Sistem Dewa Iblis

Sistem Dewa Iblis
Keberadaan Dunia Jiwa


__ADS_3

Setiap kultivator yang telah mencapai ranah Nirwana akan ada petir Surgawi yang muncul untuk menyucikan jiwa seorang kultivator. Siapapun kultivator yang sanggup melewati proses penyucian jiwa dari petir Surgawi, jiwanya akan kembali suci selayaknya bayi yang baru lahir. Namun sebaliknya, jika gagal melewatinya, dia akan menjadi pemilik jiwa yang menyimpan benih kejahatan.


Siapapun itu yang memiliki benih kejahatan dalam jiwanya, dia akan menjadi sosok yang sangat merugikan.


Beruntung Zhou Tian dapat melewati proses penyucian jiwa tanpa adanya kendala, bahkan dia mendapatkan manfaat dari proses itu. Selain ranah kekuatannya yang meningkat setelah selesainya proses penyucian jiwa, akar roh elemen petir Surgawi miliknya juga bertambah kuat.


Jika sebelumnya warna akar roh elemen petir Surgawi milik Zhou Tian berwarna ungu, kini warnanya berubah menjadi hitam keemasan yang mana kekuatannya dua kali lebih kuat dari sebelumnya. Jika saat ini Zhou Tian menyerang musuh dengan bantuan kekuatan elemen petirnya, dia akan mendapati kerusakan dua kali lebih besar dari sebelumnya.


“Swush... Swush... Swush... Swush...”


Bergerak cepat Zhou Tian, tiga orang temannya, serta dua rubah kecil beda warna, akhirnya mereka sampai di desa iblis yang semakin hari terlihat semakin ramai. Sekarang raa iblis memiliki dua desa yang jaraknya tidak terlampau jauh, tapi dua desa hanya dipimpin oleh seorang kepala desa.


Zhou Tian, tentunya dia adalah satu-satunya kepala desa dari kedua desa iblis, dan tak ada yang keberatan dengan itu.


“Satu desa telah terbangun sempurna, dan desa lainnya dalam proses pembangunan. Selain itu, peternakan dan perkebunan sudah mulai jalan seperti seharusnya. Dengan begini dalam satu atau dua bulan ke depan mungkin desa ketiga sudah dapat dibangun,” ucap Zhou Tian sembari melihat perkembangan kedua desa iblis.


Aliran sungai dengan air yang begitu jernih menjadi pemisah diantara dua desa iblis, dan hanya dalam waktu yang sangat singkat jembatan kayu yang kokoh telah selesai dibangun. Jembatan kayu akan menjadi jalan utama penghubung antara kedua desa.


“Adik, apa kamu tidak ingin membangun kota iblis setelah melihat banyaknya jumlah mereka?” Zhu Ying bertanya pada Zhou Tian.


“Membangun kota iblis? Aku sudah memikirkan itu, tapi aku baru akan melakukannya begitu berhasil membebaskan seluruh iblis yang berada di kota-kota tak jauh dari hutan siluman. Begitu selesai membebaskan mereka, kota iblis akan segera terbangun di tempat ini!” ucap Zhou Tian menjawab pertanyaan Zhu Ying.


“Dari desa iblis, selanjutnya kota iblis. Jika itu terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan akan ada satu-satunya Kerajaan Iblis di Alam Fana, dan jika Kerajaan Iblis bisa menyatukan seluruh wilayah Benua Selatan di bawah kekuasaannya dari Kerajaan mungkin bisa menjadi sebuah Kekaisaran,” ungkap Zhou Lin yang berharap semua itu dapat terjadi di masa yang akan datang. Jika semua itu dapat terjadi, itu adalah langkah awal bangkitnya kekuatan ras iblis di alam semesta.

__ADS_1


“Mendirikan Kerajaan bukan sesuatu yang mudah di lakukan, apalagi mendirikan sebuah Kekaisaran.Akan tetapi, dengan kerja keras tidak menutup kemungkinan kita dapat mewujudkan semua itu, dan kembali membawa ras iblis ke era kejayaannya,” ucap Zhou Tian.


Zhu Ying, Zhu Ning, serta Zhou Lin menganggukkan kepala setuju, setelah mendengar ucapan Zhou Tian. Bahkan kedua rubah imut turut menganggukkan kepala seolah mereka mengerti arti ucapan Zhou Tian. Nyatanya mereka memang mengerti karena efek dari perkembangan pikiran setelah menjalin kontrak dengan Zhou Tian.


Tak lagi ada sesuatu hal yang perlu dibicarakan, semua orang kembali ke rumah masing-masing termasuk Zhou Tian yang kembali ke istananya. Sedangkan untuk kedua rubah, Zhu Ying dan Zhu Ning membawa mereka, tentunya atas seizin Zhou Tian. Kalau tidak mendapatkan izin dari Zhou Tian, jelas mustahil bagi keduanya membawa kedua rubah yang hanya akan menuruti keinginan tuan mereka.


