
Melakukan diskusi singkat dengan para saudaranya, diputuskan mereka akan memusnahkan prajurit Raja Iblis Benua Timur yang membuat kekacauan di Desa maupun Kota Iblis.
Zhou Lin dan Zhou Gang masing-masing memimpin sepuluh prajurit iblis untuk mencari dan memusnahkan keberadaan mereka.
Hanya dalam kurun waktu setengah hari setelah meninggalkan Kota Iblis untuk mencari dan memusnahkan prajurit Raja Iblis Benua Timur, Zhou Lin dan Zhou Gang serta prajurit yang ikut mereka telah kembali ke Kota Iblis dengan membawa kabar keberhasilan.
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi ke depannya setelah kematian mereka, tapi ini semua terjadi karena mereka lebih dulu yang mengacau di tempat kita. Kalau Raja Iblis datang ke tempat ini, mudah bagi kita menjelaskan apa sebenarnya yang sudah terjadi,” ucap Zhou Tian.
“Mereka yang lebih dulu mencari masalah, kalau Raja Iblis itu datang mencari masalah, aku tidak takut menghadapinya!” ungkap Zhu Ying.
Empat orang lainnya mengangguk setuju dengan Zhu Ying.
“Sekarang sebaiknya kita bersiap untuk menghadiri undangan Raja Li Rui, dan aku penasaran siapa tamu dari Benua Timur yang kedatangannya bertepatan dengan datangnya prajurit Raja Iblis. Entah kenapa aku merasa kedatangan tamu dari Benua Timur berhubungan dengan keberadaan prajurit Raja Iblis.”
Semua orang seketika memiliki pemikiran yang sama setelah mendengar ucapan Zhou Tian.
“Sebaiknya kita segera pergi ke istana Kerajaan Teratai untuk mencari tahu ada tidaknya hubungan antara tamu dari Benua Timur dengan keberadaan prajurit Raja Iblis, kalau mereka saling berhubungan, kita cari tahu apa tujuan dia datang mengacau di tempat kita!”
Jika mereka datang dengan niat baik Zhou Tian akan menyambut baik kedatangan mereka, tapi jika sebaliknya, tak akan pernah ada sambutan baik untuk mereka, yang ada tempatnya tertutup rapat untuk mereka.
“Besok pagi kita berangkat!” Selesai bicara, Zhou Tian membiarkan para saudaranya pergi meninggalkan aula pertemuan, dan hanya menyisakan Zhu Ying.
Keduanya terlibat pembicaraan singkat tentang apa yang akan mereka lakukan di istana Kerajaan Teratai.
Setelah pembicaraan singkat dengan sedikit canda tawa, Zhu Ying memutuskan kembali ke kediamannya, sedangkan Zhou Tian sibuk dengan sistem di kepalanya.
“Sistem, aku sudah menyelesaikan misi membangun Kota, apa tidak ada misi selanjutnya? Mungkin ada misi membangun sebuah Kerajaan?” Zhou Tian menyentuh dagunya dan bertanya dengan rasa ingin tahu.
[Sebenarnya misi membangun Kerajaan sudah berlangsung. Apa Tuan ingin melihat detail misi membangun Kerajaan serta hadiah apa yang akan Tuan dapatkan setelah menyelesaikan misi?]
“Tentu aku ingin melihatnya. Cepat tunjukkan detailnya secara lengkap!” Ketika mendengar misi membangun Kerajaan sudah berlangsung, tentunya Zhou Tian ingin mendengar detail dari misi itu.
[Syarat menyelesaikan misi membangun Kerajaan]
[Memiliki 20 Desa Iblis : 10/20]
[Memiliki 5 Kota Iblis : 1/5]
[Memiliki 2.000.000 Rakyat Ras Iblis : 597.622 /2.000.000]
[Memiliki 5.000 prajurit penjaga desa dengan kekuatan masing-masing minimal di ranah Mortal : 550 / 5.000]
[Memiliki 50.000 prajurit penjaga desa dengan kekuatan masing-masing minimal di ranah Alam Kaisar : 20.520/50.000]
[Kekuatan Raja Iblis : Ranah Saint]
[Hadiah keberhasilan misi : ]
[10.000 Pil Sumsum Dewa, pil spiritual tingkat tinggi yang berfungsi meningkatkan kekuatan seorang kultivator sampai ranah Nirwana]
[1.000 kitab teknik tingkat sempurna]
[5p0 kitab teknik tingkat langit]
__ADS_1
[50 kitab teknik tingkat Dewa]
[Ruang khusus tempat penyimpanan kitab teknik]
[9.000.000.000.000 Poin Sistem]
[9.000.000.000.000 Poin Pengalaman]
[1 kali terobosan]
“Hah...” Zhou Tian menghela napas begitu tahu syarat menyelesaikan misi membangun Kerajaan.
