Sistem Pelakor

Sistem Pelakor
Bab 22: Rencana Renka


__ADS_3

Setelah  mengetahui niat sebenarnya dari Ayumi kini Renka akan mencari cara untuk membuat dia terlepas dari kesehariannya yang akan menjadi neraka untuknya, ucapan dari Henry saat itu sangat jelas dan pasti akan dia lakukan tapi sebelum itu semua terjadi kepadanya, Renka berniat untuk mendatangi kediaman rumah orang tuanya Henry.


Rumah besar milik Henry memiliki empat security yang bertugas di tempat masing-masing contohnya petugas keamanan CCTV yang sudah Renka buat tertidur lelap. Tersisa tiga security yang duanya menjaga gerbang lalu satunya menjaga pintu rumah yang sudah Henry persiapkan untuk Miyami supaya tidak pergi dari rumah tersebut.


Renka memantau keberadaan security tersebut bahkan dia membaca gerak-gerik para security yang akan dia manfaatkan. Pertama dari gerak-gerik serta ekspresi raut wajah mereka yang sangat mudah untuk Renka baca kemudian untuk memulai aksinya, Renka kembali ke rumah terlebih dahulu lalu membuat sebuah luka di bagian tertentu untuk memastikan ibu Henry percaya dengan ucapan Renka saat dia mengalami KDRT.


"Henry adalah seorang yang pintar dalam menyembunyikan kebusukannya karena itu dia sangat berhati-hati ketika ingin melukai Miyami. Melihat dari kedua pipi Miyami pada saat dia mengalami kekerasan, dapat sembuh dalam 2 hari jadi yang aku perlukan adalah luka lebam tersembunyi contohnya bagian paha, punggung dan lengan atas yang tertutupi oleh pakaian." gumam Renka sambil mengambil sebuah tongkat besi yang berada di gudang


Tongkat besi yang ukurannya tidak terlalu panjang tapi sangat keras dan lumayan berat kemudian Renka menyumbat mulutnya dengan kain putih sembari menarik napas panjang lalu dia pukulkan tongkat besi tersebut ke arah paha sekuat mungkin sampai rasa sakit yang luar biasa membuatnya menjerit kesakitan tapi suaranya tertahan oleh kain putih itu.


Renka menghembuskan napas secara tidak teratur dengan keringat membasahi tubuhnya kemudian dia pukul kembali ke arah lengan atas dengan sangat kuat hingga tangan kanannya gemetar dan merasakan sakit sampai membuatnya mengeluarkan air mata. Terakhir adalah bagian punggung yang cukup sulit untuk di pukul menggunakan tongkat besi karena saat salah sasaran bisa membuat sebuah garis lurus akibat dari pukulan yang tidak terarah jadi Renka memilih tulang belikatnya untuk dijadikan sebuah sasaran.


Renka kembali menari napas yang sangat dalam kemudian dia pukul tulang belikatnya dengan sangat kuat hingga memberikan luka lebam berwarna biru bahkan dia menjatuhkan tongkat besi itu sembari menggeliat kesakitan di lantai.


Beberapa jam kemudian setelah dia menahan rasa sakit yang membuat tiga luka lebam berwarna biru. Renka tertawa terbahak-bahak sembari memperlihatkan ekspresi wajahnya yang mengerikan di cermin kemudian untuk membuat security penjaga pintu rumah tidak menangkapnya, Renka memilih menggunakan cara kekerasan.


Setelah memakai pakaian yang Miyami punya kini Renka berjalan ke arah pintu rumah kemudian dia ketuk sebanyak tiga kali sampai penjaga tersebut menghampirinya.


"Ada perlu apa nyonya?" tanya security itu


"Aku ingin melihat taman sekitar rumah untuk menghibur diriku!" balas Renka sambil memegang tongkat besi yang dia gunakan untuk membuka luka di tubuhnya


"Maaf Nyonya!


Tuan memerintahkan saya untuk tidak memperbolehkan anda keluar dari rumah!" ucap security itu


Renka tidak punya pilihan selain pura-pura kesakitan sehingga security itu membuka pintu dengan cepat ketika pintu terbuka, Renka langsung mengayunkan tongkat besinya mengarah ke leher security itu dengan ayunan tidak terlalu kuat, cukup untuk membuatnya pingsan.


Tersisa dua security yang menjaga gerbang tapi Renka teringat kalau dia tidak mempunyai kendaraan bahkan dia tidak mengetahui rumah kedua orang tua Henry jadi Renka akan memanfaatkan luka lebamnya untuk mendapatkan rasa empati dari kedua security itu. Renka berpura-pura jalan dengan sempoyongan kemudian dua security yang menjaga gerbang bagian dalam seketika merasa panik melihat nyonya yang terlihat kesakitan.

__ADS_1


"Tolong antarkan aku ke rumah orang tua Henry supaya aku bisa memberitahu tentang semua ini!" ucap Renka sambil memperlihatkan luka lebamnya di lengan atas


Security yang melihat itu merasa kasihan dengan majikannya kemudian dia memberitahu temannya di bagian luar untuk menekan tombol gerbang secara bersamaan (itu adalah cara untuk membuka gerbang). Security itu menceritakan apa yang majikannya alami lalu Renka mendapatkan tumpangan dari security yang menjaga gerbang bagian luar dengan mengantarnya memakai motor.


Renka berhasil keluar dari rumah besar Henry hanya dengan kebohongan dan sedikit kekerasan, perjalanan untuk ke rumah orang tua Henry tidak terlalu lama hanya membutuhkan waktu sebanyak setengah jam dengan security itu kembali ke rumah besar Henry sedangkan Renka bersiap-siap untuk mendapatkan perlindungan dari orang tua Henry.


