Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Angkuh Dan Sombongnya Ras Phoenix


__ADS_3

Memulai kultivasi untuk melakukan terobosan ke tingkat Sempurna ranah Dewa Bumi, Zhou Tian tidak lagi perlu menyempurnakan kekuatannya, begitu ia berhasil mendapatkan terobosan.


Memiliki Tubuh Dewa Iblis membuat pondasi kekuatan Zhou Tian sudah berada di puncak kesempurnaan pondasi kekuatan, yang artinya ia tidak perlu menyempurnakan pondasi kekuatannya setiap kali mendapatkan terobosan. Bahkan meski kekuatannya masih di ranah Dewa Bumi, dengan kesempurnaan pondasi kekuatannya, ia bisa bertarung imbang dengan kultivator ranah Dewa Langit tingkat Menengah.


Setelah beberapa waktu berlalu, Zhou Tian mengakhiri kultivasinya setelah ia berhasil menerobos ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna.


Bersamaan dengan ia yang telah selesai berkultivasi, ternyata hari sudah malam, dan seperti yang sebelumnya sudah ia duga, siluman dengan kekuatan besar yang sebelumnya ia rasakan, siluman itu datang menyerang pulau melayang.


Dengan serangan puluhan siluman dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Awal dan sosok siluman terkuat dengan kekuatan di ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna, beberapa kali pertahanan pulau melayang bergetar, tapi belum terlihat adanya tanda-tanda pelindung akan hancur.


Bukan hanya serangan dari mereka, tapi ratusan siluman dengan kekuatan ranah Dewa dan ribuan siluman dengan kekuatan ranah Immortal Langit, mereka turut serta menyerang pertahan pulau melayang, dan akhirnya muncul tanda-tanda pertahanan pulau melayang mulai melemah.


Namun, begitu Zhou Tian selesai berkultivasi dan melihat keadaan pelindung pulau melayang mulai melemah, ia langsung saja menguatkan pertahanan pulau melayang, dan apa yang ia lakukan membuat ribuan siluman mengerang marah karena usaha mereka sebelumnya berakhir sia-sia karena pertahanan pulau melayang kembali menguat, jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Dari apa yang terjadi pada pertahanan pulau melayang, pemimpin ras siluman yang memimpin penyerangan, ia merasa pemilik pulau melayang tidak selemah yang sebelumnya ia perkirakan. Jika sebelumnya ia merasa kekuatan pemilik pulau melayang lebih lemah darinya, sekarang ia merasa jika kekuatan pemilik pulau melayang setara dengannya.


Ia sekarang mulai menimbang-nimbang, melanjutkan serangan atau mundur dan membiarkan pulau megang incarannya memasuki wilayah tengah Alam Langit. Begitu pulau melayang sudah memasuki wilayah tengah Alam Langit, artinya ia tidak lagi memiliki kesempatan memiliki pulau melayang incarannya.


Zhou Tian yang sebelumnya duduk tenang di tempat ia berkultivasi, ia bangkit dari posisi duduk saat merasakan ada seseorang yang mencari tahu keberadaannya, dan ia bisa menebak jika yang melakukan itu adalah sosok siluman kuat, yang memimpin ribuan siluman menyerang pulau melayang miliknya.


Tersenyum merasakan keberadaan musuh terkuat yang pernah ia rasakan kekuatannya, ia membawa keempat binatang kontraknya pergi menemui sosok itu, dan tentunya dengan senang hati mereka berempat ikut dengannya.


Dua harimau putih, puluhan kera emas ekor panjang, puluhan rajawali perak, dan banyak lagi binatang spiritual penghuni pulau melayang yang kali ini ingin ikut berperang bersama Zhou Tian.


Melihat kekuatan musuh yang pantas menjadi teman latihan mereka, Zhou Tian akhinya mengizinkan mereka ikut berperang dengan syarat tidak terlalu memaksakan diri.


Jika bertemu musuh yang memang tidak bisa mereka kalahkan seorang diri, mereka harus mundur, atau menyerang bersama-sama.


Seluruh binatang spiritual menyanggupi syarat yang diberikan Zhou Tian, dan mereka akan mematuhi syarat itu sekalipun mereka bukanlah binatang kontrak Zhou Tian, yang harus menuruti semua perkataannya.


Setelah semua siap keluar dari pulau melayang yang sudah berhenti, Zhou Tian memimpin mereka keluar dari formasi array pelindung pulau melayang, dan kini mereka sudah berhadap-hadapan dengan ribuan siluman yang menjadi musuh mereka.


Saat Zhou Tian bersama semua binatang kontak dan binatang spiritual penghuni pulau melayang menunjukkan diri mereka dengan aura yang begitu mendominasi, banyak siluman yang merasa sulit bernafas karena aura mereka.


