Sistem Pelakor

Sistem Pelakor
Bab 31: Hancurnya Kehidupan Renka


__ADS_3

Pria yang terjangkit virus HIV pergi menuju tempat Renka berada yaitu lantai lima yang merupakan lantai puncak dari hotel bebas tersebut. Laura sudah memberikan sebuah ponsel yang di dalamnya sudah terdapat nomor miliknya ketika pria tersebut sudah melakukan hubungan badan, Laura menyuruhnya agar menelepon dirinya. Sesaat pria yang terjangkit virus HIV sudah berada di lantai dua sambil membawa tas berisikan jumlah uang yang sangat banyak untuk memesan Renka dan untuk membuat pria itu sampai di tempat tujuan, Laura memerintahkan nona hotel bebas untuk menemani pria tersebut.


Untuk lantai pertama, Laura menyuruh para pelacur yang dia kendalikan untuk menahan pelanggan yang ingin keluar dengan memakai cara apapun supaya mereka tetap berada di dalam hotel bebas karena Laura akan membuat mereka semua masuk ke dalam penjara. Setelah itu, Laura pergi menuju ruang bawah tanah untuk menemui para gadis muda yang diculik oleh nona hotel bebas agar bisnis prostitusi mereka tetap berjalan bahkan cara dia untuk mengendalikan gadis muda tersebut yaitu dengan mencuci otak mereka.


Sesaat Laura membuka pintu ruang bawah tanah seketika memperlihatkan kondisi mengerikan yang di alami gadis muda yang diculik tersebut, untung semuanya berjumlah 10 gadis muda dan masih hidup walaupun mental mereka akan masih terguncang ketika mengingat semua yang terjadi pada mereka tetapi hidup harus tetap berjalan. Laura menggunakan kunci yang dia dapatkan dari nona hotel bebas kemudian melepaskan semua borgol yang menahan kedua tangan gadis muda tersebut lalu Laura melihat waktu tersisa 25 menit lagi sebelum para polisi datang ke tempat ini.


"Kalian semua tetaplah di sini karena di atas masih sangat berbahaya, saat ini aku sudah menelepon polisi yang akan datang 25 menit lagi dan mereka akan segera menyelamatkan kalian semua jadi bertahanlah!" ucap Laura dengan memakai masker dan topi untuk menutupi identitasnya


Ada yang menangis karena akan diselamatkan dan ada yang diam dengan menahan rasa takutnya. Laura berpikir kalau di dunia ini bukan hanya dia yang mengalami kejadian buruk tetapi ada perempuan di luar sana yang lebih buruk darinya ataupun mereka, Laura cukup beruntung karena dia memiliki Sistem yang berpihak kepadanya.


Laura segera kembali ke lantai satu sembari memerintahkan satu pelacur yang memiliki harga tinggi untuk mengantarkannya ke tempat Renka berada. Perlu waktu sebanyak 15 menit untuk sampai ke lantai lima seketika Laura mendapatkan panggilan yang berasal dari pria itu.


[Suara Panggilan Telepon]


"Nona, saya sudah melakukan hubungan badan dengan wanita tersebut. Jadi, apa saya bisa menikahi anda sekarang?" tanya pria yang terjangkit virus HIV


"Belum karena masih ada tugas terakhir untukmu. Pergilah ke lantai satu dan diam hingga aku mendatangimu!" balas Laura sambil memutuskan panggilan


Pria itu keluar dari kamar Renka untuk pergi ke lantai satu, dia memilih lewat sebelah kiri sedangkan Laura dari sebelah kanan bersama dengan pelacur mahal bersamanya. Nona hotel bebas menunggu di depan pintu kamar Renka setelah itu, Laura memeriksa waktu yang tersisa 10 menit lagi.


"Sistem, aktifkan Skill Other Voice!" minta Laura sambil memerintahkan nona hotel bebas untuk pergi ke lantai satu bersama dengan pelacur


Skill Diaktifkan!

__ADS_1


Laura mempersiapkan sebuah suntikan obat penenang yang dia keluarkan dari tas kecilnya lalu dia masuk ke dalam kamar Renka setelah itu semua terjadi sesuai di cerita Bab 24 dengan Laura memberikan sebuah kemenangan sementara untuk Renka.


...


