Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Tujuan Mengikuti Kompetisi


__ADS_3

Kereta kuda terus melaju di jalanan, membawa Zhou Tian menuju kediaman yang akan menjadi tempat tinggalnya selama mengikuti kompetisi. Berada di dalam kereta, Zhou Tian dengan jelas mendengar keramaian di luar kereta, yang menunjukkan jika di jalan yang dilaluinya terdapat banyak orang.


Meski banyak orang, tapi tidak ada yang menghambat laju kereta kuasa yang naikin Zhou Tian, dan tidak lama akhirnya kereta kuda sampai di tempat tujuan.


Keluar dari kereta kuda, Zhou Tian melihat kediaman cukup mewah, dan ia akan tinggal di kediaman yang dijaga ketat oleh puluhan prajurit ras Dewa.


Lalu dengan teknik mata emasnya, Zhou Tian jelas melihat keberadaan kediaman peserta dari ras siluman tidak jauh dari kediamannya, lalu sedikit lebih jauh, ia bisa melihat kediaman yang ditinggali peserta kompetisi perwakilan ras manusia.


“Sepertinya kediaman tempat tinggalku diatur sedikit lebih jauh dari kediaman perwakilan ras manusia,” gumam Zhou Tian, dan ia begitu saja masuk ke dalam kediamannya, yang mana ada banyak pelayan sudah menanti kedatangannya.


Walaupun mereka hanya pelayan, Zhou Tian memberi perlakuan baik pada mereka, dan itu membuat para pelayan senang akan keberadaan sosok seperti Zhou Tian.


Zhou Tian langsung saja menuju halaman belakang kediaman yang seharusnya bisa menampung lebih dari seratus orang. Tujuannya pergi ke halaman belakang, itu dilakukan karena ia ingin mengeluarkan para saudaranya dari Dunia Jiwa, tapi tidak dengan ketiga istrinya yang masih fokus berkuktivasi.


Di halaman belakang.


Sosok Zhou Lin, Zhu Ning, Zhou Gang, dan Zhu Rong, mereka telah keluar dari Dunia Jiwa, dan terlihat jelas kekuatan mereka telah meningkat. Mereka semua telah berhasil menerobos ranah Jenderal Dewa Surgawi, meski masih berada di tingkat Awal untuk para wanita, dan tingkat Menang untuk para pria.


“Menurutmu, darimana datangnya empat sosok iblis yang cantik dan juga tampan? Mereka muncul begitu saja, dan sepertinya mereka adalah para saudara dan saudari Tuan Zhou Tian,” ujar salah satu pelayan yang melihat bagaimana Zhou Lin dan yang lainnya tiba-tiba muncul.


Zhou Tian tekah memperkenalkan dirinya pada para pelayan dan penjaga kediaman khusus untuknya, jadi mereka tidak akan susah saat ingin memanggilnya.


“Jujur saja aku tidak tahu darimana munculnya mereka, dikarenakan mereka begitu saja muncul, seolah sejak awal mereka memang sudah ada di sisi Tuan Zhou Tian, tapi kita tidak bisa melihat keberadaan mereka,” ucap pelayan lain, yang kebetulan juga melihat seluruh kejadian di halaman belakang, dimana Zhou Tian memang sengaja tidak merahasiakan keberadaan Zhou Lin dan yang lain.


“Kita tidak perlu memikirkan mereka datang darimana, tapi aku yakin kalau kalian bisa merasakan aura mereka yang begitu bersahabat, selayaknya aura Tuan Zhou Tian. Dari situ kita tahu kalau mereka orang baik, sama halnya dengan Tuan Zhou Tian!” ucap satu-satunya pelayan pria, yang ada di kediaman Zhou Tian.


Di kediaman yang ditempati dua putra Dewa ras manusia.


Keduanya putra Dewa menggertakkan gigi mereka menahan amarah, setelah mendengar jika satu-satunya perwakilan dari ras iblis telah sampai dengan selamat, dan saat ini iblis itu sudah berada di kediaman khusus, yang dipersiapkan pihak istana Dewa Agung sebagai tempat tinggal peserta kompetisi dari ras iblis.


“Apa sebenarnya yang dilakukan prajurit suci yang berjaga di sepanjang perbatasan, sehingga pria itu berhasil lolos dari pengawasan mereka?” ujar Shang Zang, salah satu putra Dewa ras manusia.

