Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Sadar Akan Kebodohan


__ADS_3

Acara pernikahan Zhou Tian dan Song Bei akan berlangsung dua hari lagi. Kabar pernikahan itu dengan cepat menyebar ke seluruh penjuru Alam Dewa, bahkan kabar itu telah sampai di telinga Shang Boqin dan Shang Bolin yang saat ini sedang menunggu kedatangan iblis, yang akan ditukar dengan Dewa Agung Song Bei.


Bukannya mendengar kabar kedatangan iblis itu, mereka yang saat ini berada di Istana Dewa Manusia, mereka justru mendengar kabar tentang pernikahan iblis itu dengan Song Qian, putri Dewa Agung Song Bei. Mereka tentu saja terkejut dan marah setelah mendengar kabar, yang sama sekali tidak mereka nantikan.


“Bagaimana mungkin mereka tetap menggelar pernikahan, sedangkan Dewa Agung Song Bei berada di tangan kita? Apa mereka menganggap tidak penting keberadaan Dewa Agung Song Bei?” tanya Shang Bolin sambil mengarahkan pandangannya ke arah Shang Boqin.


Shang Boqin yang mendengar semua itu, dia menggertakkan giginya marah, dan kuat menggebrak meja di hadapannya, lalu setelahnya dia bicara, “Jika pernikahan itu tetap berlangsung, kita bunuh saja dia yang ada di penjara, lalu kita kirim mayatnya sebagai hadiah pernikahan mereka!”


Shang Bolin begitu jelas mendengar ucapan tegas yang keluar dari mulut Shang Boqin. Dia hanya mengangguk setelah mendengar semua itu, dan dia sama sekali tidak keberatan membunuh Dewa Agung Song Bei jika itu memang diperlukan untuk membuktikan ancaman, pada mereka yang mengabaikan ancamannya.


“Kalian pasti akan sangat menyesal jika mengabaikan ancamanku dan tetap melanjutkan pernikahan yang seharusnya tidak pernah terjadi!” ucap Shang Boqin, dan segera saja dia pergi meninggalkan ruang kerjanya, yang juga merupakan ruang kerja Shang Bolin.


Sementara Shang Bolin tetap berada di dalam ruang kerjanya, dan terlihat jelas jika dia sangatlah marah dengan rencana pernah iblis yang ingin dia bunuh dengan Song Qian, putri Dewa Agung Song Bei.


“Bukan hanya mayat Dewa Agung Song Bei yang akan aku kirim sebagai hadiah pernikahan mereka, tapi aku juga akan mengirim banyak prajurit suci untuk merebut semakin banyak wilayah kekuasaan ras Dewa!” ucapnya.


......................


Jika di Istana Dewa Manusia saat ini dipenuhi dengan aura kemarahan Shang Bolin dan Shang Boqin yang membuat sesak keadaan di istana itu, keadaan yang berbeda terlihat di Istana Dewa Agung. Kebahagiaan terlihat di seluruh bagian Istana Dewa Agung, dan kebahagiaan itu terjadi karena sebentar lagi akan digelar pernikahan antara Zhou Tian dan Song Qian.


Upacara pernikahan dan pesta pernikahan akan dilangsungkan di Istana Dewa Agung. Pesta pernikahan bukan hanya akan nerlangs di istana, tapi di Kota Dewa juga akan berlangsung pesta pernikahan yang bertemakan pesta rakyat.


Rencananya pesta yang berlangsung di Istana Dewa Agung bukan hanya pesta untuk pernikahan Zhou Tian dan Song Qian, tapi pesta itu juga merupakan pesta pernikahan Zhou Tian dan ketiga istrinya. Pesta meriah akan berlangsung selama dua hari dua malam, dan mereka benar-benar mengabaikan ancaman kedua Dewa ras manusia.


Seluruh bagian Istana Dewa Agung telah dihias hiasan yang menunjukkan ciri khas akan diadakannya sebuah pernikahan. Hiasan paling mencolok terlihat di aula istana, yang akan menjadi tempat berlangsungnya upacara pernikahan, dan juga pesta pernikahan.


Persiapan pernikahan diawasi langsung oleh Dewa Agung Song Qian, dan dia tidak ingin melihat adanya sesuatu yang tidak sesuai keinginannya. Semua harus sesuai keinginannya, dan terlihat sempurna.


......................


Siang ini akan diberlangsungkan pesta pernikahan Zhou Tian dsngan keempat istrinya, sedangkan untuk upacara pernikahan, semu sudah dilangsungkan pagi ini, dan semua berjalan sangat lancar.