Keadaan saat ini. Setelah Laura menjelaskan satu minggu yang dia lakukan untuk membuat sebuah rencana agar Renka mendapatkan sesuatu yang tidak akan pernah dia lupakan. Butuh waktu sebanyak 4 menit untuk menjelaskan semua itu yang mulai dari awal sampai Laura mencapai titik di mana dia sekarang berada, sekarang tersisa 6 menit sebelum polisi datang ke lokasi hotel bebas.


Dosis obat penenang yang ada di dalam tubuh Renka mulai mereda hingga dia bisa kembali berbicara tetapi tubuhnya masih tidak kuat untuk digerakkan. Satu-satunya perkataan yang ingin dia ucapkan ketika bisa berbicara lagi adalah kata yang penuh dengan kemarahan dan kebenciannya terhadap Laura.


"Bajingan kau Ayumi!" teriak Renka dengan ekspresi marah dan kesal


"Benar sekali, itu adalah ekspresi yang sangat ingin aku lihat darimu!" ucap Laura sambil menyeringai


Renka berusaha untuk menggerakan tubuhnya tetapi efek obat penenang masih belum menghilang sepenuhnya.


Ketika mendengar hidupnya telah dihancurkan kini Renka memperlihatkan ekspresi yang menginginkan keselamatan untuknya.


"Ayumi, aku tidak akan ikut campur lagi jadi tolong lepaskan aku!" minta Renka sambil menangis


"Sayang sekali itu semua tidak bisa aku lakukan!


Nona hotel bebas ini bersama denganmu yang merupakan dewi prostitusi online bekerja sama untuk menculik gadis muda lalu mencuci otak mereka. Renka, aku sudah mengetahui semuanya dari wanita itu kalau kamu adalah pelaku yang mencuci otak gadis muda untuk membuat bisnis tetap berjalan. Seharusnya kamu tidak melakukannya karena kepintaranmu itu dengan memilih mencari uang dari hasil yang merugikan orang lain kini tidak ada pilihan untuk tetap membiarkanmu lepas dari kejahatan yang telah kamu lakukan jadi dengan hidup di penjara bersama virus HIV yang berada di dalam tubuhmu itu, nikmatilah!" balas Laura sambil pergi meninggalkan kamar Renka


"Ayumi, Ayumi, Ayumi!

__ADS_1


Tolong...tolong, kumohon kepadamu berikan kesempatan untukku berubah!" teriak Renka sambil menangis dengan memaksa tubuhnya untuk bergerak


"Tenang saja, Renka!


Adikmu, Miyami akan bergabung bersamamu jadi tunggulah dengan tenang di jeruji besi!" ucap Laura sambil menatap dingin ke arah Renka


"Sialan kau Ayumi, ingatlah akan aku balas semua perbuatanmu ini dan akan kupastikan kamu lebih menderita dariku!" teriak Renka dengan ekspresi marah, benci dan sedih secara bersamaan


[Menutup Pintu]


"Aku sudah cukup menderita karena memilih jalan ini, nyatanya aku juga seorang penjahat tapi demi mencapai kebahagiaanku sendiri akan aku lakukan apapun itu untuk mencapainya!" ucap Laura sambil pergi meninggalkan hotel bebas dengan melewati jalan sebelah kiri yang terdapat pintu keluar sehingga bisa menghemat waktunya


Tersisa 2 menit sebelum polisi datang kini Laura sudah berada di luar hotel bebas dengan kembali memakai masker dan topi untuk menutupi identitasnya. Laura tidak menemui pria yang terjangkit HIV sebab dia akan membiarkannya ikut terkena masalah agar masuk ke dalam penjara sehingga tidak bisa bertemu dengan Laura lagi.


Pria itu akan meninggal karena virus HIV sudah tidak bisa dikendalikan!


"Sudah berakhir masalah Renka. Sistem berapa total status penampilanku saat ini?" tanya Laura sambil pergi menjauhi hotel bebas


Saat ini sudah mencapai 50% karena Laura sudah menyelesaikan event rahasia!


"Ubah target untuk fokus ke Henry lagi kini sudah saatnya aku masuk ke dalam kehidupan mereka!" minta Laura sambil mendengar suara mobil polisi yang sudah berada di TKP


Dilaksanakan!

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2