Terlihat ibu Henry sedang menyiram tanaman, Renka akan berekspresi serta bersikap seperti adiknya kemudian dia pergi menemui ibu Henry dengan ekspresi sedih.


"Kalau tidak salah nama ibu Henry adalah Yamako tapi tidak sopan untuk memanggil dengan namanya jadi panggil dengan ibu mertua!" ucap Renka dari nada pelan ke nada tinggi


Ibu Henry seketika merespon panggilan itu, saat dia melihat ekspresi Miyami yang terlihat kacau tiba-tiba dia berlari sambil menjatuhkan alat penyiram tanamannya ke tanah kemudian dia berekspresi bingung dan panik melihat menantu perempuannya.


"Miyami ada apa denganmu?" tanya ibu Henry sambil panik lalu membawa Miyami ke dalam rumahnya


Renka yang menyamar sebagai adiknya kini di bawa ke rumah besar milik orang tua Henry yang kemudian dia di baringkan di atas sofa sambil membuatkannya teh hangat.


"Kenapa dengan dirimu, Miyami?


"Sebenarnya ada yang ingin saya beritahu kepada ibu mertua tentang perlakuan Henry kepada saya!" balas Renka (menyamar sebagai Miyami)


Renka memperlihatkan luka pertama di bagian paha lalu luka kedua di lengan atas kemudian luka terakhir yang berada di punggungnya lebih tepatnya di tulang belikat seketika membuat ibu Henry merasa syok dengan apa yang anaknya lakukan kepada seorang wanita.


"Tidak mungkin, anakku melakukan hal seperti ini!" ucap ibu Henry sambil memasang ekspresi terkejut


"Saya juga beranggapan seperti itu pada awalnya tapi lama-lama dia mulai memberikan kekerasan fisik jika ibu mertua tidak percaya, tolong dengarkan rekaman suara ini karena saya hanya bisa memasang rekaman suara itu untuk sebuah bukti!" ucap Renka memberikan rekaman suara di ponselnya


Renka sudah membuat bukti terkait KDRT yang Henry lakukan lalu kenapa dia tidak melaporkannya ke polisi?


Karena, tujuan dari adiknya untuk menikahi Henry adalah mendapatkan kebahagiaan serta merasakan kekayaan yang tiada tara tapi saat dia mendapatkan kekerasan untuk pertama kalinya seketika merubah keinginannya supaya dapat memeras dan mendapatkan seluruh kekayaan Henry.

__ADS_1


Dengan membuat Henry berada di genggamannya dapat memerintahkan Henry apapun itu sebab semua yang Henry inginkan adalah mendapatkan warisan dari orang tuanya dengan berperilaku baik tapi Renka akan membongkar kebusukan itu hanya kepada ibu Henry sebab warisan hanya akan di tunda atau lebih tepatnya warisan masih akan diberikan tapi ibu Henry pasti menginginkan anaknya berubah jauh lebih baik sedangkan yang berhak untuk memberikan warisan secara penuh adalah ayah Henry jadi dia beruntung kalau ayah Henry sedang keluar.


Renka sudah memprediksi semua itu hanya dalam satu malam saja hingga ibu Henry mendengarkan suara rekaman ponsel yang di mana Henry mengatakan akan membuat keseharian Miyami adalah sebuah neraka bahkan perkataan Henry yang secara jelas akan selingkuh seketika membuat ibu Henry menangis dengan sifat anaknya.


"Miyami, maafkan Henry dan tolong jangan berpisah dengannya!


Aku tidak ingin ayahnya melihat ini karena Henry akan di usir jika ketahuan berbuat seperti ini kepadamu!" minta ibu Henry sambil menangis karena dia sangat menyayangi Henry sehingga dia tidak mau membuat Henry di usir dari keluarga


"Ibu mertua adalah sosok yang sangat saya sayangi. Oleh karena itu, panggil Henry ke sini untuk membuat sebuah perjanjian karena saya tidak mau mengalami hal seperti ini jadi tolong pikirkan sebelum semuanya masuk ke jalur hukum!" ucap Miyami sambil menangis


Ibu Henry langsung bergegas untuk menelepon anaknya dengan mengambil ponsel di kamar tidurnya, terlihat Renka tersenyum jahat.


"Semuanya berjalan sempurna!


Ayumi, rencanamu saat ini sudah berantakan!" gumam Renka sambil tersenyum jahat


...


Warning! Warning! Warning!


Laura yang sedang bekerja tiba-tiba terkejut melihat tanda peringatan di depan matanya lalu dia langsung pergi ke toilet untuk bersembunyi dari karyawan kantor supaya tidak ketahui kalau dirinya sedang berbicara dengan Sistem Pelakor seakan-akan seperti orang gila.


"Sistem!


Apa yang sedang terjadi denganmu?" tanya Laura sambil panik


Laura keadaan saat ini gawat karena rencana yang sudah kamu buat sedang kacau dan lebih buruknya akan sulit untukmu mendapatkan poin sekaligus menyelesaikan misi!


Sistem Pelakor memperlihatkan CCTV yang berada di rumah besar milik orang tua Henry seketika Laura terkejut melihat Miyami yang dapat keluar dari rumah besar Henry bahkan dia datang ke rumah orang tua Henry sontak hal itu langsung Laura pikirkan.

__ADS_1


"Perempuan bajingan, dia ingin mendapatkan perlindungan!" ucap Laura dengan ekspresi marah


Bersambung...


__ADS_2