Sementara itu di Istana tersembunyi milik kedua Dewa raa manusia, Shang Boqin dan Shang Bolin terlihat sangat marah setelah mendengar kabar jika pernikahan Zhou Tian dan Song Qian tetap dilakukan, meski dilakukan secara tertutup, dan dijaga sangat ketat sehingga membuat mata-mata kedua Dewa ras manusia tidak bisa mendekati aula Istana Dewa Agung.


Keduanya segera saja bersiap pergi ke penjara, dan saat ini juga mereka akan mengakhiri hidup sosok, yang masih mereka yakini jika sosok itu adalah Dewa Agung Song Bei. Meraka tidak menemukan adanya hal janggal pada diri sosok itu, yang membuat mereka sangat yakin jika sosok itu, adalah sosok Dewa Agung Song Bei, Dewa Agung ras Dewa.


Shang Boqin dan Shang Bolin sudah berada di dalam penjara, dan mereka sedang berjalan menuju penjara khusus yang hanya dihuni seorang tahanan. Sampai di tempat itu, keduanya mengerutkan kening saat melihat sosok Dewa Agung Song Bei tersenyum.


Dengan aura yang menunjukkan dia sangat marah, Shang Boqin berbicara tegas, “Sepertinya kau tahu jika saat ini sedang berlangsung pernikahan antara putrimu dan iblis yang sangat ingin kami bunuh! Mereka mengabaikan ancaman kami, dan sudah seharusnya mereka mendapatkan hadiah dari kami kare begitu berani mengabaikan ancaman kami!”

__ADS_1


“Oh, bukannya kamu sangat baik karena ingin mengirim hadiah pada mereka? Kalau aku boleh tahu, hadiah apa yang ingin kamu berikan pada mereka?” tanya sosok yang terlihat selayaknya sosok Dewa Agung Song Bei.


Mendengar itu Shang Boqin terkekeh, “Hehehehe... hadiah kami sangatlah sepesial, dan karena kami sangat baik, kami ingin menghadiahkan mayatmu pada mereka. Bukan hanya itu, kami juga akan mengambil banyak wilayah kekuasaan ras Dewa sebagai hadiah pernikahan mereka!” ucapnya.


Bukannya ketakutan mendengar semua itu, sosok yang terlihat selayaknya Dewa Agung Song Bei, dia justru tertawa, “Hahahaha... kalian orang-orang bodoh, bagaimana mungkin mungkin kalian berpikir akan mengirim mayatku sebagai hadiah? Kalian tidak akan pernah bisa melakukan itu! Untuk kalian yang ingin mengambil banyak wilayah kekuasaan ras Dewa, aku sarankan kalian mengurungkan niat itu, jika tidak ingin merugi lebih banyak!” ungkapnya.


“Kau sekarang bisa tertawa, tapi tidak lama lagi kau akan menjadi mayat di tangan kami! Jangan berharap ingin melawan kami, karena racun yang aku berikan padamu, racun itu akan menyegel kekuatanmu selama sepuluh hari ke depan!” ucap Shang Bolin, dan dia tersenyum sinis sambil menatap pria di dalam penjara.


Bukannya memberi balasan, sosok menyerupai Dewa Agung Song Bei justru tertawa keras, bahkan jauh lebih keras dari sebelumnya.


“Hahahaha... kalian ini memang sangat bodoh, dan aku penasaran bagaimana orang sebodoh kalian bisa menjadi seorang Dewa? Ups, aku lupa, bukannya kalian menjadi Dewa hanya karena mendapatkan warisan kekuatan Dewa dari orangtua yang terlalu menyayangi anaknya! Kalau orangtua kalian bukanlah Dewa, aku yakin kalian tidak akan menjadi Dewa!” ucapnya menghina Shang Bolin dan Shang Boqin.


Shang Boqin dan Shang Bolin menggertakkan gigi, dan mereka benar-benar sudah tidak lagi bisa menahan amarahnya. Membuka pintu besi penjara, Shang Boqin langsung saja melesat maju menyerang sosok Dewa Agung Song Bei. Serangan yang dilakukan Shang Boqin sangat kuat, dan dia yakin dapat langsung membunuh sosok Dewa Agung Song Bei.


Booomm...


Serangan Shang Boqin tepat mengenai sosok Dewa Agung Song Bei, membuat pria itu terpental jauh menghantam dinding kokoh penjara khusus. Bukannya kesakitan, sosok Dewa Agung Song Bei justru tersenyum.


“Hah, apa hanya ini kekuatan yang dimiliki oleh seorang Dewa ras manusia? Sangat lemah, dan kau benar-benar jauh dari kata layak untuk menjadi seorang Dewa! Bahkan kau dan saudaramu tidak bisa membedakan mana sosok asli, dan mana yang hanya sosok tiruan!” ucap sosok menyerupai Dewa Agung Song Bei, sebelum sosoknya menghilang begitu saja.


