Sistem Pelakor

Sistem Pelakor
Bab 32: Kakak Terbaik Untuk Sang Antagonis


__ADS_3

[Panggilan Telepon]


"Kakak, apa kamu yakin kalau Ayumi tidak akan mengacaukan rumah tanggaku lagi?" tanya Miyami dengan merasa khawatir, cemas dan takut


"Sudah aku katakan kalau semuanya baik-baik saja, kakakmu ini sudah membuatnya kalah telak. Aku berani menjaminnya kalau Ayumi kembali, orang pertama yang akan di serang adalah diriku tapi tenang saja. Tidak ada perempuan atau pria manapun yang bisa mengalahkan kakakmu ini!" balas Renka dengan nada sombong


"Aku sangat mengandalkanmu kak dari dulu sampai sekarang aku sangat menyayangimu, terima kasih banyak!" ucap Miyami dengan tulus


"Sudah, nikmati kehidupanmu lagi jangan berbuat kotor seperti kakakmu ini yang bermain dengan banyak pria!" ucap Renka sambil menutup telepon


[Panggilan Terputus]


Sesaat panggilan telepon terputus tiba-tiba dari belakang Miyami, sebuah pelukan menyelimuti perutnya disertai hembusan napas dekat lehernya yang seakan-akan menghirup aroma tubuhnya. Miyami langsung memegang kedua tangan yang memeluknya itu sambil membiarkan aroma tubuhnya dirasakan oleh pria yang sudah terjerat akan pesonanya


"Aroma ini tidak pernah membuatku bosan!


Miyami bagaimana perhiasan dan mobil baru yang aku belikan untukmu?" tanya Henry sambil memeluk erat istrinya


"Luar biasa sekali, aku sangat senang dengan hadiah yang kamu berikan kepadaku!" balas Miyami sambil mengoyang-goyangan tubuhnya


Kedua pasangan yang sangat mesra di pagi hari membuat wanita tua yang sedari awal melihat mereka mulai memberitahu kehadirannya dengan berpura-pura batuk hingga membuat Henry dan Miyami terkejut sampai melepaskan kemesraan mereka.


"Ibu membuatku terkejut saja!" ucap Henry


"Pagi mama!" ucap Miyami dengan nada akrab


"Pagi sayang. Henry apa kamu tidak terlambat untuk bekerja?" tanya Ibunya sambil melihat jam dinding


Henry melihat jam tangannya karena waktu sudah sangat menipis, dia langsung memberikan kecupan kepada Miyami kemudian pergi untuk bekerja. Setelah kepergiaan Henry tiba-tiba suasana berubah menjadi kelam dengan Miyami memperlihatkan sifat aslinya kepada mertuanya.


"Wanita tua lain kali jangan mengganggu waktu kami bermesraan. Apa kamu tidak bisa berpikir sama sekali, hah!" ucap Miyami sambil memasang ekspresi kesal


"Maaf Miyami!" balas ibunya Henry


"Aku ingin belanja menggunakan mobil baru jadi jaga rumah ini!" ucap Miyami sambil mempersiapkan dirinya untuk berpergian


"Miyami, tolong jaga kesehatanmu untuk bayi dalam perutmu itu!" minta ibu Henry dengan ekspresi khawatir


"Berisik wanita tua lebih baik kamu turuti perkataanku!" teriak Miyami sambil pergi ke kamarnya

__ADS_1


Ibunya Henry sama sekali tidak bisa melawan Miyami karena dia memegang sebuah bukti yang dapat membuat anaknya masuk ke jeruji besi sehingga perlakuan yang dia dapatkan mulai semakin mengerikan akan tetapi rasa sayangnya terhadap Henry membuatnya bisa tegar dan kuat.


[Dering Ponsel]


Panggilan dari nomor yang sudah lama tidak bertemu ataupun mendengar suaranya seketika ibu Henry langsung mengangkat panggilan tersebut.


[Panggilan Telepon]


"Halo, Bibi Yamako bagaimana kabarmu?" tanya Laura di selang waktunya dalam menyelesaikan misi pelakor


[Percakapan ini terjadi sebelum kehancuran Renka]


"Bibi baik-baik saja!


Laura-chan bagaimana kabarmu, sudah menikah?" tanya ibu Henry dengan ekspresi senang


"Pertanyaan bibi cukup menyakitkan untukku!" balas Laura


"Bibi bercanda!


Senang dapat mendengar suaramu, bibi sangat kangen!" ucap ibu Henry dengan nada sedih


"Bibi, aku juga kangen denganmu kalau mau apakah perlu kita bertemu?" tanya Laura dengan menyadari kesedihan bibinya di suaranya itu


"Hmm, bagaimana kalau aku mendatangi tempat bibi karena aku sangat ingin bertemu dengan menantu bibi yang bernama Miyami!" ucap Laura


"Ehh, apa kamu yakin?" tanya ibu Henry


"Tentu saja kalau dia mengijinkannya!" balas Laura


[Suara Langkah Kaki]


Miyami turun dari tangga dengan memperlihatkan penampilannya yang glamor. Ibu Henry memberitahu kepada Miyami kalau perempuan bernama Laura yang pernah dijodohkan untuk Henry mau mengunjunginya karena penasaran dengan sosok perempuan tersebut, Miyami mengijinkannya untuk datang besok kemudian dia pergi keluar untuk shopping.


