
Miyami membawa mobilnya dengan sangat cepat hingga tidak mempedulikan rambu lalu lintas untuk menuju ke lokasi kakaknya yang berada di Kota Shibuya. Tidak memerlukan waktu yang lama, Miyami sampai di lokasi tersebut tetapi gang sempit untuk menuju hotel bebas telah diberikan tanda polisi yang melarang untuk orang lain masuk.
Terdapat banyak sekali orang yang menonton penangkapan besar-besaran tersebut dengan memperlihatkan 10 korban gadis muda berhasil diselamatkan tetapi mengalami kondisi yang mengerikan. Miyami berusaha untuk menerobos masuk hingga dia mendapatkan ancaman dari polisi tetapi dia masih tetap ingin melihat kakaknya lalu muncul perempuan yang sangat mirip dengannya sontak membuat polisi yang membawa tersangka itu kebingungan.
Renka langsung memberitahu kalau perempuan itu adalah adik kembarnya sehingga polisi membawa Miyami untuk memberikan keterangan kini penangkapan organisasi yang melakukan prostitusi ilegal telah di basmi habis sampai akar-akarnya. Tengah malam itu di dalam kantor polisi, Miyami dinyatakan tidak bersalah dan tidak ada kaitannya dengan perbuatan kakaknya tetapi untuk Renka bersama dengan nona hotel bebas dengan inisial "Y" serta pria dengan inisial "K" menjadi tersangka utama dalam prostitusi ilegal tersebut.
Wajah para tersangka akan terpajang di seluruh berita tetapi hanya Renka saja yang tidak diperlihatkan karena dia memiliki wajah yang sama mirip dengan adiknya sehingga demi keamanan terhadap keluarga tersangka, polisi menutupi tersangka berinisial "R". Kabar penangkapan ini tersebar luas di seluruh Jepang hingga menjadi berita nomor satu yang mana hukuman untuk tiga tersangka utama akan diberikan hukuman secepatnya.
Miyami yang sudah bebas dan aman kini diharuskan untuk pulang dan akan mendapatkan kabar hukuman berapa tahun yang akan kakaknya jalankan. Miyami pulang ke rumah dengan ekspresi syok dan marah terhadap perempuan bernama Ayumi bahkan Renka menjelaskan semua yang dia alami tentang kehancuran hidupnya itu.
Mendapati kakaknya mengalami hal seperti itu, Miyami mulai tidak peduli terhadap permintaan terakhir dari kakaknya hingga dia memutuskan untuk mencari perempuan bernama Ayumi kemudian menghancurkan dengan tangannya sendiri. Malam hampir pagi, Miyami sama sekali tidak tidur karena terus menangis mengingat apa yang kakaknya alami sekaligus dia menyimpan kebencian terhadap sosok Ayumi.
Pagi harinya tepat menjadi berita terkini, semua berita di Jepang membuat proses hukuman terhadap para tersangka di depan umum tetapi inisial "R" tidak diperlihatkan wajahnya. Miyami menonton proses tersebut di televisi yang ada di kamarnya dengan kantung mata membengkak serta matanya merah, proses Renka serta dua tersangka lainnya di jerat hukuman berat atas perbuatan mereka hingga mendapatkan hukuman penjara seumur hidup.
Miyami syok berat mendengar hal tersebut hingga dia berusaha menutupi ekspresinya terhadap Henry yang baru pulang dari pekerjaannya serta kembali berpura-pura baik terhadap ibu mertuanya. Hatinya hancur dan rasa kebenciannya mulai membesar hingga janji pertemuan yang ibunya Henry buat dengan sosok wanita yang dijodohkan Henry sebelumnya tapi dibatalkan datang ke rumah besar mereka.
[Suara Bel Rumah]
Karena Henry berada di dekat pintu, dia membukanya sembari terkejut melihat sosok perempuan imut, manis dan cantik di depan matanya sehingga untuk beberapa saat membuat Henry terdiam serta terpukau kemudian ibu Henry yang melihat kedatangan Laura sontak membuatnya bahagia hingga dipersilahkan untuk masuk ke dalam rumah.
Miyami terkejut melihat sosok perempuan yang sangat menarik lebih darinya seketika perasaan tidak enak muncul di benak hatinya. Henry mulai kembali ke sifat bejatnya seketika membuat perasaan Miyami yang sedari awal sedang kacau hampir saja dia lampiaskan seluruhnya.
Miyami menyuruh Henry untuk istirahat karena baru pulang dari pekerjaannya tapi dibalik itu semua, Miyami ingin membuat tatapan mata pria bejat itu tidak terus memandang perempuan tersebut. Saat Henry memutuskan untuk istirahat kini hanya ada Miyami, Ibu Henry dan Laura yang sedang duduk di ruang tamu.