__ADS_1


Shang Wuzhi, putra Dewa ras manusia yang datang bersama Shang Zang, sambil memejamkan mata ia berkata, “Prajurit suci memang tidak bisa kita harapkan, sebaiknya kita kerahkan prajurit bayangan untuk membunuh iblis itu!”


“Apa kau bodoh melakukan pembunuhan saat kita hanya berjarak beberapa ratus meter dari istana Dewa Agung? Apapun yang kita lakukan di tempat ini, aku yakin orang itu pasti mengetahuinya!” ucap Shang Zang penuh dengan keyakinan.


“Kalau memang seperti itu, kita bunuh saja iblis itu saat berlangsungnya kompetisi! Bukannya tidak ada larangan saling membunuh dalam kompetisi ini? Jadi, siapapun diantara kita yang bertemu iblis itu, ia harus bisa membunuhnya!” balas Shang Wuzhi, yang dari segi usia, ia lebih tua lima tahun dari Shang Zang.


“Baiklah, jika aku bertemu iblis itu, aku akan melakukan pertarungan hidup mati dengannya, dan akan aku pastikan iblis itu merasakan kekejamanku!” ucap Shang Zang, dengan semangat menggebu-gebu.


Shang Wuzhi hanya mengangguk pelan. “Aku sudah tidak sabar melihat kekejamanmu, dan jangan sampai kamu yang justru mati di tangan iblis itu!” ucapnya, dan jujur saja ia tidak yakin Shang Zang menang melawan iblis yang dengan mudahnya melewati penjagaan prajurit suci ras manusia.


“Aku tahu kau ingin menjadi satu-satunya putra dari Dewa ras manusia, dan aku tahu kau juga ingin menjadi pemenang kompetisi ini, tapi sayangnya akulah yang akan keluar menjadi pemenang, dan kau akan terus menjadi pecundang!” ucap Shang Zang, lalu ia pergi begitu saja meninggalkan Shang Wuzhi.


Kehidupan keduanya memang tidak pernah akur, sekalipun akur, itu tidak akan bertahan lama, atau saat mereka sama-sama memiliki rencana jahat pada seseorang. Mereka juga akan akur saat berada di hadapan kedua Dewa ras manusia, selebihnya, mereka akan terus terlibat persaingan, dan tidak sering mereka terlibat aksi saling bunuh, yang berakhir mereka berdua hampir mati.


“Shang Zang, kali ini aku tidak akan kalah darimu, dan akan aku pastikan jika hanya aku yang akan kembali pulang dalam keadaan hidup-hidup!” Shang Wuzhi sudah menyiapkan rencana untuk mengakhiri hidup Shang Zang. Di sisi lain, Shang Zang juga telah menyiapkan rencana untuk menyingkirkan Shang Wuzhi, dan ia yakin rencananya seratus persen bakalan berhasil.


......................


Zhou Tian saat ini sedang menikmati makan malam dengan ke-empat saudaranya, dan juga ada ketiga istrinya yang malam ini memutuskan keluar dari Dunia Jiwa.


Mereka merindukan dunia luar, terlebih mereka sangatlah merindukan sosok Zhou Tian, tapi untuk malam ini mereka tidak mungkin meminta Zhou Tian memberi kepuasan, dikarenakan besok suami mereka itu harus mengikuti kompetisi dan keluar sebagai pemenang.


Meski dengan kekuatannya Zhou Tian bisa memenangkan kompetisi dengan mudah, tetap saja mereka tidak ingin membuat Zhou Tian kelelahan karena di malam harinya harus melakukan pertarungan di atas ranjang.


Sementara itu, para pelayan yang melayani Zhou Tian dan yang lainnya. Saat melihat dan merasakan aura ketigt wanita yang diperkenalkan Zhou Tian sebagai istrinya, mereka merasa jika aura ketiga istri Zhou Tian mirip dengan aura putri Dewa Agung ras Dewa.


Namun, mereka tidak bisa lebih jelas memperhatikan ketiga istri Zhou Tian, dikarenakan mereka harus menyelesaikan pekerjaan, yang secepatnya harus mereka kerjakan sebelum pergi istirahat, dan kembali bekerja di keesokan harinya.