“Sepertinya kamu adalah pemilik pulau melayang, dan aku tidak menyangka kamu memiliki pengikut dengan kekuatan yang tidak bisa aku anggap remeh!” ujar pemimpin pasukan siluman.

__ADS_1


Ia mencoba menekan Zhou Tian dengan aura kekuatannya, berharap pria itu jatuh berlutut karena kuatnya tekanan aura kekuatannya, tapi sayangnya apa yang ia harapkan tidak pernah terjadi. Bukannya jatuh berlutut, pria yang ia tekan dengan aura kekuatannya, pria itu masih terlihat berdiri tenang, seolah aura kekuatannya tidak berpengaruh padanya.


Zhou Tian sendiri memang tidak merasa tertekan dengan aura yang ditujukan padanya, bahkan aura itu sama sekali tidak menghambat pergerakannya, dan dengan mengeluarkan aura kekuatannya, ia membalas menekan musuh dengan aura kekuatannya.


Merasakan tekanan balik yang berasal dari aura kekuatan musuhnya, pemimpin pasukan siluman merasa kedua kalinya bergetar hebat, dan ia hampir saja berlutut kalau saja terlambat mengerahkan seluruh aura kekuatannya untuk tetap membuatnya berdiri tegap.


Setengah aura kekuatannya masih berhasil di tahan musuh, tapi saat Zhou Tian meningkatkan kekuatan aura kekuatannya, musuh tidak lagi bisa bertahan, dan akhirnya ia jatuh berlutut.


Pemimpin pasukan iblis yang dibuat berlutut oleh aura kekuatan musuhnya, sekuat tenaga ia mencoba bangkit, tapi ia sama sekali tidak bisa melakukannya.


Meskipun sudah mengerahkan seluruh kekuatannya ditambah dengan artefak yang mampu meningkatkan aura kekuatannya, ia masih saja berlutut karena tekanan aura kekuatan musuh, yang terasa semakin kuat saat ia turut meningkatkan kekuatannya.


“Apa kamu ingin menyerah dan pergi dari tempat ini, atau memilih mati di tanganku? Jika memilih mati, bukan hanya kami yang mati, tapi mereka yang datang bersamamu juga akan kati!” ucap Zhou Tian.


“Beraninya kau mengancamku! Apa kau pikir aku takut dengan ancamanmu!” ujar pemimpin pasukan siluman tidak terima dengan ancaman Zhou Tian.


“Aku tidak sedang mengancam, tapi itu akan terjadi padamu dan pasukanmu, jika kamu tidak segera meninggalkan tempat ini! Percaya atau tidak apa yang aku ucapkan selalu menjadi kenyataan!” ucapnya dengan suara lantang.


Pemimpin pasukan siluman merasakan ancaman dari setiap ucapan Zhou Tian, dan firasatnya mengatakan jika tidak menurutinya, ia hanya akan merasakan penyesalan.


Melihat pasukannya untuk menghapus keraguannya, bukannya hilang keraguannya, ia justru semakin ragu melanjutkan serangan setelah melihat ekspresi ribuan pasukannya.


“Baiklah, aku mundur dan tidak akan mengganggu perjalananmu!” ujar pemimpin pasukan siluman lalu ia membawa pergi seluruh pasukannya.


Setelah ribuan siluman menghilang di balik kegelapan malam, Zhou Tian memimpin seluruh binatang buas penghuni hutan pulau melayang kembali ke pulau, tapi tidak dengan ke-empat binatang kontraknya.


Mereka memilih bertahan di luar formasi array pelindung pulau karena dari sisi lain mereka merasakan keberadaan puluhan orang, yang datang dan langsung saja menyerang pertahanan pulau melayang.


Tidak membiarkan mereka berbuat sesuka hati, ke-empat binatang kontrak Zhou Tian langsung saja menyerang mereka, dan pertarungan segera terjadi, tapi jalannya pertarungan tidak berlangsung lama.


Hanya dalam beberapa detik pertarungan berakhir dengan kemenangan ke-empat binatang kontrak Zhou Tian.


Selesai melawan puluhan musuh yang datang menyerang pulau melayang, mereka berempat kembali ke bagian dalam formasi array pelindung untuk memulihkan kekuatan setelah sejak beberapa waktu yang lalu terus melakukan pertarungan dengan sedikit waktu untuk beristirahat.


...----------------...

__ADS_1


Dua hari berlalu dan sekarang pulau melayang milik Zhou Tian telah memasuki kawasan tengah Alam Langit, dan diwaktu yang sama Zhu Ying dan Phoenix telah selesai dengan kuktivasi mereka.