Ada beberapa syarat yang mudah diselesaikan, tapi ada beberapa syarat yang hanya dengan melihatnya saja jelas itu sulit dipenuhi.
Namun Zhou Tian tak pantang menyerah, cepat atau lambat dia memiliki keyakinan dapat menyelesaikan misi membangun Kerajaan. “Membangun Kerajaan untuk Ras Iblis adalah awal untuk kesejahteraan Ras Iblis di Benua Selatan. Begitu berdiri Kerajaan Iblis di Benua ini, tak akan lagi ada yang menganggap remeh keberadaan Ras Iblis, dan saat itu juga aku dapat membebaskan seluruh iblis di Benua ini dari perbudakan!”
Semua yang dilakukannya sejak awal semata-mata bukan untuk dirinya sendiri, tapi semua dia lakukan untuk membebaskan seluruh iblis dari perbudakan dan penderitaan yang sudah berlangsung begitu lama.
...----------------...
Pagi hari dengan didampingi Zhu Ying, Zhou Gang serta Zhu Rong, Zhou Tian melakukan perjalanan ke ibukota Kerajaan Teratai.
Zhou Lin dan Zhu Ning tidak ikut pergi karena mereka ingin memastikan keamanan Kota dan Desa Iblis selama kepergian Zhou Tian.
“Gunakan kecepatan penuh! Kita harus sampai ibukota Kerajaan Teratai sebelum siang hari!” Tiga orang mengangguk mendengar ucapan Zhou Tian.
Tidak ada yang berjalan atau berlari, mereka semua melayang terbang di langit bagaikan burung, tapi kecepatan mereka bagaika kilatan cahaya.
Dengan kecepatan mereka, jarak ribuan kilometer yang memisahkan antara Kota Iblis dan ibukota Kerajaan Teratai dapat ditempuh hanya dalam waktu kurang dari setengah hari.
Lima kilometer sebelum memasuki gerbang ibukota Kerajaan Teratai Zhou Tian dan yang lainnya mendarat di atas permukaan tanah, lalu mereka menyegel kekuatan sampai ranah Alam Kaisar dan merubah warna bola mata.
Memastikan tak ada aura yang bocor dan semuanya telah merubah warna bola mata, Zhou Tian memimpin yang lainnya melanjutkan perjalanan.
Berjalan di jalanan besar menuju gerbang ibukota dengan penampilan sederhana, sepanjang jalan yang mereka lalu banyak pasang mata curi-curi pandang ke arah mereka.
Terutama banyak pandangan yang tertuju pada Zhu Ying dan Zhu Rong, meski keduanya menggunakan cadar tebal untuk menutup wajah mereka.
Meski hanya terlihat bola mata dan rambut hitam panjang keduanya, tetap banyak mata pria yang tak teralihkan saat melihat lekukan indah tubuh keduanya.
Terganggu pandangan liar para pria pada Zhu Ying dan Zhu Rong, Zhou Tian menjentikkan jarinya dan jubah berwarna hitam segera menutupi tubuh keduanya, dan sukses membuat kecewa para pria yang tak berkedip melihat keindahan tubuh keduanya.
“Swush... Swush...”
Dua ekor rubah muncul dari kekosongan. Rubah berbulu putih berekor sembilan duduk manis di bahu Zhu Ying, sedangkan rubah berbulu coklat kemerahan dengan sembilan ekor duduk di bahu Zhu Rong.
Sorot mata kedua rubah menatap tidak suka keberadaan pria yang menatap keindahan Zhu Ying dan Zhu Rong.
Sementara itu orang-orang yang melihat kemunculan dua ekor rubah yang masing-masing memiliki sembilan ekor, entah kenapa mereka merasa sangat ketakutan dan memilih menjauhi kelompok kecil Zhou Tian.
Zhou Tian sendiri hanya tersenyum melihat orang-orang mulai pergi menjauhi kelompoknya.
Dia memang sengaja mengeluarkan dua rubah dari dunia Jiwa untuk menakuti orang-orang yang mencoba mendekati kelompok kecilnya. Melihat mereka yang perlahan menjauh, Zhou Tian mengangguk puas dengan rencananya sendiri.
__ADS_1
Tak lama kelompok kecil Zhou Tian sampai di gerbang utama untuk memasuki ibukota Kerajaan Teratai. Melewati pemeriksaan dan masing-masing membayar 10 koin emas, kelompok kecil Zhou Tian dengan mudah memasuki ibukota Kerajaan Teratai.
