjadi istrinya, tapi dia yakin tidak lama lagi Song Qian akan menjadi istrinya, dan itu artinya dia telah berhasil menyatukan kembali ke-empat istrinya yang sempat terpisah.
Ke-empat wanita dengan rupa yang sama, tapi dengan aura yang berbeda-beda, begitu melihat sosok Zhou Tian, mereka segera saja menghampiri Zhou Tian. “Gege, aku sangat merindukanmu!” ucap Zhu Ying dan dia langsung saja memeluk Zhou Tian.
“Aku juga merindukan Gege,” ucap Zhu Meili, lalu dia mengikuti Zhu Ying memeluk Zhou Tian.
Tidak mau kalah dari mereka yang sudah memeluk Zhou Tian, Shen Yiren akhirnya ikut memeluk Zhou Tian. “Aku juga sangat merindukan Gege, meski selama ini kita senantiasa berada di dekat Gege!” ucap Shen Yiren yang memeluk Zhou Tian dari depan, sedangkan dua wanita lainnya memeluk sisi kanan dan kiri tubuh Zhou Tian.
Sementara Song Qian, dia hanya melihat apa yang sedang terjadi. Sebenarnya dia merasakan perasaan rindu yang teramat dalam pada Zhou Tian, tapi karena dia belum tahu kenapa memiliki perasaan rindu pada Zhou Tian, dia hanya diam melihat ketiga saudarinya memeluk Zhou Tian.
......................
Aula istana Dewa Agung.
Dewa Agung Song Bei, membawa Zhou Tian dan ke-empat wanitanya ke aula istana Dewa Agung, begitu juga dengan sosok Jiang Shilin.
Song Bei mempersilahkan semua orang duduk di tempat yang sudah tersedia, dan saat ini di aula istana Dewa Agung hanya ada mereka yang sebelumnya disebutkan.
__ADS_1
Tidak ada orang lain, dikarenakan saat ini Song Bei ingin menghabiskan banyak waktunya dengan mereka, terutama dengan Zhou Tian.
Membiarkan ke-empat wanita membicarakan banyak hal di sudut aula, sekarang Song Bei sedang dihadapkan pada dua sosok pemuda dari dua ras berbeda.
Dewa Agung Song Bei menarik napas panjang, lalu dia bicara, “Kalian telah melukai putra Dewa ras manusia, bahkan kamu telah membunuh salah satu dari mereka,” ucapnya, dan pandangannya tertuju pada Zhou Tian, lalu teralihkan pada Jiang Shilin.
“Aku yakin tidak lama lagi ras manusia akan melakukan perburuan besar-besaran terhadap ras Iblis untuk balas dendam, dan setelah ini, peperangan antara raa manusia dan raa siluman sepertinya tidak lagi bisa dihindarkan,” lanjut Song Bei.
Baik Zhou Tian maupun Jiang Shilin, mereka hanya diam, menunggu apa yang selanjutnya dikatakan Song Bei pada mereka, dan tidak lama kemudian Song Bei kembali berbicara pada mereka.
“Namun, jika perang itu terjadi, ras manusia adalah yang dirugikan karena dalam satu waktu mereka harus melawan dua kekuatan, dan bisa jadi mereka akan melawan tiga kekuatan jika kamu sudah menjadi suami putriku!” ucap Song Bei, dan kembali dia mengarahkan pandangan ke arah Zhou Tian.
“Lalu apa yang membuat Dewa Agung masih terlihat khawatir, sedangkan disini yang dirugikan adalah ras manusia?” tanya Zhou Tian, dan Jiang Shilin terlihat antusias dengan pertanyaan itu, seolah dia ingin menanyakan hal yang sama pada Dewa Agung Song Bei.
“Ras manusia memang akan dirugikan, tapi aku tidak mengatakan jika mereka bakalan kalah! Nyatanya ras manusia memang ras terkuat di Alam Semesta ini, dan jika kedua Dewa ras manusia menyatukan kekuatan, Dewa siluman, Dewa Iblis, belum tentu dapat mengalahkan mereka, sekalipun aku turut serta melawan mereka!” ucap Song Bei.
“Lalu, apa yang sebaiknya sekarang kita lakukan untuk menghadapi kekuatan ras manusia? Apa kita hanya bisa diam sambil menunggu mereka datang membunuh kita?” tanya Jiang Shilin.