[Ruang Tamu]
__ADS_1
"Salam kenal saya Laura mungkin Nyonya sudah tahu kalau saya dulunya dijodohkan untuk suami anda tapi tenang saja. Tidak ada maksud lain kecuali ingin bertemu dengan bibi saya!" ucap Laura dengan memakai Skill Bermuka Dua
"Saya sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Oh iya, salam kenal saya Miyami!" balas Miyami sambil berpura-pura menyebarkan senyum palsunya
"Laura-chan adalah anak dari sahabat saya!
Jadi, bagaimana kabar ibumu?" tanya ibu Henry dengan ekspresi senang
"Ibu kabarnya baik begitupun dengan ayah!" balas Laura dengan senyuman
Ibu Henry ingin membuatkan minuman teh manis untuk mereka berdua seketika suasana ruang tamu berubah drastis dengan Laura memperlihatkan sifat aslinya karena dia tidak mau bertele-tele lagi untuk menghancurkan Miyami.
"Miyami, bagaimana perasaanmu melihat kehidupan kakakmu telah dihancurkan?" tanya Laura sambil tersenyum jahat
Orang ketiga yang mengetahui kakaknya yaitu Renka kecuali kedua orang tuanya yaitu perempuan yang membuat kehidupan kakaknya hancur. Mendengar ucapan itu seketika Miyami paham betul siapa perempuan di depannya ini.
"Anjing kau Ayumi!" teriak Miyami dengan penuh emosi
Laura menggenggam erat pergelangan tangan Miyami hingga dia merasakan kesakitan tapi dia langsung memukul secara acak. Namun, Laura dapat menghentikan dengan satu tangan kirinya bahkan pergelangan tangan Miyami ditekan kuat sampai dia hanya bisa menjerit kesakitan. Laura menggunakan trik untuk membuat Miyami menuruti rasa sakitnya, saat Miyami berusaha melawan Laura akan menekan kuat pergelangan tangannya sampai rasa sakit itu serasa membunuhnya sedangkan Miyami yang berusaha untuk tidak melawan Laura akan menekan pelan pergelangan tangan Miyami.
[Kesakitan]
Miyami berhenti melawan.
"Anak baik. Suaramu itu bisa membuat bibi datang ke sini!" ucap Laura sambil tersenyum jahat
__ADS_1
"Ayumi bukan tapi Laura, apa yang kamu perbuat kepada kakakku sudah keterlaluan!" ucap Miyami sambil memasang ekspresi benci
"Itu adalah resiko yang dia terima ketika ikut campur urusanku!" balas Laura
"Oh, urusanmu itu menghancurkan rumah tanggaku jadi perkataanmu sebelumnya hanya bohong belaka. Setidaknya aku paham kalau kamu mirip sepertiku yang ingin menguasai harta pria itu saja!" ucap Miyami dengan menatap benci ke arah Laura
"Jangan salah paham. Aku membenci pria itu dan kedatanganku saat ini hanya ingin memperjelas atau memperlihatkan kalau aku akan menghancurkan kehidupan kalian berdua sampai tidak tersisa seperti yang kakakmu alami!" balas Laura
Laura menekan kuat pergelangan tangan Miyami karena kemarahannya.
"Apa yang sudah aku lakukan kepadamu, hah?" tanya Miyami sambil menahan rasa sakitnya
Laura terdiam. Miyami memutar otaknya untuk membuat Laura terancam dengan menggunakan ibu Henry sebagai perisai untuknya.
"Dia adalah bibimu, kuberi peringatan kalau kamu berani menyakitiku jangan harap melihat bibimu baik-baik saja sebab aku bisa membuatnya hancur dengan menjerumuskan anaknya ke penjara!" ancam Miyami dengan senyum licik
"Aku kasihan dengan kakakmu yang melindungi dengan mengorbankan seluruh yang dia punya demi adik bodohnya. Miyami sadarlah dengan posisimu, kakakmu itu mirip dengan wajahmu kalau aku mempublishkannya ke publik memang apa yang bisa kamu perbuat, apa kakakmu itu tidak memperingatimu atau kamu yang tidak mempedulikannya?" tanya Laura sambil menatap rendah Miyami
Miyami teringat dengan permintaan terakhir kakaknya setelah menyadari sikap Miyami yang lebih menurut bagaikan hewan peliharaan, Laura mendorong Miyami hingga dia duduk di sofa.
"Miyami kehidupanmu itu bisa kapapun aku hancurkan. Namun, aku tidak akan langsung menghancurkanmu sebab melihatmu menderita terlebih dahulu sebelum hancur lembur adalah bagian dari tujuanku!" ucap Laura dengan menatap dingin ke arah Miyami
Miyami terdiam tanpa bisa mengucapkan apapun dengan diam menuruti perkataan Laura. Bibi Yamako atau ibunya Henry datang sambil membawa tiga teh manis seketika suasana kembali ke awal dengan Laura sudah sepenuhnya memegang kendali penuh kehidupan Miyami.
Tersisa Henry untuk dihancurkan.
__ADS_1
Bersambung...