Shang Boqin dan Shang Bolin membuka lebar kedua mata mereka, begitu sadar jika sosok yang mereka kurung dalam penjara nyatanya hanya tubuh bayangan, yang menyerupai sosok Dewa Agung Song Bei. Mereka sulit mempercayai semua itu, dikarenakan mereka selama beberapa hari ini melihat sosok tubuh bayangan tidak memiliki perbedaan dengan sosok asli. Ternyata mereka benar-benar bodoh karena tidak bisa membedakan mana tubuh bayangan, dan mana tubuh asli.


Sekarang mereka tidak memiliki sesuatu untuk dijadikan hadiah, dan segera mereka menunda mengambil alih sebanyak-banyaknya wilayah kekuasaan ras Dewa.


Segera saja keduanya meninggalkan penjara khusus, dan setelah dua rencana mereka gagal dan menelan sedikit kerugian, mau tidak mau mereka akan melakukan rencana selanjutnya, dan ini adalah rencana yang akan membuat mereka mengerahkan seluruh kekuatan, yang mereka miliki. Rencana ketiga mereka adalah menyerang Istana Dewa Iblis, dengan seluruh kekuatan yang mereka miliki.


Meraka memiliki cara untuk menghancurkan formasi yang melindungi Istana Dewa Iblis, dan dengan kekuatan mereka setelah berhasil menghancurkan formasi itu, mereka masih yakin dapat memusnahkan seluruh iblis yang ada di tempat itu.


Namun, ada satu hal yang belum mereka tahu, yaitu tentang formasi pelindung Istana Dewa Iblis yang telah diperkuat oleh Zhou Tian.


Setelah diperkuat Zhou Tian, kekuatan formasi pelindung Istana Dewa Iblis menjadi dua sampai tiga kali lebih kuat dari sebelumnya, dan untuk menghancurkan formasi itu tentu tidak semudah seperti yang dibayangkan Shang Bolin dan Shang Boqin. Cara yang ingin mereka gunakan untuk menghancurkan formasi pelindung Istana Dewa Iblis, sepertinya tidak akan bekerja pada formasi pelindung yang telah diperkuat.


......................


Pesta pernikahan saat ini sedang berlangsung di Istana Dewa Agung maupun di Kota Dewa. Pesta berlangsung sangat meriah, dan semua orang terlihat sangat bahagia serta mereka semua sangat menikmati jalannya pesta.


Sementara itu di kamar pengantin Zhou Tian dan Song Qian, keduanya saat ini duduk di atas ranjang yang sama. Keduanya sedang melakukan tradisi pernikahan sebelum melanjutkan ke permainan panas di atas ranjang.


Zhou Tian telah membuka penutup yang sebelumnya menutupi bagian wajah Song Qian. Penutup wajah telah dibuka, dan dia bisa melihat jelas wajah istrinya. Kecantikan Song Qian setara dengan Zhu Ying, Zhu Meili, dan Shen Yiren. Kecantikan wanita yang begitu sempurna, dan itu semua hanya miliknya.

__ADS_1


“Apa Gege ingin langsung melakukannya?” tanya Song Qian, dan perlahan dia membuka satu persatu lapisan pakaiannya sendiri, sampai hanya menyisakan lapisan tipis, yang menjadi pertahanan terakhir tubuhnya, sebelum tubuh polosnya dapat terlihat seutuhnya oleh Zhou Tian.


Zhou Tian tersenyum, lalu bicara, “Selagi ada banyak waktu malam ini, tidak ada salahnya jika kita langsung melakukannya! Malam ini malam pernikahan kita, bukannya akan terasa kurang malam pernikahan tanpa melakukan apa yang sudah seharusnya dilakukan pasangan suami istri!”


Song Qian menganggukkan kepala mendengar apa yang diucapkan Zhou Tian, “Ini kali pertama aku melakukannya. Gege, tolong melakukannya dengan lembut!” ucap pelan Song Qian.


Mendengar itu Zhou Tian menganggukkan kepalanya, dan tentu saja dia akan melakukannya sangat lembut dan pelan. Dia sudah berpengalaman melakukan semua itu dengan ketiga istrinya, jadi dia sudah tahu apa yang harus dilakukan.


Selanjutnya mereka melakukan apa yang sudah seharusnya pasangan pengantin baru, di malam pertama mereka. Suara jeritan kesakitan sempat terdengar, tapi tidak lama suara itu terganti oleh suara des4han, yang terdengar begitu indah.