......................
Beberapa waktu kemudian.
Meninggalkan aula istana Dewa Agung, saat ini Zhou Tian berada di kediaman Song Qian, tentu mereka tidak berdua, melainkan ada Zhu Ying, Zhu Meili, dan juga ada Shen Yiren. Untuk para saudara dan saudari Zhou Tian, mereka saat ini telah berada di kediaman khusus, yang terletak tidak begitu jauh dari kediaman milik Song Qian.
Zhou Tian sekarang duduk berhadap-hadapan dengan empat sosok wanita, yang dari rupa mereka hampir terlihat sama tanpa ada perbedaan. Namun, akan ditemukan banyak perbedaan saat merasakan aura mereka. Mereka memang terlihat fisik dari jiwa dan raga, tapi tidak dengan aura mereka.
Mereka yang berasal dari tiga ras berbeda, jelas saja mereka memiliki aura kekuatan yang tidak sama, meski mereka adalah pemilik jiwa kembar empat.
__ADS_1
“Gege, kapan kamu akan meresmikan hubungan dengan saudari Song Qian?” tanya Shen Yiren memecah keheningan yang sempat terjadi.
“Bukannya tadi Dewa Agung sudah mengatakan jika aku baru boleh menikahinya setelah berhasil memiliki kekuatan di ranah Kaisar Dewa Surgawi,” balas Zhou Tian, mengingatkan mereka tentang syarat utama jika dirinya ingin menikahi Song Qian.
Sebelumnya saat berada di aula istana Dewa Agung, Dewa Agung Song Bei mengajukan dua syarat pada Zhou Tian, jika dia ingin menikahi putrinya.
Syarat pertama, Zhou Tian haruslah memiliki kekuatan setidaknya berada di ranah Kaisar Dewa Surgawi tingkat Awal.
Syarat kedua, Zhou Tian harus memiliki sebuah kediaman semegah istana Dewa Agung di Alam Dewa, dan istana itu harus dijaga oleh lima ribu prajurit dengan kekuatan minimal berada di ranah Jenderal Dewa Surgawi.
Melihat persyaratan yang diberikan Dewa Agung Song Bei padanya, dalam waktu dekat rasanya dia belum bisa memperistri Song Qian. Akan tetapi, dia yakin tidak dalam kurun waktu yang terlampau lama, dia pasti sudah bisa menikahi Song Qian.
Mengingat kembali persyaratan yang diberikan Dewa Agung Song Bei, terlihat raut kekecewaan di wajah ke-empat wanita, yang mana mereka sudah sangat ingin hidup bersama-sama selamanya.
“Kalian tidak perlu kecewa karena dalam waktu dekat aku pasti bisa memenuhi dua syarat yang diberikan Dewa Agung Song Bei! Lagipula, syarat yang diberikannya bukanlah syarat yang sulit diselesaikan!” ungkap Zhou Tian.
Bagi orang lain syarat yang diberikan Dewa Agung Song Bei jelas merupakan persyaratan yang berat, tapi bagi Zhou Tian yang memiliki kekuatan sistem, syarat seperti itu bukanlah syarat yang memberatkannya. Dia yakin dalam satu bulan seluruh persyaratan bakal terpenuhi, dan dia bisa segera meresmikan hubungan dengan Song Qian.
“Aku yakin dalam waktu singkat Gege pasti bisa memenuhi seluruh persyaratan yang diberikan Dewa Agung Song Bei!” ucap Zhu Ying penuh keyakinan.
“I-itu, apa mulai sekarang aku boleh memanggilmu Gege seperti yang lainnya? Dan untuk persyaratan ayahku, aku juga yakin kamu bisa memenuhi persyaratan itu dalam waktu singkat!” ujar Song Qian.
Senyuman terlihat di wajah Zhou Tian saat ia mendengar ucapan Zhu Ying dan Song Qian. “Kamu bebas memanggilku seperti apa, dan mulai sekarang aku akan memanggilmu Qian’er,” ucap Zhou Tian.
Song Qian tersenyum senang mendengar ucapan Zhou Tian, dan saat dia senang, tiga wanita lainnya ikut merasakan senang sepertinya.
‘Hidupku akan semakin sempurna jika setiap hari bisa melihat senyuman mereka,’ Zhou Tian membatin, dan dia ikut tersenyum.
__ADS_1
......................
Bersambung.