"Dia sangat penasaran denganmu jadi datanglah besok Laura-chan!" minta ibu Henry


"Baiklah bibi kalau begitu aku tutup telepon dulu!" ucap Laura sambil menutup panggilan


[Panggilan Terputus]

__ADS_1


Shopping adalah hal lumrah untuk wanita yang ingin menghamburkan uang mereka demi kesenangan pribadi hingga membuat para wanita ini tidak peduli sebanyak apapun jumlah pengeluarannya bahkan waktu yang dia habiskan untuk bersenang-senang cukup mengerikan.


Miyami pulang ke rumahnya tepat pada tengah malam dengan membawa banyak sekali barang yang memiliki nilai jual mahal. Dia berani pulang tengah malam karena Henry sedang bekerja lembur untuk memperbaiki perusahaannya yang sedang down akibat klien mereka sudah didapatkan oleh perusahaan saingan yaitu Quares Corporation.


Ibu Henry sudah lama menunggu kedatangan menantunya karena khawatir dengan cucunya di dalam perut Miyami. Menyambut kedatangan menantunya dengan sopan dan lembut adalah hal yang sangat indah untuk dilakukan walaupun sudah melakukan kesalahan besar tetapi Miyami sama sekali tidak peduli.


Melempar barang serta menyuruh ibu mertuanya untuk membawa barang bawaannya untuk diletakkan di kamar Miyami seketika memberikan suatu keadaan yang tidak terpuji untuk menantu bersikap seperti itu terhadap ibu mertua dari suaminya. Namun, apa daya untuk ibu Henry yang sudah terlanjur memegang penuh janji dengan Miyami (sebenarnya janji dengan Renka) demi keselamatan anaknya.


Miyami sudah pulang ke rumah akhirnya bisa memberikan ketenangan untuk ibu Henry agar dapat beristirahat tanpa khawatir ataupun cemas. Sedangkan itu, Miyami bersenang-senang dengan melihat barang mahal yang dia beli kemudian beberapa menit berlalu muncul panggilan telepon yang berasal dari Renka.


[Panggilan Telepon]


"Aku sangat senang kakak meneleponku di waktu yang tepat, saat ini ada banyak barang mahal dan sangat terkenal jadi ada beberapa untukmu jadi kapan kita bisa bertemu?" tanya Miyami dengan ekspresi senang


Tubuhnya sudah bisa bergerak dan dia sudah bisa berbicara karena efek obat penenang sudah menghilang. Namun, ekspresinya memperlihatkan kalau dirinya sudah benar-benar hancur dan tidak bisa dikembalikan lagi untuk terakhir kalinya dia ingin menyelamatkan adik tercintanya.


"Miyami. Kakak tidak akan bertemu denganmu lagi!" balas Renka sambil mengeluarkan air matanya


"Ehhh, apa maksudmu kak?" tanya Miyami dengan ekspresi bingung


"Miyami, maafkan kakakmu ini!


Tolong maafkan karena tidak bisa melindungimu lagi walaupun kakak sudah berjanji denganmu tapi kakakmu sungguh bodoh!" ucap Renka sambil menangis dengan penuh perasaan terdalamnya


"Kakak, ada apa denganmu?


Kenapa menangis dan kenapa kakak seakan-akan ingin menghilang dari kehidupanku?" tanya Miyami dengan ekspresi bingung


"Miyami. Kakak tahu kamu itu sangat keras kepala tapi tolong dengarkan permintaan kakak untuk terakhir kalinya, pikirkan untuk meninggalkan pria bernama Henry itu dan segera menjauh dari Ayumi!" permintaan terakhir dari Renka


"Tunggu kak, apa maksudmu mengucapkan itu bukannya Ayumi sudah kalah telak denganmu!" ucap Miyami dengan nada panik


"Miyami dengarkan kakakmu ini!


Tolong lakukan permintaan kakakmu, semua ini kakak lakukan untuk melindungimu!" teriak Renka dengan nada marah


[Suara Sirine Polisi]


Mendengar suara mobil polisi sontak membuat Miyami ketakutan dan khawatir dengan keadaan kakaknya hingga dia melempar ponselnya dan segera keluar untuk pergi ke lokasi kakaknya. Di lain sisi, Renka menutup panggilan telepon dengan mempersiapkan dirinya untuk hidup di balik jeruji besi bersama dengan virus di dalam tubuhnya kini dia seumur hidup akan terus minum obat demi dapat hidup panjang.

__ADS_1


"Kami-sama, jagalah adikku!" ucap Renka dengan tulus disertai polisi yang membuka pintu dengan paksa kemudian menangkapnya


Bersambung...


__ADS_2