
Malam kedua, setelah waktu menunjukkan pekerjaan telah selesai kini Laura dengan menggunakan Skill Bermuka Dua berusaha untuk menutupi ekspresi aslinya tetapi saat dia ingin turun ke lantai bawah menggunakan lift tiba-tiba Hayato menahan pintu lift lalu dia masuk karena ada sesuatu yang ingin dia bicarakan.
"Laura, ada masalah?" tanya Hayato dengan singkat tapi langsung masuk ke inti
"Kenapa Hayato beranggapan seperti itu?" Laura bertanya balik sambil tersenyum
"Wajahmu bisa menipu yang lain tapi tidak diriku!" balas Hayato sambil menatap kedua mata Laura
Peringatan!
Skill Bermuka Dua telah dibatalkan untuk orang tertentu yaitu Takashi Hayato!
"Apa maksudmu melakukan ini?" tanya Laura dengan nada pelan kepada Sistem Pelakor
Maaf Laura tapi saya harus melakukan ini untuk dirimu!
Laura masih ingin menutup dirinya lalu dia berperilaku seakan-akan tidak mengerti dengan apa yang Hayato katakan sebelumnya tapi saat Laura memberikan senyuman tiba-tiba Hayato melakukan kabedon.
[Braakk!]
Tubuh Laura terdorong keras ke dinding lift begitupun dengan hantaman lengan Hayato yang seakan-akan menunjukkan keberaniannya saat ingin mengetahui masalah apa yang terjadi kepada Laura. Angka lift masuk menunjukkan lantai lima sehingga Hayato masih memiliki waktu untuk membuat Laura memberitahu apa yang terjadi kepadanya.
"Beritahu kepadaku, Laura!" minta Hayato yang sangat ingin bisa diandalkan
Sudah tidak ada gunanya menutupi wajah menggunakan skill tersebut jadi hadapi pria di depan master dan lakukan sesuatu untuk menyelesaikannya.
"Hayato, sekarang kamu jauh lebih agresif dari sebelumnya mungkinkah kamu takut akan diriku yang bisa memilih hati lain kecuali dirimu?" tanya Laura sambil memasang senyum kecil
[Gemetar]
Laura tidak menyangka kalau Hayato sebegitu ketakutannya akan hal tersebut bahkan ekspresi Hayato menunjukkan rasa khawatir serta takut jika hati Laura benar-benar sudah berada pada yang lain. Namun, saat Laura mengatakan sesuatu yang dapat membuat Hayato berhenti bertanya tetapi usahanya itu semakin membuat Hayato tidak berhenti untuk tetap berusaha.
"Aku sangat takut jika itu terjadi!
Laura, aku sangat mencintaimu walaupun ada seseorang yang sudah berada di hatimu tapi aku tidak akan menyerah sampai mendapatkan seluruh isi hatimu untukku jadi apapun itu selama aku menunggu pasti akan ada jalan yang terbuka. Laura beritahu kepadaku, apa masalahmu?" tanya Hayato dengan tatapan tajam
__ADS_1
Lantai sudah menyentuh angka dua karena tidak ada banyak waktu, Laura menggunakan cara yang akan membuat Hayato jijik kepadanya dengan mendekatkan bibirnya sembari menarik dasi Hayato lalu menciumnya dengan gaya yang berpengalaman sontak hal itu membuat Hayato terkejut.
"Hayato bagaimana rasanya?
Bukankah aku pintar dalam melakukannya?" tanya Laura sambil berperilaku seperti sudah biasa melakukan hal seperti itu
Ucapan Laura seakan-akan memberitahu kepada Hayato kalau dirinya sudah melakukan ciuman kepada banyak pria di luar sana lalu lantai menyentuh angka pertama sehingga pintu lift terbuka sembari memperlihatkan seseorang yang ingin masuk ke dalam lift tetapi Hayato menekan tombol tutup seketika pintu lift kembali tertutup tapi tidak berjalan naik.
"Hayato, apa yang kamu..." Laura terkejut
Sebelum menyelesaikan perkataannya tiba-tiba Hayato mencium Laura tapi terlalu kasar sehingga membuat Laura batuk.
[Batuk]
Hayato kepanikan melihat Laura yang terus batuk kemudian tanpa sengaja membuatnya menekan tombol lantai dua sehingga mereka lift bergerak naik.
"Maafkan aku Laura!
Apa kamu baik-baik saja?" Hayato kepanikan
[Tertawa]
Hayato merasa lega melihat Laura kembali ceria dan tertawa kemudian Laura menekan tombol buka seketika pintu lift di lantai dua terbuka lalu Laura menarik tangan Hayato untuk keluar dari lift tersebut karena akan mengganggu penumpang di bawahnya. Setelahnya, Laura bergantian melakukan kabedon kepada Hayato dengan memukul dinding secara kuat hingga membuat Hayato terkejut.