Disaat di kamar pernikahan Zhou Tian dan Song Qian sedang terjadi permainan panas, di kamar yang tidak begitu jauh dari kamar pernikahan mereka, terlihat lima wanita sedang melakukan pesta kecil. Mereka adalah Zhu Ying, Zhu Meili, Shen Yiren, Zhu Ning, dan Zhu Rong. Mereka terlihat senang dengan pernikahan Zhou Tian dan Song Qian, terutama ketiga istri Zhou Tian. Dengan pernikahan itu sekarang mereka kembali lengkap berempat, dan bersama-sama mereka akan mendampingi Zhou Tian dalam situasi apapun.


Sedangkan Zhou Lin dan Zhou Gang, mereka ikut dalam pesta yang berlangsung di aula Istana Dewa Agung, bersama Dewa Agung Song Bei, dan seluruh petinggi ras Dewa. Pesta benar-benar berlangsung meriah, baik itu yang ada di aula Istana Dewa Agung, maupun pesta yang berlangsung di Kota Dewa.


Semua orang bisa merasakan bahagia, seperti yang saat ini dirasakan oleh Zhou Tian dan Song Qian. Baik di Kota Dewa ataupun di aula Istana Dewa Agung, pesta akan berlangsung selama dua hari dua malam. Dewa Agung Song Bei mengeluarkan tidak sedikit hartanya untuk berlangsungnya pesta, tapi semua itu terbayar lunas dengan pesta yang sampai saat ini berlangsung meriah dan berjalan lancar.


Di balik pesta meriah dan kebahagiaan di seluruh kawasan kekuasaan ras Dewa, terdapat dua sosok yang begitu marah dengan apa yang sedang terjadi. Siapa lagi kedua sosok itu jika bukan Shang Boqin dan Shang Bolin. Mereka sangat marah mendengar apa yang saat ini sedang terjadi di wilayah kekuasaan ras Dewa.


Seharusnya merekalah yang saat ini berpesta merayakan kemenangan, tapi semua itu urung terjadi karena rencana mereka gagal total, dan saat ini mereka hanya bisa marah-marah tidak jelas, mendengar kabar yang berhubungan dengan pesta pernikahan Zhou Tian dan Song Qian.


Sudah banyak wanita yang mati di tangan Shang Boqin dan Shang Bolin, dikarenakan para wanita itu tidak bisa memuaskan mereka, dan membuat mereka melupakan kemarahan atas apa yang terjadi. Prajurit silih berganti menyeret mayat wanita dari ruangan mereka, dan itu membuat para wanita ketakutan.


Sebelumnya mereka sangat bersemangat mengantre untuk memasuki kamar kedua Dewa, dan memberi kepuasan pada mereka. Akan tetapi, setelah melihat banyaknya wanita yang keluar dalam keadaan mati mengenaskan, banyak dari para wanita yang pergi, terutama mereka yang merupakan putri para bangsawan.


Wajah-wajah ketakutan terlihat jelas dari para wanita yang pergi, dan mereka yang pergi kompak mengatakan, “Aku tidak ingin mati konyol hanya karena ingin mendapatkan keturunan dari mereka!” ucap mereka semua yang memilih pergi.


Sampai akhirnya tidak ada lagi wanita yang berada di antrean, membuat Shang Bolin dan Shang Boqin mengerutkan kening karena tidak lagi ada wanita yang memasuki ruangan mereka.


Memanggik prajurit untuk bertanya kenapa tidak ada yang masuk ke ruangan mereka, keduanya terkejut saat mendengar jawaban prajurit. Ternyata semua wanita tidak lagi ingin berurusan dengan mereka, dikarenakan para wanita tidak ingin mati konyol.


Mendengar dan mengetahui semua itu, keduanya baru sadar jika telah membunuh puluhan wanita, dan wajar saja jika wanita yang lain memilih pergi daripada mati di tangan mereka.


Shang Boqin menggebrak keja si hadapannya sampai meja itu hancur berkeping-keping, lalu dengan amarah yang meluap dia bicara, “Sial, sial, sial! Gara-gara marah pada mereka, aku justru telah membunuh banyak wanita tidak bersalah! Ras iblis dan ras Dewa, aku Shang Boqin pasti akan memusnahkan kalian semua!”


Shang Bolin juga memiliki kemarahan yang sama, dan dia juga tidak kenyangkan jika tangannya telah membunuh begitu banyak wanita tidak berdosa. ‘Gara-gara marah pada mereka, aku jadi lupa diri!’ batinnya.


Seketika itu juga Shang Bolin dan Shang Boqin memutuskan kembali ke kediaman mereka masing-masing. Mereka ingin menenangkan diri, sebelum nantinya mereka menyerang Istana Dewa Iblis.


......................

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2