Berada di istananya, Zhou Tian melihat seluruh keadaan desa iblis menggunakan teknik Mata Emas. Dia ingin memastikan tak ada bahaya yang mendekat, dan setelah semua terlihat aman dia memutuskan pergi ke Dunia Jiwa miliknya. Dia pergi bersama naga langit dan ular suci, rencananya dia ingin membangun istana di Dunia Jiwa, dan menempatkan ke-empat binatang kontraknya di dalam Dunia Jiwa.


Duduk bersila dengan mata terpejam, hanya butuh satu kali tarikan napas Zhou Tian berhasil membawa dirinya masuk ke dalam Dunia Jiwa miliknya. Semalam dia telah mempelajari tentang Dunia Jiwa dari sistem. Cara keluar ataupun masuk Dunia Jiwa telah dia pelajari, termasuk bagaimana cara membawa makhluk hidup lainnya ke dalam Dunia Jiwa.


“Tempat ini masih berupa hamparan tanah kosong, tapi itu tak akan berlangsung lama.”


Di Dunia Jiwa, apapun yang dibayangkan Zhou Tian akan menjadi kenyataan. Di saat dia membayangkan istana megah, bangunan istana segera muncul tak jauh darinya. Dia membayangkan keberadaan taman yang menghiasi istananya, dan saat itu juga taman-taman indah mulai bermunculan di sekitar istana.


“Istana ini adalah tempat tinggalku selama berada di Dunia Jiwa. Sekarang tinggal membangun rumah untuk mereka.” Zhou Tian mulai membangunkan rumah untuk tempat tinggal keempat binatang kontraknya yang sampai sekarang belum diberinya nama.


Rumah untuk mereka telah terselesaikan, dan Zhou Tian baru terpikirkan kalau dia belum memberi nama pada mereka. “Selesai makan malam nanti aku akan memberi mereka nama, supaya aku tidak sulit saat ingin memanggil mereka.”


Rumah dan istana telah selesai di bangun. Melihat ruang penyimpanannya, Zhou Tian melihat enam bibit buah Dewa yang dari penjelasan sistem bibit buah Dewa dapat ditanam di Dunia Jiwa.


“Sebaiknya aku menanamnya di halaman belakang istanaku!” ucapnya pelan.


Zhou Tian segera pergi ke halaman belakang istananya, dan mulai menanam enam bibit buah Dewa yang terdiri dari buah Anggun Dewa, Apel Dewa, serta Jeruk Dewa. Masing-masing buah memiliki dua bibit, dan dalam waktu singkat semua bibit tertanam sempurna, tinggal menunggu waktu untuk tumbuh.

__ADS_1


“Tanah di Dunia Jiwa dapat mempercepat pertumbuhan bibit buah Dewa. Jika di tanam di Alam Fana, butuh ratusan tahun sampai mereka berbuah untuk pertama kalinya, tapi dengan menanamnya di tempat ini, dalam waktu satu sampai dua bukan mereka akan mulai berbuah, dan di bulan selanjutnya aku sudah bisa memanen mereka.”


Selesai menanam bibit buah Dewa Zhou Tian mulai membangun tempat penyulingan pil. Sebagai seorang alkemis, dia merasa kurang sempurna jika belum bisa menyuling sebuah pil.


“Aku hampir lupa jika aku ini seorang alkemis.” Zhou Tian pelan menggelengkan kepala saat teringat dirinya seorang alkemis. “Untuk sekarang aku hanya akan membangun tempat penyulingan pil, tapi untuk melakukan proses penyulingan aku bisa melakukannya setelah tidak lagi banyak urusan.” Dalam waktu singkat tempat penyulingan berhasil di bangun, lalu Zhou Tian mulai menyusun tanaman spiritual yang sebelumnya tersimpan di ruang penyimpanan sistem di rak khusus yang juga telah selesai dia bangun.


Selesai menyelesaikan semua urusan di Dunia Jiwa, sosok Zhou Tian kembali muncul di istananya. Dia hanya kembali seorang diri karena naga langit dan ular suci sudah dia tempatkan di Dunia Jiwa, dan kelihatannya mereka senang berada di tempat itu.


“Jelas mereka lebih senang berada di Dunia Jiwa karena energi spiritual langit dan bumi di tempat itu jauh lebih murni dibandingkan yang ada di tempat ini,” ucap Zhou Tian lalu dia pergi ke tempat pemandian yang ada di istananya untuk membersihkan tubuh.


...----------------...


Di kawasan perbatasan antara hutan biasa dengan hutan siluman, Jenderal Kekaisaran dan seribu prajuritnya telah sampai di tempat ini.


Mereka semua memakai perlengkapan sangat lengkap seolah akan pergi ke medan perang. Senjata, alat perlindungan diri, pil pemulihan, semua telah dipersiapkan dan mereka siap memasuki kawasan paling berbahaya di Benua Selatan.


“Kita ke hutan siluman untuk mencari keberadaan para iblis dan langsung melakukan eksekusi di tempat! Namun, jika disepanjang jalan kita bertemu siluman, anggap saja mereka bonus yang diberikan alam pada kita,” ucap Jenderal pada seluruh prajuritnya.


Seluruh prajurit menganggukkan kepala mengerti, lalu mereka segera memasuki kawasan hutan siluman yang senantiasa memancarkan aura mencekam.


...----------------...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2