"Masalahku itu sangat rumit dan kamu tidak akan bisa membantuku sama sekali tapi, apa kamu siap menerima diriku apa adanya?" tanya Laura sambil memperbaiki dasi Hayato
"Apapun itu, aku siap menerimanya!" balas Hayato dengan membulatkan tekadnya
Laura memakai ekspresi aslinya dengan raut wajah dingin serta tatapan tajamnya seketika membuat Hayato ketakutan bahkan terkejut melihat penampilan asli Laura di saat dia tidak menjadi seorang yang munafik. Laura menarik dagu Hayato kemudian mendekatkan ke wajahnya sembari menyeringai bagaikan melihat sebuah serangga.
"Ada apa Hayato bukankah kamu siap menerima diriku apa adanya. Lihatlah, ini adalah wanita yang kamu sukai!" ucap Laura sambil menyeringai
"Tidak masalah walaupun Laura seperti ini, sama sekali tidak masalah untukku!" balas Hayato dengan tulus dari lubuk hati terdalamnya
Sepertinya ini adalah langkah terbaik yang bisa aku lakukan kepadamu, Laura!
__ADS_1
[Meneteskan Air Mata]
Laura menangis melihat sosok pria yang sangat tulus mencintainya, menerima apa adanya bahkan tidak inginĀ menyerah kecuali cintanya mendapatkan balasan seketika membuat Laura mengetahui kalau Hayato adalah pria yang ditakdirkan untuknya. Namun, nasi sudah menjadi bubur karena Laura sudah bertekad untuk menjadi pelakor serta membalaskan dendamnya seketika membuatnya tidak bisa menerima Hayato.
"Gomen Hayato!
Bisakah kamu menunggu hingga aku siap untuk berada di sampingmu?" tanya Laura sambil meneteskan air matanya serta berusaha menghapus air mata tersebut
Kejadian yang tidak terduga untuk Hayato karena dia bisa menembus hati batu milik Laura yang sulit untuk ditembus tetapi berkali-kali Hayato memukulnya seketika memberikannya sebuah hasil yang membuat Laura mulai mengakui cinta tulus darinya.
"Perlahan dan perlahan saja, Laura!
Semua itu tidak masalah karena aku akan menunggu saat dirimu sudah siap untuk berada di sampingku!" balas Hayato sambil memeluk Laura dengan lembut
[Pelukan]
Suasana menjadi milik mereka berdua untuk beberapa menit berlalu dengan saling berpelukan supaya memberikan perasaan lega akan rasa terpendam yang sangat ingin dibagi ke seseorang. Laura mempunyai tujuan lain untuk terus melanjutkan apa yang sudah dia buat tetapi Laura masih tidak bisa memberitahu tentang masalah yang terjadi kepadanya.
"Ronde pertama sudah Hayato selesaikan!
Sekarang adalah ronde kedua yang aku inginkan adalah rasa kepercayaan dirimu kepadaku kali ini tunjukkan kepadaku Hayato, apa kamu adalah sosok yang dapat aku percayai atas masalah yang menimpaku serta perbuatan yang selama ini aku lakukan!" minta Laura sambil tersenyum tulus dan hangat
"Ehhh, ternyata ada ronde kedua tetapi mau bagaimana lagi karena ini berurusan dengan dirimu. Tentu saja akan aku selesaikan ronde kedua ini!" balas Hayato sambil tersenyum lebar
Mereka berdua melakukan janji kelingking untuk menyatakan perasaan mereka masing-masing yang kini masih menunggu jawaban. Setelah itu, mereka berdua tertawa karena berperilaku seperti teman masa kecil yang berjanji akan selalu bersama.
...
Beberapa menit kemudian di saat mereka berdua keluar dari tempat kerja dengan Laura mengarah ke kiri sedangkan Hayato mengarah ke kanan tiba-tiba berhenti melangkahkan kaki di saat yang bersamaan tetapi Laura dan Hayato tidak berpaling ke belakang seperti sudah saling mengerti.
"Aku akan bersamamu setelah semua ini selesai, Hayato!" gumam Laura sambil melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke sebuah cafe
"Tunggu diriku Laura!" gumam Hayato sambil melanjutkan langkah kakinya untuk menuju ke tempat tinggalnya
Mereka berdua saling berjauhan hingga Laura akhirnya dapat sampai di cafe tempat dia akan mencari target selanjutnya.
__ADS_1
"Malam ini aku sangat bersemangat. Mari kita kumpulkan poinnya, Sistem!" ucap Laura sambil bersemangat
Dilaksanakan!