Namun, baru juga meninggalkan gerbang masuk sejauh puluhan meter, gangguan pertama di ibukota Kerajaan Teratai datang menghampiri mereka. Seorang pria berambut perak dengan sepuluh prajurit yang mengikutinya tiba-tiba menghadang kelompok kecil Zhou Tian.
“Kalian para prajurit, bawa kedua wanita itu beserta rubah mereka, dan berikan masing-masing seratus koin emas pada dua pria itu, anggap itu bayaran untuk wanita mereka!”
Empat prajurit maju menuruti keinginan pria berambut perak. Dua pria maju menyerahkan kantong berisi seratus koin smas pada Zhou Tian dan Zhou Gang, sedangkan dua pria maju mencoba meraih tangan Zhu Ying dan Zhu Rong.
“Seratus koin emas? Apa kamu pikir harga wanitaku begitu murah? Sayangnya seratus koin emas masih jauh dari harga jika ingin memilikinya!” Zhou Tian berbicara tenang, sembari mengarahkan sorot mata tajam pada pria berambut perak.
Sedangkan dua prajurit yang mencoba memegang tangan Zhu Ying dan Zhu Rong, keduanya diam di tempat saat kedua rubah menatap tajam mereka.
Pria berambut perak yang tidak tahu menahu keadaan kedua prajuritnya, dia masih terlihat angkuh menatap Zhou Tian.
“Cih, aku sudah terlalu baik memberi kalian masing-masing seratus koin emas, sejujurnya kalau ingin aku tidak perlu memberi apapun pada kalian dan aku bisa mendapatkan semua yang aku inginkan!”
“Kalian menolak pemberianku, jadi aku tidak perlu memberi apa-apa pada kalian, dan sebaiknya relakan wanita kalian untukku sebagai bayaran nyawa kalian!”
“Kalian berdua jangan cuma diam, cepat bawa kedua wanita itu serta rubah mereka padaku!” Pria berambut perak berteriak pada dua prajuritnya yang masih diam di tempat mereka.
Dia sudah tidak sabar pergi bersenang-senang dengan dua wanita yang sejak berada di luar gerbang ibukota sudah membuat miliknya tegang.
Dua prajurit yang ditugaskan membawa Zhu Ying dan Zhu Rong, mereka benar-benar tidak bisa bergerak karena tatapan mata kedua rubah bukan tatapan biasa.
Kedua rubah mengarahkan aura kuat melalui mata mereka pada kedua prajurit.
Kekuatan kedua rubah sudah berada di tingkat 105, setara dengan kekuatan kuktivator ranah Saint tingkat Menengah.
Dengan kekuatan mereka, membunuh kedua prajurit bukan sesuatu yang sulit. Jangankan membunuh kedua prajurit, meratakan Kerajaan Teratai bagi mereka tak akan menghabiskan seperempat kekuatan yang mereka miliki.
Di sisi lain, pria berambut perak merasa ada yang aneh dengan dua prajuritnya yang masih saja diam di tempat, dia tidak melihat ada yang aneh pada keduanya.
“Apa yang kalian lakukan? Cepat bawa kedua wanita itu padaku!” teriak pria berambut perak, meneriaki dua prajurit yang diam mematung di tempatnya.
Sama sekali tak memberi jawaban atau bergerak, kedua prajurit benar-benar terlihat selayaknya patung.
“Sudahlah, aku tidak punya waktu bermain-main denganmu. Sebaiknya kamu segera menyingkir sebelum hal buruk terjadi padamu!” ucap Zhou Tian acuh.
Bukannya mengindahkan ucapan Zhou Tian, pria berambut perak justru terkekeh pelan. Bukannya pergi dia justru berjalan menghampiri Zhu Ying, dan mencoba meraih tangannya.
Merasa waktunya sudah terbuat banyak, Zhou Tian menjentikkan jarinya sambil menggelengkan kepala. “Sebaiknya kalian semua mati karena keberadaan kalian sudah sangat mengganggu!”
Bersama dengan terdengarnya suara jentikan jari, pemuda berambut perak dan kesepuluh prajuritnya merasa tubuh mereka memanas.
Kedua mata pria berambut perak dan sepuluh prajuritnya melebar saat mereka merasakan tubuh seperti terbakar, dan itu sangat menyakitkan.
“Aku sudah memberi kesempatan pada kalian untuk pergi menyingkir, tapi kalian justru mengabaikannya. Sekarang terima akibatnya!”
Saat Zhou Tian mengatakan semua itu, tubuh pria berambut perak dan sepuluh prajuritnya berubah menjadi abu.
Tak peduli dengan mereka yang telah menjadi abu, Zhou Tian dan yang lainnya pergi melanjutkan perjalanan menuju istana Kerajaan untuk menemui Raja Li Rui.
...----------------...
__ADS_1
Bersambung.