Perlahan kedua mata Zhu Ying terbuka, begitu juga Phoenix Tujuh Warna yang kini telah berubah ke wujud manusianya.


Zhou Tian yang melihat Zhu Ying membuka matanya, ia tersenyum senang, dan bejalan mendekatinya. Namun, tiba-tiba Phoenix yang telah berubah ke wujud manusianya muncul di depannya, dan menghalanginya mendekati Zhu Ying.


Phoenix dalam wujud manusia menatap tajam Zhou Tian. “Sebaiknya kamu tidak lagi berhubungan dengan calon Ratu Phoenix, karena makhluk rendahan sepertimu tidak pantas menjadi pendamping hidupnya!”


“Baru sedikit mengalami peningkatan kekuatan, kamu sudah berani menghalangiku bertemu istriku! Jangan kita aku tidak bisa membunuhmu meski kamu sudah menjadi binatang kontrak istriku!”


Zhou Tian menggerakkan jari tangannya, dan ia memberi tekanan sangat kuat pada Phoenix dalam wujud manusia, yang seketika membuatnya jatuh tersungkur dan tidak bisa bergerak.


Zhu Ying yang sudah bangkit berdiri, ia hanya bisa menggelengkan kepala melihat apa yang dilakukan binatang kontraknya. “Kamu memang binatang kontrakku, tapi kamu tidak punya hak ikut campur dalam urusan kehidupanku, apalagi jika itu berhubungan dengan suamiku.”


“Saat ini juga aku bisa memutuskan kontrak diantara kita, dan dengan tanganku sendiri aku akan membunuhmu!” ucap Zhu Ying sangat kecewa dengan apa yang telah dilakukan binatang kontraknya, yang begitu lancang ikut campur dalam kehidupannya.


Zhou Tian meniadakan tekanan yang menekan binatang kontrak Zhu Ying, dan ia ingin tahu apa yang akan dilakukan sosok itu.


“Yang Mulia, maafkan hamba yang berpikir ingin mencarikan Yang Muli sosok pria terbaik, sebagai calon pendamping hidup Yang Mulia!”


“Kalau kamu masih berpikir ingin melakukan itu, hidupmu tidak akan bertahan lama! Jika bukan aku yang membunuhmu, banyak yang akan memburumu, dan itu akan berakhir buruk untukmu!”


Bersamaan dengan terselesaikan nya ucapan Zhu Ying, sosok rubah putih dan hitam yang sama-sama memiliki sembilan ekor muncul, di susul kemunculan ular langit malam, dan terakhir ada sosok naga kegelapan dengan aura kuat, tidak kalah dengan aura kekuatan Phoenix yang telah berada di ranah Dewa Bumi tingkat Sempurna.


Phoenix yang merasakan aura kekuatan mereka serta sosok mereka yang menatap tajam ke arahnya, ia merasa dirinya benar-benar akan mati jika tidak menghormati sosok suami Ratunya.


‘Mereka bukanlah binatang spiritual, melainkan binatang suci sama sepertiku, dan mereka memiliki satu tuan, yaitu suami Yang Mulia Ratu!’ ucap Phoenix dalam hati dan tentu ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


Sebelum menjalin kontrak dengan Zhu Ying, ia memang menghormati Zhou Tian, tapi itu hanya sebuah kepura-puraan karena ia tidak mungkin menang jika bertarung melawan Zhou Tian.


Namun, setelah kekuatannya meningkatkan dan ia telah menjalin kontrak dengan calon Ratu ras phoenix di masa depan, ia merasa di atas angin, dan merasa bisa mengusir pria yang ia anggap tidak pantas bersanding dengan calon Ratu ras phoenix.


Nyatanya ia salah, pria itu sama sekali tidak lebih lemah dari kekuatannya saat ini, bahkan ia tahu jika pria itu lebih kuat darinya, bahkan ia tidak berdaya hanya dengan sedikit aura kekuatan pria itu. Ditambah dengan adanya empat binatang suci yang menjadi binatang kontraknya, ia sekarang yakin jika pria itu bukanlah sosok biasa, dan ia akhirnya diam menuruti keinginan Zhu Ying.


Zhou Tian sendiri sudah pergi bersama Zhu Ying, meninggalkan ke-empat binatang kontraknya mengawasi Phoenix yang masih saja menunjukkan sisi liar dan keras kepalanya. Pada dasarnya Phoenix adalah binatang suci dengan sifat paling angkuh dan sombong di seluruh Alam Semesta, jadi wajar jika ia merasa seseorang yang tidak memiliki hubungan dengan ras Phoenix adalah makhluk rendahan.

__ADS_1


...----------------...


Bersambung.


__ADS_2