Setelah menyelesaikan makan malam bersama, Zhou Tian dan ketiga istrinya menikmati suasana malam di wilayah ras Dewa. Hal yang sama juga dilakukan Zhou Lin dan tiga orang lainnya. Meraka terlihat sangat menikmati kebersamaan di tempat baru, tapi mereka sama sekali tidak mengendurkan kewaspadaan.


Bagaimanapun juga tidak jauh dari tempat mereka terdapat kediaman yang ditempati dua putra Dewa raa manusia, dan bisa saja meraka memiliki niatan buruk pada mereka yang merupakan iblis. “Aku rasa mereka tidak akan begitu bodoh menyerang kita, disaat jarak tempat ini begitu dekat dengan istana Dewa Agung, tempat tinggal sosok terkuat di Alam Dewa,” ucap Zhou Tian, begitu ia mengirim ketiga istrinya kembali ke Dunia Jiwa.

__ADS_1


Puas menikmati keadaan di tempat baru, mereka memutuskan kembali ke Dunia Jiwa, dikarenakan mereka ingin malam ini Zhou Tian menggunakan banyak waktunya untuk istirahat.


“Malam masih terlalu awal, dan aku lebih belum bisa tidur!” kata Zhou Tian, dan entah kenapa ia berpikir untuk duduk bersantai di atas atap kediaman yang ditempatinya.


Baru juga ia duduk di atas atap, pria tua yang seluruh rambut, jenggot, kumis, bahkan pakaiannya berwarna putih, tiba-tiba pria itu muncul dan begitu saja dusuk di sebelahnya.


Zhou Tian tentu saja tidak terkejut karena ia sudah menyadari keberadaan pria tua itu sejak beberapa saat yang lalu, dan dikarenakan ia tidak merasakan ancaman dari sosok pria tua yang kini duduk di sebelahnya, ia membiarkan begitu saja keberadaannya.


“Apa aku boleh menebak apa saja kekuatan yang tersembunyi di tubuhmu?” tanya pria tua.


Zhou Tian hanya menganggukkan kepalanya, dan membiarkan pria tua itu melakukan apa yang menjadi keinginannya.


Pria tua menatap tubuh Zhou Tian dari ujung kaki sampai ujung kepala, dan setelahnya ia berkata, “Tubuh Dewa Iblis, Darah Dewa Iblis, Mata Dewa Iblis, Tulang Dewa Iblis, Jiwa Dewa Semesta! Anak muda, bukannya kamu datang hanya untuk mempermalukan peserta lainnya? Bagaimana kalau aku langsung menyatakanmu sebagai pemenangnya?”


Saat pria tua memperhatikan tubuhnya, sistem memberi informasi penting padanya.


[Tuan, pria tua ini adalah Dewa Agung ras Dewa, dan wajar jika sesama Dewa ia bisa melihat kekuatan tersembunyi yang Tuan miliki. Jadi, Tuan jangan terkejut jika ia tahu semua rahasia Tuan, tapi ia tidak akan pernah mampu mengetahui keberadaan sistem]


Dikarenakan telah mengetahui semua dari sistem, Zhou Tian tidak terkejut saat pria tua tau tentang kekuatan tersembunyi di tubuhnya.


Setelah beberapa saat terdiam begitu mendengar ucapan Dewa Agung, Zhou Tian berkata, “Dewa Agung, sebenarnya aku tidak ada sedikitpun niatan mempermalukan siapapun dalam kompetisi ini, dikarenakan aku hanya akan menggunakan kekuatan biasa dalam kompetisi ini, dan tidak akan menggunakan kekuatan Dewa milikku! Jadi, biarkan kompetisi ini berjalan seperti semestinya!”


Dewa Agung tersenyum mengetahui lawan bicaranya tahu siapa dirinya, padahal ia yakin ini kali pertama pertemuan diantara mereka, tapi mengingat jika ia sedang berhadapan dengan sosok Dewa dari ras iblis, rasanya tidak ada yang aneh jika seorang Dewa mengetahui keberadaan Dewa lainnya.


“Baiklah, kompetisi akan berjalan seperti semestinya, tapi aku berharap kamu bakal keluar sebagai pemenangnya! Bukannya kamu ingin menyatukan mereka?” ujar Dewa Agung.


Zhou Tian tahu apa maksud Dewa Agung, dan dengan tegas ia berkata, “Aku pasti memenangkan kompetisi ini, karena tujuanku mengikuti kompetisi ini adalah untuk menyatukan mereka!”


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2